;

Bayi-bayi Dijual sejak Dalam Kandungan Ibunya

Yoga 12 May 2023 Kompas (H)

Investigasi Kompas menemukan praktik perdagangan bayi dari sejak bayi-bayi tersebut masih dalam kandungan. Berkedok adopsi, bayi dalam kandungan ditawarkan dengan imbalan hingga puluhan juta rupiah. Transaksi terjadi secara tatap muka ataupun tidak langsung di media sosial. Praktik seperti ini terungkap dari pelacakan grup-grup percakapan tentang adopsi di Facebook pada Maret hingga akhir April 2023. Tim investigasi menghubungi belasan unggahan yang menawarkan bayi untuk diadopsi, salah satunya forum Adopsi Bayi Baru Lahir dan Hamil di Luar Nikah. Di forum ini, tim menghubungi akun Caca yang menawarkan janin di dalam kandungan berusia dua bulan. Setelah dua pekan berkomunikasi, Caca mengaku berumur 24 tahun hidup berpasangan dengan Bima (25) dan kini sudah memiliki tiga anak. Dua di antaranya, yaitu anak pertama dan ketiga, sudah diasuh orang lain. Di kehamilan keempat, Caca kembali menawarkan kandungannya kepada orang lain. ”Saya diberkahi rahim subur sehingga bisa  menolong bunda-bunda yang sulit memperoleh anak,” katanya, pertengahan Maret 2023. Tim menemui pasangan ini di Surabaya, Jatim, Sabtu (25/3).

Sebelumnya, pasangan ini telah menawarkan putra pertama Rp 15 juta dan putra ketiga Rp 35 juta dalam kurun waktu 2018-2022. Dokumen adopsi anak pertama dibuat di Malang di luar jalur resmi 2 Juli 2018 dengan tulisan tangan. Saat dia menawarkan adopsi, usia kehamilannya sembilan bulan. Dokumen adopsi anak ketiga dibuat secara legal di Ngawi pada 20 April 2022. Ketika tawaran adopsi kedua ini disampaikan, usia kehamilannya kurang dari dua bulan. Awalnya, Caca dan Bima menawarkan kandungan Rp 39 juta. Rinciannya, Rp 2 juta per bulan hingga bayi lahir dan Rp 25 juta bersih saat bayi sudah lahir belum termasuk biaya kelahiran dengan operasi caesar dan biaya transportasi. Setelah tawar-menawar, mereka sepakat mengurangi biaya menjadi Rp 35 juta ditambah biaya persalinan dengan operasi caesar. ”Saya sudah tidak bisa bekerja sejak hamil,” kata Caca yang bekerja sebagai SPG di pusat perbelanjaan di Surabaya. Pasangan ini memilih memberikan anak mereka kepada orang lain karena alasan kondisi ekonomi. Keduanya enggan menyerahkan bayi mereka ke yayasan atau panti asuhan karena menganggap prosedurnya rumit juga orangtua kandung tak mendapat imbalan materi saat menyerahkan bayi ke lembaga sosial. (Yoga)


Ada Indikasi Pencucian Uang Rp 22,8 Triliun

Yoga 12 May 2023 Kompas

Satuan Tugas Supervisi dan Evaluasi Penanganan Laporan Hasil Analisis, Laporan Hasil Pemeriksaan, dan Informasi Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (Satgas TPPU) mengungkap adanya dugaan pencucian uang pada 59 dari 300 dokumen yang disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Nilai total transaksinya sekitar Rp 22,8 triliun. Ketua Satgas TPPU Sugeng Purnomo di Jakarta, Kamis (11/5) mengatakan, Satgas TPPU telah meminta aparat penegak hukum dan Kemenkeu segera menindaklanjuti temuan itu. (Yoga)

Momok bagi Produsen Produk Bayi di China

Yoga 12 May 2023 Kompas

Penurunan populasi China menjadi momok bagi produsen produk bayi dan anak-anak di negara itu. Health and Happiness, produsen produk bayi dan anak, Kamis (11/5/2023), mengatakan, pendapatannya dari penjualan popok turun 12 % di China daratan tahun lalu. Menurut Euromonitor, pasar China untuk makanan bayi dan popok adalah yang terbesar di dunia dengan nilai 37,9 miliar dollar AS. Tahun  ini, nilai pasar itu akan susut menjadi 37,6 miliar dollar AS dan pada 2025 menjadi 37,2 miliar dollar AS. (Yoga)

Menerabas Rambu demi Investor Tambang-Migas

Hairul Rizal 11 May 2023 Kontan (H)

Menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2024 nanti, pemerintah sepertinya gencar mengobral perpanjangan kontrak pertambangan maupun minyak dan gas bumi (migas). Dari informasi yang diperoleh KONTAN, pemerintah akan mempercepat perpanjangan kontrak sejumlah perusahaan tambang maupun migas dalam waktu dekat. Ada tiga perusahaan tambang dan migas yang disebut-sebut bakal mengantongi perpanjangn kontrak. Pertama, pemerintah akan memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport Indonesia. Padahal, sebetulnya, kontrak Freeport itu baru akan berakhir 2041. Kedua, ada juga rencana memperpanjang kontrak karya PT Vale Indonesa Tbk yang berakhir Desember 2025 menjadi IUPK. Terakhir, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian perpanjangan kontrak kepada Inpex Corporation dalam mengelola Blok Masela. Kontrak perusahaan Jepang di blok itu baru akan berakhir 2028 atau lima tahun lagi. Sebelumnya, Desember 2022 lalu, pemerintah telah memberikan perpanjangan Kontrak Kerja Sama Tangguh (KKS Tangguh) ke BP, operator dan mitra KKS Tangguh selama 20 tahun hingga 2055. Padahal, kontrak Tangguh sejatinya baru berakhir 2035. "Pemberian perpanjangan yang lebih cepat merupakan bentuk kepastian usaha," tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif saat menjelaskan rencana perpanjangan kontrak IUPK Freeport, pada akhir April 2023 lalu. Kabar perpanjangan kontrak Inpex Corporation di Masela juga terang. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro bilang, kontrak Inpex di Masela akan ditambah tujuh tahun plus 20 tahun. Alhasil, "Blok Masela berakhir di 2055," ujar Hudi saat dihubungi KONTAN, Rabu (10/5). Bhima Yudhistira, Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) menyebut upaya mengamankan kontrak tambang dan migas berkaitan dengan kepastian berusaha. Ini karena "Investor tambang dan migas sensitif terhadap pemilu. Mereka khawatir ada perubahan perizinan yang akan mempengaruhi rencana bisnis mereka," jelasnya kepada KONTAN, Rabu (10/5).

Surplus Bank Indonesia untuk Amunisi Kebijakan

Hairul Rizal 11 May 2023 Kontan

Pundi-pundi Bank Indonesia (BI) semakin tambun. Bank sentral mencatatkan surplus anggaran yang lebih besar pada tahun 2022 dibandingkan realisasi 2021. Dalam Laporan Keuangan Tahunan BI yang terbit pada Mei 2023, tertulis surplus anggaran setelah pajak pada tahun 2022 mencapai Rp 21,76 triliun. Angka ini lebih tinggi 13,51% dari surplus setelah pajak tahun 2021 yang sebesar Rp 19,17 triliun. Surplus tersebut didorong oleh penghasilan BI yang lebih besar dari beban yang ditanggung pada tahun lalu. Secara rinci, penghasilan BI di sepanjang 2022 mencapai Rp 121,70 triliun. Sedangkan beban yang ditanggung oleh bank sentral sebesar Rp 92,83 triliun. Direktur Eksekutif - Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengungkapkan, peningkatan penghasilan moneter tersebut lebih didorong oleh dua hal. "Kenaikan itu disebabkan kepemilikan surat berharga negara (SBN) yang meningkat oleh BI dan kenaikan suku bunga dolar dan imbal hasil US Treasury," terang Edi kepada KONTAN, Selasa (9/5). Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky melihat, tren surplus BI akan berlanjut setidaknya dalam beberapa waktu ke depan. Adanya surplus menunjukkan BI memiliki likuiditas untuk melaksanakan bauran kebijakan demi perekonomian Indonesia.

Gula-Gula Pemanis IHSG Bagi Asing

Hairul Rizal 11 May 2023 Kontan

Bursa saham dalam negeri dinilai masih memiliki daya tawar untuk menggaet investor asing. Hingga Rabu (10/5), Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan nilai beli bersih alias net buy asing mencapai Rp 17,98 triliun secara year to date (ytd). Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mencermati, dana asing yang keluar alias capital inflow di pasar saham berpotensi terus bertambah, seiringan dengan perlambatan ekonomi global. "Namun untungnya ekonomi dalam negeri masih solid, sehingga capital outflow China bisa ke dalam negeri," kata dia, Rabu (10/5). Jika dibandingkan dengan bursa Asia Tenggara, price earning ratio (PER) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang masih di level rata-rata. Berdasarkan data Bloomberg, per Rabu (10/5), PER IHSG ada di 13,06 kali. Valuasi tersebut lebih rendah dari Thailand, Malaysia dan Filipina. Di pasar Asia, PER IHSG juga lebih rendah dari bursa China dan Korea Selatan yang masing-masing di 37,78 kali dan 14,26 kali. Sementara Indonesia menunjukkan progress ekonomi yang cukup baik. Hal ini menurut Nico bisa membuka peluang bagi Indonesia untuk menampung aliran dana asing. "Apalagi memasuki semester II, Indonesia akan menghadapi sentimen Pemilu," papar Nico, Rabu (10/5). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas juga sepakat mengatakan jika fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat akan memicu aliran dana asing. "Jika saat tahun 2022 asing sudah memanfaatkan net sell, harapannya di tahun ini asing melanjutkan net buy meskipun di tengah kekhawatiran dari sisi global," kata Sukarno.

April 2023. Dana Kelolaan Reksadana Turun Rp 3,79 Triliun

Hairul Rizal 11 May 2023 Kontan

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksadana tercatat turun pada April 2023. Berdasarkan data OJK, dana kelolaan reksadana turun Rp 3,79 triliun secara bulanan menjadi Rp 500,38 triliun. Research & Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro menjelaskan, jika dirincikan per instrumen kelas aset, mayoritas reksadana turun. Antara lain, reksadana saham dan reksadana pasar uang. Penurunan reksadana saham, karena investor sedang kurang meminati aset saham. Hal ini lantaran ekspektasi risiko akibat isu global dan volatile-nya pasar saham. Untuk reksadana saham, dana kelolaan diprediksi naik pada kuartal II. Ini dengan asumsi krisis perbankan global dan isu plafon utang AS mulai ada titik cerah. Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mengatakan, pada April terjadi redemption atau pencairan yang disebabkan kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

UJIAN SOLIDITAS EKONOMI ASEAN

Hairul Rizal 11 May 2023 Bisnis Indonesia (H)

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 Asean yang akan dihelat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada pekan ini menjadi momentum krusial untuk memupuk soliditas kerja sama negara-negara di Asia Tenggara. Salah satu inisiatif yang dinilai penting adalah akselerasi kerja sama ekonomi seiring dengan ketidakpastian dan rivalitas global yang kian tinggi. Terlebih saat ini sejumlah negara di Asean telah mengimplementasikan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Presiden RI Joko Widodo, saat membuka KTT Asean kemarin, Rabu (10/5), mengatakan negara-negara Asean harus terus memperkuat integrasi ekonomi dan mempererat kerja sama inklusif termasuk implementasi RCEP. Kehadiran RCEP digadang-gadang akan mendorong kinerja perdagangan negara-negara Asean. Apalagi, sejauh ini kinerja perdagangan kawasan Asean dalam tren positif. Merujuk pada data Asean Yearbook 2022 yang dirilis pada April 2023, nilai total perdagangan yang melibatkan Asean mencapai US$3,34 triliun pada 2021. Capaian itu meningkat apabila dibandingkan dengan perfoma sepanjang 2020 yang hanya mencatatkan US$2,66 triliun. Indonesia juga memperoleh manfaat positif dari adanya kesepakatan RCEP ini. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara yang meratifikasi RCEP mencapai US$54,35 miliar pada kuartal I/2023. Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan optimistis RCEP akan membuat perekonomian Asean lebih maju. Adapun, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal memandang kawasan Asean kompetitif secara parsial. Dia mengatakan Vietnam selama ini menjadi daerah favorit menyusul banyaknya relokasi perusahaan dari China. Sementara itu, Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid mengungkapkan bahwa Asean memiliki potensi untuk menjadi pusat stabilitas dan ekonomi dunia pada 2045. Menurutnya, proses ke arah itu akan dituangkan dalam peta jalan yang disusun oleh Asean-BAC.

Asean & ‘Kartel Karet Alam’

Hairul Rizal 11 May 2023 Bisnis Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke 42 Asean dilaksanakan di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9—11 Mei 2023. Tema utama yang di­usung Indonesia adalah Asean Matters, Epicentrum of Growth. Secara sektoral, salah satu agenda strategis yang dapat diintrodusir oleh Indonesia adalah pe­ngen­da­lian pasokan (supply restriction) dan harga (price fixing) karet alam global. Gagasan ini didasarkan pada fakta bahwa pasar karet alam dan produk turunannya ditandai oleh struktur pasar oligopoli pada sisi produsen dan oligopsoni pada sisi pembeli. Struktur pasar oligopoli ditandai oleh penguasaan pasar beberapa perusahaan di negara produsen karet alam. Sementara struktur pasar oligopsoni berkaitan dengan dominasi pembelian produk karet alam oleh hanya beberapa pembeli besar. Produksi karet alam global yang mencapai sekitar 12,6 juta ton terkonsentrasi pada lima negara produsen karet alam terbesar dunia, yaitu Thailand dengan total produksi 3,913 juta ton, Indo­nesia sebesar 2,821 juta ton, Ma­lay­sia sebesar 0,910 juta ton, India sebesar 0,810 juta ton, dan China sebesar 0,786 juta ton. Lima besar negara produsen karet alam menguasai kurang lebih 80% produksi karet alam dunia, di mana Thailand dan Indonesia me­ngua­sai lebih dari separuh pro­duk­si karet alam dunia, yai­tu Thailand sekitar 31% dan Indonesia sekitar 22,39%. Sementara negara lain­nya memiliki kontribusi ku­rang dari 10% terhadap pro­duk­si karet alam global. 

Sementara pada sisi pembeli terkonsentrasi hanya pada be­berapa pembeli besar, yaitu pe­ru­sa­haan ban mobil, sepeda motor, sepeda dan alas ka­ki. Industri manufaktur ban global menguasai lebih da­ri 70% pembelian produksi ka­ret alam global. Sementara ku­­rang dari 30% diserap oleh in­dus­tri alas kaki dan industri berbahan baku karet alam lain­nya. Sementara pada sisi produsen sangat sulit membentuk kartel dengan cara membuat kesepakatan harga dan kesepakatan untuk membatasi pasokan karet alam (output restriction) ke pasar. Salah satu penyebabnya adalah le­mahnya diversifikasi produk hilir karet dan kuatnya hu­bungan antara petani karet rak­yat dengan pembeli karet alam. Struktur pasar karet alam global mirip dengan struktur pasar minyak bumi. Di mana hanya ada beberapa negara yang menguasai produksi minyak bumi dunia. Pada awalnya, penentu harga minyak bumi global adalah be­be­rapa negara dengan peru­sa­ha­an raksasa eksplorasi mi­nyak yang disebut The Seven Ma­yors. Perusahaan tersebut berasal dari negara-negara ma­ju, seperti Inggris, Jepang, Ame­ri­ka Serikat, dan Jerman.

KEUANGAN DIGITAL : KOLABORASI ASEAN ATASI KETIMPANGAN

Hairul Rizal 11 May 2023 Bisnis Indonesia

Ketimpangan digital di kawasan Asean perlu menjadi perhatian para pemangku kepentingan di tengah upaya negara-negara di kawasan itu memperkokoh ekonomi dan keuangan digital. Tingkat inklusi keuangan di wilayah Asia Tenggara masih terlihat jomplang. Kehadiran layanan keuangan digital dan kerja sama antarkawasan dalam penetrasi keuangan digital, diharapkan mampu mendorong kesetaraan akses keuangan masyarakat kawasan.Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa integrasi ekonomi Asean tidak terlepas dari kebutuhan untuk melakukan transformasi kawasan Asia Tenggara ini menjadi kawasan digital. “Hal ini penting demi meraup sebanyak-banyaknya manfaat dari digitalisasi terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan, seperti peningkatan peluang bisnis, peningkatan kualitas produk dan jasa, peningkatan produktivitas dan efi siensi, serta peningkatan daya saing,” ujarnya saat membuka Leader’s Insight Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023, Rabu (10/5). 

Oleh karena itu, dia menekankan bahwa kerja sama Asean juga diarahkan untuk memperkokoh ekonomi dan keuangan digital. Terkait hal ini, ketimpangan digital yang masih terjadi di Asean menjadi salah satu isu yang perlu segera diatasi bersama oleh negara anggota Asean. Oleh sebab itu, sumber daya manusia (SDM) dan ahli-ahli digital mesti terus lahir untuk mengimbangi perkembangan itu. “Ratusan juta penduduk Indonesia diketahui sebagai pengguna aktif internet. Edukasi tentang penggunaan internet untuk kemajuan pribadi, masyarakat, dan negara sangat penting untuk digiatkan bagi masyarakat Indonesia,” katanya. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pentingnya sinergi kebijakan dalam mengakselerasi ekonomi keuangan digital yang inklusif dan inovatif. Hal ini diwujudkan salah satunya QRIS antarnegara Indonesia-Malaysia untuk mendukung pembayaran lintas batas. Terakhir, dukungan kebijakan dalam menciptakan inovasi unggul, SDM terampil dan industri kompetitif untuk mendorong daya saing ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia.Sementara itu Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dicky Kartikoyono menyatakan bahwa bank sentral berupaya mendorong inklusi keuangan.

Pilihan Editor