Surplus Bank Indonesia untuk Amunisi Kebijakan
Pundi-pundi Bank Indonesia (BI) semakin tambun. Bank sentral mencatatkan surplus anggaran yang lebih besar pada tahun 2022 dibandingkan realisasi 2021.
Dalam Laporan Keuangan Tahunan BI yang terbit pada Mei 2023, tertulis surplus anggaran setelah pajak pada tahun 2022 mencapai Rp 21,76 triliun. Angka ini lebih tinggi 13,51% dari surplus setelah pajak tahun 2021 yang sebesar Rp 19,17 triliun.
Surplus tersebut didorong oleh penghasilan BI yang lebih besar dari beban yang ditanggung pada tahun lalu. Secara rinci, penghasilan BI di sepanjang 2022 mencapai Rp 121,70 triliun. Sedangkan beban yang ditanggung oleh bank sentral sebesar Rp 92,83 triliun.
Direktur Eksekutif - Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengungkapkan, peningkatan penghasilan moneter tersebut lebih didorong oleh dua hal.
"Kenaikan itu disebabkan kepemilikan surat berharga negara (SBN) yang meningkat oleh BI dan kenaikan suku bunga dolar dan imbal hasil
US Treasury," terang Edi kepada KONTAN, Selasa (9/5).
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky melihat, tren surplus BI akan berlanjut setidaknya dalam beberapa waktu ke depan.
Adanya surplus menunjukkan BI memiliki likuiditas untuk melaksanakan bauran kebijakan demi perekonomian Indonesia.
Tags :
#Ekonomi MakroPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023