;

Menerabas Rambu demi Investor Tambang-Migas

Ekonomi Hairul Rizal 11 May 2023 Kontan (H)
Menerabas Rambu demi Investor Tambang-Migas

Menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2024 nanti, pemerintah sepertinya gencar mengobral perpanjangan kontrak pertambangan maupun minyak dan gas bumi (migas). Dari informasi yang diperoleh KONTAN, pemerintah akan mempercepat perpanjangan kontrak sejumlah perusahaan tambang maupun migas dalam waktu dekat. Ada tiga perusahaan tambang dan migas yang disebut-sebut bakal mengantongi perpanjangn kontrak. Pertama, pemerintah akan memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport Indonesia. Padahal, sebetulnya, kontrak Freeport itu baru akan berakhir 2041. Kedua, ada juga rencana memperpanjang kontrak karya PT Vale Indonesa Tbk yang berakhir Desember 2025 menjadi IUPK. Terakhir, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian perpanjangan kontrak kepada Inpex Corporation dalam mengelola Blok Masela. Kontrak perusahaan Jepang di blok itu baru akan berakhir 2028 atau lima tahun lagi. Sebelumnya, Desember 2022 lalu, pemerintah telah memberikan perpanjangan Kontrak Kerja Sama Tangguh (KKS Tangguh) ke BP, operator dan mitra KKS Tangguh selama 20 tahun hingga 2055. Padahal, kontrak Tangguh sejatinya baru berakhir 2035. "Pemberian perpanjangan yang lebih cepat merupakan bentuk kepastian usaha," tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif saat menjelaskan rencana perpanjangan kontrak IUPK Freeport, pada akhir April 2023 lalu. Kabar perpanjangan kontrak Inpex Corporation di Masela juga terang. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro bilang, kontrak Inpex di Masela akan ditambah tujuh tahun plus 20 tahun. Alhasil, "Blok Masela berakhir di 2055," ujar Hudi saat dihubungi KONTAN, Rabu (10/5). Bhima Yudhistira, Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) menyebut upaya mengamankan kontrak tambang dan migas berkaitan dengan kepastian berusaha. Ini karena "Investor tambang dan migas sensitif terhadap pemilu. Mereka khawatir ada perubahan perizinan yang akan mempengaruhi rencana bisnis mereka," jelasnya kepada KONTAN, Rabu (10/5).

Tags :
#Investor #Migas
Download Aplikasi Labirin :