Gotong Royong Percepat Penanganan Tengkes
Wapres Ma’ruf Amin menyatakan pemerintah memprogramkan percepatan penurunan tengkes (stunting) lima tahun terakhir sejak 2018. Berbagai upaya ditempuh, mulai dari penajaman, perbaikan cakupan dan mutu intervensi spesifik, hingga perbaikan sistem pendataan dan pelaporan. Pemerintah memastikan keterlibatan lembaga nonpemerintah seperti dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi profesi. Selain itu, perlu keterlibatan lembaga filantropi, mitra pembangunan, dan lembaga swadaya masyarakat. ”Saya mengapresiasi Kadin dan kelompok Kompas Gramedia atas komitmennya terlibat mempercepat penurunan stunting (tengkes),” ujar Wapres, saat pencanangan gerakan Bersama Entaskan Stunting (Beres) kerja sama Kadin Indonesia dengan Kompas Gramedia di Studio Kompas TV, Jakarta, Kamis (26/10).
Menurut Wapres, program yang dilakukan mesti melengkapi program pemerintah. Koordinasi intensif dengan kementerian, lembaga teknis, dan pemerintah daerah diperlukan untuk menghindari tumpang tindih antarprogram. Selain itu, program harus dilaksanakan di lokasi prioritas tinggi prevalensi tengkes atau gagal tumbuh kembang karena kurang gizi agar dapat membantu menurunkan prevalensi secara signifikan dan tepat sasaran. Program berupa aksi nyata menyasar kelompok prioritas sehingga manfaatnya dirasakan langsung kelompok tersebut. Selain itu, ”Tempatkan penerima manfaat dan pelaku sebagai pelaku utama pelaksanaan program agar muncul rasa memiliki dan kebanggaan dari masyarakat,” kata Wapres. Wapres menegaskan, mulai tampak penurunan prevalensi tengkes melalui program yang dijalankan selama ini. ”Prevalensi stunting bisa diturunkan sebesar 9,2 % dalam empat tahun, setara 2,6 juta anak yang dientaskan dari stunting,” katanya. (Yoga)
Subsidi Energi Bisa Membengkak
Berdasarkan kalkulasi Kemenkeu, kenaikan harga minyak mentah dunia masih berada dalam koridor skenario APBN. Namun, pemerintah tetap mengantisipasi agar kombinasi antara tren kenaikan harga minyak dunia dan depresiasi nilai tukar rupiah tidak membebani keuangan negara. Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak global mulai pertengahan tahun ini kembali merangkak naik. Pada awal September, harga minyak mentah jenis Brent meningkat hingga lebih dari 90 USD per barel. Per 25 Oktober 2023, harganya 89 dollar AS per barel.
Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia, dampak dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, masih berada dalam estimasi skenario harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP). ”Sampai saat ini pergerakan harga minyak masih berada dalam koridor asumsi ekonomi makro. Mudah-mudahan nilai minyak dunia tidak melonjak terlalu tinggi,” ujar Isa di Jakarta, Kamis (26/10). Harga minyak mentah Indonesia hingga September 2023 yang digunakan pemerintah secara rata-rata masih 77,7 USD per barel, jauh lebih rendah dari asumsi APBN 2023 yang mencapai 90 USD per barel. Karena itu, dari sisi ini, Kemenkeu, menurut dia, belum melihat akan terjadi lonjakan subsidi dan kompensasi BBM. ”Tapi, kalau kita tidak kendalikan, lebih kemungkinan akan ada di atas (alokasi). Jadi, kemungkinan kenaikan subsidi dan kompensasi terutama karena depresiasi rupiah. Itu yang perlu kita waspadai,” ucap Isa. (Yoga)
Dunia Baru: Ekonomi Kawan atau Lawan
Mekanisme pasar sebagai
rezim yang berlaku selama ini di bawah bayang-bayang menguatnya fragmentasi.
Kini ”rezim kawan atau lawan” mulai mendikte perekonomian. Fragmentasi sebagai ”pandemi”
mulai muncul ke permukaan sejak 2020. Ini, misalnya, terdokumentasikan
eksplisit dalam pidato yang dikemukakan Presiden Sidang Majelis Umum PBB Ke-74
Tijjani Muhammad Bande di New York, AS, 10 Juni 2020. Dalam pidato berjudul ”Multilateralisme
di Dunia yang Terfragmentasi”, Bande menyatakan, dunia semakin terpolarisasi.
”Ketegangan dan konflik geopolitik terus memengaruhi berbagai belahan dunia,”
katanya. Perang Ukraina-Rusia yang meletup pada Februari 2022 dan terus berkepanjangan
menjadi tangga eskalasi fragmentasi dunia. Demikian pula dengan perang hegemoni
antara AS dan China.
”Dunia terfragmentasi. Dulu,
kalau bicara misalnya perdagangan dan investasi, mekanisme pasar yang berlaku. Tapi,
sekarang tidak lagi,” kata pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Agustinus Prasetyantoko, di ruang
kerjanya, di Jakarta, Kamis (26/10). Dalam mekanisme pasar, investasi akan
mencari lokasi aman dan paling menguntungkan. Perdagangan juga akan terjadi
dalam kemitraan yang paling menguntungkan. Namun, dengan menguatnya
fragmentasi, faktor geopolitik mendikte investasi dan perdagangan. Ini,
misalnya, terjadi ketika sejumlah perusahaan hengkang dari suatu negara karena
persoalan geopolitik. Semua negara juga cenderung protektif. (Yoga)
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan
Reklamasi Jadi Bagian Perencanaan Tambang
Digitalisasi Dorong Ekonomi Syariah
Teknologi digital dinilai
akan menjadi penggerak utama ekonomi keuangan syariah nasional di kancah
global. Sebagai bentuk adaptasi ekonomi keuangan syariah atas perkembangan
teknologi, pemerintah meluncurkan aplikasi Satu Wakaf Indonesia. Hal ini
mengemuka dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 tahun
2023 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (26/10). Hadir dalam
acara tersebut, antara lain, Wapres Ma’ruf Amin, Gubernur BI Perry Warjiyo,
serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Wapres Amin menuturkan, penerapan
teknologi dan digitalisasi menjadi prasyarat bagi kesuksesan semua sector potensial.
Teknologi transversal, yang merujuk pada teknologi yang dapat diterapkan secara
lintas sektor, dinilai akan menjadi penggerak utama pertumbuhan global di masa
depan.
Tanpa inisiatif strategis
untuk mempercepat implementasi teknologi transversal, Indonesia diperkirakan
tidak akan optimal dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi pada 2045. ”Saya
juga meyakini ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi luar biasa yang
dimiliki Indonesia untuk menerbangkan ekonomi nasional,” kata Wapres Amin saat
memberikan sambutan. Pada perhelatan ISEF kali ini, Wapres Amin menyampaikan
sejumlah pesan kepada semua pegiat ekonomi syariah. Pertama, meningkatkan dan
memperluas pemanfaatan digitalisasi dan inovasi digital sebagai penggerak utama
akselerasi pengembangan ekonomi syariah yang akan meningkatkan efisiensi dan
produktivitas industri halal. Kedua, Wapres meminta peningkatan literasi dan inklusi
ekonomi serta keuangan syariah setidaknya mencapai 50 %. Hal ini dinilai akan berkorelasi
dengan meluasnya pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Ketiga,
menjaga dan mengawal bersama konsistensi dan keberlanjutan program ekonomi dan
keuangan syariah hingga masa mendatang. (Yoga)
INFRASTRUKTUR JALAN TOL, Triliunan Digelontorkan di Sumatera
Pemerintah terus berupaya meningkatkan konektivitas di wilayah Sumsel lewat pembangunan jalan tol. Agar investasi berbiaya besar itu tidak sia-sia, pemda diminta mengoptimalkan manfaat dari konektivitas tersebut untuk meningkatkan produktivitas berbagai sektor unggulan. Pembangunan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64 kilometer itu dimulai pada 2019. Investasi pembangunannya mencapai Rp 12,5 triliun. ”Ini investasi besar, tetapi manfaat untuk negara dan masyarakat akan luar biasa kalau kita bisa menaikkan produktivitas. Artinya, tol ini harus disambungkan dengan kawasan pertanian, wisata, perkebunan, ataupun industri,” kata Presiden Jokowi dalam peresmian Jalan Tol Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Kamis (26/10).
Pemerintah akan membangun jalan tol sepanjang lebih kurang 2.800 kilometer untuk menyambungkan Sumatera dari Lampung hingga Aceh. Dari total jalan itu, koridor utamanya lebih kurang 1.800 kilometer. Tujuan pembangunan itu adalah untuk meningkatkan kecepatan mobilitas barang dan jasa serta meningkatkan daya saing. Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Palembang, Rabu (25/10) malam, Presiden menyampaikan, masyarakat merasakan banyak perbedaan setelah jalan tol yang menghubungkan Palembang, Sumsel, dan Bandar Lampung, Lampung, beroperasi pada 2019. Dahulu, melalui jalan lintas timur Sumatera, waktu tempuh Palembang-Bandar Lam- pung bisa 10-12 jam. Sekarang, dengan jalan tol, waktu tempuh hanya 3,5 jam saja. (Yoga)
Parkir untuk Pendapatan Daerah
Perparkiran di Jakarta yang
dikelola oleh Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja
sama dengan swasta memiliki potensi besar untuk pendapatan daerah jika terkelola
optimal. Namun, di lapangan, banyak lahan diakuisisi sepihak menjadi ladang
parkir oleh sekelompok warga atau organisasi masyarakat. Akuisisi lahan menjadi
tempat parkir tak resmi ini sering kali membuat warga kesal. ”Ini bukan perkara
Rp 2.000, tetapi kesal karena ujug-ujug
menghampiri kita. Padahal, kita parkir sendiri, keluarin sepeda motor sendiri. Lalu,
itu enggak ada kartu karcis resmi. Saya menolak. Dia (juru parkir) enggak terima,
memaksa harus bayar,” ujar Cahyo Anggoro (27), warga Petamburan, Jakpus, Rabu
(25/10). Kekesalan serupa dirasakan Ahmad Yudo (37), warga Kebon Jeruk. Ia
menilai, perlu regulasi yang mengatur ketat agar tidak semua tempat ditarik
tarif parkir secara ilegal. Pemerintah seharusnya perlu menyediakan lahan parker
resmi.
Merujuk pada laporan dalam
Portal Data Terpadu Pemprov DKI Jakarta, terdapat 762 ruas jalan lokasi parkir
yang dikelola Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada
2018. Selain itu, terdapat 201 mesin terminal parkir elektronik (TPE).
Mesin-mesin ini tersebar di 33 titik se-Jakarta. Namun, di lapangan tetap saja
lahan parkir liar beserta juru parkir ilegal ada di mana-mana. Selain semrawut,
uang dari parkir liar tak masuk pendapatan daerah. Sistem integrasi seluruh kanal
aduan warga, Cepat Respons Masyarakat (CRM) Jakarta, mencatat total 11.231
laporan parkir liar dalam kurun Januari-Oktober 2023. Azas Tigor Nainggolan
dari Forum Warga Kota Jakarta menyebutkan, potensi retribusi dari parkir liar
di badan jalan bisa mencapai Rp 92 miliar per tahun. Sayangnya, uang ini
mengendap di orang-orang tertentu. Padahal, potensi sebesar itu bisa untuk membiayai,
memperbaiki, atau menyubsidi infrastruktur publik. (Yoga)
KOLABORASI MENGEJAR TRANSISI ENERGI DI JAWA TIMUR
Transisi energi di Jatim
terus dimasifkan melalui kolaborasi berbagai kalangan. Dari rumah tangga, dunia
industri, instansi pemerintah daerah, pondok pesantren, hingga pengelola tempat
ibadah, diajak ”berlari” demi meraih target energy bersih. Pemprov Jatim menyalurkan
bantuan sekaligus meresmikan 20 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap
pada Selasa (24/10). Pembangkit dibangun pada 17 pondok pesantren (ponpes),
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, dan dua lokasi unit pelaksana teknis
pelabuhan perikanan. Ponpes yang menerima bantuan antara lain Ponpes Islam At
Tauhid ASPI2 Surabaya dengan kapasitas pembangkit 5.000 watt peak (WP), Ponpes Bumi
Shalawat Progresif Sidoarjo 10.000 WP, Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo
10.000 WP, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo 10.000 WP, dan Ponpes
Al Qodiri Jember 10.000 WP.
PLTS atap juga dipasang
pada Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dengan kapasitas 13.200 WP. Adapun untuk
pelabuhan ikan yang menerima bantuan tahun ini adalah UPT Pelabuhan Perikanan
Pantai Muncar Banyuwangi dengan kapasitas 25.000 WP dan UPT Pelabuhan Perikanan
Pantau Pondokdadap Kabupaten Malang 25.000 WP. Sebelum meresmikan PLTS atap,
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin konvoi motor listrik dari Gedung
Negara Grahadi menuju Masjid Al Akbar, diikuti 1.588 peserta di Surbaya dan 12 kabupaten
dan kota di Jatim. Khofifah mengatakan, penyaluran bantuan PLTS atap dan Gebyar
Konvoi Motor Listrik menjadi bagian penting dari proses transformasi energy fosil
ke nonfosil,terutama tenaga surya, angin, danpanas bumi. Menurut dia, di ”Bumi
Majapahit” ini ketiga jenis energi berlimpah itu yang berpotensi dikelola
sebagai energi bersih. ”Bantuan PLTS atap ini bagian dari kita mencicil proses transformasi
dari penggunaan energi fosil ke nonfosil. Sebab,energi fosil ini ke depan akan
habis,” ujar Khofifah. (Yoga)









