HARI KESEHATAN JIWA, Layanan Dilakukan Berbasis Masyarakat
Sistem layanan kesehatan
jiwa akan lebih difokuskan pada layanan berbasis masyarakat. Dengan demikian,
masalah kesehatan jiwa tidak hanya diatasi dengan tujuan untuk pengobatan,
tetapi lebih untuk menjaga kualitas hidup pasien. Menkes Budi Gunadi Sadikin
mengutarakan, perubahan konsep layanan kesehatan jiwa ini akan dilakukan secara
masif. ”Layanan di rumah sakit bersifat hanya sementara sehingga setelah
pengobatan di rumah sakit selesai akan didorong untuk kembali ke masyarakat.
Harapannya, orang dengan gangguan jiwa bisa kembali hidup normal di keluarga
dan masyarakat,” tuturnya, dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, yang
diikuti secara daring dari Jakarta, Jumat (27/10).
Puncak peringatan Hari Kesehatan
Jiwa Sedunia 2023 berlangsung di Manado, Suluit. Dalam acara itu, pengembangan
model layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat diluncurkan dan Kota Manado
menjadi area percontohan. Budi menuturkan, mekanisme layanan kesehatan jiwa
berbasis masyarakat akan dijalankan mulai dari komunitas menuju fasilitas
kesehatan tingkat pertama. Kemudian layanan baru akan dirujuk ke rumah sakit
(RS) jika diperlukan. Setelah mendapat terapi, pasien akan kembali ke masyarakat.
Hal itu perlu kesiapan warga memberikan layanan kesehatan jiwa. Dalam
mewujudkan sistem layanan berbasis masyarakat, perlu kerja sama semua pihak. Pendekatan
layanan tak hanya terkait aspek kesehatan, tetapi juga sosial, budaya, hukum,
dan ekonomi. Partisipasi publik menentukan keberhasilan sistem layanan itu. (Yoga)
Perusahaan Pakai Robot karena Sulit Cari Karyawan
Pelaku usaha di sejumlah negara terus menggantikan manusia dengan robot. Sebagian pekerja mendukung peralihan itu. Sebab, semakin sulit mencari karyawan untuk jenis pekerjaan tertentu. Raksasa lokapasar global, Amazon, memamerkan robot pekerja pada Oktober 2023. Robot-robot itu menggantikan 27.000 orang yang diberhentikan Amazon beberapa bulan sebelumnya. Meski demikian, Kepala Teknologi Amazon Tye Brady menyatakan, tidak mungkin manusia akan sepenuhnya digantikan robot di Amazon. ”Tidak ada bagian dalam diri saya yang berpikir bahwa itu akan pernah menjadi kenyataan,” katanya. Sementara itu, pada Jumat (27/10) Reuters melaporkan keluhan Kamar Dagang dan Industri Jerman. Separuh perusahaan Jerman kesulitan mencari pekerja. Pada Juni 2023 saja, 1,7 juta lowongan kerja di Jerman tidak terisi.
Hal itu merugikan perekonomian Jerman hingga 100 miliar euro per tahun. Badan Ketenagakerjaan Jerman menyebut, pelibatan perempuan dan migran tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jerman. Pada 2035, Jerman akan kekurangan hingga 7 juta pekerja. Kekurangan terjadi karena orang-orang kelahiran sebelum 1970 terus pensiun. Sementara jumlah penduduk lebih muda semakin sedikit. Kesulitan lain, dialami produsen suku cadang mesin, S&D Blech, yang kesulitan mencari kepala unit penghalusan logam. Akibatnya, posisi itu terpaksa diisi robot. ”Menemukan kepala unit baru sulit, tidak hanya karena pengalaman yang dimilikinya, tetapi juga karena itu pekerjaan yang sangat berat dan tidak ada yang ingin melakukannya lagi,” kata Direktur Utama S&D Blech Henning Schloede. (Yoga)
Biaya Naik, Maskapai Minta Tarif Batas Atas Juga Naik
Biaya maskapai penerbangan dalam negeri meningkat menyusul depresiasi rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Sementara tarif batas atas dan bawah pesawat tak berubah sejak 2019. Pelemahan nilai tukar rupiah telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Nilainya mencapai Rp 15.941 per dollar AS per Jumat (27/10) di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). Jisdor adalah harga spot berdasarkan transaksi valuta asing antarbank terhadap rupiah secara real-time di pasar valuta asing dalam negeri yang ditangkap oleh Sistem Pemantauan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah (Sismontavar) BI. Presdir Lion Air Group Daniel Putut menyatakan, Kemenhub perlu meninjau kembali regulasi terkait tarif tiket batas atas dan batas bawah. Ini sejalan dengan perubahan nilai tukar mata uang serta harga bahan bakar.
”Tapi kalau kami bicara harga, ada tarif batas atas dan tarif batas bawah. Ya, kami bermain di situ tadi,” ujarnya dalam Seminar Hari Penerbangan Nasional yang digelar Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi) di Jakarta, Jumat (27/10). Daniel menjelaskan, harga tiket pesawat ditentukan sejumlah komponen. Komposisinya berupa avtur dan pelumas (33-40 %); suku cadang, pemeliharaan, dan pemeriksaan (20-25 %); asuransi dan sewa pesawat (17-20 %); lain-lain (gaji pegawai dan awak pesawat, dan sebagainya). Pembayaran sebagian dari komponen tersebut menggunakan mata uang dollar AS. Dengan demikian, maskapai rute domestik yang penghasilannya dalam bentuk rupiah mengalami tekanan pembayaran. (Yoga)
Bisnis Pemuda Bontang: Tak Melulu lewat Aplikasi
Pukul 07.00 Wita, Erwin
Fishtcal (28) sudah datang ke Kompleks Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim Kota Bontang,
Kaltim menyetor sejumlah uang kepada seseorang, Selasa (13/6). Erwin adalah
salah satu kurir Bonjek, kependekan dari Bontang Ojek, bisnis ojek daring yang
diinisiasi pemuda di Kota Bontang. Sebagai kurir, tugas Erwin mengantarkan
pesanan makanan atau barang yang dibeli konsumen melalui Bonjek. Kebanyakan
konsumen membayar tunai langsung kepada kurir. Beberapa lewat transfer ke
rekening. Bonjek menggunakan aplikasi percakapan yang banyak digunakan oleh
jutaan warga di Indonesia, yakni Whatsapp. Sistem kerja Bonjek sederhana. Saat ada
konsumen ingin membeli makanan, misalnya, ia cukup mengirim pesan ke Bonjek
melalui Whatsapp. Pesan itu berformat nama pemesan beserta detail pesanan
makanan, lengkap dengan restoran atau kios yang diinginkan. Lokasi pemesan dan lokasi
restoran diisi dengan titik koordinat Google Maps.
Customer service Bonjek meneruskan
ke grup Whatsapp yang berisi 32 kurir Bonjek. Kurir yang menerima pesanan itu, mengirim
stiker ”Saya Ambil”. Setelah selesai, ia mengirim stiker ”Pesanan Selesai”. Dengan
sistem seperti itu, ia mesti menyetor sejumlah uang bagi hasil yang diterima
dari hasil kerja hari sebelumnya. Ia juga menerima uang pengganti yang ia
talangi pada hari sebelumnya.”Sehari minimal bisa mengantar makanan 15 kali.
Biaya ongkos kirim minimal Rp 11.000. Terkadang, saya juga dapat uang tip dari konsumen,” kata
Erwin. Dari uang tip dan bagi hasil jasa kurir Bonjek, ia bisa mendapat hampir
Rp 5 juta sebulan, di atas upah minimum Kota Bontang yang Rp 3,4 juta per
bulan. Bonjek lahir berkat Kahar Muzakir (30), pemuda asal Kelurahan Loktuan,
Bontang Utara, Kota Bontang.
Lulusan Fisioterapi
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, itu kembali ke Bontang
pada 2018 setelah menjalankan bisnis dan berkuliah di Surabaya. Inisiasi Bonjek
disulut rasa heran Kahar akan tingginya angka pengangguran di Bontang. Data BPS
menunjukkan, dari 180.000 warga Bontang, angka penganggurannya 8.000 orang. Terdorong
untuk membantu menekan angka pengangguran, ia awalnya membangun bisnis kuliner
bersama sejumlah kenalan. Seluruh proses pemesanan itu dilakukan melalui
aplikasi Whatsapp dan ternyata pengguna jasa mereka terus tumbuh. Apa yang dilakukan
Kahar dan timnya mendapat dukungan dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Melalui
pembinaan PKT, terbentuklah lokapasar Borneo Online Store atau Borneos.co.
Portal itu memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk menjual produknya. Saat
ada pembeli, pemesanan dilakukan melalui Whatsapp dan Bonjek yang
mengantarkannya. (Yoga)
Sistem Logistik Ikan Perlu Diperkuat
Sekretaris Asosiasi Tuna
Indonesia (Astuin) Jakarta Muhammad Bilahmar mengemukakan, persoalan utama
dalam logistik perikanan adalah konektivitas antarpulau yang masih sulit dan
keterbatasan fasilitas pelabuhan. Hal itu menyebabkan kapal pengangkutan ikan
tidak bisa merapat ke dermaga sehingga menghambat aktivitas bongkar muat. Dicontohkan,
di Pelabuhan Pomako, Mimika, Papua, pengangkutan ikan dilakukan dengan
memindahkan ikan dari kapal ke kontainer terapung di atas tongkang. Tongkang
itu selanjutnya membawa container ke kapal niaga ataupun kapal penumpang.
Sementara itu, unit pengolahan
di pelabuhan perikanan dapat beroperasi lebih efektif jika kapasitas dan
fasilitas pelabuhan memadai untuk menampung ikan. Selain itu, dibutuhkan
konektivitas dengan kapal-kapal pengangkut ikan ke sentra-sentra nelayan di
daerah kepulauan kecil. ”Logistik perlu diatur sesuai dengan kapasitas
pengolahan ikan. Penunjang utama adalah gudang berpendingin,” katanya, saat
dihubungi, pada Jumat (27/10/2023) di Jakarta. (Yoga)
CIMB Niaga Raih Laba Rp 6,3 Triliun
Batam Ekspor Listrik ke Singapura
Kepala Daerah Diminta Redam Inflasi
Lima Evaluasi untuk Keuangan yang Sehat
Mengukur kesehatan keuangan
rumah tangga menjadi sangat penting,terutama di masa penuh dinamika seperti saat ini. Patut dipahami, hidup manusia
terus berjalan terlepas seperti apa kondisi perekonomian. Tanpa harus melakukan
perhitungan yang rumit ala perencana keuangan, sebenarnya setiap rumah tangga
dapat menggunakan beberapa indikator untuk mengetahui seberapa sehat
keuangannya. Ada lima indikator untuk tahu seberapa sehat keuangan rumah tangga
kita. Pertama, evaluasi kondisi kehidupan. Kestabilan pemasukan sebagai sumber
daya rumah tangga adalah salah satu factor penentu kesehatan keuangan. Kedua,
evaluasi komitmen pembayaran pinjaman. Pinjaman yang sehat adalah bilamana
jumlah seluruh cicilan pinjaman hanya maksimal 1/3 penghasilan bulanan.
Ketiga, evaluasi
pengeluaran bulanan. Secara umum, keuangan rumah tangga tergolong baik apabila
dapat menyisihkan penghasilan di awal untuk dana darurat, tabungan, atau untuk investasi.
Keempat, jumlah dana darurat. Pahami bahwa dana darurat berbeda dengan tabungan.
Momen saat ada saudara membutuhkan
bantuan atau pun adanya musibah finansial yang harus ikut ditanggung oleh rumah
tangga pribadi, maka dana darurat akan menjadi jalan keluarnya. Kelima,
evaluasi jumlah aset. Menyisihkan penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan
adalah hal penting untuk membentuk asset, untuk memenuhi berbagai kebutuhan
hidup di masa depan yang nilainya akan meningkat karena adanya tingkat inflasi.
Langkah berikutnya adalah tidak bergantung pada pinjaman untuk membiayai keperluan
hidup sehari-hari dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat dan
investasi masa depan. (Yoga)
Bantuan Terus Didistribusikan
”Upaya ini untukmendukung pemda mengatasi permasalahan kelaparan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan berbagai faktor lainnya,” kata Mathius. Sementara itu, Kemensos menyalurkan bantuan sejak Jumat (20/10). Total bantuan yang telah disalurkan selama beberapa hari itu mencapai 11,7 ton. Bantuan tersebut berupa makanan, pakaian, tenda, hingga kebutuhan anak-anak dan bayi. Pemkab Yahukimo turun ke lokasi









