;

Merger & Akuisisi Injak Rem Menjelang Pemilu

Merger & Akuisisi Injak Rem Menjelang Pemilu
Memasuki tahun politik, aksi merger dan akuisisi (M&A) mulai injak rem  dan melambat. Banyak perusahaan menepi dan tak melanjutkan aksi itu sembari menanti nahkoda baru Indonesia hasil pemilihan umum (Pemilu) 2024. Sikap menahan diri melakukan merger dan akuisisi ini setidaknya terlihat dari pemberitahuan merger dan akuisisi yang didaftarkan di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Sampai kuartal III-2023, hanya ada 106 M&A, turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak lebih dari 300 notifikasi. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur menyatakan, aksi merger dan akuisisi berpeluang naik lagi di akhir tahun ini, meski pemilu mulai berjalan. "Pemilu tidak menjadi penghalang aksi merger dan akuisisi, terutama sektor yang teregulasi." ungkap Deswin, akhir pekan lalu. Namun bagi Nailul Huda, Peneliti Ekonomi Digital Institue for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, agenda Pemilu 2024 menjadi pertimbangan pebisnis melakukan aksi merger dan akuisisi. Mereka cenderung wait and see, termasuk menunggu kebijakan pemerintahan baru usai pemilu. "Sektor yang mungkin sering terlibat aksi merger dan akuisisi adalah sektor yang di-endorse  pemerintah," kata Huda ke KONTAN, akhir pekan lalu.
Tags :
#Umum #Korporasi
Download Aplikasi Labirin :