Berlanjut meski Minim Urgensi
PROYEK Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diperkirakan masih berlanjut meski rezim pemerintahan berganti setelah selesainya periode pemerintahan Presiden Joko Widodo, tahun depan. Tiga bakal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden menyatakan akan melanjutkan megaproyek tersebut. Dua pasangan calon bahkan memasukkan proyek yang diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp 466 triliun itu ke dalam dokumen visi-misinya. Hanya pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang sama sekali tidak menyinggung proyek di Kalimantan Timur itu dalam visi-misinya.
Menyitir dokumen visi-misi dari pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md., percepatan penyelesaian proyek IKN masuk ke salah satu program untuk mencapai target ekonomi unggul berdaya saing, sesuai dengan misi mempercepat pembangunan ekonomi berdikari berbasis pengetahuan dan nilai tambah. "Komitmen melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara bertahap hingga IKN menjadi titik keseimbangan baru keadilan pembangunan sekaligus simbol Indonesia futuristik," dinukil dari dokumen setebal 62 halaman tersebut.
Proyek hijrah ibu kota itu juga masuk dalam 17 program prioritas yang ditawarkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Tepatnya, pada nomor 14: melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM, dan pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara. Pasangan itu menyebutkan proyek IKN Nusantara diperlukan agar pembangunan lebih merata dengan adanya pusat pertumbuhan baru di luar Jawa. (Yetede)
Tags :
#NusantaraPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023