;

Targetnya Muluk-Muluk, Programnya Mirip-Mirip

Targetnya Muluk-Muluk, Programnya Mirip-Mirip
Tiga pasangan kandidat calon presiden (bacapres) dan bakal calon wakil presiden (bacawapres) telah resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketiga pasang kandidat ini siap berlaga dalam pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) tahun 2024. Setiap kandidat pun sudah  melontarkan ide, gagasan hingga janji kampanye yang akan diwujudkan jika terpilih dalam pilpres nanti, yang tertuang dalam visi dan misi mereka. Inilah saatnya mengulik dan mengkritisi janji mereka. Salah satu poin yang mendapat sorotan adalah visi dan misi mereka di bidang ekonomi. Maklum, bidang ekonomi sungguh relevan saat ini. Apalagi, ekonomi dalam negeri sedang tidak baik-baik saja, sementara situasi ekonomi global juga tak menentu. Sejauh ini, ketiga pasang bacapres-bacawapres berani memasang target mulukpertumbuhan ekonomi, ada yang mematok 5,5% dan ada yang memasang hingga 7% per tahun, kendati sejumlah faktor tak berpihak. Selain target pertumbuhan ekonomi, mereka juga kompak menawarkan janji pemberantasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja hingga ketersediaan pangan murah  (lihat tabel). Secara umum, Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, program dan target yang disajikan para kandidat di atas kertas sejatinya jauh kenyataan. Misalnya target penurunan kemiskinan hingga di level 2%-4%. Maka agak mengherankan ada calon yang berani memasang penurunan tajam angka kemiskinan, meski rencana aksinya mirip-mirip saja. "Karena sebagian besar calon itu hanya melanjutkan untuk program bantuan sosial, infrastruktur, pendidikan, kesehatan," ujar Tauhid. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara berpendapat, track record setiap calon bisa jadi rujukan target mereka. Misalnya Ganjar Pranowo sebagai Mantan Gubernur Jawa Tengah  dan Anies Baswedan sebagai eks Gubernur DKI Jakarta. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual bilang, target lebih dari 5% memang dibutuhkan untuk menyerap tambahan tenaga kerja. Ia menilai, dari visi misi ketiga kandidat, tidak terlihat secara detail bagaimana blue print untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi itu.  "Tidak ada peta jalan industrial policy ke depan," ujar David. Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi 5% sebenarnya angka minimal tanpa melakukan apapun. "Untuk mencapai pertumbuhan lebih dari 5%, maka butuh peningkatan investasi. Porsi investasi dalam ekonomi yang sekarang sekitar 30% perlu ditingkatkan hingga 40%," kata David.
Tags :
#Nasional
Download Aplikasi Labirin :