OJK Masih Tunggu Rencana Aksi Jiwasraya
Bansos El Nino untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Lelang Tujuh SBSN Serap Dana Rp 12 Triliun
Kenaikan Pajak Hiburan Bukan 'Kiamat' Pariwisata
World Water Forum Pacu Peluang Investasi Infrastruktur Air
Naiknya Rasio Pembayaran Utang Masyarakat
Kebut Aturan Pengerukan Sedimentasi Laut
Beda Rupa Rupiah Digital
TIMUR TENGAH, Semakin Sulit Cegah Perluasan Perang
Upaya mencegah perluasan perang di Timur Tengah semakin
sulit. Pada Selasa (9/1/2024), serangan udara di Ghandouriyeh, Lebanon selatan,
menewaskan tiga anggota Hezbollah. Nama dan jabatan mereka tidak diungkap.
Hezbollah malah mengumumkan serangan ke markas militer Israel di Safed, yang disebut
pembalasan atas pembunuhan komandan Hezbollah, Wisam Hassan al-Tawil, dan
petinggi Hamas, Saleh Mohammed al-Arouri. Arouri tewas akibat serangan pada 2
Januari 2024 di Beirut. Sementara Tawil tewas akibat serangan pada Senin di
Khirbet Silem, Lebanon selatan. Pembunuhan Tawil terjadi di tengah tur lawatan
Menlu AS Antony Blinken ke sejumlah negara Timur Tengah, yang menurut Deplu AS,
untuk mengurangi ketegangan kawasan akibat perang Hamas-Israel, juga mencegah
eskalasi perang ke Lebanon.
Menlu Israel, Israel Katz, mengonfirmasi Israel di balik pembunuhan
Tawil. ”Terkait serangan di Lebanon selatan,
kami bertanggung jawab atas pembunuhan Komandan Pasukan Radwan,” ujar
Katz kepada televisi Israel, Channel 14, seperti dikutip The Jerusalem Post.
Pembunuhan Tawil merupakan rangkaian lanjutan bibit-bibit eskalasi meluasnya perang
Hamas-Israel ke Lebanon. Selama beberapa pekan terakhir, pejabat Israel
mendesak agar Pasukan Radwan ditarik menjauh dari area perbatasan. Tujuannya,
Israel ingin me- ngembalikan lagi puluhan ribu warga Israel di sekitar perbatasan
yang diungsikan karena intensifnya pertempuran lintas perbatasan menyusul
perang Hamas-Israel di Gaza. Dalam kunjungan ke Israel, Desember 2023,
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menyatakan hasil negosiasi
merupakan cara terbaik guna memastikan kembalinya warga Israel utara di wilayah
perbatasan dengan Lebanon, yang tengah diungsikan, ke permukiman masing-masing.
Saran itu hanya indah diucapkan, tetapi sulit dijalankan, setidaknya saat ini.
Menlu Lebanon Abdallah Bou Habib, seperti dikutip harian
Israel, Haaretz, menyatakan siap mengimplementasikan Resolusi 1701 Dewan Keamanan
PBB, yang berisi pasukan Hezbollah tidak akan dikerahkan ke selatan Sungai
Litani. Di sisi lain, tentara Lebanon akan mengontrol seluruh wilayah negeri hingga
wilayah perbatasan dengan Israel. Namun, Israel ”harus mundur sepenuhnya dari
seluruh teritorial Lebanon dan tidak lagi melanggar wilayah darat, laut, dan
udara (Lebanon)”. Salah satu pelanggaran itu adalah serangan yang menewaskan
Arouri. Beirut mengadukan serangan itu ke DK PBB. Sementara Hezbollah menetapkan
syarat penghentian agresi Israel ke Gaza jika situasi keamanan di perbatasan
Lebanon-Israel akan dinegosiasikan. Hal ini ditegaskan Sheikh Ali Damoush,
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hezbollah, seperti dikutip Al Jazeera. (Yoga)
OJK: Permodalan Sektor Jasa Keuangan Solid
Permodalan sektor jasa keuangan tetap solid menghadapi
berbagai risiko di tengah perlambatan ekonomi. Di sisi lain, ekspektasi penurunan
tingkat suku bunga acuan di negara maju dinilai akan membuka ruang bagi
masuknya aliran modal ke negara berkembang. Demikian disampaikan Ketua Dewan
Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner
Bulanan OJK Desember 2023 secara daring, Selasa (9/1/2024). Beberapa faktor
risiko yang akan dihadapi oleh sektor jasa keuangan pada tahun ini, antara lain,
perlambatan ekonomi global yang terutama dialami oleh negara-negara Uni Eropa
dan China, konflik geopolitik yang masih akan berlanjut, serta kontestasi
politik di 64 negara yang akan diikuti oleh hampir 50 % penduduk dunia.
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Oktober 2023 memproyeksikan
pertumbuhan ekonomi global 2024 mencapai 2,9 persen atau lebih rendah ketimbang
tahun sebelumnya sebesar 3 %. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan
Ekonomi (OECD) pada November 2023 memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada
2024 sebesar 2,7 % atau melambat dibandingkan 2023 sebesar 2,9 %. ”Kami tetap
optimistis sector jasa keuangan dapat menghadapi berbagai faktor risiko ter- sebut.
Hal ini mengingat kondisi sektor jasa keuangan pada akhir 2023 tetap stabil dan
diperkirakan terus berlanjut didukung permodalan yang solid,” kata Mahendra.
Perbankan per November 2023 mencatatkan rasio kecukupan modal
(capital adequacyratio/CAR) sebesar 27,86 %, jauh di atas ambang batas minimum
20 %. Penyaluran kredit perbankan juga tumbuh 9,74 % secara tahunan menjadi Rp
6.966 triliun dengan nonperforming loan (NPL) net 0,75 % dan NPL gross 2,36 %. Sementara
itu, permodalan industri asuransi jiwa dan asuransi umum juga menguat. Ini tecermin
dari risk based capital (RBC), masing-masing 464,13 % dan 348,97 %, di atas
ambang batas minimum 120 %. Selain itu, piutang pembiayaan sektor lembaga
pembiayaan, perusahaan modal ventura, serta lembaga keuangan mikro dan lembaga
jasa keuangan lainnya tumbuh 14,14 % secara tahunan menjadi Rp 467,39 triliun, melambat
ketimbang bulan sebelumnya yang tumbuh 15,02 %. (Yoga)









