Data Pertahanan Rahasia dan Berisiko
Asuransi Bumiputera Janji Bayar Klaim Rp 133,9 Miliar
Konsumsi Baja Ditargetkan Tumbuh 5,2%
Ada Aksi Wait and See di Sektor Properti
Ketenagalistrikan Harus Andal Menyongsong Ramadhan dan Idul Fitri 2024
Menurun Kontribusi Industri Manufaktur
Banyak Tantangan Mendongkrak Rasio Pajak
Kinerja Solid APBN 2023
Sepanjang 2023 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian global. Ketidakpastian perekonomian global terutama dipicu oleh konflik geopolitik, yaitu perang Rusia dan Ukraina serta konflik di Timur Tengah.Pada sisi lain, dampak El Nino yang berkepanjangan juga menambah terganggunya sisi suplai dan produktivitas komoditas pangan, sehingga menimbulkan tekanan terhadap inflasi. Kondisi tersebut mendorong bank sentral di banyak negara mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga berdampak pada terbatasnya likuiditas global, sehingga menimbulkan tekanan terhadap suku bunga dan nilai tukar khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia.Tingginya suku bunga global membatasi ruang kebijakan pemulihan ekonomi di banyak negara. Pertumbuhan global tahun ini diperkirakan melambat signifikan ke 3,0% YoY dari 3,5% pada tahun lalu. Indikator PMI Manufaktur global pada November 2023 masih berada di zona kontraksi di level 49,3. Mayoritas negara-negara dunia mengalami kontraksi termasuk di antaranya AS, negara-negara di Eropa, dan Jepang. Pada sisi lain, AS juga tengah menghadapi permasalahan internal bersamaan dengan ekonomi Eropa yang terus melemah. Fiskal AS mengalami tekanan akibat level utang tinggi di tengah penerimaan negara yang belum pulih.Namun, di tengah ketidakpastian dan pelemahan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih cukup resilien. Pertumbuhan ekonomi di triwulan III/2023 tercatat sebesar 4,94 % (YoY), atau sampai dengan triwulan III/2023 sebesar 5,05% (ctc). Capaian tersebut ditopang permintaan domestik yang masih kuat sejalan dengan inflasi yang terkendali serta dukungan kebijakan fiskal. Dari sisi produksi, sektor-sektor utama tumbuh positif seiring penguatan permintaan domestik dan pulihnya aktivitas masyarakat. Sektor manufaktur tumbuh 5,2% YoY pada triwulan III/2023 didukung kuatnya permintaan domestik.
Kuatnya permintaan domestik dan aktivitas masyarakat juga mendorong mendorong pertumbuhan double digit pada sektor Akomodasi dan Transportasi (10,9%). Kinerja neraca perdagangan juga masih positif di tengah lemahnya permintaan global. Indonesia masih mencatat surplus US$33,63 miliar (Jan—Nov).
Menguatnya aktivitas ekonomi nasional juga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Tingkat pengangguran mengalami penurunan signifkan menjadi 5,32% pada Agustus 2023 dari sebelumnya 5,86% pada Agustus tahun lalu. Penciptaan lapangan kerja yang lebih baik, relatif terkendalinya inflasi, serta kebijakan penebalan bansos yang dikeluarkan oleh pemerintah mampu menurunkan tingkat kemiskinan dari 9,54% di tahun 2022 menjadi 9,36% tahun 2023.Di tengah perkembangan perekonomian global yang bergerak sangat dinamis, realisasi APBN di tahun 2023 menunjukan kinerja yang solid dan kredibel.
Pelaksanaan APBN 2023 mencatatkan kinerja positif. Pertama, pendapatan negara mampu mencapai Rp2.774,3 triliun melebihi target (112,6% dari APBN atau 105,2% dari Perpres 75), di tengah gejolak perekonomian global dan termoderasinya harga komoditas. Kedua, perpajakan mencapai Rp2.155,4 triliun melebihi target atau tumbuh positif 5,9% YoY.
Ketiga, kinerja PNBP meningkat signifikan mencapai Rp605,9 triliun, terutama ditopang volatilitas harga komoditas, kinerja BUMN dan inovasi layanan. Keempat, belanja negara terserap optimal mencapai Rp3.121,9 triliun atau 102% dari pagu APBN.
Kelima, realisasi Transfer ke Daerah mencapai Rp881,3 trilun terutama untuk mendukung penguatan perekonomian daerah. Keenam, primary balance mulai positif Rp92,2 triliun sejak 2012. Ketujuh, defisit jauh lebih terkendali yaitu sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65% PDB jauh lebih rendah dari target APBN: Rp598,2 triliun (2,84% PDB) atau target Perpres 75 : Rp479,9 triliun (2,27% PDB).Kedelapan, pembiayaan investasi mencapai Rp90,1 triliun, utamanya untuk mendukung percepatan pembangunan infrastrukur, peningkatan akses pembiayaan perumahan bagi MBR, dukungan untuk PSN dan penguatan kualitas SDM.Kesembilan, kinerja APBN 2023 yang positif, juga mampu menyiapkan buffer yang memadai, untuk menopang pelaksanaan APBN di tahun 2024.
PERTUMBUHAN EKONOMI 2024 : MEMULIHKAN INDUSTRI UNGGULAN
Ekonomi Indonesia mampu melewati berbagai tantangan sepanjang 2023 dengan cukup baik. Memasuki tahun ini, keyakinan untuk menggapai pertumbuhan yang jauh lebih baik dipatok dengan memperhatikan berbagai dinamika global. Tetap hati-hati. Kalimat yang dilontarkan Presiden Joko Widodo dalam dua agenda pertemuan di pengujung 2023 yakni saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) pada 29 November 2023 dan Outlook Perekonomian Indonesia yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 22 Desember 2023.“Tidak ada alasan untuk pesimistis memasuki 2024. Saya masih optimistis pertumbuhan ekonomi kita masih berada di kisaran 5%. Namun, kalau orang Jawa bilang tetap eling lan waspodo, harus selalu ingat hati-hati dan waspada. Ketidakpastian global masih berlanjut. Konflik di Timur Tengah yang bisa memicu kenaikan harga minyak global juga kemungkinan masih ada,” kata Kepala Negara.Presiden Jokowi pantas percaya diri. Sejumlah indikator makro masih baik sampai dengan kuartal III/2023. Laju ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5%, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global di angka 2,9%.Selain itu, infl asi di dalam negeri terjaga di level 2,86% atau jauh di bawah rata-rata infl asi global di level 7,2%. Dalam laporan kinerja APBN 2023 yang dirilis pada Selasa (2/1), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pencapaian kinerja APBN jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.“APBN kita sudah ahead of the curve. APBN 2 tahun berturut-turut [2022 dan 2023] sudah ahead of the curve, mampu untuk menyehatkan dirinya, namun pada saat yang bersamaan, menyehatkan ekonomi dan melindungi masyarakat,” kata Sri Mulyani. Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi di berbagai negara dunia juga cenderung lemah dan tidak merata. Ekonomi Amerika Serikat, contohnya masih resilien, sedangkan Asia tetap menjadi penopang pertumbuhan global di tengah tren ekonomi Eropa yang melemah.Dari sisi capaian kinerja APBN 2023, Sri Mulyani melaporkan pendapatan negara mencapai Rp2.774,3 triliun atau 112,6% dari target yang ditetapkan pada tahun lalu. Penerimaan perpajakan yang bersumber dari pajak serta penerimaan kepabeanan dan cukai yang mencapai Rp2.155,4 triliun mampu melampaui target yang dipatok pada 2023. Industri pengolahan dalam struktur produk domestik bruto (PDB) memiliki kontribusi cukup besar yakni di kisaran 20%. Demikian halnya dari sisi porsi penyerapan kredit bank, industri pengolahan memiliki pangsa sekitar 16%—17%, terbesar dibandingkan dengan industri lainnya.Demikian pula dari aspek daya serap tenaga kerja. Dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2023, pertumbuhan industri pengolahan dipatok antara 5,3%—5,6%. Namun, sampai dengan kuartal III/2023, capaian industri pengolahan baru sebesar 5,2%.Situasi parah di industri pengolahan dirasakan dari sisi ekspor.
Dari target 11,18% dalam RKP 2023, realisasinya justru minus 3,45%. Tahun ini, ekspor industri pengolahan diproyeksikan hingga 10,1%.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie, tantangan industri alas kaki pada tahun ini masih berat. Beberapa rencana relokasi industri dari luar negeri, terganjal dengan regulasi.
Sampai dengan Oktober 2023, pertumbuhan penjualan ekspor alas kaki mengalami penurunan sekitar 18% secara tahunan. Penurunan pertumbuhan penjualan sepanjang 2023 diproyeksina berkisar 20%.
Di samping itu, kondisi pasar domestik dinilai belum meyakinkan karena momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berdekatan dengan Hari Raya Idulfi tri.Kendati demikian, pesanan dari brand lokal untuk periode Lebaran diperkirakan bakal masuk pada Januari ini.
Adapun, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menjelaskan kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tahun ini belum akan banyak mengalami perubahan seperti tahun lalu.
Demikian halnya dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang mengeluhkan tantangan serupa, terutama akibat geopolitik dan fenomena lonjakan infl asi di negara tujuan ekspor. Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menjelaskan target ekspor mebel dan kerajinan senilai US$5 miliar tak tercapai pada tahun lalu.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menyatakan industri pengolahan yang berkontribusi besar terhadap PDB masih terpengaruh oleh ketidakpastian pasokan, fluktuasi harga bahan baku, dan gangguan rantai pasok akibat situasi geopolitik.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menjelaskan butuh usaha lebih keras dan pendekatan efektif untuk meningkatkan kontribusi industri manufaktur dalam mengejar target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dari data yang ada, katanya pemerintah menargetkan skenario paling optimistis sehingga membuat realisasi seringkali di bawah yang diharapkan, kecuali ada upaya khusus dan ekstra yang dikerahkan agar target dapat tercapai.
Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Riza Annisa Pujarama menyatakan tanpa upaya perbaikan ekstra, langkah menuju RKP periode 2024 dipastikan berat.Terlebih, apabila sasaran 2024 dipatok sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024.
Beberapa aspek yang bisa jadi bahan perbaikan pemerintah, antara lain optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kemudian proaktif mencari solusi atas kendala dan tantangan sektor-sektor yang dalam tren melambat, serta sosialisasi insentif fiskal dunia usaha secara lebih masif.
Sebagai contoh, beberapa sektor industri manufaktur berorientasi ekspor tampak melambat karena berbagai macam restriksi dari negara tujuan ekspor. Hal itu perlu peran pemerintah dalam mengamankan dan mencari pasar.
Relasi Besar antara Bahasa dan Ekonomi
Mereka yang memilih belajar bahasa Indonesia di China melihat
peluang luas. Di dunia industri, Bahasa bekerja menyampaikan maksud perusahaan.
Semua menjadi contoh kecil hubungan besar antara bahasa dan ekonomi bekerja. Di
kantor pusat Build Your Dreams atau BYD, perusahaan baterai asal China yang
berkembang menjadi produsen kendaraan listrik dunia, 20 wartawan dari
Indonesia, bisa berkomunikasi dengan warga China dengan lancar. Bahkan,
menggunakan bahasa Indonesia. Di pusat perbelanjaan atau kantor BYD, sebagian
besar berbahasa Mandarin dan beberapa berbahasa Inggris. Dannie Zheng (23) warga
setempat, mampu berbahasa Indonesia fasih dan percaya diri menceritakan
mengenai BYD, tempatnya bekerja. Lini masa perkembangan usaha BYD ia jabarkan
satu per satu sejak pertama kali berdiri pada 1995.
Dannie bertindak seperti pemandu bagi rombongan wartawan asal
Indonesia untuk tur keliling kantor pusat BYD dan menjelaskan berbagai hal. Ia
mendampingi Presdir PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao yang menjelaskan banyak hal
dalam bahasa Inggris. Adapun Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia
Luther Panjaitan yang biasa menerjemahkan perkataan Zhao ke bahasa Indonesia. Dannie lulusan Program Studi Bahasa Indonesia
di Universitas Teknologi Hefei, di ibu kota Provinsi Anhui. Setelah lulus pada
medio 2023, Dannie langsung bekerja di BYD pada bulan Agustus di tahun yang
sama. ”Itu sangat potensial. Bahasa Inggris sangat kompetitif. Kalau (belajar)
bahasa Indonesia, mungkin saya bisa mencari kesempatan bekerja yang banyak dan
memperluas pengalaman,” katanya, apalagi hubungan China dan Indonesia berjalan
cukup baik dari tahun ke tahun. Seiring dengan itu, kerja sama ekonomi juga
terjalin.
BYD, kantor Dannie, sudah memulai bisnis di Indonesia sejak
2018. BYD menyediakan bus listrik dan mobil listrik untuk taksi. Pada 2024,
perusahaan terkemuka itu akan memperluas pasar kendaraan listrik mereka. Dannie
kemungkinan akan ditugaskan ke Indonesia pada pertengahan 2024. Di BYD, ia
tidak bekerja layaknya orang kebanyakan. Ia bertemu banyak orang baru,
menyampaikan maksud bahasa Mandarin seakurat mungkin ke bahasa Indonesia untuk
kepentingan perusahaan, dan memperluas jaringan pertemanan. Bahasa, dalam kadar
tersebut, tidak bisa dilihat sebagai alat komunikasi semata. Ada kepentingan
lain yang mengiringinya, yakni ekonomi. Bagi Dannie, kemampuan berbahasa membuatnya
bisa mendapat pekerjaan. Bagi BYD, maksud dan tujuan mereka tersampaikan
melalui bahasa yang ditulis wartawan Indonesia. (Yoga)









