;

Menimang Potensi Muka Baru LQ45

Hairul Rizal 12 Feb 2024 Kontan
Susunan baru Indeks LQ45 sudah resmi berlaku sejak awal bulan ini. Namun, pergerakan empat saham penghuni baru indeks ini belum terlalu istimewa. Kendati begitu, beberapa saham penghuni baru indeks LQ45 punya prospek kinerja positif dan menarik dikoleksi untuk jangka menengah dan panjang. Sedikit mengingatkan, ada empat saham yang baru masuk ke dalam indeks terlikuid ini. Mereka adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP). Saat diumumkan masuk ke dalam Indeks LQ45, saham-saham ini menghijau sesaat. Tapi setelah itu, harga sahamnya cenderung terkoreksi. "Euforia masuknya saham ke LQ45 ini hanya bersifat sementara," ujar Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta, Rabu (7/2). Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer juga sepakat kalau valuasi saham-saham tersebut cukup tinggi. Misalnya saham PTMP yang overvalue dengan price to earning ratio (PER) di level 92,4 kali.Sementara itu, saham MBMA dan MTEL memang memiliki price to book value (PBV) lumayan tinggi, tetapi masih terbilang cukup fair value. Dari keempat emiten ini, Kiwoom Sekuritas melihat saham MTEL punya fundamental paling menarik. MTEL merupakan emiten dari sektor menara dan fiber optik dengan kinerja keuangan paling baik. MTEL terus menambah jumlah menara secara organik dan telah mengakuisisi jaringan fiber optik alias fiber to the tower (FTTT) sepanjang 19.380 kilometer menjadi sekitar 30.009 km. Penggabungan layanan FTTT dengan layanan menara akan berdampak pada peningkatan harga sewa ke depan. Saham penghuni baru indeks LQ45 yang juga dapat dicermati adalah PGEO dan MBMA. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan mengatakan, hasil produksi PGEO mungkin melambat tahun ini karena ada jadwal perawatan pada sejumlah asetnya. Tapi, tahun depan, volume produksi PGEO bisa kembali tumbuh dan labanya berpeluang naik dua digit. OCBC Sekuritas pun memproyeksikan kinerja pendapatan MBMA dapat tumbuh 32,41% menjadi US$ 1,81 miliar dari estimasi 2023 sebesar US$ 1,37 miliar. Sementara laba bersih MBMA diperkirakan melesat menjadi US$ 268 juta dari estimasi tahun 2023 sebesar US$ 53 juta.

Inilah Bank Pemberi Cuan Paling Tinggi ke Investor

Hairul Rizal 12 Feb 2024 Kontan
Bank-bank besar kompak mencetak performa keuangan gemilang pada 2023. Empat bank di kelompok ini mencetak rekor laba tertinggi sepanjang sejarah mereka. Pertumbuhan didorong peningkatan pendapatan dan penurunan biaya provisi. Kemampuan mereka mengelola aset dan modalnya guna mencetak laba meningkat, tercermin dari rasio return on asset (ROA) dan return on equity (ROE). Hal ini menandakan cuan investor yang berinvestasi di bank tersebut juga ikut bermekaran. Dilihat dari rasio profitabilitasnya, Bank Central Asia (BBCA) tampil sebagai bank paling menguntungkan bagi pemegang saham. ROE bank ini mencapai 23,5% dan ROA ada di level 3,6%. Bank Mandiri (BMRI) menyusul dengan ROE 23,2%. Meski di urutan kedua, rasio ROE bank ini naik  paling tinggi sebesar 3,5% dari tahun sebelumnya. Tahun 2023, laba BMRI tumbuh sebesar 33,7%, laju tertinggi di kelasnya. ROE Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ada di level 19,9%  atau naik 2,32% dari tahun lalu dan Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 0,3% ke level 15,2%. Tak hanya dari rasio profitabilitas, cuan investor di perbankan juga bisa dari imbal hasil sahamnya. Sejalan dengan kinerjanya, performa saham bank besar juga moncer sepanjang 2023. BMRI tercatat jadi jawara dengan kenaikan sebesar 28,8%, disusul BBRI dengan kenaikan 28,4%, BBNI 22,9% dan BBCA hanya naik 13,3%. EVP Corporate Communication  BCA, Hera F. Haryn mengatakan, pertumbuhan ROE didukung oleh pertumbuhan kredit, peningkatan volume transaksi dan pendanaan, serta perluasan basis nasabah. Sementara itu, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengatakan, profitabilitas itu didorong peningkatan market share kredit Bank Mandiri melalui pertumbuhan kredit di atas industri, yakni 16,4% secara year on year (YoY), lalu terjaganya margin bunga bersih (NIM) di level 5,25%, peningkatan transaksi digital, kenaikan efektivitas dalam mengelola biaya operasional, serta perbaikan kualitas aset. Adapun Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyebut, peningkatan profitabilitas BNI terjadi karena adanya perbaikan fundamental, termasuk kontribusi fee-based income, efisiensi operasional, serta kualitas aset. Nafan Aji Gusta, Analis yang juga Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas memperkirakan tingkat profitabilitas bank-bank besar masih akan tampil baik tahun ini.

PERTARUHAN TRANSISI PEMERINTAHAN

Hairul Rizal 12 Feb 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pesta demokrasi lima tahunan akan berlangsung pada Rabu, 14 Februari 2024. Momentum politik yang akan menandai babak baru pemerintahan Indonesia dalam kurun 5 tahun mendatang. Selama periode 10 tahun pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, banyak agenda pembangunan yang tercapai. Namun, banyak pula program yang telah disusun dan dijanjikan, meleset dari target. Dengan sisa masa bakti sekitar 8 bulan lagi, Presiden Jokowi dan kabinetnya harus tetap fokus mengawal program-program pembangunan.

INOVASI BISNIS, Bahagia Itu Mahal

Yoga 12 Feb 2024 Kompas

Singapura mengadakan konser Coldplay selama enam hari. Mereka juga mengundang Taylor Swift untuk berkonser dengan jumlah hari yang sama. Bruno Mars bakal tampil tiga hari di negara itu. Ekonomi konser dan acara lain tumbuh luar biasa pascapandemi. Bisnis konser, olahraga, nonton film, dan lain-lain menggerakkan ekonomi baru ini. Kini, ekonomi tak lagi digerakkan dengan kepemilikan barang. Di satu sisi, semakin banyak orang yang tertarik mengeluarkan uang untuk mendapatkan pengalaman langsung ketimbang kepemilikan barang-barang mewah. Penjualan beberapa produk tak lagi melonjak karena rasa memiliki barang sudah mulai berkurang di kalangan konsumen usia muda. Akan tetapi, kita akan menemukan banyak orang mendatangi tempat konser dan juga acara-acara olahraga. Mereka mulai menggeser pengeluaran ke acara yang bisa dinikmati sebagai pengalaman langsung.

Anak-anak muda memilih menabung, menunda membeli barang kebutuhan, dan tak sedikit meminjam uang untuk menonton berbagai pertunjukan. Mereka tak hanya dari keluarga kaya, tetapi juga dari keluarga kebanyakan yang ketika mengetahui ada acara yang diincar, berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara agar bisa mendatangi acara itu. Kalangan ekonom menyebutnya sebagai funflation. Kenaikan harga akibat permintaan aktivitas untuk bersenang-senang yang meningkat. Istilah ekonomi terbaru yang beredar ini mengacu pada tren konsumen lebih cenderung mengeluarkan uang untuk pengalaman yang menyenangkan dibandingkan dengan produk yang biasanya dibeli untuk digunakan di rumah, seperti televisi dan komputer. Kita juga bisa melihat fenomena ini di Indonesia. Acara lari maraton laris manis. Penjualan tiket bisa ludes hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Berbagai perusahaan telah merasakan dampak ekonomi dari acara-acara yang diadakan. Mereka juga melakukan riset untuk memastikan besaran dampak ekonomi dari berbagai acara itu.

Laporan Business Insider menyebutkan, Bank of America baru-baru ini merilis laporan penelitian yang menunjukkan bahwa Eras Tour milik Taylor Swift memiliki dampak ekonomi yang serupa dengan kompetisi sepak bola AS, Super Bowl, di kota-kota yang dikunjungi, seperti Pittsburgh, di mana rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk makan di restoran meningkat 77 USD selama bulan konser Taylor Swift. Di Philadelphia, pendapatan hotel disana mencapai angka tertinggi sejak pandemi pada Mei 2023 ketika dia tampil dalam tiga pertunjukan. Mastercard juga merilis laporan serupa, dengan menggunakan frasa ”The Swift Lift” yang menggambarkan peningkatan penjualan ke bisnis local yang dibawakan Taylor Swift dengan penampilan tour miliknya. Studi tersebut menunjukkan bahwa dalam radius 2,5 mil (4 km) dari stadion di kota-kota yang dikunjungi Taylor Swift, pertumbuhan belanja di restoran meningkat 68 % per hari dan pertumbuhan belanja di akomodasi meningkat 47 %. (Yoga)

Tak Kendur Menjaga Ekonomi

Hairul Rizal 12 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Ingar-bingar kampanye menjelang pemilihan umum (pemilu), tak boleh membuat para pejabat negara kendur dalam menjalankan tanggung jawab di pemerintahan. Apalagi, mereka yang aktif di partai politik. Faktanya, sudah menjadi rahasia umum bahwa sejumlah menteri di kabinet Presiden Joko Widodo sedang getol melakukan kerja politik. Sah saja jika mereka cuti sementara. Namun, tetap saja tanggung jawab tak bisa dilepas begitu saja. Ekonomi dunia sedang pasang surut. Semua negara sedang berjibaku untuk menopang ekonomi masing-masing. Jika tak tanggap, ekonomi Indonesia berisiko makin tertekan. Risiko itu nyata lantaran tahun politik kerap membuat pertumbuhan ekonomi tersendat. Buktinya, dalam tiga kali pemilu terakhir, laju produk domestik bruto (PDB) tercatat melorot. Kita juga tak bisa menutup mata bahwa saat ini tantangan eksternal begitu kuat. Ketidakpastian global telah mereduksi kinerja ekspor nasio­nal. Hal itu bisa makin buruk jika produktivitas produsen stagnan lantaran pebisnis memilih menunda ekspansi sembari menanti stabilitas politik. Konsumsi masyarakat pun belum sepenuhnya membaik akibat digoyang inflasi yang menekan daya beli dalam 2 tahun terakhir. Menurut laporan termutakhir Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga memiliki porsi 53,18% ke PDB tahun lalu. Jika sektor ini terseok-seok, kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi pun bakal seret. Situasi yang dihadapi Indonesia menjadi lebih menantang karena pemerintahan akan berganti dalam beberapa bulan lagi. Masa transisi menjadi kunci karena presiden dan kabinet yang baru tentu akan memiliki agenda dan kebijakan sendiri. Demikian pula kemungkinan komposisi anyar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

 Kendati demikian, sisa kurang lebih 8 bulan harus dioptimalkan oleh pemerintah dan legislatif aktif saat ini, untuk menyelesaikan tanggung jawab yang belum tuntas sebagaimana sasaran yang ditetapkan. Konsolidasi fokus tim ekonomi menjadi salah satu hal urgen yang perlu dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam 8 bulan terakhir pemerintahannya. Kerja politik adalah hal yang lumrah di tahun politik. Namun, mereka juga wajib memahami bahwa sebagai pejabat aktif, mereka masih memiliki tanggung jawab yang besar kepada negara. Puncak hajatan akbar politik lima tahunan, pemilihan umum (pemilu), tinggal menunggu hari. Pada 14 Februari nanti, masyarakat yang telah memiliki hak pilih dapat turut berpartisipasi menentukan arah pemerintahan Indonesia ke depan.

Industri Amonia & Transisi Energi

Hairul Rizal 12 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Amonia (NH3) merupakan salah satu dari tiga ratusan jenis komoditas yang paling banyak diperdagangkan di pasar global. Produk petrokimia ini berperan vital dalam pertanian dan rantai pasok pangan global. Sejalan dengan transisi energi/ekonomi hijau dan target-target SDGs menjelang 2030, industri amonia bertransisi (bahkan bertransformasi ) dari amonia tinggi emisi atau ‘grey ammonia’ ke amonia rendah emisi, baik ‘blue ammonia’ maupun ‘green ammonia’. ‘Blue ammonia’ dihasilkan dari proses konvensional, akan tetapi menggunakan carbon capture and storage (CCS). Sementara untuk pembuatan green ammonia, unsur H diambil dari air (melalui elektrolisis) dan unsur N dipisahkan dari udara. Proses produksinya menggunakan listrik berbasis energi baru/terbarukan (EBT), yakni tenaga air, tenaga surya, dan tenaga bayu. Struktur industri pupuk (berbasis) amonia cenderung monopolistic atau oligopolistic karena tingginya ‘barrier to entry’ bagi pemain atau produsen baru. Investasinya membutuhkan ‘capital expenditure’ (capex) besar, yakni untuk membangun pabrik dengan kapasitas relatif besar beserta depot penyimpanan dalam kawasan yang cukup luas, dan bahkan infrastruktur seperti jalan akses, dermaga beserta armada kapal logistik untuk pengiriman ke destinasi ekspor atau jejaring distribusi. Total kapasitas amonia terpasang di Indonesia saat ini sekitar 8 juta metrik ton. Sekitar 90% pasokan didominasi oleh produsen pupuk pelat merah, yakni Pupuk Indonesia, sedangkan selebihnya oleh pemain swasta nasional seperti PT Kaltim Parna Industri (PT KPI) yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur. Pendapatan para produsen amonia nasional terutama berasal dari ekspor. Tahun 2022, Indonesia menjadi top exporter amonia ketiga setelah Trinidad dan Saudi Arabia. 

Volume ekspor amonia Trinidad sebesar 3,58 juta ton, Saudi Arabia 2,73 ton, dan Indonesia 1,87 juta ton. Khusus untuk nilai ekspor anhydrous ammonia, tahun 2022, Indonesia bahkan di posisi kedua dengan nilai ekspor US$1,71 miliar di bawah Trinidad sebesar US$3,68 miliar. Beberapa tahun terakhir pasar pupuk dan pangan global diwarnai oleh berbagai dinamika yang mendisrupsi rantai pasok, sejak pandemi Covid-19, invasi Rusia ke Ukraina, hingga perang Israel -Hamas. Seirama dengan gejolak harga gas pada 2022, harga urea dan ammonia juga melejit tinggi pasca-invasi Rusia. Menjelang akhir Januari 2024, harga amonia US$0,59/kilogram (global), US$0,73/kilogram (‘North America’), dan US$0,53/kilogram (Asia). Menurut ‘Business Analytiq’ , secara umum ‘outlook’ harga amonia internasional hingga akhir 2024 akan berada sedikit di bawah level Januari 2024. Namun, terdapat satu dinamika yang perlu dicermati tahun 2025, yakni rencana India untuk ‘self sufficiency’ pupuk. India bakal menghentikan impor pupuk secara total pada 2025, setelah beroperasinya 5 unit pabrik urea baru dua tahun terakhir ini dengan total kapasitas 6,35 juta metrik ton per tahun. Merespons transisi energi dan ‘mainstreaming’ ekonomi hijau, dan pemain swasta nasional seperti PT KPI telah menyiapkan strategi, langkah antisipatif, dan rencana bisnis dengan membangun ekosistem industri amonia hijau. Dengan konsep ekosistem, maka setiap anggota komunitas wajib menjaga keberlangsungan ekosistem tersebut, karena masing-masing hidup dari sumber daya yang sama. Strategi yang ditempuh adalah dengan menyinkronkan perencanaan ekspansi investasi pembangunan pabrik amonia hijau dengan konstruksi PLTA sungai Kayan yang direncanakan mulai beroperasi 2027 dengan kapasitas 9.000 MW. Ekosistem ‘green ammonia’ yang melibatkan green hydrogen dan listrik EBT merupakan bagian dari ekosistem industri hijau tersebut. Hal ini dapat menjadi satu case study dan referensi yang baik bagaimana merespons transisi energi dan transisi ke industri hijau secara ‘cost effective’.

PESTA DEMOKRASI 2024 : JAGA KEPERCAYAAN HINGGA AKHIR JABATAN

Hairul Rizal 12 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Lusa, 14 Februari 2024, tak kurang dari 204 juta masyarakat Indonesia akan menggunakan hak pilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Pesta demokrasi yang menandai proses transisi menuju pemerintahan baru. Intensitas kerja Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi masih sama. Pada Selasa (6/2), Menlu Retno mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohammad Hasan. Selepas mendampingi Presiden Jokowi, Menlu Retno memberikan keterangan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi. Dalam pertemuan itu, kata Menlu, Pemerintah Indonesia turut mendorong investor Malaysia untuk segera mengimplementasikan komitmen investasi pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Indonesia disebut telah menerima 11 Letter of Intent (LoI) atau surat ketertarikan investasi dari 10 investor Malaysia untuk berpartisipasi dalam proyek IKN. Dengan ritme kerja yang masih tinggi dan berbagai pertemuan yang dijalin oleh Kepala Negara, Retno menepis isu yang beredar terkait dengan keretakan di tubuh Kabinet Indonesia Maju dan rencana mundur sejumlah menteri, termasuk dirinya. Sejauh ini, kata Retno, Kabinet Indonesia Maju berjalan dengan baik dan solid. Setiap menteri tetap bekerja dengan baik sepanjang sisa periode pemerintahan yang akan berakhir pada Oktober 2024.   Pemilu 2024 menandai akhir dari periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi pada 20 Oktober mendatang. Dengan sisa waktu pemerintahan sekitar 8 bulan lagi, masih banyak pekerjaan yang mesti dibereskan untuk mengejar target yang telah dicanangkan. Waktu yang tergolong singkat mengingat fokus tim kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi saat ini terbelah karena sebagian besar anggota kabinet saat ini terlibat langsung sebagai tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang bersaing di Pemilu 2024, bahkan ada pula menteri yang mencalonkan diri menjadi anggota DPR periode 2024—2029. 

Saat ini, terdapat 35 menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Indonesia Maju. Satu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang diisi oleh Mahfud Md, lowong setelah yang bersangkutan mengundurkan diri dengan pertimbangan maju sebagai calon wakil presiden. Dari 35 menteri yang ada saat ini, sebanyak 14 menteri berasal dari partai politik (parpol). Menurut doktor ekonomi politik internasional Universitas Birmingham yang juga peneliti Indef, Asmiati Malik, Presiden Jokowi memiliki tantangan mengelola kabinet yang dipimpinnya hingga akhir masa jabatan. Gonjang-ganjing terkait dengan dukungan Presiden, termasuk menteri-menteri terhadap capres-cawapres, dapat mengirim sinyal buruk kepada investor. Jika mengutip data Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia pada 18 Januari 2024, satu-satunya faktor yang mulai naik dan dikhawatirkan investor dapat mengganggu kegiatan penanaman modal bersumber dari faktor keamanan. Sebanyak 8,63% responden yang disurvei oleh BI mempertimbangkan faktor keamanan sebagai penghambat utama investasi pada semester II/2023. Angka itu naik dibandingkan dengan semester I/2023 yang tercatat 5,8%. Asmiati mengatakan ada dua hal yang perlu dicatat untuk memastikan kegiatan penanaman modal dalam negeri terus berjalan. Pertama, pemerintah mesti memahami signifikansi dari profitabilitas dan trust yang merupakan faktor penting bagi investor ketika menanamkan modal. Kedua, pemerintah perlu memberi perhatian terhadap besarnya jumlah pemilih di Indonesia yang tidak menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi. Hasil kompilasi DataIndonesia menggambarkan bahwa ada keyakinan terhadap laju perekonomian di dalam negeri yang meningkat setiap pemilu berakhir dan adanya kepastian pemerintahan. Hal itu tecermin dari dari setiap periode pemilu langsung yang dimulai sejak 2004 yang menggambarkan pertumbuhan ekonomi. Satu-satu periode ekonomi yang melorot pascapemilu usai yakni pada Pemilu 2019. Saat itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2019 hanya tumbuh 4,96% atau melambat dibandingkan dengan kuartal III/2019 yang tumbuh 5,01%.

BAHAN BAKAR GAS : CELAH TAMBAH PRODUKSI LPG

Hairul Rizal 12 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan membawa harapan baru bagi pemenuhan liquefied petroleum gas atau LPG di dalam negeri. Selama ini, pemerintah mengandalkan importasi agar bisa mencukupi permintaan komoditas itu.n Pemenuhan LPG di dalam negeri masih menjadi pekerjaan besar yang perlu diselesaikan, karena mayoritas kebutuhan di dalam negeri masih dipenuhi oleh produk impor. Bahkan, apabila ditambah dengan faktor besarnya subsidi yang harus dikeluarkan untuk komoditas tersebut, maka problem LPG menjadi lebih rumit. Pasalnya, lebih dari 90% konsumsi LPG merupakan produk bersubsidi dengan tabung 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan gas melon. PT Pertamina (Persero) melalui refining & petrochemical subholding-nya, PT Pertamina Kilang Internasional menargetkan bisa menambah produksi LPG hingga 330.000 metrik ton per tahun jika proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan rampung. “Ke depan, apabila pengembangan Kilang Balikpapan selesai, maka dapat menambah produksi LPG sekitar 330.000 metrik ton per tahun,” kata Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional Hermansyah Y. Nasroen, saat dihubungi, akhir pekan lalu.

Angka impor LPG pada 2022 tersebut meningkat dibandingkan dengan 2021 yang tercatat sebesar 6,34 juta metrik ton, dengan konsumsi dari sektor rumah tangga sebanyak 8,02 juta ton. Kabar baik dari Kilang Balikpapan seakan melengkapi laporan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (SKK Migas) yang pada akhir tahun lalu melaporkan setidaknya ada 12 lapangan minyak dan gas bumi atau migas di Tanah Air yang memiliki kandungan propana (C3) dan butana (C4) sebagai bahan baku LPG. Dengan jumlah kandungan di atas 4%, C3 dan C4 yang terkandung di lapangan migas tersebut dapat dimonetisasi untuk diproduksi menjadi LPG, dengan harapan bisa mengurangi impor yang selama ini juga membebani keuangan negara. Akan tetapi, Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf mengatakan, pihaknya masih menghitung jumlah pasti mengenai volume LPG yang bisa dihasilkan dari cadangan tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya pun telah menyambut baik laporan SKK Migas terkait dengan temuan kandungan propana dan butana yang disebut-sebut bisa memproduksi LPG sebanyak 1,2 juta ton per tahun. Temuan tersebut menjadi harapan pemerintah untuk mengurangi impor LPG. “Temuan itu kalau bisa diupayakan segera, bisa menambah produksi 1,2 juta ton per tahun . Saat ini total produksi kita 1,9 juta ton per tahun,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif. Arifin menyebut, berhentinya operasi sejumlah kilang itu disebabkan karena pasokan bahan baku gas khusus untuk pengolahan LPG relatif terbatas di Indonesia. Berdasarkan laporan Kinerja 2022 Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, kapasitas pengolahan kilang LPG di Indonesia pada tahun lalu mencapai sebesar 3,78 juta ton per tahun.

PERFORMA MANUFAKTUR : Pulung Industri Kertas Ketika Pemilu

Hairul Rizal 12 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Industri kertas dan barang dari kertas menjadi salah satu sektor yang ‘ketiban’ cuan dari pelaksanaan pemilihan umum 2024. Sepanjang tahun, industri kertas dan barang dari kertas, percetakan, serta reproduksi media rekaman mampu tumbuh 4,52%.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kinerja positif industri kertas dan barang dari kertas pada tahun lalu terdongkrak oleh permintaan untuk pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.“Pertumbuhan industri kertas dan barang dari kertas, percetakan, dan reproduksi media rekaman yang mencapai 4,52% dipengaruhi oleh kenaikan permintaan percetakan menjelang pemilu 2024,” katanya, dikutip Minggu (11/2).Berdasarkan data Badan Pusat Statistik laju industri kertas melesat dari periode 2022 yang tumbuh 3,73%. Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida mengatakan, Pemilu 2024 menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas dan perbaikan keuangan emiten industri kertas.Dalam menghadapi Pemilu 2024, industri juga telah memperhitungkan potensi peningkatan permintaan kertas, khususnya terkait dengan pesanan alat peraga kampanye, promosi, dan kebutuhan administratif lainnya. “Aktivitas kampanye yang meningkat ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan, menjadikan tahun politik sebagai peluang bagi industri kertas.”

Magang Kerja, Bikin Traumatis atau Optimistis?

Yoga 11 Feb 2024 Kompas

Program magang kerja bisa memberi hasil yang berbeda bagi peserta yang menjalaninya. Ada yang merasa mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan. Ada pula yang malah trauma dan akhirnya memutuskan tidak akan menggeluti bidang di mana ia magang. Aisha Ferkin (22) mahasiswa Antropologi Sosial UI, yang magang di sebuah organisasi LSM terkaget-kaget saat mendapat tugas turun ke lapangan untuk mencari data dalam waktu singkat. Akibatnya, ia harus uber-uberan dengan waktu dan terpaksa mengorbankan waktu libur demi lembur menyelesaikan tugas. ”Selama kuliah, aku menangkap kalau antrop (antropologi) berkaitan dengan turun langsung ke masyarakat adat, tinggal bersama mereka, dan mempelajari kehidupan mereka,” ujarnya pada Rabu (31/1) di Kampus UI, Depok, Jabar. Awalnya ia mengira, ketika turun lapangan selama magang lima bulan di LSM yang berfokus pada advokasi masyarakat adat, ia akan punya cukup waktu untuk tinggal dan mempelajari kelompok masyarakat adat yang jadi sasaran pendataan. Ternyata ia salah.

Proses pengumpulan data lapangan hanya satu-dua minggu sehingga tak cukup waktu untuk mengenal kelompok adat lain. Ia kalang kabut ketika harus mencari data masyarakat adat di Kalimantan. Keterbatasan waktu membuat pengerjaan tugas kerap tak mulus walau ada teman magang lain dalam satu kelompok. Mendata masyarakat adat tidak bisa dilakukan secara cepat, mengingat perlu pendekatan pada sasaran. Waktu luang warga juga tak menentu, tergantung kesibukan mereka. Selain itu, tak semua warga mau berkompromi. ”Kami harus siap mengalokasikan waktu libur untuk turlap (turun lapangan). Ketika turlap pun diwarnai berbagai dinamika. Misalnya, ada kelompok masyarakat menolak advokasi yang kami lakukan dan memberi data yang kami butuhkan dalam waktu singkat,” ungkap Aisha. Pengalaman itu membuatnya trauma dan ragu menekuni karier di LSM.  

Fatma Bandar (21) justru mendapat pengalaman magang yang menyenangkan dan mendapat tambahan pengetahuan dan ilmu baru sesuai jurusan kuliah. Fatma, yang baru lulus dari Ilmu Komunikasi peminatan periklanan UI, merasakan hal tersebut ketika magang di posisi marketing communication. Praktik kerja dia lakukan di sebuah industri pendidikan psikologi di Jaksel. ”Pekerjaan aku copywriting, riset konten, riset audiens, dan desain. Tren selalu berkembang. Jadi, pengalaman yang aku sukai adalah gimana aku tetap beradaptasi dengan tren, menganalisis perilaku konsumen yang dinamis, dan lainnya,” tuturnya, di Depok, Sabtu (27/1). Posisi saat magang memang sejalan dengan jurusan, tetapi Fatma menyadari bahwa tetap ada Ilmu-ilmu yang baru ia dapat saat magang. Salah satunya, belajar menyajikan data dan kreativitas dalam konten dapat hadir secara bersamaan. Berkat magang selama empat bulan, ia optimistis akan berkarier di bidang periklanan. Apalagi, ia sudah tertarik pada industri kreatif dan riset sejak SMA. (Yoga)

Pilihan Editor