TAHUN BARU IMLEK 2575, Warga Berharap Indonesia Tetap Aman
Perayaan tahun baru Imlek 2575 di sejumlah daerah di Tanah Air diwarnai doa dari masyarakat agar Indonesia tetap aman, perekonomian semakin maju, dan rakyat makin sejahtera. Imlek juga menjadi momentum untuk menguatkan persaudaraan menjelang Pemilu 2024. ”Harapan kami, di tahun Naga Kayu ini, semua masyarakat sehat, bahagia, dan ekonomi semakin maju. Yang paling penting negara aman. Ekonomi kita baru bangkit dari pandemi Covid-19, sekarang akan ada pergantian pemerintah. Semoga negara kita semakin baik,” kata salah seorang warga, Eliana (45), seusai sembahyang di Wihara Borobudur, Medan, Sumut, Sabtu (10/2).
Wapres Ma’ruf Amin menuturkan, tahun baru Imlek merupakan momen refleksi dan perayaan syukur yang penting. Imlek diharapkan menjadi momen memperkuat komitmen berbangsa dan bernegara. ”Selamat tahun baru China, Imlek 2575 Kongzili, kepada segenap warga yang merayakan,” ujarnya. Terkait Pemilu 2024, Wapres Amin mengajak masyarakat menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan matang dalam berdemokrasi, dewasa dalam mengelola perbedaan, serta mampu bangkit dari keterpurukan. (Yoga)
Utang Biaya Kuliah, Berkah atau Kutuk
Dalam dua dekade ini, biaya kuliah naik lebih dari dua kali
lipat. Terkait kondisi itu, pemerintah dan pengelola perguruan tinggi
menawarkan utang sebagai cara membayar uang kuliah. Namun, di sebagian negara,
utang itu membelit selama puluhan tahun. Dalam risalah edisi Rabu (7/2) Federal
Reserve mencatat, total utang uang kuliah AS mencapai 1,7 triliun USD. Bank sentral
AS itu juga mencatat, total kredit kendaraan bernilai 1,5 triliun USD. Sebagai
pembanding, PDB Indonesia 1,18 triliun USD. Sementara di Inggris, total utang
biaya kuliah mencapai 206 miliar pound sterling. Menurut Education Data Initiative,
rata-rata kenaikan biaya kuliah AS dalam dua dekade terakhir mencapai 179,2 %.
Pada beberapa perguruan tinggi, kenaikannya bisa lebih tinggi. Debitor di
sejumlah negara bolak-balik mengeluhkan jumlah cicilan yang mereka bayar.
Alumni West Chester University di Pennsylvania, Broke Samuelian,
mengaku telah mencicil rutin selama sepuluh tahun. Meski demikian, nilai utang
biaya kuliahnya tetap 25.000 USD. ”Saya cemas utang ini akan terus jadi beban keuangan
saya,” kata perempuan yang belajar forensik dan toksikologi itu. Ia salah satu
dari 43 juta warga AS yang menanggung utang biaya kuliah. Seperti Sa-muelian,
94 % debitor utang itu mengaku terbebani. Bahkan, 64 % debitor mengaku akan
berhenti membayar. Sementara 9 % debitor malah sudah benar-benar berhenti
membayar karena tidak mampu lagi mencicil. Jika tidak membayar, utang semakin
besar karena ada bunga. AS menetapkan bunga 5,5 % per tahun untuk pinjaman
bersubsidi. Untuk utang yang tidak disubsidi, bunganya 7,5 %. Pinjaman yang diajukan
atas nama orangtua mahasiswa dikenai bunga 8,05 %. Tingkat bunga berubah sesuai
kondisi pasar. Bunga itu berlaku untuk pinjaman yang disediakan pemerintah.
Sementara untuk kredit dari bank atau lembaga swasta, bunganya
lebih tinggi lagi. AS memberi peluang perpanjangan tenor hingga 25 tahun. Ahli
pendidikan berpendapat sistem pembayaran pinjaman mahasiswa yang terbaik adalah
sistem yang sederhana berdasarkan pendapatan mahasiswa. Adapun tenor ditetapkan
berjangka panjang dan penagihan secara otomatis. ”Jangka waktu yang lebih
pendek berarti lulusan berpenghasilan rendah akan selalu kesulitan dan berisiko
gagal bayar,” kata Lorraine Dearden, Profesor Statistik Ekonomi dan Sosial
University College London, di The New York Times. Sistem pinjaman pendidikan tak
bisa melupakan tujuannya untuk meningkatkan harkat peminjam. Sistem yang abai pada
sisi manusiawi peminjam justru akan menuai masalah di kemudian hari. Apalagi,
jika utang pendidikan dibiarkan menjadi ajang mencari cuan bagi pinjaman
daring. (Yoga)
Mereka Sewakan Lumbung Pangan
Program lumbung pangan alias food estate di Humbang Hasundutan,
Sumut, berjalan tidak sesuai harapan petani. Lumbung pangan yang semula
diharapkan jadi andalan petani nyatanya tak menghasilkan secara memadai. Hasil
panen minim. Harga jual pun rendah. Apalagi, perusahaan penampung yang ditunjuk
pemerintah dinilai tidak adil dalam kerja sama. Bahkan, ada sejumlah perusahaan
keluar dari program. Lantaran pesimistis akan program itu, petani tak lagi serius
menggarap. Sebagian lahan jadi terbengkalai. Sebagian lagi disewakan petani. ”Dari
215 hektar (ha) lahan food estate Humbang Hasundutan, 50 ha sudah disewakan
(petani) ke perusahaan. Mereka (para petani) memilih menyewakan tanah lumbung pangan (food estate) karena hasilnya tak
memuaskan,” kata petani lumbung pangan Humbang Hasundutan, Tua Siregar (66),
Jumat (9/2). Tua, salah satu dari 70 petani yang punya lahan di lumbung pangan
Desa Siria-Ria, Kecamatan Pollung. Dia punya 7 ha di area lumbung pangan
pemerintah yang difokuskan untuk bawang merah, bawang putih, kentang, dan
tanaman hortikultura lain.
Pada awal pencanangan program, petani mendapat bantuan bibit,
pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian. Pemerintah juga membangun
jaringan air. Lahan lumbung pangan itu milik petani dan sebagian merupakan
lahan yang dilepaskan pemerintah dari kawasan hutan negara. Pada Januari 2024,
sebagian lahan ditumbuhi rumput dan ilalang. Banyak yang kini ditanami kopi, cabai,
dan tanaman lain. Tua menyebut, program tanaman pangan yang dicanangkan
pemerintah, yakni bawang merah, bawang putih, dan kentang, tidak memberi hasil
memuaskan bagi petani. Saat menanam 7 ha bawang merah, dia hanya mendapat hasil
2 ton, jauh di bawah target 20 ton per ha. Masalah lain yang mereka hadapi,
perusahaan penampung yang ditunjuk pemerintah dinilai tidak adil dalam kerja
sama, khususnya dalam bagi hasil. Ada perusahaan penampung memanen kentang
petani tanpa pemberitahuan dan menimbang sendiri hasil tanpa disaksikan petani.
Beberapa perusahaan sudah keluar dari food estate. (Yoga)
Amarah Kampus kepada Jokowi
Ladang Panen Energi Surya
Libur Panjang di Tengah Perlambatan Konsumsi
Operasi Penggembosan Gerakan Kampus
INVESTASI, Menanti Kemilau Emas pada Tahun Naga Kayu
Tahun baru China, Imlek 2575, akan segera tiba pada Sabtu
(10/2). Berdasarkan penanggalan China, hal itu menandai Tahun Naga berelemen Kayu atau Naga
Kayu. Budaya China meyakini, shio hewan mitologi yang biasa digambarkan seperti
ular besar, terbang di langit, dan menyemburkan api tersebut menjadi simbol
kekuatan, kekuasaan, kekayaan, kesuksesan, dan kemakmuran. Perpaduannya dengan
elemen kayu yang melambangkan kreativitas dan vitalitas menjadikan Naga Kayu
dianggap shio istimewa sekaligus dinantikan banyak orang. Naga diyakini sebagai
shio yang paling beruntung dalam siklus 12 tahunan sekaligus penuh dengan
energi dan impian akan adanya perubahan dunia, menunjukkan harapan terhadap
kehidupan yang lebih baik tatkala tahun berganti.
Karena kondisi perekonomian saat ini masih dirundung ketidakpastian,
setelah melalui situasi sulit pandemi Covid-19, situasi perekonomian global kembali
menghadapi ketidakpastian akibat pecah konflik geopolitik, perlambatan ekonomi,
dan tekanan suku bunga negara-negara maju. Di tengah perekonomian yang
diselimuti ketidakpastian, emas dapat menjadi investasi yang relatif aman (safe
haven). Hal ini tidak lepas dari sifat emas yang stabil dan menguntungkan
tatkala situasi serba tak pasti akibat guncangan perekonomian, politik, dan
geopolitik, yang tecermin dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia
memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 2,6 % pada 2023
menjadi 2,4 % pada 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan,
sepanjang 2023, emas telah menorehkan kinerja yang positif di tengah tingkat
suku bunga tinggi bank sentral global.
Selain itu, kinerja emas juga tercatat telah mengungguli
komoditas obligasi dan sebagian pasar saham. ”Dengan ketidakpastian di pasar
keuangan global, emas yang merupakan safe haven asset dapat menjadi salah satu
alternatif investasi. Namun, potensi upside (pertumbuhan) saat ini terbatas
karena adanya potensi higher for longer (era suku bunga tinggi) dari The Fed
(bank sentral AS) sehingga dollar AS cenderung masih akan kuat,” katanya, Rabu
(7/2). Selain faktor suku bunga, tensi geopolitik di Timur Tengah dan
permintaan bank sentral global terhadap emas juga memicu pergerakan harga emas.
Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif,
menyebut, ada indikasi masyarakat mengalokasikan dananya pada investasi emas
lantaran merupakan aset yang stabil di tengah kondisi global yang tidak
menentu. Berdasarkan perkiraan Bareksa, harga emas Antam di Indonesia
berpotensi menyentuh level Rp 1,15 juta-Rp 1,25 juta per gram pada 2024.
Dibandingkan dengan target harga emas 2023 sebesar Rp 1,1 juta per gram yang
telah tercapai sejak 24 November 2023, proyeksi harga emas pada 2024 bakal
meningkat 13,6 %. Pada 5 Februari 2024, emas Antam tercatat di harga Rp 1,136
juta per gram. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua 2024
nanti diyakini dapat memberikan katalis positif terhadap pertumbuhan emas mendatang.
(Yoga)
Pinjaman Bunga Nol Persen Disiapkan
Pemerintah mewacanakan konsep bantuan pinjaman biaya kuliah
kepada mahasiswa dengan bunga nol %. Pelunasannya bisa dibayarkan kepada negara
secara berkala setelah mahasiswa yang meminjam lulus dan bekerja. Skema ini
menempatkan mahasiswa sebagai investasi SDM demi kemajuan Indonesia. Deputi
Bidang Koordinasi Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko Bidang Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan (PMK) Warsito menjelaskan, konsep ini tengah digodok
pihaknya bersama Kemenkeu. Menurut dia, ini bisa jadi salah satu alternatif
mengatasi mahalnya biaya kuliah yang dikeluhkan mahasiswa.
”Pengembalian ketika mahasiswa sudah lulus atau sudah bekerja.
Konsep itu yang akan dicoba solusinya terkait tingginya biaya kuliah, selain
evaluasi besarnya uang kuliah tunggal dan kemampuan perguruan tinggi dalam
pendapatan umum di bidang akademik sehingga biaya kuliah bisa lebih rendah,”
kata Warsito melalui siaran pers, Kamis (8/2). Selain itu, pemerintah juga akan
berkoordinasi dengan lembaga-lembaga filantropi untuk membuat program dana kuliah
bergilir. Namun, program itu tetap mengedepankan prinsip pinjaman tanpa bunga dan dibayar mulai tahun
keempat atau setelah yang bersangkutan lulus dan bekerja. (Yoga)
Jangan Sekadar Bicara Upah Buruh
Sebanyak 43 % responden dari jajak pendapat Kompas pada pertengahan
Januari 2024 menyatakan, buruh kini belum hidup layak, bahkan memburuk, disebabkan
sistem pengupahan yang kurang berpihak kepada buruh. Meski UU Cipta Kerja
disusun dengan dalih untuk upaya penciptaan kerja, formula penghitungan upah
minimum dalam undang-undang itu dinilai tidak berpihak kepada buruh. Argumentasi
kerap diungkapkan baik oleh buruh maupun pengusaha terkait formula pengupahan
itu, hasilnya kehidupan buruh faktanya tidak kian membaik. Ketimpangan pun kian
terlihat.
Harian Kompas pada awal minggu ini melaporkan, pada kabupaten
tujuan investasi di Sulawesi, kesejahteraan buruh tidak lebih baik. Dengan upah
yang diterimanya, tidak mudah bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi
untuk menabung bagi kehidupan di hari tua. Demi meningkatkan kehidupan buruh,
semua pihak idealnya dapat kembali duduk bersama. Dengan kepala dingin, ada baiknya
didiskusikan formula penghitungan upah minimum. Yang tidak kalah pentingnya
adalah buruh dan serikat buruh jangan hanya sekadar bicara upah. Idealnya, ada pendelegasian
peran pada perwakilan buruh atau serikat buruh untuk memikirkan masa depan
buruh, untuk memastikan tetap ada pekerjaan bagi buruh dalam dunia yang berubah
begitu cepat.
Di sisi lain, pemerintah harus memastikan agar angka investasi
jangan sekadar angka. Peningkatan investasi idealnya berbanding lurus dengan
hadirnya kesempatan kerja. Di Cikarang, Jabar, Kompas menjumpai pabrik besar dengan
pekerja yang sangat minim karena mekanisasi. Disrupsi teknologi kini semakin
mewarnai kehidupan. Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
berdampak positif untuk mengefisienkan kerja manusia, tetapi sebaliknya dapat
menyingkirkan pekerja dengan keterampilan dan produktivitas yang rendah. Jika
perdebatan terkait urusan buruh hanya terfokuskan pada pengupahan, ada potensi
justru pekerjaan itu sendiri yang menghilang dalam jangka menengah atau
panjang. (Yoga)









