Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Emiten Sektor Kesehatan Semakin Bugar
DENDANG GAGASAN PARA BINTANG
Tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Februari 2024, resmi terdaftar di Komisi Pemilihan Umum. Tahapan selanjutnya yang akan dilalui yakni proses penetapan dan pengundian nomor urut peserta Pilpres. Layaknya pesta, sorot panggung akan tertuju pada para bintang yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md, dan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Visi dan misi ketiga pasangan itu telah disusun. Gagasan baru pun siap dilontarkan untuk memupuk keyakinan calon pemilih, sekaligus menjemput impian membangun Indonesia ke depan.
VISI-MISI CAPRES-CAWAPRES : BERADU STRATEGI BARU
Komisi Pemilihan Umum menutup masa pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilihan Presiden 2024 pada Rabu (25/10). Dokumen tiga kandidat pasangan yang telah terdaftar dilakukan verifi kasi sebelum diumumkan resmi sebagai peserta pada 13 November 2023. Tepat pada Jumat (27/10), Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon presiden dan calon presiden (capres-cawapres) dari tim dokter pemeriksa RSPAD Gatot Soebroto.Tiga pasangan capres-cawapres yang telah menjalani tes kesehatan yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, lalu pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md, dan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.Pemeriksaan kesehatan merupakan rangkaian dari prosesi pendaftaran capres-cawapres sebelum ditetapkan resmi sebagai peserta. Setelah itu, perang gagasan antara ketiga capres-cawapres akan mulai mewarnai diskursus publik. Ide-ide baru yang akan dibawa menuju perbaikan dan peningkatan skala ekonomi di Tanah Air, bakal banyak ditawarkan dan ditunggu para pemilih dan pelaku ekonomi.Jika melihat agenda besar yang disiapkan oleh ketiga pasangan capres-cawapres sejauh ini, mereka bertumpu pada program-program yang relatif sama seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, perluasan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur, dan perbaikan berbagai aspek regulasi.Juru bicara Bidang Ekonomi dan Luar Negeri untuk Anies Baswedan, Thomas Trikasih Lembong mengatakan bahwa program ekonomi yang ditawarkan oleh pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di antaranya reindustrialisasi dan urbanisasi. Dalam perspektif pasangan Anies-Muhaimin, fokus pemerintah saat ini lebih besar ke sektor padat modal seperti pembangunan smelter untuk penghiliran maupun pengembangan industri kendaraan listrik. Oleh sebab itu, dia menuturkan pengembangan industri tradisional padat karya seperti tekstil, alas kaki, sepatu, mebel, hingga elektronik, perlu menjadi perhatian utama.“Kami melihat sektor tradisional hampir terbengkalai karena dianggap tidak seksi dan tidak hi-tech.
Padahal lapangan kerja di situ besar,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (27/10).
Dengan demikian, kehadiran kota-kota besar yang memiliki infrastruktur, teknologi, hingga modernitas yang mengimbangi Jakarta, akan mampu meningkatkan ketersediaan lapangan kerja serta mendongkrak pendapatan masyarakat.Terkait dengan program pemerintahan sebelumnya yang layak dilanjutkan, Tom melihat pembangunan infrastruktur, perbaikan iklim usaha, dan berbagai upaya dalam penyederhanaan izin, menjadi perhatian yang perlu dilanjutkan.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Arsjad Rasjid menyatakan ada tiga aspek yang menjadi perhatian utama dalam program yang ditawarkan pasangan itu yakni lapangan kerja, stabilitas harga, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Guna mengejar pencapaian program itu, upaya yang perlu dilakukan yakni memastikan investasi terus mengalir ke dalam negeri dan membuka peluang kerja yang besar.Kesempatan kerja itu juga perlu diimbangi dengan kapasitas tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, populasi penduduk besar, bahkan bonus demografi yang akan diraih dalam kurun beberapa waktu ke depan, serta lokasi yang strategis, Indonesia harus mampu mencapai keunggulan dibandingkan dengan negara-negara lain.Dari aspek program yang dilanjutkan dari pemerintahan sebelumnya, Arsjad menyatakan pembangunan Ibu Kota negara (IKN) Nusantara akan dilanjutkan dan dilakukan percepatan.
Adapun Cawapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan kelanjutan program pemerintahan Presiden Jokowi.“Saya di awal pidato sudah bilang, yang kami fokuskan adalah keberlanjutan dan penyempurnaan. Kuncinya adalah konsistensi,” kata Gibran ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Jumat (27/10) seperti dikutip dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).Gibran bicara tentang program-program yang ditawarkan seperti dana abadi pesantren, kredit untuk startupmilenial, Kartu Indonesia Sehat (KIS) lansia, dan Kartu Anak Sehat.
Beban Ganda Industrialisasi
Indonesia butuh industri
manufaktur yang tangguh untuk naik kelas menjadi negara maju. Namun, tantangan
untuk menghidupkan sektor pengolahan semakin berat di tengah gejala
deindustrialisasi dini dan ketidakpastian ekonomi dunia yang menjadi-jadi.
Pelaku industri dan pemerintah harus sama-sama memutar otak untuk menjaga
momentum pertumbuhan. Gejala deindustrialisasi dini, yang bisa dilihat lewat
menurunnya kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional,
mulai terlihat sejak tahun 2002 dan semakin signifikan sejak 2009. Sebagai
perbandingan, pada 2008 porsi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB nasional
masih 27,8 %. Sejak tahun 2010, kontribusinya turun ke 22 %, dan selama lima
tahun terakhir selalu bertengger di bawah 20 %. Terakhir, pada triwulan II-2023,
industri manufaktur hanya mampu menyumbang 18,25 % dari total perekonomian
nasional. Di luar persoalan struktural yang terjadi, perekonomian dunia juga
semakin tidak pasti. Akibat berbagai
faktor global, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah hingga nyaris
menyentuh Rp 16.000 per dollar AS, berdampak pada kenaikan beban biaya produksi
bagi industri.
Melemahnya ekonomi
sejumlah negara maju juga membuat lesu ekspor manufaktur. Menurut Ketua Umum
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, di tengah iklim
perekonomian global dan domestik yang sama-sama tidak kondusif itu, tidak heran
apabila ekspansi industri manufaktur nasionnasional cenderung jalan di tempat. Meskipun
kinerja sektor pengolahan masih di zona ekspansif, seperti ditunjukkan data
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan Purchasing Managers’ Index (PMI)
Manufaktur Indonesia. ”Masih ada ekspansi dunia usaha, tetapi ekspansinya lebih
moderat, tidak eksponensial (konsisten tumbuh semakin tinggi),” kata Shinta,
Kamis (26/10). Dari dalam negeri, problem inefisiensi iklim usaha yang tak
kunjung diatasi membuat kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB terus
menurun. Investasi di sektor manufaktur menurun akibat iklim investasi yang
kurang bersahabat sehingga memperburuk gejala deindustrialisasi dini. (Yoga)
Industrialisasi untuk Generasi Indonesia Maju
Rangkaian kegiatan Kompas100 CEO Forum Powered by PLN tahun ini mengusung tema ”Melaju Menuju Indonesia Emas”. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pecan ketiga Oktober 2023 dan akan berlangsung hingga November 2023. Puncaknya adalah diskusi panel di Kota Balikpapan, Kaltim, pada Rabu (1/11) dan kegiatan para CEO dan Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara, Kaltim, Kamis (2/11), dimana Presiden akan memberikan informasi mutakhir seputar pembangunan Ibu Kota Nusantara. Presiden juga akan berdialog dengan sekitar 100 CEO yang hadir di acara tersebut. Sehari sebelumnya, Kompas100 CEO Forum akan menggelar diskusi panel menghadirkan Menkeu Sri Mulyani, Kepala Bapanas Suharso Monoarfa, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Menteri PAN dan RB Abdullah Azwar Anas. Diskusi akan disiarkan secara langsung melalui akun harian Kompas di kanal Youtube mulai pukul 16.00 WITA atau 15.00 WIB.
Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta Agustinus Prasetyantoko akan memandu diskusi dengan tema ”Industrialisasi Berkelanjutan Berbasis Manufaktur untuk Generasi Indonesia Maju”. Tema diambil karena Indonesia, seperti semua bangsa di dunia, ingin menjadi negara maju alias berpendapatan atas. Namun, saat ini, hanya 83 dari 193 negara anggota PBB yang dalam kategori Bank Dunia masuk ke kasta itu. Selebihnya, masih di level pendapatan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Prasetyantoko menekankan, mau tidak mau memperkuat industri manufaktur supaya terjadi peningkatan pendapatan secara luas. Kenaikan pendapatan per kapita dengan sendirinya akan menciptakan permintaan di sektor jasa. ”Industrialisasi berbasis manufaktur yang menyerap banyak tenaga kerja harus menjadi backbone (tulang punggung) pembangunan menuju high income country,” katanya. (Yoga)
Melemahnya Rupiah
Melemahnya rupiah
akhir-akhir ini sudah berdampak pada transaksi perdagangan, terutama
barang-barang impor dan sangat berdampak terhadap berbagai lini usaha. “Awal
bulan, komputer dan perantinya mengalami kenaikan harga. Harga laptop naik ratusan
ribu rupiah. Kenaikan harga juga di aksesori, seperti mouse dan lainnya. Kenaikan
bisa Rp 50.000-Rp 100.000 per item. Saat depresiasi rupiah, kenaikan harga
bercabang ke aksesori. Ini membuat berkurang penjualan. Jualnya susah, orang
malas datang (ke toko offline), jadinya lari ke online,” kata Rizky (28),
Penjual Toko Laptop Gamer.id.
Timoti Tirta (32), Pelaku
Usaha Ascenta Tour, Jakarta, mengatakan, “Menjelang akhir tahun, memang
biasanya rupiah melemah. Jadi, kebiasaan pelanggan kalau mau ke luar negeri
pada akhir tahun, dia sudah menukarkan uangnya sebelum Desember. Cuma ketika ada
pembayaran yang belum lunas, seperti maskapai atau hotel, kami memang pasti
akan kurangi keuntungan. Jadi, ketika membuat paket perjalanan di awal,
biasanya ada spare untuk perubahan kurs. Pengeluaran perjalanan ke negara Asia enggak
terlalu terasa ketika dollar AS melemah dibandingkan ke negara Barat”.
Unit usaha wisata agak
terpengaruh depresiasi rupiah karena harga kebutuhan sehari-hari makin mahal
sehingga cadangan rekreasi berkurang. Akibatnya, beberapa program yang sudah terencana
menjadi tertunda. Kebanyakan (klien) memilih memakai uang mereka untuk keperluan
sehari-hari dulu dan menunda perjalanan rekreasi mereka, ujar Budi
Kusumaningsih (50), Pelaku Usaha Wisata, Yogyakarta. (Yoga)
Gibran jadi Kartu Truf Prabowo Raup Suara Milenial-Gen Z
Donasi Rp 1,2 Miliar demi Air Bersih NTT
Sebanyak 72 pelari melintasi jalur sejauh 108 kilometer dalam lari amal ultramaraton Jelajah Timur 2023, 26-27 Oktober 2023. Meski tak semua mampu menaklukkan tantangan jalur Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan hingga finis di Kota Kupang, NTT, ikhtiar mereka untuk turut membantu menghadirkan solusi bagi NTT layak diapresiasi. Donasi Rp 1,2 miliar yang terkumpul dari ajang ini akan digunakan untuk penyediaan akses air bersih dan pencegahan tengkes di NTT. Jelajah Timur 2023 yang diselenggarakan Plan Indonesia memasuki tahun kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada 2019. Terdapat tiga kategori, yakni full course 108 km, half course sejauh 53 km, dan ekshibisi 10 km. Lari amal ultramaraton dimulai dari di kantor Bupati Timor Tengah Selatan sekitar pukul 14.30, dilepas Bupati Timor Tengah Selatan Egusem Pieter Tahun.
Untuk half course dimulai dari SD Camplong, Kabupaten Kupang, pukul 24.00, sedangkan kategori 10 kilometer dari Terminal Bimoku di batas kota Kupang, Sabtu (28/10) pukul 07.00. Seluruhnya finis di kantor Gubernur NTT di Kupang, Sabtu siang. ”Total peserta yang kami terima 78 orang, tetapi sampai hari pelaksanaan ada 82 orang yang datang. Sebanyak dua orang di 10 km, 16 orang di full course , dan 64 orang di full course,” kata Race Director Jelajah Timur 2023 Lexi Rohi. Sebagian besar pelari memang sering ikut Jelajah Timur, sejak edisi pertama pada 2019. Namun, ada juga yang baru, Banyak cara bisa dilakukan untuk menghadirkan solusi atas beragam persoalan di negeri ini. Solidaritas, perjuangan, dan kerelawanan pelari bisa menjadi inspirasi, (Yoga)
Suara Generasi Muda Jadi Rebutan di Pemilu 2024
Besarnya proporsi pemilih
berusia 17-40 tahun pada Pemilu 2024 membuat suara generasi muda diperebutkan
para kontestan pemilu, tak terkecuali bakal calon presiden dan calon wakil presiden.
Mereka pun berjanji memperjuangkan gagasan serta kepentingan anak muda. Namun, sebagian
generasi muda merasa hanya dimanfaatkan untuk mendulang suara alih-alih
dianggap sebagai agen pembangunan dan perubahan sosial. Berdasarkan daftar
pemilih tetap untuk Pemilu 2024, dari total 204,8 juta pemilih, sekitar 106,3
juta atau 52 % berusia 17-40 tahun. Jika dirinci, persentase pemilih berusia
17-30 tahun mencapai 31,29 % dari total pemilih dan 31-40 tahun sebanyak 20,7 %.
Peneliti di Pusat Riset
Politik BRIN, Aisah Putri Budiatri, mengungkapkan, besarnya proporsi pemilih
berusia muda membuat mereka bisa menjadi penentu kemenangan kontestan di Pemilu
2024. ”Itu artinya kandidat yang berhasil ’memenangkan’ suara pemilih muda akan
mampu memenangi pemilu,” ujar Aisah saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (28/10).
Besarnya potensi pemilih muda ini pun disadari para kontestan pemilihan anggota
legislatif ataupun pemilihan presiden. Kesadaran ini, lanjut Aisah, membuat para
kontestan pemilu gencar mendekati kalangan muda dan menggaungkan pentingnya
peran pemuda dalam politik untuk menarik dukungan suara dari mereka. (Yoga)
ARAL LAJU KREDIT KONSUMSI
Kredit konsumsi perbankan dihadapkan pada situasi yang pelik antara potensi peningkatan aktivitas konsumsi menjelang Pemilu 2024, tantangan instabilitas ekonomi global, dan tingginya suku bunga acuan. Sejauh ini, pasar global masih dibayangi oleh ketidakpastian yang tinggi akibat sikap hawkish The Fed dan konflik geopolitik yang memanas. Hal ini pun berimbas pada perekonomian nasional, yaitu terkereknya suku bunga Bank Indonesia ke level 6% dan melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga kian mendekati Rp16.000.Di tengah tantangan ini, pemerintah meluncurkan stimulus baru yakni pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) untuk pembelian properti di bawah Rp2 miliar.
Corporate Secretary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Ramon Armando, memproyeksikan perhelatan pemilu dapat meningkatkan konsumsi masyarakat, khususnya kepada sektor makanan dan minuman, logistik, transportasi, pakaian, serta aneka jasa. “Secara historis jumlah uang yang beredar juga akan cenderung bertambah ketika pemilu yang akan semakin merangsang peningkatan konsumsi masyarakat, dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan kredit konsumsi," katanya kepada Bisnis, Jumat (27/10).
Lebih lanjut, BTN memandang adanya insentif baru PPN-DTP akan makin mendongkrak kredit konsumtif, khususnya di segmen KPR yang menjadi andalan BTN. “Tahun ini dan tahun depan, kami membidik kredit tumbuh sekitar double digit,” kata Direktur Consumer BTN, Hirwandi Gafar.Pandangan BTN tersebut pun turut diafirmasi oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. Menurutnya, pemilu memberikan momentum yang baik bagi pertumbuhan perekonomian nasional, termasuk kredit bank.
Pada 2014, kredit konsumtif sebenarnya tumbuh cukup tinggi yakni 11,51% year-on-year (YoY) menjadi Rp1.014 triliun. Namun, tingkat pertumbuhan tersebut melambat dibanding 2013 yang sebesar 13,67% YoY. Hal yang sama kembali terulang pada 2019, bahkan lebih parah. Pertumbuhan kredit konsumtif melambat menjadi hanya 5,81% YoY senilai Rp1.559 triliun dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 10,35% YoY.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), Sunarso, mengatakan meskipun insentif PPN-DTP baik, faktor lain yang akan menentukan efektivitasnya adalah konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. “Ada analisis ekonometrika bahwa loan demand dan loan growth itu elastis terhadap konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” ujar Sunarso.Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengamini bahwa segmen kredit yang paling terdampak oleh kenaikan suku bunga acuan adalah segmen kredit konsumsi. "Untuk kredit konsumer, itu sangat price sensitive," tutur Jahja.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









