;

Beban Ganda Industrialisasi

Ekonomi Yoga 30 Oct 2023 Kompas (H)
Beban Ganda Industrialisasi

Indonesia butuh industri manufaktur yang tangguh untuk naik kelas menjadi negara maju. Namun, tantangan untuk menghidupkan sektor pengolahan semakin berat di tengah gejala deindustrialisasi dini dan ketidakpastian ekonomi dunia yang menjadi-jadi. Pelaku industri dan pemerintah harus sama-sama memutar otak untuk menjaga momentum pertumbuhan. Gejala deindustrialisasi dini, yang bisa dilihat lewat menurunnya kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, mulai terlihat sejak tahun 2002 dan semakin signifikan sejak 2009. Sebagai perbandingan, pada 2008 porsi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB nasional masih 27,8 %. Sejak tahun 2010, kontribusinya turun ke 22 %, dan selama lima tahun terakhir selalu bertengger di bawah 20 %. Terakhir, pada triwulan II-2023, industri manufaktur hanya mampu menyumbang 18,25 % dari total perekonomian nasional. Di luar persoalan struktural yang terjadi, perekonomian dunia juga semakin tidak pasti.  Akibat berbagai faktor global, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah hingga nyaris menyentuh Rp 16.000 per dollar AS, berdampak pada kenaikan beban biaya produksi bagi industri.

Melemahnya ekonomi sejumlah negara maju juga membuat lesu ekspor manufaktur. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, di tengah iklim perekonomian global dan domestik yang sama-sama tidak kondusif itu, tidak heran apabila ekspansi industri manufaktur nasionnasional cenderung jalan di tempat. Meskipun kinerja sektor pengolahan masih di zona ekspansif, seperti ditunjukkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia. ”Masih ada ekspansi dunia usaha, tetapi ekspansinya lebih moderat, tidak eksponensial (konsisten tumbuh semakin tinggi),” kata Shinta, Kamis (26/10). Dari dalam negeri, problem inefisiensi iklim usaha yang tak kunjung diatasi membuat kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB terus menurun. Investasi di sektor manufaktur menurun akibat iklim investasi yang kurang bersahabat sehingga memperburuk gejala deindustrialisasi dini. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :