;

Suara Generasi Muda Jadi Rebutan di Pemilu 2024

Suara Generasi Muda Jadi
Rebutan di Pemilu 2024

Besarnya proporsi pemilih berusia 17-40 tahun pada Pemilu 2024 membuat suara generasi muda diperebutkan para kontestan pemilu, tak terkecuali bakal calon presiden dan calon wakil presiden. Mereka pun berjanji memperjuangkan gagasan serta kepentingan anak muda. Namun, sebagian generasi muda merasa hanya dimanfaatkan untuk mendulang suara alih-alih dianggap sebagai agen pembangunan dan perubahan sosial. Berdasarkan daftar pemilih tetap untuk Pemilu 2024, dari total 204,8 juta pemilih, sekitar 106,3 juta atau 52 % berusia 17-40 tahun. Jika dirinci, persentase pemilih berusia 17-30 tahun mencapai 31,29 % dari total pemilih dan 31-40 tahun sebanyak 20,7 %.

Peneliti di Pusat Riset Politik BRIN, Aisah Putri Budiatri, mengungkapkan, besarnya proporsi pemilih berusia muda membuat mereka bisa menjadi penentu kemenangan kontestan di Pemilu 2024. ”Itu artinya kandidat yang berhasil ’memenangkan’ suara pemilih muda akan mampu memenangi pemilu,” ujar Aisah saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (28/10). Besarnya potensi pemilih muda ini pun disadari para kontestan pemilihan anggota legislatif ataupun pemilihan presiden. Kesadaran ini, lanjut Aisah, membuat para kontestan pemilu gencar mendekati kalangan muda dan menggaungkan pentingnya peran pemuda dalam politik untuk menarik dukungan suara dari mereka. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :