Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Potensi Penyimpanan Karbon RI Mencapai 577 Gigaton
Penghitungan yang dilakukan Kementerian ESDM menunjukkan potensi
penyimpanan karbon di Indonesia total sebesar 577 gigaton. Potensi penyimpanan terbesar
terletak di laut lepas utara Jatim. Terbitnya Perpres tentang penangkapan dan
penyimpanan karbon atau CCS diharapkan membuat teknologi itu benar-benar bisa
diterapkan di Indonesia. Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM
Tutuka Ariadji, dalam sosialisasi Perpres No 14 Tahun 2024 tentang CCS, di Jakarta,
Selasa (20/2) memaparkan bahwa dari hasil penghitungan dengan standar keteknikan
industri migas diketahui potensi kapasitas penyimpanan karbon dengan metode
saline aquifer (reservoir air bersalinitas tinggi) sebesar 572,77 gigaton dan
metode depleted oil and gas reservoir (reservoir migas yang telah mengalami
penurunan produksi) sebesar 4,85 gigaton, yang didapat dari penghitungan 20
cekungan (basin) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, yang statusnya
sudah berproduksi.
Kapasitas terbesar ada di cekungan North East Java yang terletak
di laut lepas utara Jatim. Cekungan diperkirakan mampu menyimpan karbon sebesar
100,83 gigaton dengan metode saline aquifer dan 0,151 gigaton dengan metode
depleted reservoir. CCS ialah teknologi penangkapan dan penyimpanan Emisi
karbon sehingga tidak terlepas ke atmosfer. Karbon yang dihasilkan, baik dari
industri migas maupun nonmigas, ditangkap lalu disuntikkan ke perut bumi. Pada
industri migas, karbon dioksida yang ditangkap dimanfaatkan untuk memberi
penambahan (incremental) produksi minyak ataupun gas bumi. Dengan demikian,
teknologi tersebut disebut carbon capture, utilization and storage (CCUS). Tutuka
menuturkan, angka tersebut masih berupa estimasi.
”Industri atau kita baru akan tahu berapa kapasitas persis penyimpanannya
setelah menginjeksikan (karbon dioksida). Sekarang, kan, belum injeksi. Jadi,
angka tersebut masih level paling dasar,” katanya. Perpres No 14/2024 tentang
Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, yang diundangkan 30
Januari 2024. melengkapi Permen ESDM No 2/2023 tentang Penyelenggaraan CCS dan
CCUS pada Kegiatan Usaha Hulu Migas. Salah satu hal yang tertuang dalam Perpres
No 14/2024 adalah praktik CCS lintas batas (cross border). Artinya, karbon
dioksida yang dihasilkan industri di negara lain dapat diangkut untuk kemudian
diinjeksikan ke depleted reservoir/saline aquifer di Indonesia, porsi untuk CCS
cross border 30 % dari total kapasitas, sisanya 70 %, untuk domestik. Terkait nilai
ekonomi praktik CCS, Tutuka mengemukakan bahwa saat ini masih terlalu awal
untuk menghitung nilai ekonomi yang didapat dari penerapan teknologi itu.
Menurut dia, yang menjadi prioritas saat ini ialah yang utama bisa jalan lebih
dulu. (Yoga)
”Leuit”, Simbol Ketahanan Pangan dan Lambang Kemakmuran
Bagi masyarakat suku Baduy, leuit atau lumbung padi bukan
sekadar tempat menyimpan hasil panen. Bangunan bertiang kayu, berdinding
anyaman bambu, dan beratap daun rumbia atau kirai itu menjadi simbol ketahanan
pangan sekaligus lambang kemakmuran urang Kanekes, di Baduy Dalam, Desa
Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. ”Hampir semua warga Baduy
memiliki leuit. Hasil panen padi dari puluhan tahun lalu disimpan di situ,”
ujar Sarif (38), warga Kampung Cibeo, Baduy Dalam (10/2). Selain Cibeo, di
Baduy Dalam terdapat dua kampong lain, yaitu Cikartawana dan Cikeusik. Namun,
leuit juga dimiliki oleh warga Baduy Luar yang tersebar di lebih dari 50
kampung. Dalam buku Potret Kehidupan Masyarakat Baduy yang ditulis Djoewisno MS
(1987), leuit merupakan cermin kehidupan kepala keluarga yang sudah mapan
membangun rumah tangga. Leuit merupakan wujud ketahanan pangan orang Baduy yang
diwariskan oleh leluhur mereka. Leuit memiliki ukuran beragam, bergantung pada
hasil panen padi huma para pemiliknya. Kapasitasnya bisa mencapai 1.000 pocong
(ikat) atau 2,5 ton sampai 3 ton. Padi huma ditanam di ladang tadah hujan.
Masyarakat Baduy menanam padi sekali setahun tanpa pupuk kimia.
Padi dipanen setelah berumur enam bulan. Setelah dipanen
menggunakan etem atau ani-ani, padi dijemur dan dibersihkan kelopak-kelopak
jerami dari tangkainya. Padi kemudian diikat dengan rapi dan diangin-anginkan
beberapa hari untuk menghilangkan debu atau kotoran yang melekat pada butiran
gabah. Setelah itu, dimasukkan ke lumbung dengan disusun secara rapi. Letak tangkai
di bagian dalam untuk menghindari kelembaban. Cara menyimpan padi yang
diwariskan turun-temurun ini mampu membuat padi tidak rusak dan tetap layak
dikonsumsi meski disimpan bertahun-tahun. Sarif menuturkan, padi di dalam leuit
berfungsi sebagai cadangan makanan. Jadi, tidak boleh digunakan sembarangan,
apalagi dijual. Beras dari padi leuit biasanya dipakai ketika hajatan dan acara
adat serta sebagai tabungan pangan untuk berjaga-jaga jika terjadi musibah.
Warga Baduy juga menanam palawija dan buah-buahan, seperti
durian, cempedak, dan rambutan. Sebagian warga juga membuat gula aren dari
pohon kawung. Hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan begitu, mereka tetap memiliki penghasilan tanpa harus menjual padi.
Selain itu, beberapa warga juga menjadi pemandu bagi pengunjung yang ingin
bersilaturahmi ke Baduy Dalam. Pengunjung mesti berjalan kaki sekitar 9 km dari
Terminal Ciboleger. Orang Baduy memiliki lambang kemakmuran sendiri, salah
satunya leuit. ”Semakin banyak leuit, berarti semakin makmur pemiliknya,” ujar
Ayah Naldi (43), warga Kampung Cibeo. Setiap kepala keluarga biasanya memiliki
lebih dari satu leuit. Bahkan, ada yang mempunyai 10 leuit. Namun, banyaknya
jumlah leuit tidak untuk dipamerkan. Apalagi, letaknya tidak berada di dekat
rumah, tetapi di pinggir perkampungan. (Yoga)
THR Ditargetkan Cair H-10
Penyusunan rancangan peraturan ini tengah dibahas secara intensif agar segera rampung. ”Biasanya 10 hari sebelum Lebaran, kan, harus mulai dibayarkan. Untuk mempersiapkannya, dilakukan sekarang. Jadi, tadi dilaporkan kepadaBapak Presiden,” tutur Sri. Selain pemerintah, setiap perusahaan juga diwajibkan membayar THR keagamaan bagi karyawannya. Terkait hal ini, Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengingatkan, ketentuan pembayaran THR keagamaan bagi karyawan swasta telah dimandatkan oleh Permenaker No 6 Tahun 2016 dan harus dibayarkan paling lambat H-7 Lebaran. (Yoga)
Internet Cepat buat Apa?
Internet Cepat buat Apa? adalah cuplikan pernyataan Mentkominfo 2009-2014 Tifatul Sembiring yang disampaikan di media sosial Twitter (sekarang X) pada Januari 2014 itu viral dan menjadi perbincangan warganet. Konteks pernyataan Tifatul waktu itu adalah respons rilis Akamai pada triwulan III-2013 yang menyebut kecepatan rata-rata internet di Indonesia adalah 1,5 megabita per detik (Mbps), menempatkan Indonesia di peringkat kedua terbawah di kawasan Asia Pasifik. Sekarang, mengutip laman Speedtest.net, kecepatan internet mobile (jaringan seluler lewat gawai) di Indonesia per Desember 2023 adalah 24,96 Mbps atau peringkat ke-97 dari 146 negara yang terdata. Sementara kecepatan internet Indonesia untuk fixed broadband (kabel optik) di angka 27,87 Mbps, menempatkan Indonesia di peringkat ke-126 dari 178 negara yang didata.
Singapura ada di peringkat ke-19 dengan kecepatan 93,42 Mbps untuk kategori internet mobile. Sementara untuk kecepatan internet dari fixed broadband, Singapura menjadi yang tercepat di dunia dengan kecepatan rata-rata 270,62 Mbps. Singapura mengalahkan negara raksasa teknologi, seperti AS (peringkat ke-8 dengan 227,27 Mbps), Jepang (peringkat ke-16 dengan 188,28 Mbps). Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), yang dirilis 31 Januari 2024, tingkat penetrasi internet di Indonesia pada 2024 sebesar 79,5 %. Artinya, 221,5 juta penduduk Indonesia mampu mengakses internet dari populasi Indonesia yang sebanyak 278,6 juta jiwa, meningkat dari 2023 yang 78,19 %. Kecepatan dan penetrasi internet adalah dua hal yang tak tepisahkan. Apalagi, segala aktivitas manusia saat ini semakin banyak bergantung pada teknologi digital, terlebih sejak pandemi Covid-19.
Mulai urusan pekerjaan, sekolah, bepergian, hiburan, hingga belanja kebutuhan sehari-hari bergantung pada internet. Indonesia juga memainkan peranan penting untuk ekonomi digital di tingkat kawasan. Mengutip laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, nilai ekonomi digital di ASEAN pada 2025 mendatang diperkirakan sebesar 330 miliar USD dan akan meroket menjadi 1 triliun USD pada 2030. Dari angka tersebut, kontribusi Indonesia diperkirakan 40 % dari nilai ekonomi digital di kawasan. Pada 2021, ekonomi digital Indonesia menyumbang 5,7 % PDB nasional. Internet juga menjadi daya ungkit untuk bangkitnya ekonomi mikro di masyarakat. Pemerintah menargetkan pada 2025 sebanyak 30 juta UMKM sudah masuk ekosistem go digital. Artinya, seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir sudah bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital, terutama untuk urusan pemasaran lewat lokapasar Indonesia. (Yoga)
Siasat Berhemat Saat Harga Bahan Pokok Melesat
Dompet warga kelas ekonomi menengah turut terdampak akibat
kenaikan harga bahan pokok yang kian melesat. Mereka pun harus memiliki siasat
untuk berhemat. Warga Jakarta Timur, Alfiyah (35) meminta uang lebih sebesar Rp
150.000 kepada suaminya untuk belanja bulanan akibat harga sejumlah komoditas
naik, seperti cabai merah hingga beras. ”Yang paling terasa itu harga cabai
rawit dari Rp 65.000 menjadi Rp 90.000 per kg dalam seminggu. Naiknya tidak
tanggung-tanggung, Rp 25.000,” katanya, Senin (19/2). Alfiyah mengaku tidak mengurangi
atau mengubah masakannya, kecuali pengurangan cabai. Ia lebih memilih menambah
pengeluaran dibandingkan pemangkasan pengeluaran. Belanja bulanan bahan pangan
yang biasanya dianggarkan Rp 3,5 juta untuk empat orang, kini ditambah Rp 150.000
sejak awal Februari.
”Paling mengurangi cabai saja. Kalau harga cabai lagi murah,
pakai cabainya untuk sambal lebih banyak. Kalau harga naik, jumlahnya
dikurangi,” tutur Alfiyah yang juga bekerja sebagai pedagang baju ini. Satu
bulan lalu, harga beras premium Rp 75.000 per 5 kg. Lalu, naik menjadi Rp
84.000 per 5 kg. Meski kenaikan hanya Rp 10.000, sangat terasa bagi Alfiyah. Karyawan
swasta di Jakarta Pusat, Rista Ayodia (24) merasa kenaikan harga di sejumlah
komoditas turut memengaruhi pemangkasan diskon dalam berbelanja makanan secara
daring di lokapasar. ”Sebagai anak kos, saya lebih sering memesan makanan secara
daring karena menunya lebih beragam dan banyak diskon. Tetapi, sejak sebulan
terakhir, saya merasa promo yang ditawarkan semakin berkurang. Biasanya Rp
32.000 sudah dapat dua makanan, tetapi sekarang nyaris Rp 40.000 untuk dua
makanan harga termurah,” kata Rista.
Rista harus putar otak, selisih harga Rp 5.000 hingga Rp
10.000 cukup tinggi baginya. Ia pun mulai beralih membeli makanan secara
langsung ke warung terdekat dengan harga Rp 15.000 per porsi, yang sesuai
anggarannya. Penghasilan Rista sebulan Rp 7 juta. Warga asal Magelang, Jateng,
ini hidup sendiri dengan menyewa kos di Jakarta. Kenaikan harga kebutuhan pokok
juga berdampak pada pelaku usaha makanan di Jakarta. Para penjual makanan harus
menempuh beragam strategi agar bertahan. Penjual sate taichan di Jaksel, Ahmad
Hartono (32) misalnya, menambahkan lebih banyak air di sambal buatannya. ”Bahan
utama di sate taichan itu cabai. Jadi harus tetap ada dan enak. Saya menambahkan
sedikit air agar sambalnya bisa lebih banyak karena harga cabai sangat mahal
sekarang,” katanya. (Yoga)
”Gulo Puan”, Kudapan dari Susu Kerbau Rawa Kegemaran Raja Palembang
Berada 60 km atau 2 jam tenggara Palembang, Sumsel, Desa
Bangsal di Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir, punya arti penting dalam
sejarah kuliner di kalangan bangsawan keturunan penguasa kerajaan di Palembang.
Desa Bangsal adalah tempat lahirnya gulo puan, camilan dari olahan susu kerbau
rawa Pampangan, yang dijuluki ”Kudapannya Raja-raja Palembang”. Seusai menerima
2,5 liter susu kerbau dari menantunya, Paisol (44), di salah satu rumah di Desa
Bangsal, Kamis (7/12) Masnah (60) menyiapkan wajan, kompor gas, elpiji 3 kg,
ember kecil, dan gula pasir 0,5 kg. Masnah mencampur susu kerbau dan gula pasir
di ember kecil, lalu menuangkan adonan yang sudah tercampur rata itu ke wajan
dan mengaduknya perlahan dengan spatula. Api kompor disetel antara kecil dan sedang
karena proses masak harus bertahap 1-2 jam. Setelah melihat adonan mengental,
Masnah mengaduknya perlahan hingga campuran susu kerbau dan gula mengkristal,
kering kasar kecoklatan. Sekilas teksturnya mirip gula aren, dengan warna lebih
pucat. Hasil masakan itulah yang disebut gulo puan. Camilan itu berasal dari
dua suku kata, ”gulo” yang artinya gula atau manis dan ”puan” yang artinya
susu. Maksudnya, gula susu atau manisan dari susu. Tak jarang gulo puan menjadi
teman minum teh atau kopi. Ada juga yang memakannya langsung.
Menurut Masnah, membuat gulo puan menjadi tradisi yang diwariskan
turun-temurun kepada para perempuan di Desa Bangsal. Masnah belajar membuat gulo
puan menjelang pernikahannya dengan Junaidi (70) pada tahun 1979, tujuannya
agar bisa menambah pemasukan keluarga atau membantu suami tanpa mengganggu
tanggung jawabnya dalam keluarga. Hasil dari gulo puan dinilai cukup
menjanjikan. Untuk menghasilkan 1 kg gulo puan, bahan yang dibutuhkan adalah
2,5 liter susu kerbau seharga Rp 62.500 (Rp 25.000 per liter) dan 0,5 kg gula
pasir seharga Rp 8.000 (Rp 16.000 per kg). Selain itu, elpiji 3 kg seharga Rp
20.000 per tabung, tapi bisa digunakan memasak dalam 2-7 hari. Dengan modal
produksi Rp 70.500, harga jual gulo puan bisa mencapai Rp 120.000 per kg.
Artinya, ada keuntungan Rp 49.500, belum termasuk keuntungan dari penjualan
produk turunan, seperti minyak samin seharga Rp 200.000 per kg dan mentega Rp
80.000 per kg. Namun, butuh proses masak berulang atau dalam jumlah besar untuk
menghasilkan 1 kg minyak samin dan 1 kg mentega. (Yoga)
Hunian Murah Impian Kelas Menengah
Dewasa ini, hunian merupakan kebutuhan primer yang semakin
sulit dijangkau. Harganya yang terus melejit telah membuat banyak orang,
terutama generasi muda kelas menengah berpenghasilan tanggung, semakin
berandai-andai akankah mereka dapat memiliki hunian layak untuk berteduh. Salah
satu penyebab harga properti terus merangkak naik saban tahun ialah
ketersediaan lahan yang makin hari makin susut. Hal ini tidak lepas dari pertumbuhan
populasi penduduk. Ditambah, urbanisasi tak lagi dapat terbendung,
mengakibatkan lahan-lahan di perkotaan semakin tergerus. Hukum pasar
supply-demand pun berlaku, makin banyak permintaan, makin tinggi pula harga
lantaran pasokan terbatas. Artinya, pertumbuhan demografi penduduk telah menciptakan
permintaan yang tinggi. Sementara ketersediaan lahan terus menyusut. Di kawasan
Sentul, Bogor, Jabar, pengembang menawarkan hunian yang dibanderol Rp 700 juta per
unit. Bagi kalangan masyarakat berpenghasilan tanggung, kurang lebih Rp 8 juta
per bulan, hunian tersebut cukup ideal. Namun, harga di level itu masih sulit
dijangkau.
Alhasil, keinginan memiliki rumah itu berakhir menjadi angan
semata. Dengan penghasilan tanggung, Septian (29), karyawan swasta di Jakarta, merasa
pasaran harga hunian di wilayah Jabodetabek makin tak tergapai. Mau tidak mau, upaya
untuk mendapatkan hunian ideal harus ditempuhnya dengan ”menyalakan” dua dapur.
”Dengan total pendapatan berdua sekarang, mungkin bisa berani ambil KPR (kredit
pemilikan rumah) yang tenornya 15 tahun, dengan cicilan Rp 5 juta per bulan
untuk harga rumah di kisaran Rp 600 juta-Rp
700 juta. Akan tetapi, kalau masih bujang, belum berani ambil rumah, mending sewa
atau indekos,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (18/2). Menurut dia, terdapat
pilihan hunian lain yang harganya jauh lebih terjangkau. Namun, lelaki yang
baru membangun rumah tangga tersebut harus mengorbankan jarak tempuh yang
semakin jauh menuju tempat kerjanya. Artinya, ia harus mengalokasikan biaya
transportasi untuk pergi-pulang bekerja. (Yoga)
Prabowo-Gibran Sasar Ekonomi Bawah Tanah
Kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang sejauh ini unggul
di berbagai hasil hitung cepat sedang ”putar otak” mencari sumber penerimaan
negara baru demi membiayai berbagai janji kampanye mereka. Salah satunya,
Prabowo ingin memajaki aktivitas ekonomi ilegal atau ekonomi bawah tanah untuk
menambah penerimaan. Dalam visi-misi pasangan calon no urut 2 itu, rasio penerimaan
negara terhadap PDB ditargetkan 23 %, yang terdiri dari penerimaan pajak dan
non-pajak.Angka tersebut jauh di atas tingkat rasio perpajakan (tax ratio) RI
saat ini di kisaran 10 % serta jauh di atas negara tetangga lainnya di kawasan
Asia Tenggara. Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Drajad
Wibowo, Senin (19/2) mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan
menempuh sejumlah langkah terobosan. Salah satunya, menyasar penerimaan pajak
dari aktivitas ekonomi ilegal atau ekonomi bayangan (shadow economy).
Ekonomi bayangan adalah ekonomi bawah tanah yang tidak
terdeteksi oleh pemerintah sehingga mendistorsi kinerja pertumbuhan ekonomi
atau PDB. Aktivitas ekonomi bayangan di Indonesia bernilai tinggi. Salah
satunya, berasal dari aktivitas ekonomi ilegal yang berdampak buruk bagi masyarakat
seperti judi dan prostitusi, serta produksi ilegal lain seperti rokok ilegal,
hasil tambang ilegal, dan lain-lain. Tingkat informalitas ekonomi yang tinggi
di Indonesia selama ini juga ikut berkontribusi pada pergerakan ekonomi bayangan
yang tidak bisa dipajaki itu. Meski demikian, Drajad mengatakan, pekerja
informal dan pekerja yang selama ini gajinya di bawah batas pendapatan tidak
kena pajak (PTKP) sebesar Rp 4,5 juta per bulan tidak akan ikut dipajaki. Menurut
dia, masih banyak kegiatan ekonomi ilegal yang selama ini merugikan masyarakat
yang semestinya bisa direalisasikan sebagai penerimaan negara. Oleh karena itu,
jika menjabat nanti, Prabowo-Gibran tidak akan menurunkan batas PTKP demi bisa memperluas
basis pajak. (Yoga)
HARI PERS NASIONAL, Konten Berkualitas Kunci Keberlanjutan Media Massa
Media sosial telah menjadi sumber informasi alternatif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, informasi yang disebarluaskan kerap mencampuradukkan fakta dengan opini, bahkan hoaks, sehingga berpotensi menyesatkan publik. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi media massa arus utama menjaga konten berita berkualitas yang menjadi salah satu kunci keberlanjutan media massa. Di acara Konvensi Nasional Media Massa: Pers Mewujudkan Demokrasi di Era Digital pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Jakarta, Senin (19/2) Mendagri Tito Karnavian mengatakan, saat ini terjadi pertarungan antara media konvensional dan media sosial dalam membentuk opini publik.
Hal ini mengingat pembentukan opini publik di media sosial kian menguat seiring pengguna media sosial di Indonesia mencapai 170 juta orang, 61 % dari populasi. ”Ini menjadi tantangan bagi industri pers untuk bisa bertahan. Jangan sampai media konvensional kalah dari media sosial.Kuncinya adalah kualitas (konten).Berita harus akurat,” ujar Tito di acara yang dihadiri Menkominfo Budi Arie Setiadi, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun. Puncak peringatan HPN 2024 akan digelar di Ancol, Jakarta, pada Selasa (20/2) ini yang direncanakan dihadiri Presiden Jokowi. (Yoga)
Alarm Tanda Bahaya dari Negara Adidaya
Pekan lalu, Pemerintah Jepang mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2023 terkontraksi sebesar 0,4%. Dengan demikian, secara teknikal Negeri Sakura masuk ke dalam jurang resesi, sebab kuartal sebelumnya telah mengalami kontraksi. Pada kuartal III/2023, Jepang mencatatkan kinerja ekonomi mengalami kontraksi 3,3%. Akibat resesi, Negeri Matahari Terbit itu terlempar dari peringkat tiga besar ekonomi dunia. Posisi ketiga direbut oleh Jerman, padahal negeri Der Panzer sedang dirundung kenaikan subsidi energi. Inggris pun mengikuti Jepang. Pemerintahan PM Inggris Rishi Sunak menyampaikan bahwa pada kuartal IV/2023, kinerja ekonomi mengalami kontraksi 0,3%. Britania Raya masuk ke dalam fase resesi teknis setelah pada kuartal sebelumnya mengalami kontraksi 0,1%. Kontraksi kuartal keempat ini lebih dalam daripada perkiraan semua ekonom. Mereka semula diramalkan ekonomi turun 0,1%. Sinyal perlambatan ekonomi kelompok negara-negara G7 ini tanda bahaya bagi negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Apalagi, pertumbuhan ekspor Indonesia pada Januari 2024 mulai terkontraksi sebesar 8,34% dibandingkan dengan posisi Desember 2023. Bahkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tercatat -8,06%. Nilai ekspor RI pada Januari 2024 hanya sebesar US$20,52 miliar. Adapun, ekspor Indonesia ke Jepang pangsa pasarnya mencapai 7,63% dari total ekspor Januari 2024.
Sementara itu, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) Jepang ke Indonesia pada 2023 juga berada pada peringkat ke-4 dengan total sebesar US$4,63 miliar. Inggris masuk dalam daftar negara 10 besar tujuan ekspor Indonesia. Lima sektor utama realisasi investasi asal Inggris yaitu tanaman pangan, perkebunan dan peternakan (24%); pertambangan (20%); industri makanan (9%); industri kimia dan farmasi (8%); serta hotel dan restoran (7%). Dengan adanya resesi itu, otomatis akan berpengaruh terhadap pasar ekspor dan investasi ke Indonesia. Apalagi China sebagai mitra dagang utama RI, dengan porsi ekspor 23,9% dari total ekspor terkontraksi 12,92% secara tahunan, dan minus 20,73% secara bulanan. Pemerintah RI mencoba berkelit dari ancaman resesi beberapa negara raksasa dunia tersebut. Pemerintah bakal memacu ekspor pada 12 negara prioritas, seperti Arab Saudi, Belanda, Brazil, Chile, China, Filipina, India, Kenya, Korea Selatan, Meksiko, UEA, dan Vietnam. Masalah klasik untuk memperluas akses pasar melalui perjanjian khusus pun tak kunjung tuntas. Seperti perjanjian Indonesia-EU CEPA untuk masuk blok perdagangan The Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









