;

”Gulo Puan”, Kudapan dari Susu Kerbau Rawa Kegemaran Raja Palembang

”Gulo Puan”, Kudapan dari Susu Kerbau Rawa Kegemaran Raja Palembang

Berada 60 km atau 2 jam tenggara Palembang, Sumsel, Desa Bangsal di Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir, punya arti penting dalam sejarah kuliner di kalangan bangsawan keturunan penguasa kerajaan di Palembang. Desa Bangsal adalah tempat lahirnya gulo puan, camilan dari olahan susu kerbau rawa Pampangan, yang dijuluki ”Kudapannya Raja-raja Palembang”. Seusai menerima 2,5 liter susu kerbau dari menantunya, Paisol (44), di salah satu rumah di Desa Bangsal, Kamis (7/12) Masnah (60) menyiapkan wajan, kompor gas, elpiji 3 kg, ember kecil, dan gula pasir 0,5 kg. Masnah mencampur susu kerbau dan gula pasir di ember kecil, lalu menuangkan adonan yang sudah tercampur rata itu ke wajan dan mengaduknya perlahan dengan spatula. Api kompor disetel antara kecil dan sedang karena proses masak harus bertahap 1-2 jam. Setelah melihat adonan mengental, Masnah mengaduknya perlahan hingga campuran susu kerbau dan gula mengkristal, kering kasar kecoklatan. Sekilas teksturnya mirip gula aren, dengan warna lebih pucat. Hasil masakan itulah yang disebut gulo puan. Camilan itu berasal dari dua suku kata, ”gulo” yang artinya gula atau manis dan ”puan” yang artinya susu. Maksudnya, gula susu atau manisan dari susu. Tak jarang gulo puan menjadi teman minum teh atau kopi. Ada juga yang memakannya langsung.

Menurut Masnah, membuat gulo puan menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun kepada para perempuan di Desa Bangsal. Masnah belajar membuat gulo puan menjelang pernikahannya dengan Junaidi (70) pada tahun 1979, tujuannya agar bisa menambah pemasukan keluarga atau membantu suami tanpa mengganggu tanggung jawabnya dalam keluarga. Hasil dari gulo puan dinilai cukup menjanjikan. Untuk menghasilkan 1 kg gulo puan, bahan yang dibutuhkan adalah 2,5 liter susu kerbau seharga Rp 62.500 (Rp 25.000 per liter) dan 0,5 kg gula pasir seharga Rp 8.000 (Rp 16.000 per kg). Selain itu, elpiji 3 kg seharga Rp 20.000 per tabung, tapi bisa digunakan memasak dalam 2-7 hari. Dengan modal produksi Rp 70.500, harga jual gulo puan bisa mencapai Rp 120.000 per kg. Artinya, ada keuntungan Rp 49.500, belum termasuk keuntungan dari penjualan produk turunan, seperti minyak samin seharga Rp 200.000 per kg dan mentega Rp 80.000 per kg. Namun, butuh proses masak berulang atau dalam jumlah besar untuk menghasilkan 1 kg minyak samin dan 1 kg mentega. (Yoga) 

Tags :
#Varia #Pangan
Download Aplikasi Labirin :