Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Menunggu Megamendung Cerah Kembali
Sentra batik di Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Cirebon,
Jabar, Sabtu (30/3) siang, lengang. Tempat parkir sejumlah toko batik pun
tampak kosong. Padahal, hari itu adalah libur panjang akhir pekan. Di toko EB
Batik Traditional Cirebon, hanya ada dua pengunjung yang datang dalam satu jam.
Para karyawan terlihat hanya melipat kain. ”Memang sekarang enggak seramai seperti
sebelum pandemi,” ucap Nurniati, supervisor produksi EB Batik. Pandemi Covid-19
memukul usaha batik di wilayah itu. Nia, sapaan akrab Nurniati, tak menyebut
penurunan jumlah pengunjung atau angka penjualan. Namun, kelompok wisatawan
yang pelesir ke Cirebon tak sesering dulu, termasuk menjelang Idul Fitri saat
orang berbelanja baju Lebaran.
”Kalau Lebaran itu ramainya H plus karena orang cari (kain
batik) buat oleh-oleh,” ujarnya. Upaya mereka menarik perhatian konsumen sudah
maksimal. Tak Cuma menyediakan kain batik tulis dan cap aneka motif, EB Batik juga
memajang gamis, blus, hingga luaran batik model terkini untuk Lebaran. Inovasi
menggabungkan megamendung yang ikonik dengan motif lain pun dilakukan. ”Minat
pada megamendung sudah turun. Makanya, kami coba kombinasi dengan motif lain,”
kata Nia. Ia memperlihatkan contoh batik motif megamendung yang dipadu motif
parang liris, motif keraton seperti kereta paksi naga liman, dan motif khas
Tionghoa berlatar merah berupa angkin. Warna batiknya pun tak melulu cerah.
Adaptasi juga terlihat dari pilihan material kain. Tidak melulu
katun, ada juga dobi, sampai sutra. Perajin pun membuat kain yang sudah berpola
sehingga para pelanggan lebih mudah menjahitnya menjadi kemeja. Mulai tahun
ini, setiap kain yang dijual di EB Batik memiliki kode batang (barcode). Dengan
memindai kode itu, pengunjung terhubung dengan akun Instagram yang menampilkan
aneka produk jadi dari kain batik mulai dari kemeja, kaus, hingga jaket. EB
Batik adalah satu dari sekian banyak jenama batik di Cirebon yang tumbuh bak
cendawan di musim hujan sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia
sejak 2 Oktober 2009. Batik Cirebon, dengan motif megamendungnya yang ikonik,
termasuk di dalamnya.
Tahun 2012, megamendung tampil di halaman depan buku Batik
Design karya Pepin van Roojen (Belanda). Motif ini juga digunakan desainer Inggris,
Julien Macdonald, untuk busana rancangan koleksi musim seminya. Pengakuan pada
batik Cirebon pun terus meningkat. Sayang, popularitas batik Cirebon redup
akibat pukulan pandemi. Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia
(APPBI) Komarudin Kudiya, mengungkapkan, saat ini pemasaran batik makin sepi. Tak
hanya di Cirebon, sentra batik lain seperti Pekalongan pun sama. ”Pascapandemi,
hampir 10-20 showroom tutup. Perajin batik turun 50 % dari kisaran 131.568
perajin. Kini, kalaupun sudah naik lagi, tetapi masih di bawah 75 % dari
kondisi awal,” tuturnya. Barang kali persoalan mendasar yang perlu ditelisik
adalah strategi pemasaran, terutama cara memanggil kembali pelanggan untuk
berbondong-bondong memborong batik motif megamendung. (Yoga)
Tren Sewa Rumah, Antara Bunga KPR dan Gaya Hidup Kekinian
Kabar tentang potensi kenaikan bunga kredit kepemilikan rumah
(KPR) sebagai dampak kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25 % memunculkan
lagi opsi lebih baik menyewa daripada membeli hunian. Mengontrak rumah diperbincangkan
karena dinilai lebih ekonomis daripada membeli rumah baru ataupun bekas. Menjadi
penyewa makin disanjung karena disebut bagian dari gaya hidup hijau dan
berkelanjutan. Terdeteksi naik daun di masa sekarang, tetapi sebenarnya bisnis
penyewaan tempat tinggal dan tempat usaha dipercaya telah ada sejak ratusan hingga
ribuan tahun silam. Di perkotaan, usaha menyewakan tempat untuk berbagai kebutuhan
tak bisa dipisahkan dari ledakan jumlah kelas menengah dari kalangan pekerja.
Saat ini, perekonomian penyewaan menjadi lebih kompleks dan beragam.
Selain penyewaan rumah ataupun hunian vertikal reguler, ada
juga penyewaan jangka pendek untuk liburan atau keperluan singkat lain. Ada
pula konsep ruang hidup berbagi (co-living) yang bisa diterjemahkan dengan
menyewa tempat bersama untuk tinggal ataupun berbisnis. Pertumbuhan perekonomian
penyewaan yang menjadi tren kekinian itu didorong oleh beberapa faktor,
termasuk perubahan demografi, kondisi ekonomi, dan kemajuan teknologi. Salah
satu pendorong utama perekonomian penyewaan adalah meningkatnya jumlah generasi
muda yang menunda kepemilikan rumah karena tingginya harga lahan dan rumah
serta pengaruh gaya hidup baru yang menginginkan fleksibilitas dan mobilitas
yang lebih luas.
Faktor lain yang berkontribusi terhadap pertumbuhan
perekonomian penyewaan adalah bangkitnya gig economy, yaitu membeludaknya pasar
tenaga kerja yang identik dengan karyawan kontrak jangka pendek atau pekerja
lepas (freelancer). Mereka memiliki pendapatan yang tidak dapat diprediksi dan
sering kali harus berpindah-pindah kota untuk bekerja. Menyewa rumah menjadi pilihan
lebih menarik daripada memiliki rumah. Menyewa rumah turut menjadi bagian dari
kampanye hidup hijau di perkotaan. Menyewa berarti memanfaatkan bangunan yang
telah ada dan kecenderungan pelaku mengontrak tempat lebih kecil daripada jika
membeli atau memiliki sendiri. Di samping itu, biasanya penyewa memilih rumah
di pusat kota yang lebih dekat dengan tempat kerja serta sekolah dan pasar.
Akses ke berbagai tujuan bisa dengan berjalan kaki atau memanfaatkan angkutan
umum. Biaya pembelian bahan bakar yang lebih kecil, bahkan tidak ada, ikut mengurangi
polusi udara dan kemacetan kota. Dengan pembayaran sewa secara periodik yang
stabil dan pengeluaran lain lebih kecil, pengontrak dapat mengatur keuangannya
secara lebih baik. (Yoga)
Merdeka Mengonsumsi sampai ke Cirebon
Catur Nugroho (36) supervisor RM Ayam Goreng Bahagia 71 Hj
Sunarti, mengenang saat pertama mengenal baju bermerek internasional. Bukan
dari butik aslinya yang ternama, melainkan di pasar baju second (bekas) di
Cirebon yang dikenal dengan nama Cimol. ”Cimol, ’Cirebon Mal’ bekas gitu. Bukan
jualan barang-barang cacat, tapi barang bekas pakai orang-orang luar yang masih
bagus,” tuturnya, Jumat (29/3) sore, di Cirebon, Jabar. Ia berburu kaus second
branded itu karena tak mungkin membeli di gerai aslinya. Harganya mahal. ”Di sana ada pengepulnya. Jadi, kalau kita
beli, ada satu karung gede terus kita disuruh cari sendiri. Ada Uniqlo, Adidas,
macam-macamlah,” ujar Catur. Ia membeli baju-baju itu dengan harga Rp 15.000
atau Rp 20.000 per potong. Kualitasnya, tak jauh beda dengan produk merek-merek
itu saat ini. ”Saya ngumpulin, dipakai, habis itu dijual. Kalau sudah bosan
tawarin ke teman-teman sendiri,” katanya seraya tertawa.
Uniqlo adalah salah satu produk yang disukai Catur. Menurut
dia, bahannya enak dan modelnya simpel. Saking fanatiknya, ia masih menyimpan
satu jaket dan dua kaus Uniqlo second. ”Enggak nyangka, setelah 10 tahun,
Uniqlo buka juga tokonya di Cirebon. Hari ini pun ramai banget karena pembukaan
Uniqlo. Jalanan sampai macet,” ucap Catur. Waktunya pas karena orang-orang juga
baru saja menerima THR. Tak ayal, hari itu, Cirebon macet laiknya Jakarta.
Pengunjung memadati Mal CSB, parkiran penuh sesak. Jalan Dr Cipto Mangunkusumo
yang berada di depan mal padat kendaraan sejak pagi hingga jelang tengah malam.
Pengunjung, tua, muda, dan anak-anak, antre sejak pagi dan keluar menenteng tas
belanja berlogo Uniqlo. Sebagian mengenakan sarung dan peci, menyuguhkan pemandangan
khas santri ”Kota Udang”.
Sukma (22) pegawai perusahaan konfeksi di Cirebon asal Bekasi
sudah tiba di Mal CSB sejak pukul 08.00. Bersama seorang teman, dua jam sebelum
mal buka untuk menyambut pembukaan gerai Uniqlo. Ia antre panjang di pintu
masuk gerai toko itu bersama pengunjung lain. Wajah-wajah mereka semringah,
berpadu dengan raut penasaran dan antusiasme di tengah hawa Cirebon yang gerah
dan lembab. Sukma mengaku ingin menjadi orang yang pertama menyaksikan
pembukaan gerai merek populer asal Jepang itu di Cirebon. Katanya, biar tak
ketinggalan tren. Rupanya Sukma dijangkiti sindrom FOMO alias fear of missing
out. Takut ketinggalan. Ia juga tak khawatir lagi ketinggalan mode. Sebagai
pencinta mode, ia bisa tetap terlihat keren seperti anak-anak muda di kota
lain.
Ahmad Dailami (20) dan Ibnu (21) tak sungkan berjejalan
dengan ratusan pengunjung lain di toko baru tersebut. Kedua pemuda yang
bermukim di Talun, Cirebon Selatan itu, berangkat pukul 07.00 demi menyambut
pembukaan gerai merek tersebut. ”Bukan karena gengsi, tapi lebih karena
bahannya yang enak, adem, kayak premium gitu. Biarpun harganya enggak murah-murah
banget, tapi worth it sih harganya,” kata Ahmad. Meski antrean di kasir mengular
panjang, Ahmad dan Ibnu tak gentar. Keranjang mereka penuh dengan kemeja untuk
menyambut Lebaran. Lidia Rosdiana (20) datang ke CBS dari rumahnya di Kabupaten
Cirebon bersama kakak dan ibunya, menempuh perjalanan satu jam mengendarai mobil.
Menurut dia, kehadiran merek Uniqlo di
Cirebon menjadi bukti kemajuan Cirebon. Ini juga membuktikan bahwa Cirebon
sudah dikenal banyak orang, sekaligus sebagai tujuan investasi. (Yoga)
KASUS TIMAH, Penyidik Tetapkan Lima Tersangka Baru
Penyidik Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka baru dalam
kasus dugaan korupsi tambang ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk periode
2015-2022. Tiga tersangka di antaranya bekas Kadis ESDM Provinsi Bangka
Belitung. Jadi, total sudah 21 tersangka dalam kasus tersebut. Direktur
Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Kuntadi,
menyampaikan, penyidik memeriksa 13 dari 14 saksi yang direncanakan diperiksa.
Salah satunya urung hadir karena sakit. ”Setelah dilakukan pemeriksaan, tim
penyidik memandang telah ditemukan alat bukti yang cukup sehingga pada hari ini
kami tetapkan lima tersangka,” kata Kuntadi, dalam jumpa pers pada Jumat (26/4)
malam.
Mereka adalah HL selaku beneficial owner PT Tinindo Inter
Nusa (PT TIN) dan FL selaku pegawai pemasaran PT TIN. Tiga tersangka berikutnya
berinisial SW selaku Kadis ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2015-Maret
2019; BN selaku Plt Kadis ESDM Kepulauan Bangka Belitung pada Maret 2019; dan
AS selaku Plt Kadis ESDM Kepulauan Bangka Belitung yang kini menjadi Kadis ESDM
Bangka Belitung. Kuntadi mengatakan, tersangka SW, BN, dan AS selaku pimpinan
di Dinas ESDM Bangka Belitung diduga sengaja menerbitkan dan menyetujui
Rancangan Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diajukan lima perusahaan pengolah
bijih timah atau smelter meskipun dokumen RKAB itu tak memenuhi syarat.
Kelima perusahaan dimaksud adalah PT Tinindo Inter Nusa, PT
Stanindo Inti Perkasa, PT Refined Bangka Tin, CV Venus Inti Perkasa, dan PT
Sariwiguna Bina Sentosa. ”Selain itu, RKAB tidak digunakan untuk menambang di wilayah
IUP, tetapi sekadar untuk melegalkan aktivitas perdagangan timah yang diperoleh
di wilayah IUP PT Timah Tbk,” katanya. Dua tersangka lainnya, FR dan HL, diduga
turut serta mengondisikan kerja sama penyewaan alat pengolahan timah. Untuk
itu, keduanya membentuk dua perusahaan boneka untuk memperlancar aktivitas
ilegal itu. Menurut Kuntadi, salah seorang tersangka, yakni HL, tidak memenuhi
panggilan penyidik karena sakit. (Yoga)
Lebih Serius Berantas Perjudian Online
Perjudian telah menimbulkan kerusakan besar. Ancaman kerusakannya semakin besar ketika masuk ke ranah online atau daring karena dapat dengan mudah menjangkau dan membujuk kelompok rentan. Mengacu pada laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun lalu, selama periode 2017-2022 terjadi sekitar 157 juta transaksi judi online di Indonesia. Total perputaran uang dalam perjudian itu diduga mencapai Rp190 triliun. Menurut PPATK, data tersebut diperoleh dari penelusuran dan analisis terhadap 887 pihak yang termasuk dalam jaringan bandar judi online.
Mengacu pada penjelasan PPATK pada September 2023 itu, perputaran dana yang amat besar tersebut merupakan gabungan dana untuk kepentingan taruhan, pembayaran kemenangan, biaya penyelenggaraan perjudian, transfer antar-jaringan bandar, serta transaksi dengan tujuan yang diduga pencucian uang yang dilakukan oleh jaringan bandar. Kegiatan judi online di Indonesia terpantau terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2017, PPATK menemukan ada 250.700 transaksi judi online dengan nilai total ‘hanya’ Rp2 triliun. Angkanya kemudian meroket dari tahun ke tahun hingga mencapai jumlah yang fantastis. PPATK mendeteksi 2,7 juta pihak mengikuti permainan judi online.
Data di atas menunjukkan betapa berbahayanya perjudian online yang menyasar kelompok rentan. Sebagian dana untuk perjudian bahkan diperoleh melalui pinjaman yang juga online. Ini menjadi siklus yang semakin memprihatinkan. Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan telah memutus akses atau takedownsebanyak 60.582 konten terindikasi perjudian online selama periode September 2023. Pejabat di Kominfo bahkan menyebutkan banyaknya takedown terhadap situs judi online kini telah melampaui situs pornografi.
Hal ini juga menunjukkan semakin seriusnya ancaman judi online.
Menurut data Kementerian Kominfo, pelaku judi onlinememang kebanyakan kaum muda yakni anak-anak di usia 17 sampai 20 tahun.
Penanganan yang melibatkan aparat penegak hukum, otoritas di bidang keuangan, otoritas di bidang informatika dan teknologi informasi, para ahli, serta pihak-pihak terkait perlu lebih serius dilakukan.
Memang diperlukan pendekatan yang sistematis dan menyeluruh untuk menangani perjudian online. Perlu prioritas jelas, apa saja yang akan didahulukan dalam penanganan judi onlineini. Misalnya fokus pada pemberantasan dan perlindungan kelompok rentan.
Menanti Pengaturan Asuransi TPL Lakalantas
Berlakunya Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) pada 12 Januari 2023 menjadi momentum baru untuk mendukung dan mewujudkan upaya pengembangan dan penguatan sektor keuangan di Indonesia. UU P2SK merupakan pengaturan penyesuaian berbagai peraturan di sektor keuangan dengan menggunakan metode omnibus ke dalam satu UU secara komprehensif, termasuk di dalamnya UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian (UU 40/2014). Pada UU P2SK ini pemerintah akan membentuk program asuransi wajib diantaranya mencakup asuransi tanggung jawab hukum pihak ketiga (third party liability) terkait kecelakaan lalu lintas, asuransi kebakaran, dan asuransi rumah tinggal terhadap risiko bencana.
Mengutip Bisnis.com )(Selasa, 31/10/2023), Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) sedang dalam pembahasan dan ditargetkan terbit pada 2024, selanjutnya regulator akan membuat Peraturan OJK terkait asuransi wajib untuk mendetailkan aturannya. Penyusunan PP sendiri pada saat ini fokus pada asuransi tanggung jawab hukum pihak ketiga terkait kecelakaan lalu lintas (TPL Lakalantas).
Penerapan asuransi wajib mempunyai tantangan tersendiri mengingat tingkat penetrasi asuransi di Indonesia pada 2022 hanya 2,27% dan tingkat densitas asuransi belum optimal yakni mencapai Rp1,9 juta per penduduk pada 2022. OJK melalui Peta Jalan Pengembangan dan Penggiatan Perasuransian Indonesia 2023-2027 menargetkan penetrasi asuransi mencapai 3,2% dengan tingkat densitas berada pada level Rp2,4 juta per penduduk.
Berdasarkan data di atas, penulis berharap penerbitan peraturan pemerintah mengkalkulasi tingkat efektifitas pemberlakuan TPL Lakalantas dengan membuat norma yang implementatif baik pada aspek premi yang murah, pengutipan premi yang mudah serta penyelesaian ganti rugi/klaim yang tidak susah.
Pemerintah dalam menetapkan premi harus memenuhi beberapa prinsip diantaranya adequate dan not excessive, artinya premi harus menghasilkan cukup uang untuk membayar kerugian-kerugian yang mungkin diderita dan besaran tarif tidak berlebihan harus memperhatikan kepentingan pembeli.
Kita berharap pelaksanaan TPL Lakalantas bisa berjalan dengan baik pada 2024 dan pemerintah segera mengeluarkan beleidnya agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya karena Indonesia relatif tertinggal dalam pelaksanaan TPL Lakalantas jika dibandingkan dengan negara lain.
ART JAKARTA GARDENS 2024 : MEMBANGKITKAN TRADISI PATUNG LUAR RUANG
Pada era Presiden Soekarno, karya seni patung monumental dijadikan alat diplomasi kebudayaan di ruang publik. Sekarang tradisi itu meredup, tetapi ada secercah harapan dari swasta yang menyalakan lagi semangat tersebut. Tradisi citra patung di luar ruang seperti era Bung Karno belum lama ini dihidupkan kembali. Sebanyak 30 patung karya 28 seniman ditampilkan di ruang terbuka Art Jakarta Gardens di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, pada 23-28 April 2024. Setiap karya seniman dihadirkan oleh galeri peserta Art Jakarta Gardens 2024 yang berjumlah 23 galeri. Patung dan instalasi itu merupakan karya seniman lintas generasi Tanah Air. Mulai dari Nyoman Nuarta dan G. Sidharta, hingga seniman muda Dian Hardiansyah dan Bandu Darmawan. Selama pameran, publik diajak menjelajahi kombinasi presentasi karya seni bentuk patung, instalasi, dan objek dua dimensi.
“Pilihan Plataran sebagai lokasi juga diperhitungkan karena tempat ini mendukung untuk karya seni patung sesuai tradisi dalam seni rupa, yakni di luar ruangan. Ini juga memperkaya ragam acara seni dan hiburan bagi warga Kota Jakarta,” ujar Direktur Artistik Art Jakarta Gardens Enin Supriyanto pada wartawan. Sekira dua puluh langkah dari lobi, pengunjung juga disajihkan karya Teguh Ostenrik. Pematung kawakan itu memboyong karya berjudul The Dream of Mother yang menawarkan tema personal mengenai hubungan antara ibu dan anak. Ini terefleksi lewat dua objek patung abstrak yang berdiri saling berdekatan. Teguh juga masih mengeksplorasi bronze casted sebagai material karya, sehingga meninggalkan kesan rustic yang menyatu dengan alam. Meski tampak abstrak, visual yang tampil seolah menggambarkan figur ibu yang ingin memeluk si buah hati, sementara sang anak tampak berlari menuju dekapan sang ibu.
Tahun ini misalnya, Art Jakarta Gardens 2024 menggandeng PT Indonesia Logam Pratama (Treasury). Perusahaan tersebut kali ini turut menghadirkan karya seni patung Naufal Abshar berjudul Gold is King yang ditempatkan di dekat tenda B area pamer. Dalam karya ini Naufal mengambil inspirasi dari keledai dari karakter lukisannya, Donkey. Menurutnya, keledai merupakan hewan yang punya ikatan kuat dengan emas. Pada masa lalu, para penambang emas seringkali membawa hasil tambangnya dengan keledai ke kota.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid mengatakan, gelaran ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah bertemunya ekosistem seni di Indonesia, tetapi juga memacu diskusi menarik tentang keberadaan seni rupa di ruang publik saat ini. Seni rupa, kata Hilmar, sudah sepatutnya menjadi elemen yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat di sebuah wilayah. Hilmar membayangkan patung dan instalasi yang ditata sedemikian rupa di ruang publik hari ini, tidak hanya terjadi di sebuah art fair.
PILKADA 2024 : TENSI BASIS SUARA MULAI MEMANAS
Usai fokus bertarung pada ajang pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, partai politik kini berkonsentrasi pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, dengan menyiapkan para kandidat yang akan berlaga di sana. Pilkada 2024 akan berlangsung di 545 daerah dengan perincian 37 gubernur, 415 bupati, dan 93 wali kota. Sebagian adalah daerah yang memiliki peran strategis secara politik. Di Pulau Jawa, misalnya, Pilkada akan berlangsung di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Tanpa mengesampingkan daerah lainnya, Pilkada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah pertarungan gengsi antara partai politik. DKI Jakarta, misalnya, dalam sejarah elektoral, Pilkada DKI selalu panas dan banyak diperebutkan para elite politik. Pada Pilkada 2017 lalu, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS berhasil memenangkan kontestasi politik di ibu kota. Setelah lepas jadi Gubernur, Anies diketahui maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Belakangan ia kalah dari rivalnya, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Pada pemilu 2024 terdapat pergeseran yang signifi kan, PKS berada di posisi puncak. Data KPU, khusus Pileg DPRD DKI Jakarta, PKS memperoleh lebih dari 1 juta suara, disusul PDIP 850.174, dan Gerindra 728.297. Sejauh ini nama Anies Baswedan dan Ahmad Sahroni masuk dalam bursa calon kepala daerah. Sahroni kemungkinan besar akan diusung oleh Nasdem. Sedangkan Anies perlu membangun komunikasi politik dengan partai politik. Sementara itu, Jawa Barat adalah basis suara Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. Data KPU untuk Pileg DPRD Provinsi, menunjukkan Gerindra masih mendominasi di provinsi Jawa Barat. Pilkada Jawa Tengah, juga menjadi pertaruhan bagi PDIP, untuk membuktikan bahwa PDIP adalah kandang Banteng. Pasalnya, sejak reformasi lebih dari dua dasawarsa lalu, Jawa Tengah selalu dipimpin oleh Gubernur dari partai berlambang banteng tersebut. Sebut saja Mardiyanto, Bibit Waluyo, hingga Ganjar Pranowo. Saat ini, PDIP masih cukup perkasa di Jawa Tengah.
Perolehan suaranya di Pemilu 2024 mencapai 5,27 juta.
Ada tiga tokoh yang kemungkinan maju dalam kontestasi di Jawa Tengah antara lain Hendrar Prihadi bekas Wali Kota Semarang, Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Sudaryono, dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi.
Selain Sudaryono, baliho Kapolda Jateng IrjenPol Ahmad Lutfi juga mencolok selama libur lebaran tersebar di jalan-jalan utama Jateng. Namun dirinya telah mengklarifikasi dan menegaskan tidak ada sosialisasi berkaitan pencalonannya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2024.
Adapun Jawa Timur juga akan menjadi pertarungan yang menarik. Petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak telah secara terbuka menyatakan akan bertarung lagi dalam kontestasi Pilkada 2024.
PDI-P dan PKS Diprediksi Bakal Berada di Luar Pemerintahan
Setelah Partai Nasdem dan PKB menyatakan mendukung
presiden-wapres terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, kini tersisa
PDI Perjuangan dan PKS yang belum menentukan posisi politik mereka pasca-Pilpres
2024. Kedua partai masih menanti proses di internal masing-masing. Namun,
pengamat politik memprediksi kedua partai itu akan memutuskan berada di luar
pemerintahan. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Djarot Saiful Hidayat,
Jumat (26/4) menjelaskan, dalam menentukan posisi politik partai, baik di dalam
maupun di luar pemerintahan Prabowo-Gibran, partai berencana menggelar rapat
kerja nasional (rakernas) pada 24-26 Mei mendatang.
Rakernas akan menjadi momentum penting partai untuk
merumuskan sikap politik sesuai dengan dinamika politik nasional. Dalam
rakernas nanti, para pengurus partai dari daerah sampai pusat akan
bermusyawarah untuk memberikan usulan kepada Ketua Umum PDI-P Megawati
Soekarnoputri terkait arah partai ke depan. ”Itu (sikap PDI-P) nanti tunggu
rakernas pada 24-26 Mei mendatang, ya,” ujarnya. Meski demikian, Djarot menegaskan,
PDI-P tidak ada masalah, baik dengan Prabowo maupun Partai Gerindra, karena
komunikasi terus terjalin secara informal. PKS juga masih menanti keputusan
Majelis Syura PKS.
Majelis yang dipimpin Salim Segaf Aljufri, menurut Juru
Bicara PKS Ahmad Mabruri, memiliki kewenangan untuk menentukan arah politik
partai pascapilpres. Hanya, kapan keputusan itu akan diambil, belum ada
kepastian waktu. Terlepas dari itu, hari Sabtu (27/4) ini, PKS merancang pertemuan
dengan Prabowo dalam acara halalbihalal Idul Fitri. Tak hanya Prabowo, PKS juga
mengundang seluruh elite politik untuk hadir. ”Tujuannya untuk silaturahmi PKS
dengan berbagai unsur internal ataupun eksternal,” kata Ahmad. Sekjen PKS Aboe
Bakar Al-Habsyi pernah menyampaikan bahwa partainya siap berada di dalam
pemerintahan ataupun di luar pemerintahan.
”Tinggal permasalahan suasana dan dialognya saja nanti. Kita
tunggu saja beberapa hari lagi. Kalau Pak Prabowo dating ke DPP PKS, kami juga
akan kasih karpet merah sebagai presiden pemenang. Kita sambut, ya,” tutur
Aboe. Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, Firman Noor, memprediksi, kemungkinan hanya
PDI-P dan PKS yang akan berada di luar pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebab,
kedua partai itu belum dikunjungi oleh Prabowo setelah resmi ditetapkan sebagai
presiden terpilih. Lebih lanjut, menurut dia, PDI-P dan PKS tidak mudah diajak
untuk berkoalisi. ”Kedua partai ini juga berpengalaman dalam menjadi oposisi
atau di luar pemerintahan. Keduanya cenderung punya kekuatan di basis ideologis
dan konsistensi. Ditambah, PDI-P punya catatan hitam dengan trah keluarga
Jokowi yang ada di kubu Prabowo,” ujarnya. (Yoga)
Inklusi Sosial Mendukung Kesempatan Kerja Penyandang Autisme
Setiap anak terlahir dengan potensi diri yang berbeda dan bisa dikembangkan seiring pertumbuhan usia, termasuk anak dengan autisme.
Diagnosis dini, intervensi tepat, lingkungan inklusif, dan orangtua yang kuat
bisa menjadikan anak berkebutuhan khusus mandiri menjalani hidupnya. Namun,
potensi dan kelebihan mereka acap kali masih terhalang oleh kesempatan berkarya
di masyarakat. Inklusi sosial perlu ditingkatkan agar mereka juga dapat berkontribusi
di berbagai bidang. Dokter spesialis anak konsultan neurologi, Hardiono D
Pusponegoro, menegaskan, ”Pemahaman akan gaya komunikasi, dukungan dari rekan
kerja, atasan, atau mentor hingga lingkungan kerja yang inklusif dan terbuka
kepada individu dengan autisme bisa membantu meningkatkan kontribusi mereka di
tempat kerja,” kata Hardiono, dalam diskusi yang digelar Zally Zarras Learning
Center dan Yayasan Drisana, di Jakarta, Kamis (25/4).
Sementara itu, masih banyak kesenjangan kesempatan kerja dan
pendidikan bagi penyandang autisme. Berdasarkan data Kemenaker, dari 440 perusahaan
dengan tenaga kerja 237.000 orang, hanya 2.851 orang atau 1,2 % tenaga kerja
disabilitas yang berhasil ditempatkan dalam sektor formal. Padahal, UU No 8
Tahun 201 tentang Penyandang Disabilitas mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan
penyandang disabilitas dengan porsi 1 % dan 2 % untuk BUMN dan BUMD.
Implementasi aturan perlu didorong untuk mencapai kondisi ideal. Menurut
Hardiono, penerimaan dari keluarga, khususnya orangtua, yang lapang dada bisa
mendukung tumbuh kembang anak dengan autisme. Masyarakat juga harus menjadi
lingkungan sosial yang inklusif dengan memastikan semua hak yang dimilikinya
didapat dengan setara, tapi sulit dicapai karena banyak guru belum memiliki
kemampuan pendidikan khusus untuk mengajar anak berkebutuhan khusus.
Guna menjembatani kesenjangan tersebut, Zally Zarras Learning
Center dan Yayasan Drisana akan mengadakan Special Kids Expo (Spekix) 2024 pada
11-12 Mei 2024 di Jakarta Convention Center. Acara gratis untuk umum ini mengajak
seluruh masyarakat untuk mendukung lingkungan sosial yang inklusif. Deputy
Chairperson Spekix 2024 Zavnura Pingkan Sutowo mengatakan, ”Ini adalah platform
yang efektif dalam mendukung dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat
berkebutuhan khusus dan menjadi wadah
para pemangku kepentingan untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang
penilaian, terapi, pendidikan formal, keterampilan, dan pelatihan yang
diperlukan bagi orangtua, keluarga, pendidik, dan pengasuh anak dengan
autisme,” kata Zally (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









