Tren Sewa Rumah, Antara Bunga KPR dan Gaya Hidup Kekinian
Kabar tentang potensi kenaikan bunga kredit kepemilikan rumah
(KPR) sebagai dampak kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25 % memunculkan
lagi opsi lebih baik menyewa daripada membeli hunian. Mengontrak rumah diperbincangkan
karena dinilai lebih ekonomis daripada membeli rumah baru ataupun bekas. Menjadi
penyewa makin disanjung karena disebut bagian dari gaya hidup hijau dan
berkelanjutan. Terdeteksi naik daun di masa sekarang, tetapi sebenarnya bisnis
penyewaan tempat tinggal dan tempat usaha dipercaya telah ada sejak ratusan hingga
ribuan tahun silam. Di perkotaan, usaha menyewakan tempat untuk berbagai kebutuhan
tak bisa dipisahkan dari ledakan jumlah kelas menengah dari kalangan pekerja.
Saat ini, perekonomian penyewaan menjadi lebih kompleks dan beragam.
Selain penyewaan rumah ataupun hunian vertikal reguler, ada
juga penyewaan jangka pendek untuk liburan atau keperluan singkat lain. Ada
pula konsep ruang hidup berbagi (co-living) yang bisa diterjemahkan dengan
menyewa tempat bersama untuk tinggal ataupun berbisnis. Pertumbuhan perekonomian
penyewaan yang menjadi tren kekinian itu didorong oleh beberapa faktor,
termasuk perubahan demografi, kondisi ekonomi, dan kemajuan teknologi. Salah
satu pendorong utama perekonomian penyewaan adalah meningkatnya jumlah generasi
muda yang menunda kepemilikan rumah karena tingginya harga lahan dan rumah
serta pengaruh gaya hidup baru yang menginginkan fleksibilitas dan mobilitas
yang lebih luas.
Faktor lain yang berkontribusi terhadap pertumbuhan
perekonomian penyewaan adalah bangkitnya gig economy, yaitu membeludaknya pasar
tenaga kerja yang identik dengan karyawan kontrak jangka pendek atau pekerja
lepas (freelancer). Mereka memiliki pendapatan yang tidak dapat diprediksi dan
sering kali harus berpindah-pindah kota untuk bekerja. Menyewa rumah menjadi pilihan
lebih menarik daripada memiliki rumah. Menyewa rumah turut menjadi bagian dari
kampanye hidup hijau di perkotaan. Menyewa berarti memanfaatkan bangunan yang
telah ada dan kecenderungan pelaku mengontrak tempat lebih kecil daripada jika
membeli atau memiliki sendiri. Di samping itu, biasanya penyewa memilih rumah
di pusat kota yang lebih dekat dengan tempat kerja serta sekolah dan pasar.
Akses ke berbagai tujuan bisa dengan berjalan kaki atau memanfaatkan angkutan
umum. Biaya pembelian bahan bakar yang lebih kecil, bahkan tidak ada, ikut mengurangi
polusi udara dan kemacetan kota. Dengan pembayaran sewa secara periodik yang
stabil dan pengeluaran lain lebih kecil, pengontrak dapat mengatur keuangannya
secara lebih baik. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023