Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Membangun Akses Sanitasi Aman lewat Swadaya Masyarakat
Penantian Baiq Remlah (53) selama bertahun-tahun untuk memiliki jamban di kediamannya sendiri akhirnya terbayar sudah. Karena alasan ekonomi, selama ini Remlah menumpang ke rumah saudaranya untuk buang air besar. Remlah adalah warga Desa Kotaraja, Kabupaten Lombok Timur, NTB, yang menerima bantuan pembangunan sanitasi aman dari Baznas. Pembangunan sanitasi ini juga ditinjau Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef) bersama Pemprov NTB. Baznas memberikan anggaran Rp 500.000 untuk setiap unit jamban kepada 192 keluarga di Desa Kotaraja. Anggaran dari Baznas ini, di antaranya, untuk pengadaan bahan-bahan, seperti kloset, pipa, semen satu sak, dan buis beton.
Namun, anggaran untuk membangun satu unit jamban di setiap rumah membutuhkan biaya Rp 2 juta-Rp 3 juta, untuk pembangunan tembok, pintu, hingga upah pengerjaan. Kekurangan anggaran untuk pembangunan sanitasi ini dipenuhi melalui iuran dari keluarga dan swadaya masyarakat. Setelah semua anggaran terkumpul, pembangunan jamban di rumah Remlah mulai dibangun akhir 2023 lalu. Kini, jamban berukuran 2 x 2 meter tersebut selesai dibangun, lengkap dengan akses air, pintu atau pembatas, dan penerangan. ”Jamban ini membuat saya jadi lebih bersih dan tidak perlu menumpang lagi ke rumah saudara untuk buang air besar,” ujar Remlah di kediamannya, Jumat (3/5).
Kesadaran masyarakat bergotong royong membantu pembangunan jamban untuk setiap keluarga ini tidak terlepas dari edukasi dan pemahaman terkait pentingnya peningkatan kualitas sanitasi yang aman di daerahnya. Masyarakat telah mafhum bahwa pembangunan sanitasi yang aman juga akan mencegah penularan berbagai penyakit. Perhatian dan komitmen semua pihak membuat Kotaraja meraih penghargaan Desa Mandiri dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada 2023. (Yoga)
Tiga WNI Tipu Perusahaan di Singapura
Dengan menggunakan alamat surat elektronik yang menyerupai milik perusahaan resmi, tiga warga negara Indonesia bersama dua warga negara Nigeria menipu perusahaan di Singapura. Tindakan kelimanya merugikan PT Huttons Asia dan Kingsford Huray Development Ltd yang berkedudukan di Singapura. Akibat aksi lima orang itu, salah satu perusahaan di Singapura dirugikan hingga Rp 32 miliar. Tiga WNI yang terlibat kejahatan ini berinisial DM alias L, YC, dan I. Adapun warga negara Nigeria yang menjadi pelaku kejahatan ini berinisial EJA dan CO alias O. Kelimanya ditangkap Polri belum lama ini.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Himawan Bayu Aji, Selasa (7/5) di Jakarta, mengatakan, kasus itu berawal dari aksi beberapa orang yang memanipulasi data pada alamat surat elektronik bisnis PT Huttons Asia yang berhubungan bisnis dengan Kingsford Huray Development Ltd. ”Modus operandi para pelaku adalah mengelabui korban dengan menggunakan (alamat) e-mail palsu, yaitu mengganti posisi alfabet atau menambahkan satu atau beberapa alphabet pada alamat e-mail sehingga menyerupai aslinya,” kata Himawan. Dalam aksinya, para tersangka membuat alamat surat elektronik yang menyerupai milik PT Huttons Asia.
Jika PT Huttons Asia memiliki alamat surat elektronik dengan nama arhuttonsgroup.com, mereka memiliki alamat surat elektronik dengan nama arhuttongroups.com. Mereka juga membuat nama perusahaan yang menyerupai PT Huttons Asia, yakni PT Hutton Asia International. Dengan menggunakan alamat surat elektronik dan nama perusahaan buatan itu, para pelaku sekitar Juni 2023 meminta pengiriman uang kepada Kingsford Huray Development Ltd, rekan usaha PT Huttons Asia. Kingsford Huray Development Ltd kemudian mentransfer uang kenomor rekening yang dibuat pelaku di Indonesia. Himawan menuturkan, polisi masih memburu satu orang warga negara Nigeria berinisial S. Dia yang meretas dan berkomunikasi dengan perusahaan Kingsford Huray Development Ltd. (Yoga)
Kesejahteraan dan Literasi Rendah, Guru Terjerat Pinjol
Fakta ironis ketika Indonesia sedang menyiapkan generasi emas untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ternyata guru dan pelajar menjadi kelompok masyarakat terbanyak yang terlilit kredit macet pinjaman online (Pinjol). Salah satu penyebabnya adalah literasi keuangan di kalangan guru dinilai rendah. Demikian pula dengan kesejahteraan para guru, terutama honorer, sehingga mereka terdorong untuk mengambil jalan pintas mengambil pinjol demi mendanai kebutuhan. Pada titik ini, mau tak mau pemerintah, OJK, dan lembaga keuangan harus meningkatkan literasi keuangan para guru. Dengan begini, mereka pasti akan berpikir panjang kala hendak mengambil pinjol, karena tahu untung dan ruginya. Peningkatan kesejahteraan guru, termasuk guru honorer juga perlu dilakukan. hal ini bakal memperkuat fondasi keuangan para pendidik, sehingga tidak mudah tergoda oleh pinjol yang kebanyakan menawarkan kemudahan proses pencairan pinjaman. (Yetede)
Butuh 215 Ribu Pompa untuk 2,15 Juta Ha Sawah Tadah Hujan
Kementerian Pertanian (Kementan) menggeber program pompanisasi pada lahan-lahan sawah tadah hujan guna mengejar target produksi beras 32 juta ton tahun ini dan 34 juta ton tahun depan. Setelah diverifikasi, terdapat 2,15 juta hektare (ha) sawah tadah hujan yang berpotensi mengadopsi program pompanisasi dengan total kebutuhan 215 ribu unit pompa. Saat ini, pompa yang sudah beroperasi 27 ribu unit dengan jangkauan 275 ribu ha, atau masih kurang 194 ribu unit lagi bagi 1,95 juta ha sawah tadah hujan yang pemenuhannya akan dilakukan bertahap. Menurut menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pompanisasi adalah solusi cepat dalam mengantisipasi dampak kekeringan atau musim kemarau terhadap produksi beras /padi. Kekeringan panjang yang sempat terjadi tahun lalu menurunkan produksi padi/beras nasional karena areal tanaman menyusut akibat kekurangan air. Amran pernah mengatakan, apabila ditempuh opsi cetak sawah untuk meningkatkan luas tanam maka dibutuhkan 2-3 tahun. "El Nino panjang sempat menurunkan produksi padi/beras tahun lalu. Karenanya, pompanisasi ini merupakan solusi paling cepat guna memacu produksi dalam menghadapi kemarau panjang atau EL Nino," papar mentan (Yetede)
Tanda Seru dari Pabrik Sepatu
Pengumuman PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) mengenai penutupan operasional pabrik sepatunya di Purwakarta, Jawa Barat, per 30 April 2024 seperti menghidupkan alarm mengenai industri alas kaki maupun industri manufaktur di Indonesia. Pabrik ini sudah beroperasi sejak 30 tahun yang lalu. Sebuah periode yang cukup panjang untuk ukuran Indonesia. Dalam pasar alas kaki, brandBata juga sudah dikenal begitu lama dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sebagian kalangan generasi X pada masa lalu. Dua hal ini membuat kabar viral mengenai penutupan pabrik di Purwakarta tersebut mendapat sorotan yang luas. BATA menutup operasional pabrik sepatunya lantaran rugi selama 4 tahun terakhir. Apabila ditelisik lebih jauh, BATA membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp190,28 miliar per 31 Desember 2023.
Rugi itu membengkak hampir 80% dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp105,91 miliar. (Bisnis.com, 6/6). Meskipun menghentikan operasional pabrik di Purwakarta, perusahaan tersebut masih menjalankan usahanya di Indonesia, khususnya di sektor ritel. Pengurus Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) pun angkat suara. Pengurus Aprisindo menyebut industri alas kaki dalam negeri masih menghadapi tekanan sehingga kinerjanya masih terkontraksi setelah dihantam pandemi. Menurut pengurus Aprisindo, sejak pandemi hingga saat ini kondisi industri belum pulih normal. Terlebih, tantangan inflasi pangan pada awal tahun ini yang memicu lesunya daya beli konsumen. Beberapa brand untuk segmen menengah-menengah ke bawah pada periode Lebaran yang baru lalu mengalami penurunan dibanding untuk periode yang sama di 2023.
Sejatinya, industri alas kaki merupakan salah satu subsektor dari industri pengolahan. Industri ini berkontribusi sebesar 1,26% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan pada kuartal I/2024. Badan Pusat Statistik melaporkan, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki sebesar Rp8,02 triliun pada kuartal I/2024. Nilai tersebut naik 5,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (DataIndonesia.id, 6/6)Secara makro, pertumbuhan kinerja industri kulit dan alas kaki tersebut melanjutkan tren positif yang terjadi sejak kuartal IV/2023. PDB ADHK dari industri alas kaki pada kuartal pertama tahun ini juga menjadi yang tertinggi dalam 2 tahun terakhir.
PILKADA JAKARTA : Anies Menyadari Banyak Dukungan
Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum menentukan langkah untuk berpartisipasi dalam ajang Pilgub Jakarta 2024. Dia berdalih, hanya partai politik yang bisa mengusung kandidat agar dapat maju dalam pertarungan Pilkada. “Ini kan sebetulnya bukan sesuatu yang bisa diputuskan oleh saya, karena bukan pribadi yang bisa mencalonkan, dan yang bisa mencalonkan adalah partai,” katanya di Jakarta, Selasa (7/5). Anies pun mengetahui bahwa belakangan ini banyak warga DKI Jakarta menyampaikan aspirasi agar dia maju dan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta nanti.
Di sisi lain, Anies disebut berpeluang berduet dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada Jakarta. Namun, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai Anies dan Ahok sulit untuk bersanding.
“Walaupun disatukan, tetap saja bahwa ada persoalan pidana pada masa lalu, itu kan tidak pernah terhapus.”
PEMOTONGAN INSENTIF ASN : Bupati Sidoarjo Ditahan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (AMA) atau Gus Muhdlor sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemotongan insentif ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Muhdlor langsung ditahan, kemarin, setelah tidak memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik KPK, pada 19 April dan 3 Mei 2024. “Untuk kebutuhan penyidikan, tim penyidik menahan tersangka AMA selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 7 Mei 2024 sampai dengan 26 Mei 2024 di Rutan Cabang KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Johanis Tanak pada konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/5). KPK sebelumnya telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Kasubag Umum Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Pemkab Sidoarjo Siska Wati (SW) dan Kepala BPPD Sidoarjo Ari Suryono. KPK menyebut Muhdlor bersama sejumlah pihak terlibat dalam kasus pemotongan insentif bagi ASN BPPD Sidoarjo dengan besaran 10%—30%.
SIKAP POLITIK GANJAR-MAHFUD : Oposisi Niatnya Juga Baik
Partai Gerindra menjamin kebebasan setiap indivitu untuk menentukan hak politiknya masing-masing, termasuk sikap Ganjar Pranowo dan Mahfud Md yang menjadi oposisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan akan menghargai dan menghormati sikap politik Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang sudah siap menjadi oposisi pemerintah Prabowo-Gibran. “Kalau itu memang sudah menjadi pilihan Pak Ganjar, kami tidak akan mungkin bisa menghalangi,” tuturnya di Jakarta, Selasa (7/6). Habiburokhman menjelaskan bahwa jadi oposisi maupun koalisi, semuanya sama-sama baik dan mulia. Dia meyakini bahwa pilihan Ganjar-Mahfud tersebut adalah salah satu cara terbaik untuk masa depan bangsa Indonesia. “Kami yakin apapun pilihan Pak Ganjar ya niatannya adalah melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” katanya. Meskipun Ganjar-Mahfud sudah tentukan sikap politiknya untuk menjadi oposisi, Habiburokhman mengatakan dirinya tetap akan menjalin komunikasi dengan baik.“Tidak ada masalah ya dan sikap oposisi juga bukan merupakan pilihan yang salah juga ya,” ujarnya.
Bunga, Volatilitas & Daya Beli
Di tengah masih tingginya inflasi dan suku bunga acuan berbagai negara, Bank Indonesia (BI) dalam putusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan April 2024 menaikkan suku bunga acuan (BI7DRR) menjadi 6,25%. Kenaikan suku bunga terakhir dilakukan BI 7 bulan yang lalu pada September 2023. Dirunut lebih jauh, kondisi saat ini merupakan rangkaian penyesuaian suku bunga acuan yang dilakukan BI sejak Agustus 2022 di mana pada waktu itu BI7DRR hanya sebesar 3,50%. Dalam keputusannya di April 2024, terdapat dua hal yang menjadi trigger utama BI yaitu menjaga stabilitas rupiah sebagai respons kondisi global dan sebagai langkah preemptive dan forward looking memastikan inflasi domestik tetap dalam rentang sasaran.
Dari sisi arus modal, pasar keuangan Indonesia juga mencatat arus modal keluar baik di pasar modal maupun pasar surat utang. Di sisi lain, tingkat inflasi yang persisten tinggi di hampir seluruh dunia telah mendorong banyak negara utama mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Bagi Indonesia yang mengaplikasikan peta arus modal terbuka, mempertahankan attractiveness di mata investor adalah keharusan. Hal ini, antara lain, dapat didorong oleh imbal hasil instrumen investasi yang kompetitif. Menyiapkan respons terhadap tekanan dari sisi eksternal bukanlah hal yang mudah. BI sudah merespons hal ini dengan menaikkan suku bunga acuan. Terdapat beberapa langkah yang dapat membantu menjaga daya beli masyarakat pada kondisi suku bunga yang tinggi.
Pertama, dengan menjaga APBN sebagai shock absorber (peredam guncangan).
Kedua, perbaikan tata kelola perdagangan untuk mengurangi ketergantungan produk asing.
Adapun stategi yang dapat dilakukan antara lain kampanye kesadaran risiko dan bahaya perjudian online, penyediaan alternatif hiburan, serta pengawasan ketat terhadap perjudian online. Selain kebijakan stabilisasi, pemerintah juga perlu cermat mencari momentum dalam upaya perbaikan sisi penerimaan.
Selain langkah menjaga daya beli dalam jangan pendek (short-term), perlu juga dipikirkan jangka menengah dan panjang (long-term). Sebagai contoh, memahami bahwa sumber terbesar inflasi di Indonesia berasal dari sisi harga pangan, akselerasi sektor pertanian untuk meningkatkan ketahan pangan negeri perlu menjadi perhatian. Menghadapi tingginya harga komoditas, kebijakan impor memang tidak terkelakkan.
Trilema Kenaikan Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur BI pada April 2024 memutuskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 %. Tekanan terhadap stabilitas (nilai tukar) terlalu kuat sehingga suku bunga perlu segera dinaikkan. Tekanan terhadap rupiah meningkat sejak bank sentral AS (The Fed) memutuskan menahan suku bunga acuan 5,25-5,50 %. Dalam pidatonya, Ketua The Fed Jerome Powell menyebut kenaikan harga dalam tiga bulan pertama 2024 lebih cepat dari dugaan sebesar 2,7 % atau masih lebih tinggi dari target 2 %. Para investor seluruh dunia mengatur ulang komposisi investasinya dengan menambah penempatan di aset bernilai USD. Itulah mengapa, indeks USD naik mencapai level tertinggi sejak 20 tahun terakhir. Pada 29 April 2024, indeks USD mencapai 105,73 setelah pada September 2022 mencapai 112 atau tertinggi sejak Desember 2001 yang berada pada 116.
Setiap kali indeks USD naik, harga aset dalam USD turun akibat banyaknya permintaan. Konsekuensinya, imbal hasil investasi (yield) dalam USD meningkat mencapai level tertinggi sejak 2007 mencapai 4,5-4,6 % untuk obligasi jatuh tempo sepuluh tahun. Dinamika pasar ini telah menekan nilaitukar rupiah yang pada akhir April 2023 mencapai Rp 16.270 per USD atau terendah sejak 2020. Imbal hasil obligasi rupiah dengan maturitas 10 tahun kembali naik, mencapai 7,2 % dan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terus tertekan dan sempat turun di bawah 7.000. Dalam situasi seperti ini, kebijakan kenaikan suku bunga acuan tak terelakkan. Apa lagi, fokus kebijakan moneter BI adalah menjaga stabilitas.
Jika disiplin fiskal ditinggalkan, dengan alasan apa pun, risikonya bisa fatal. Dominasi fiskal telah membuat kebijakan moneter terkunci karena harus mengatasi tiga hal sekaligus, yaitu meredam kenaikan harga (inflasi), menjaga pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan stabilitas pasar. Itulah trilema sebagai tantangan baru bagi otoritas moneter di seluruh dunia. Keputusan terakhir BI menaikkan suku bunga dalam rangka menenangkan pasar menunjukkan trilema kebijakan tersebut. Program kerja pemerintah ke depan pertama-tama harus fokus pada peningkatan produktivitas ekonomi sebagai benteng paling kuat menghadapi turbulensi ekonomi di masa depan. Program yang tak langsung mendorong produktivitas perlu dikaji ulang agar tidak justru menciptakan risiko di masa depan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









