Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Industri Penggilingan Padi
Ribuan penggilingan padi skala kecil (PPK) mati karena kalah bersaing. Begitu laporan investigasi Kompas di wilayah produsen padi di Jawa dan luar Jawa (Kompas, 12/6/2024). Mereka kalah bersaing dengan penggilingan padi skala besar (PPB), tidak hanya dalam perebutan bahan baku gabah, tetapi juga dalam pemasaran beras. PPB menguasai modal, teknologi, serta pasar beras kualitas tinggi. Di pihak lain, kebijakan pemerintah (pusat dan daerah) tak banyak berubah dalam 50 tahun terakhir, sebatas menambah jumlah PPK, tanpa mempertimbangkan kelebihan kapasitas giling, ketersediaan gabah, serta dampaknya terhadap kehilangan hasil dan kualitas beras.
BPS (2020) melaporkan, jumlah PPK mengambil porsi 95 % dari total 170.000 usaha penggilingan padi (PP), sementara porsi PPB hanya 0,6 %. Secara keseluruhan, jumlah PPK berkurang sekitar 10.000 unit dibanding data BPS tahun 2012. Dalam periode yang sama, separuh atau 1.000 unit PPB tutup usaha, karena ketersediaan gabah yang terus berkurang, kelebihan kapasitas giling, serta kebijakan harga eceran tertinggi (HET) yang memasung industri PP. Dalam dua dekade terakhir, preferensi konsumen beras banyak berubah. Penelitian Perhepi (2017) memperlihatkan, Pertama, tempat pembelian beras yang semula dilakukan di pasar tradisional beralih ke pasar modern (minimarket, supermarket dan hypermarket), beras curah, beralih ke beras dalam kemasan bermerek.
Kedua, kualitas dan kuantitas beras yang dikonsumsi masyarakat juga berubah. Konsumsi beras per kapita cenderung turun. Di pihak lain, kualitas beras yang dikonsumsi semakin baik dan beragam. Konsumen lebih memilih beras putih/bening, banyak beras kepala, sedikit beras patah, rasa pulen, kecuali wilayah tertentu. Misalnya konsumen di Sumbar yang lebih menyenangi beras pera, memilih beras dari varietas lokal, seperti Rojolele, Pandanwangi, Solok, serta dibungkus dalam kemasan 5 kg atau 10 kg. Perubahan itu ”ditangkap” PPB yang terus berinovasi menghasilkan beras dengan berbagai atribut sesuai keinginan konsumen. Ironisnya, beras kualitas medium yang dihasilkan PPK tak banyak lagi diminati konsumen.
PPK kurang insentif untuk naik kelas, misalnya menjadi penggilingan padi skala menengah (PPM). Mereka sudah puas dengan produksi yang dihasilkan masih laku dijual. Artinya, semakin besar permintaan beras medium dan beras asalan, makin kurang berminat mereka berubah. Pemerintah baru perlu mengambil sejumlah kebijakan baru dengan empat tujuan. (i) menurunkan kehilangan hasil pada aktivitas pengeringan gabah dan penggilingan, termasuk meningkatkan rendemen giling;(ii) meningkatkan jumlah beras berkualitas; (iii) meningkatkan nilai tambah dari produksi sampingan yang berkualitas dan berstandar; (iv) mampu mengelola stabilitas harga gabah. Pemerintah harus bertindak sebagai fasilitator dan regulator agar terwujud kerja sama harmonis antara PPK dan PPB. (Yoga)
”Webtoon”, yang Menginspirasi
Bacaan ringan, termasuk komik, masih menjadi favorit banyak orang, terutama anak muda. Perkembangan teknologi menggeser kebiasaan mereka membaca dari cetak ke virtual. Komik ini bisa dibaca melalui situs resmi dan aplikasi khusus dari penyedia komik webtoon karena menggabungkan istilah web dengan cartoon. Menurut Profesor Ilmu Komunikasi dan Media Pace University, New York, AS, Min Seong-jae, webtoon diciptakan Korsel, tetapi berbeda dengan manga tradisional Jepang yang dihasilkan dari pemindaian versi cetak kemudian didistribusikan. Webtoon memanfaatkan karakteristik digital dan platform seluler. Karya dibuat cukup berwarna ketimbang hitam-putih seperti manga dengan beragam efek suara dan animasi yang memanjakan mata. Ada pula kolom komentar bagi para pembaca dan penulis agar dapat saling berinteraksi, seperti dikutip dari The Korea Times.
Platform yang mendominasi pasar global adalah Webtoon Entertainment Inc di bawah naungan raksasa telekomunikasi Naver Corp dari Korsel. Komik yang terafiliasi dengan platform pesan singkat Line, digandrungi pembacanya karena bisa diakses gratis. Nasywa Nadila (18) membaca Naver Webtoon sejak berusia 11 tahun. Meski Naver Webtoon menyediakan akses berbayar agar konsumen dapat membaca episode-episode terbaru, Nasywa tetap sabar menanti untuk membaca secara gratis. Ada pula fitur menonton iklan guna membuka satu episode terbaru pada beberapa judul yang ada di Naver Webtoon. ”Saya merasa membaca Naver Webtoon lebih efisien karena tak perlu membayar dan dapat dibaca melalui gadget kapan saja,” ujar perempuan Tanjung Pinang, Kepri, Selasa (6/8).
Kualitas cerita dan gambar penulis Indonesia bahkan bisa menandingi penulis asing. Dua cerita favoritnya berjudul Kosan 95! oleh penulis bernama pena Didiwalker dengan pembaca 244,7 juta dan Good/Bad Fortune karya Ariel Duyung yang dibaca 143 juta pengguna (user). Joseph Pradipta (28) membaca komik di Naver Webtoon setiap hari dengan genre favorit aksi dan fantasi. Ia rela merogoh kocek Rp 150.000 per bulan guna membaca episode-episode keluaran terbaru. Kecintaannya kepada Naver Webtoon tak lepas dari lingkungannya yang mendukung. Sebagai diaspora yang tinggal di Seoul, Korsel, Joseph bercerita bahwa sejumlah drama Korea yang naik daun terinspirasi dari kisah-kisah webtoon. Versi live action ini kemudian berhasil menggaet lebih banyak audiens.
Tren pasar kartun digital terus meningkat dari tahun ke tahun secara global, bahkan angkanya melejit sejak pandemi Covid-19 seiring transformasi digital. Dalam penelitian Jihye Park (2022), sejak 2016 hingga 2020, pasar kartun digital global tumbuh 4,1 % secara tahunan, menyentuh 4,1 miliar USD atau Rp 66,4 triliun dengan kurs Rp 16.183 per USD. Komik digital tumbuh 15,2 % antara 2016 dan 2020 dengan total pangsa pasar 20 % dari keseluruhan pasar kartun. Komik cetak masih menguasai pangsa pasar, tapi transformasi digital industri kartun diperkirakan mengubah tren masa mendatang dengan perubahan pola distribusi dan konsumsi. Webtoon turut menjual suvenir atau merchandise. Total pendapatan kotor dari penjualan cendera mata ini 900 juta USD atau Rp 14,6 triliun pada 2021. Besarnya potensi ini mendorong perusahaan untuk memperluas pasarnya secara global. (Yoga)
Siasat Gen Z Kala Sulit Cari Kerja
Bisnis jasa suruh yang menawarkan layanan siap bekerja apa saja kini menjadi fenomena yang viral di media sosial. Di Lampung, generasi Z merintis usaha ini, sekaligus memanfaatkan kepiawaian mereka ”menguasai” media sosial. Alin Sani Failasuf (25) beristirahat seusai meninjau pembangunan tempat indekos di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Senin (5/8) siang. Mahasiswa jurusan ekonomi syariah perguruan tinggi swasta di Bandar Lampung itu mengaku awalnya jenuh menanti jawaban lamaran kerja. ”Saya sudah memasukkan 150 berkas lamaran kerja, tapi tidak ada satu pun yang diterima,” kata Sani. Ia tak sengaja melihat unggahan akun Instagram @suruh_santo di media sosial. Santo, pria asal Bekasi, Jabar, sudah lebih dulu menawarkan jasa siap disuruh apa saja. Akun Instagram Santo yang berdiri sejak 2019 sudah mempunyai 169.000 pengikut.
Sani lantas membuat akun Instagram @jasasuruh_bdl untuk menawarkan layanan serupa di Bandar Lampung. Tak disangka, sepekan kemudian ia mendapat pesanan pertama untuk membersihkan satu ruang kelas. Ia menawarkan upah Rp 30.000, tapi pemesan justru memberikan uang jasa Rp 100.000. Sani menyadari hanya punya modal media sosial untuk menjalankan usaha tersebut. Karena itu, ia merekam semua aktivitasnya saat melakukan pekerjaan dan mengunggahnya di Instagram. Sejak itu, pesanan demi pesanan pun berdatangan setiap hari. Kini, lebih dari 10 pesanan masuk setiap hari. Pekerjaan yang paling sering diminta konsumen adalah membersihkan rumah dan mengantar paket.
Tak jarang, ia diminta melakukan pekerjaan unik, seperti menangkap tokek, mengubur kucing mati, mengantar kondangan, sampai menemani curhat. Sani tidak pilih-pilih pekerjaan. Sepanjang masuk akal dan tidak melanggar hukum, ia siap melakukan. ”Siap disuruh apa saja dan kapan saja, dari antar paket sampai bangun candi. Tapi, permintaan bangun candi yang belum ada,” katanya sambil tertawa. Tarif jasanya bergantung jenis pekerjaan yang dilakukan. Untuk pengantaran paket jarak dekat, tarifnya mulai dari Rp 5.000. Untuk pekerjaan lebih berat, seperti membersihkan halaman rumah atau menguras kolam tarifnya berkisar puluhan sampai ratusan ribu rupiah.
Sani tak menyangka bisnis yang dirintisnya mendapat respons yang bagus dari pasar. Saat ini, ia sudah menerima berbagai jenis pesanan. Tak hanya pekerjaan umum, ia juga melayani jasa reparasi kendaraan bermotor hingga jasa konstruksi. Bahkan, ia sudah mendapat pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak mencapai ratusan juta rupiah. Pesanan yang masuk setiap hari membuat Sani harus merekrut banyak mitra. Kini, ia memiliki 100 mitra yang siap melayani berbagai pesanan yang masuk setiap hari. Di luar itu, ia juga punya 100 mitra lain yang melakukan pekerjaan secara tentatif. Ia juga merekrut seorang tenaga administrasi dan layanan pelanggan atau costumer service. Sani tengah menyiapkan legalitas perusahaan dan aplikasi untuk mengembangkan bisnisnya. (Yoga)
Transisi Energi lewat PLTS Terapung Saguling
Kolaborasi PT PLN Indonesia Power dan ACWA Power, perusahaan pembangkitan listrik Arab Saudi, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Saguling menjadi bagian dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pembangkit yang akan beroperasi komersial tahun 2026 itu menyokong strategi energi bersih nasional, akan dibangun di area seluas 95 hektar di permukaan perairan Waduk Saguling, Batujajar, Bandung Barat, Jabarat. Berkapasitas 95,3 megawatt-peak (MWp)/60 MWac, PLTS Terapung Saguling akan memproduksi listrik 146 gigawattjam (GWh) per tahun atau setara kebutuhan 66.000 rumah tangga.
Pengembangan PLTS terapung dimulai 2018 dan pengadaan mulai 2022. Adapun letter of intent ditandatangani pada Desember 2023. ”Proses saat ini adalah finalisasi dokumen-dokumen untuk penandatanganan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA),” ujar Manajer Generation Business Development III PLN Indonesia Power (IP) Adi Hirlan Effendi, di Jkarta, Selasa (30/7). Apabila PPA telah dilaksanakan, pembangunan konstruksi PLTS Terapung Saguling akan didahului proses pendanaan dengan target semua proses finansial dan akunting yang mengarah pada kegiatan tutup buku (financial close) tuntas selambatnya Maret 2025.
Dengan estimasi pengerjaan konstruksi 15 bulan, operasi komersial ditargetkan pada Juni 2026. Investasi pembangunan PLTS Terapung Saguling sebesar 75 juta USD atau Rp 1,2 triliun, 75 % pendanaan proyek berasal dari pinjaman internasional dan sisanya dari PLN IP serta ACWA Power. Untuk itu, dibentuk perusahaan patungan, PT Indo ACWA Tenaga Saguling, dengan kepemilikan 51 % saham oleh IP dan 49 % ACWA. CEO ACWA Power Marco Arcelli menuturkan, kolaborasi pihaknya dengan PLN ialah perjalanan yang transformatif. Bersama PLN, ACWA akan terus mengembangkan inovasi seraya membaca peluang transisi energi sebagai pertumbuhan ekonomi.
”Kami memecahkan tantangan transisi energi ini bersama. Menciptakan berbagai inovasi baru dan melakukan kolaborasi yang baik untuk masa depan dunia,” ucap Arcelli, dalam keterangannya. Selain PLTS Terapung Saguling, kemitraan IP-ACWA juga terjalin pada proyek PLTS Terapung Singkarak di Danau Singkarak, Sumbar. Kemitraan menjadi krusial di tengah menantangnya pengembangan energi terbarukan nasional, termasuk energi surya. Dalam pengembangan PLTS terapung, misalnya,terdapat sejumlah tantangan seperti tingginya biaya investasi, kompleksitas teknis saat konstruksi serta pemeliharaan, dan regulasi khusus untuk pemanfaatan genangan air waduk. (Yoga)
Stabilitas Rupiah Menguat di Tengah Ancaman Global
Angin segar berembus ke perekonomian Indonesia, seiring torehan cadangan devisa (cadev) yang menanjak. Menurut data termutakhir yang dirilis Bank Indonesia, cadev pada akhir Juli 2024 sebesar US$145,4 miliar, meningkat ketimbang Juni yang tercatat US$140,2 miliar. Penarikan utang oleh pemerintah melalui sukuk global serta penerimaan pajak dan jasa menjadi pemicu kenaikan tersebut. Dus, kenaikan cadev pun membuat tameng moneter untuk menjaga stabilitas rupiah makin tebal. Cadev yang gemuk akan membantu otoritas moneter jika ingin bermanuver melalui intervensi pasar.
Cadangan devisa Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada Juli 2024, mencapai US$145,4 miliar, yang memberikan perlindungan tambahan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kenaikan ini didorong oleh penarikan utang melalui sukuk global dan penerimaan pajak. Bank Indonesia dan pemerintah memaksimalkan berbagai instrumen moneter dan fiskal untuk menarik dana investor dan mempertebal cadangan devisa, termasuk melalui kebijakan baru seperti PP No. 36/2023 dan PP No. 22/2024. Selain itu, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi ekonomi (LCT) juga didorong sebagai upaya memperkuat stabilitas rupiah. Namun, pentingnya koordinasi antara otoritas moneter, fiskal, dan pelaku usaha tetap menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.
Program Makan Bergizi Prabowo Bawa Berkah bagi UMKM Kuliner
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah diperkirakan mendapatkan berkah dari program makan bergizi gratis 78 juta anak Indonesia yang dicanangkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan proyeksi itu sesuai dengan besarnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kuliner.
Program makan bergizi gratis untuk 78 juta anak Indonesia, yang dicanangkan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto, diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergerak di sektor kuliner. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, berharap UMKM dapat dilibatkan dalam program ini, mengingat potensinya untuk memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi sektor tersebut. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, juga menekankan pentingnya program ini, yang akan mencakup sarapan dan makan siang bagi anak-anak, serta nutrisi tambahan untuk ibu hamil, sebagai upaya berkelanjutan mengatasi masalah stunting di Indonesia.
Sidang Kabinet Membahas IKN
Transparansi Kemenkeu Dipertanyakan
Trik Demi Meningkatkan Keamanan Siber di Indonesia
RUU yang Bermasalah
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









