;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10118 )

Hukuman Bagi WNI Yang Mengelola Judol

12 Aug 2024
SEORANG perempuan berusia 28 tahun ditemukan meninggal di atas ranjang asrama perusahaan kasino Sihanoukville Weiyi Entertainment, Trimulia, Kota Sihanoukville, Kamboja, pada Senin sore, 1 Juli 2024. Perempuan itu ditemukan oleh rekan sekantornya setelah pulang kerja pada pukul 17.00 waktu setempat. Padahal, pada siang hari, rekan kerjanya itu masih melihat WNI tersebut makan siang di ruangan. Polisi setempat menyimpulkan perempuan yang bekerja di Departemen Komputer, meninggal akibat penyakit jantung.

Berdasarkan data Sekretariat Jenderal Komisi Manajemen Perjudian Komersial Kamboja, Trimulia merupakan tempat judi milik Golden Oasis Entertainment Co, Ltd. Mereka mendapat izin mengelola kasino dengan nama Trimulia per 1 Juni 2022. Dalam data pendaftaran bisnis dari situs web Kementerian Perdagangan Kamboja, terdapat tiga direktur yang mengelola perusahaan judi itu. Mereka adalah Sun Erik, Choong Hwang Wei, dan Nhem Sovannaro. Ketiga direktur itu beralamat di Kamboja. Namun Sun Erik merupakan orang Indonesia yang belakangan berubah kewarganegaraan menjadi warga Kamboja.

Dalam lembaran negara Kerajaan Dewan Menteri Kamboja, pada 23 Juni 2016 disebutkan terjadi naturalisasi kewarganegaraan Khmer oleh Erik Siswanto, warga Indonesia yang lahir pada 1 September 1982 di Jakarta, yang berganti nama menjadi Sun Erik. Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia Phnom Penh Kamboja, Djumara Supriyadi, mengatakan banyak WNI yang memang secara sadar pergi ke Kamboja untuk bekerja di sektor industri online, salah satunya judi online. “Mereka voluntarily ingin bekerja di Kamboja, baik di sektor industri online maupun industri pendukungnya,” kata Djumara pada Kamis, 8 Agustus 2024. (Yetede)

Airlangga Mundur dari Jabatan Ketua Umum Partai Golkar

12 Aug 2024
SEJAK  awal Agustus ini, Bahlil Lahadalia dan Agus Gumiwang Kartasasmita makin gencar bergerilya untuk mempercepat pelaksanaan musyawarah nasional Partai Golkar. Mereka menggalang dukungan pengurus inti DPP Golkar hingga pengurus daerah. Sejumlah politikus senior partai beringin juga dibujuk agar mendukung agenda tersebut. Airlangga Hartarto sudah mengetahui manuver Bahlil dan Agus serta sejumlah pengurus Golkar itu. Ketua Umum Partai Golkar ini lantas berusaha melobi pengurus senior Golkar serta menghalau manuver mereka di daerah. Tapi upaya Airlangga tak berhasil. Menteri Koordinator Perekonomian tersebut makin terpojok setelah menerima surat panggilan sebagai saksi kasus korupsi izin ekspor minyak sawit mentah dari Kejaksaan Agung, akhir pekan lalu. Surat panggilan itu yang diduga membuat Airlangga terpaksa mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar. (Yetede)

Jokowi Menyebut Anggaran untuk HUT RI Wajar

10 Aug 2024

Anggaran peringatan HUT Ke-79 Republik Indonesia membengkak, mencapai 87 miliar karena dilangsungkan di Ibu Kota Nusantara dan Jakarta. Presiden Jokowi menilai hal tersebut wajar. ”Iya, namanya dulu (peringatan Proklamasi Kemerdekaan) hanya di satu tempat. Karena ada transisi menjadi (dilangsungkan) di dua tempat. Tapi, kan, bukan lompatan yang anu (Presiden mengangkat tangan ke atas). Saya kira anggaran biasa, wajar, dan juga anggarannya di Kemensetneg,” tutur Presiden Jokowi kepada wartawan seusai menyerahkan SK Hutan Sosial, TORA, dan Sawit Rakyat serta Sertifikat Layanan Dana Lingkungan untuk Masyarakat, di Jakarta, Jumat (9/8).

Mensetneg Pratikno menyampaikan, anggaran negara untuk pelaksanaan upacara bendera 17 Agustus 2024 di IKN membengkak. ”Ya, karena upacara sekarang diselenggarakan di dua tempat, anggarannya lebih besar dari sebelumnya, tapi tidak signifikan,” ujar Pratikno, di Kantor Setneg, Jakarta, Selasa (6/8). Selasa (6/8) pakar kebijakan publik dan ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai perayaan HUT Ke-79 RI di IKN terlalu ambisius dan menghamburkan uang negara.

Pengeluaran besar-besaran untuk mobilitas tamu VVIP dianggap tidak proporsional dengan kondisi ekonomi negara yang sedang berjuang pulih dari dampak pandemi Covid-19. ”Perayaan HUT RI di IKN seharusnya menjadi momen untuk menunjukkan solidaritas dan komitmen pemerintah terhadap pemulihan ekonomi rakyat,” tutur Nur secara tertulis. Dana tersebut bisa dialokasikan untuk program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, seperti bansos, pembangunan infrastruktur yang mendukung perekonomian lokal, atau peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan. (Yoga)


Emas Olimpiade Rizki Juniansyah

10 Aug 2024

Lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah, membuktikan bahwa rezeki tidak akan tertukar. Tidak ada yang percaya pria 21 tahun itu akan tampil di Olimpiade Paris 2024 pada enam bulan lalu, termasuk dirinya. Namun, dia menjadi lifter pertama Indonesia yang meraih medali emas dalam sejarah panjang Olimpiade. Rizki langsung menjatuhkan diri, tidur telentang di panggung South Paris Arena seusai sukses memecahkan rekor Olimpiade angkatan clean and jerk 199 kilogram. Dia berteriak sekeras mungkin dengan mata terpejam. Medali emas sudah dalam genggamannya, tetapi dia masih terus memproses semua yang terjadi. Realita dan mimpi terasa begitu samar.

”Saya tidak menyangka bisa ke Olimpiade dan punya kesempatan meraih emas. Apalagi dengan musibah usus buntu, saya sempat putus asa beberapa bulan. Saya bangkit karena orang-orang di sekeliling saya, termasuk ayah dan mama,” kata lifter kelas 73 kg itu yang mencatat total angkatan 354 kg, termasuk snatch 155 kg. ”Indonesia Raya” berkumandang kedua kali pada Kamis (8/8) waktu Paris atau Jumat dini hari WIB. Rizki mengambil sikap hormat di podium tertinggi. Dia menyanyi dengan lantang. Selama prosesi sakral itu, matanya berkaca-kaca. Semua sakit, lelah, khawatir, ketidakpastian yang dijalani sang lifter selama setahun terakhir terbayar lunas.

Kegagahan Rizki ketika mengangkat beban berkuintal-kuintal luntur seketika. Tangisnya tumpah saat mendekap sang ibu, Yeni Rohaeni Durachim, yang duduk di tribune. Ibunya mencium kening, mengusap-usap rambut Rizki. Itulah sosok Rizki sebenar-benarnya, ”anak mama” yang selalu percaya rezeki ada di dalam restu ibu. Rezeki itu misterius. Tidak ada yang tahu bagaimana cara kerjanya. Siapa sangka, juara bertahan dua kali asal China, Shi Zhiyong, tersungkur di Paris. Shi begitu gagah dalam angkatan snatch dan sudah unggul 10 kg atas Rizki di sesi pertama. Namun, dia gagal mengeksekusi seluruh angkatan clean and jerk. Shi tereliminasi. Padahal, dia hampir pasti meraih emas jika mampu mengangkat sekali saja angkatan clean and jerk dari tiga kali percobaan.

”Dewi Fortuna” seolah membelai Rizki. ”Itu memang rezekinya Rizki,” kata manajer tim angkat besi Indonesia, M Rusli, yang juga merupakan teman akrab ayah Rizki, M Yasin. ”Terharu, sangat-sangat terharu,” kata Rizki saat ditanya perasaan seusai mengalahkan sang idola. ”Dia juga teman baik saya. Dia harus diakui lebih senior, sudah tiga kali Olimpiade dan dapat dua emas. Jadi saya tadi tidak mendoakan hal-hal jelek untuk dia, tetapi mendoakan yang terbaik untuk saya. Bismillah Allah beri kesempatan,” lanjutnya. Seusai memastikan emas, hal pertama yang dilakukan adalah mencium barbel. Lalu memberi hormat ke seluruh sisi tribune. Bagi orang-orang di dunia angkat besi, Rizki adalah sosok yang hangat dan bersahabat. Dia bagai Matahari yang selalu dinanti. (Yoga)


Rizki Juniansyah, Si Lifter ”Nakal” Ajaib

10 Aug 2024

Bagi orang terdekat yang mengenal Rizki Juniansyah, kata pertama yang menggambarkannya adalah ”nakal”. Di usia muda, 21 tahun, dia masih senang bergaul dan melakukan  berbagai aktivitas di luar pemusatan latihan nasional untuk aktualisasi diri. Hobinya beraktivitas ekstrem motokros atau touring, sering membuat orang terdekat khawatir. Seperti sang pelatih yang juga kakak ipar Rizki, Triyatno. ”Kadang takut juga, kalau motoran kenapa-kenapa. Jadi, kalau bisa saya temani, saya selalu ikut,” kata olimpian Beijing 2008 dan London 2012. Rizki suka bergadang, baru tidur saat hari berganti. Jika tidur cepat, kepalanya pusing saat berlatih pagi hari. Para pelatih terpaksa memaklumi kebiasaan tidur ”malam” itu demi suasana hati sang atlet. Dia juga tidak suka meminum suplemen penambah nutrisi yang diberikan untuk lifter. Rizki lebih suka ngopi dan minum minuman manis kalengan seusai latihan.

Triyatno harus mengawasi kebiasaan sang adik agar tak ada zat yang bisa terindikasi doping. ”Aku sukanya yang manis biar habis latihan bisa segar lagi. Tetapi, enak-enak saja badannya tiap latihan. Kalau lagi (suasana hati) enak sampai berjam-jam juga tidak capek. Malah mau nambah terus,” kata Rizki. Sulit mengatur Rizki. Dia adalah anak ajaib yang sudah seharusnya diperlakukan berbeda. Sang ibu, Yeni Rohaeni Durachim, mengandung 12 bulan sebelum melahirkan Rizki. Dokter sampai bingung, kenapa anak itu tak kunjung lahir, padahal sudah melewati masa kelahiran normal. Kondisi tubuhnya terbilang ajaib. Rizki selalu makan ”sembarangan”, tidak diet, tetapi kadar lemaknya terjaga di bawah 5 %. Sementara, lifter lain harus mati-matian diet untuk menjaga kadar lemak dan berat badan. Dia juga semakin kuat saat berlatih di sesi kedua pada sore hari, ketika banyak lifter lemas.

Keajaiban itu pula yang terpancar di Olimpiade Paris 2024. Atlet asal Kota Serang, Banten, itu menjadi lifter Indonesia pertama yang meraih emas di Olimpiade. Padahal, dia masih berjibaku dengan bekas operasi usus buntu dan tidak dijagokan lolos ke Paris pada awal 2024. Tapi, Rizki dikenal sebagai anak yang baik dan ramah kepada semua orang. Dia disenangi petinggi dan lifter-lifter lain di dunia angkat besi internasional, karena wataknya yang suka mengobrol dan murah senyum. Rizki memang gagah di atas panggung. Ratusan kg beban bisa diangkat dengan mudah. Namun, Rizki sangat seganan terhadap sang ayah. Yasin sangat disiplin mendidik Rizki untuk menjadi lifter nasional. Rizki memilih sendiri jalan itu. Sang ayah ingin anaknya berkomitmen. Saat dilatih sang ayah sejak kecil, Rizki tak pernah berani menawar atau mengeluh. Dia memilih memendam meski kadang latihan itu terasa sangat melelahkan. Rizki berkata, sang ibu merupakan sumber dukungan paling utama.

Sementara sang ayah merupakan sumber inspirasinya. Ia bergantung pada ibunya dan segan dengan sang ayah yang merupakan mantan lifter nasional Muhammad Yasin. Sebelum ke Paris, Rizki sempat meminta sang ibu untuk datang ke pelatnas Mess Kwini. Yeni menginap karena anaknya belum boleh pulang, sedang dalam persiapan intens jelang Olimpiade. Kata Yeni, Rizki masih seperti bocah saat bersamanya. Tidur saja harus Sambil memeluk. Bisa dibilang, dia ”anak mama”. ”Semua ada ditelapak kaki mama. Berkah bisa sukses di pertandingan. Mama adalah pendukung nomor satu. Aku di sini karena rencana yang sudah dibuat ayah. Hasil ini seperti yang sudah dicanangkan ayah di laptop. Aku hanya mengikuti itu,” kata Rizki yang dilatih sang ayah sampai akhir tahun lalu. Yasin keluar sebagai pelatih pelatnas karena kondisi kesehatan, digantikan Triyatno, yang berperan sebagai kakak dan teman saat bersamaan. Hasilnya Emas Olimpiade untuk si Anak “Nakal” yang ajaib. (Yoga)


Obat Generik dan Obat Paten Berkualitas Sama

10 Aug 2024
Obat generik dan obat generik bermerek (OGB) yang kini menguasai  90% pasar domestik dipastikan berkualitas baik dan setara dengan obat paten. Oleh sebab itu, masyarakat tak perlu meragukan kualitas obat generik. Sebab, pada dasarnya, khasiat dan kandungan  obat generik dan OGB sama seperti obat paten atau origanitor  yang telah habis masa patennya. Selain itu, obat generik yang dipasarkan harus melalui uji bioekuvalensi oleh BPOM. Dalam dunia farmakokinetika, bioekuivalen jika memilih efek yang sama ke manusia. Uji Bioekuivalen merupakan pengujian yang dilakukan pada manusia untuk membandingkan bioavalabilitas atau farmakodinamik antara obat uji dengan obat komparator untuk mengetahui apakah khasiatnya sama. Memastikan kualitas obat generik berperan penting, mengingat penyediaan obat aman dan efektif adalah komponen kunci infrastruktur kesehatan suatu negara. (Yetede)

Penyaluran Pembiayaan Multifinance

10 Aug 2024
Penyaluran Pembiayaan perusahaan mulitifinance diproyeksikan tumbuh sekitar 10-12% sampai akhir 2024. Hal ini seiring  dengan tren penyaluran pembiayaan yang terus  meningkat, sekalipun ditengah kondisi daya beli masyarakat yang relatif menurun, suku bunga yang masih tinggi, serta depresiasi nilai tukar rupiah. OJK menyebut, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor hingga Juni 2024 mencapai Rp402,43 triliun, meningkat 11,91% yoy. "Penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor per Juni 2024 meningkat 11,91% yoy menjadi Rp402,43 triliun," kata Kepala Esekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya OJK Agusman. Sementara piutang pembiayaan perusahaan multifinance, kata dia kembali tumbuh sebesar 10,72% yoy pada Juni 2024 menjadi Rp492,17 triliun. (Yetede)

Prestasi yang Tidak Memuaskan Bulu Tangkis di Olimpiade Paris

10 Aug 2024
PRESTASI bulu tangkis Indonesia terpuruk di Olimpiade Paris 2024. Hanya meraih satu medali perunggu dari Gregoria Mariska Tunjung, Indonesia gagal mengembalikan tradisi emas badminton di pesta olahraga dunia itu. Capaian ini tentu menjadi pukulan bagi bulu tangkis Indonesia.  Olimpiade Paris seakan-akan menjadi puncak kejatuhan prestasi. Sejak awal tahun, terdapat 17 turnamen BWF World Tour level Super 200-100. Sayang, Indonesia hanya meraih lima gelar juara. Kemerosotan prestasi ini mengulang pengalaman pahit Olimpiade London 2012. Kala itu, Indonesia gagal meraih satu pun medali dari cabang olahraga badminton. 

Sebelumnya, Indonesia nyaris tak pernah absen membawa pulang emas Olimpiade dari bulu tangkis. Saat olahraga tepok bulu ini dipertandingkan secara resmi di Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia meraup medali emas di nomor tunggal putri (Susi Susanti) dan tunggal putra (Alan Budikusuma). Sejak saat itu, pemain bulu tangkis Indonesia terus membawa pulang medali emas—kecuali di Olimpiade London 2012.

Hilangnya tradisi emas bulu tangkis Olimpiade menuai sorotan. Apalagi setelah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia berdalih bahwa persoalan mental sebagai salah satu penyebab anjloknya prestasi atlet. Alasan itu sulit diterima mengingat sejumlah pebulu tangkis yang berlaga sudah punya cukup pengalaman. Bahkan ada yang pernah meraih medali pada Olimpiade sebelumnya. (Yetede)

Isu Korupsi Dana Haji

10 Aug 2024
ISU korupsi menggoyang penyelenggaraan ibadah haji 2024. Lima kelompok masyarakat melaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengalihan kuota haji reguler ke haji khusus sebesar 50 persen. Salah satu surat aduan yang diterima Tempo menyebutkan indikasi penyalahgunaan wewenang Menteri Agama terlihat dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 118 Tahun 2024 tentang petunjuk pelaksanaan pemenuhan kuota haji khusus tambahan serta sisa kuota haji khusus 2024.

Peraturan itu bertentangan dengan Pasal 64 ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang menetapkan kuota haji khusus hanya 8 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia. Sementara itu, realisasinya, terdapat 27.680 anggota jemaah haji khusus atau 11 persen dari total kuota 241 ribu calon haji.  Peraturan Direktur Jenderal Haji tersebut juga tidak sesuai dengan hasil rapat panitia kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama pada 27 November 2023. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa kuota haji 2024 sebanyak 241 ribu. Dari jumlah itu, sebanyak 221.720 dialokasikan untuk haji reguler dan 19.280 untuk haji khusus. Namun yang terjadi adalah terdapat 213.320 calon haji reguler dan 27.680 calon haji khusus. (Yetede)

Andaikan dulu Veddriq Leonardo Berhenti Memanjat

10 Aug 2024

Seperti teori efek kupu-kupu atau butterfly effect, satu keputusan yang diambil seseorang bisa berdampak besar dalam hidupnya. Nasib berbeda diyakini menanti peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, jika dulu memutuskan berhenti menekuni panjat tebing. Sembilan tahun lalu, Veddriq Leonardo berada di persimpangan antara berhenti dan lanjut menekuni panjat tebing. Veddriq kehilangan motivasi untuk memanjat setelah gagal berangkat ke Kejuaraan Nasional Yunior Panjat Tebing di Yogyakarta pada 2015, padahal, dia sudah berlatih keras. ”Waktu itu rasanya kurang dukungan. Latihan terus, tetapi enggak pernah lomba. Saya mulai mikir, apa saya fokus kuliah saja, tidak usah manjat lagi,” kata Veddriq. Saat itu Veddriq sudah menjadi mahasiswa tahun pertama Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar. Veddriq telah menjajal olahraga panjat tebing sejak duduk di bangku kelas 10 SMAN 6, Pontianak, pada 2011.

Dia mengenal panjat tebing lewat aktivitas ekstrakurikuler pencinta alam. Namun, Veddriq kecewa karena hasil latihan bertahun-tahun itu tidak pernah diuji di perlombaan. Wajar jika terbersit pikiran untuk berhenti. Namun, dukungan teman-temannya meyakinkan Veddriq untuk tetap berlatih. Setahun berselang, keputusan Veddriq berbuah manis. Ia memenangkan medali perunggu Kejuaraan Nasional Yunior Panjat Tebing 2016 di Bangka Belitung. Walau bukan medali tertinggi, namun, lebih dari cukup bagi Veddriq memantapkan hatinya pada panjat tebing. Dia berprestasi bukan hanya di level nasional, melainkan juga internasional.

Dalam debutnya di seri Piala Dunia 2018 di Moskwa, Rusia, Veddriq langsung membuat kejutan dengan meraih medali perunggu. Hanya butuh tiga tahun, Veddriq mengubahnya menjadi medali emas di seri Piala Dunia 2021 Salt Lake City, AS. Di situ Veddriq mencatatkan rekor dunia pertama  kalinya. Keran medali seolah terus terbuka dan selebihnya adalah sejarah. ”Kalau waktu itu berhenti, mungkin saya sekarang sudah jadi kepala sekolah, he-he-he,” ujar Veddriq, yang lulus program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Profesi itu paling mungkin dijalaninya andai tak jadi seorang atlet. Andai saat itu memilih berhenti memanjat, tak ada nama Veddriq yang terpampang abadi dalam daftar pemecah rekor dunia berkali-kali. Tidak ada juga medali-medali emas pada beragam kejuaraan dan Piala Dunia. Bisa jadi, tidak ada juga medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024 yang diraih di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024), itu. Veddriq telah menorehkan sejarah sebagai atlet yang menjuarai panjat tebing nomor speed putra edisi perdana di Olimpiade. Dia juga mewujudkan harapan banyak pihak untuk kehadiran emas bagi kontingen Indonesia di Paris. (Yoga)