”Webtoon”, yang Menginspirasi
Bacaan ringan, termasuk komik, masih menjadi favorit banyak orang, terutama anak muda. Perkembangan teknologi menggeser kebiasaan mereka membaca dari cetak ke virtual. Komik ini bisa dibaca melalui situs resmi dan aplikasi khusus dari penyedia komik webtoon karena menggabungkan istilah web dengan cartoon. Menurut Profesor Ilmu Komunikasi dan Media Pace University, New York, AS, Min Seong-jae, webtoon diciptakan Korsel, tetapi berbeda dengan manga tradisional Jepang yang dihasilkan dari pemindaian versi cetak kemudian didistribusikan. Webtoon memanfaatkan karakteristik digital dan platform seluler. Karya dibuat cukup berwarna ketimbang hitam-putih seperti manga dengan beragam efek suara dan animasi yang memanjakan mata. Ada pula kolom komentar bagi para pembaca dan penulis agar dapat saling berinteraksi, seperti dikutip dari The Korea Times.
Platform yang mendominasi pasar global adalah Webtoon Entertainment Inc di bawah naungan raksasa telekomunikasi Naver Corp dari Korsel. Komik yang terafiliasi dengan platform pesan singkat Line, digandrungi pembacanya karena bisa diakses gratis. Nasywa Nadila (18) membaca Naver Webtoon sejak berusia 11 tahun. Meski Naver Webtoon menyediakan akses berbayar agar konsumen dapat membaca episode-episode terbaru, Nasywa tetap sabar menanti untuk membaca secara gratis. Ada pula fitur menonton iklan guna membuka satu episode terbaru pada beberapa judul yang ada di Naver Webtoon. ”Saya merasa membaca Naver Webtoon lebih efisien karena tak perlu membayar dan dapat dibaca melalui gadget kapan saja,” ujar perempuan Tanjung Pinang, Kepri, Selasa (6/8).
Kualitas cerita dan gambar penulis Indonesia bahkan bisa menandingi penulis asing. Dua cerita favoritnya berjudul Kosan 95! oleh penulis bernama pena Didiwalker dengan pembaca 244,7 juta dan Good/Bad Fortune karya Ariel Duyung yang dibaca 143 juta pengguna (user). Joseph Pradipta (28) membaca komik di Naver Webtoon setiap hari dengan genre favorit aksi dan fantasi. Ia rela merogoh kocek Rp 150.000 per bulan guna membaca episode-episode keluaran terbaru. Kecintaannya kepada Naver Webtoon tak lepas dari lingkungannya yang mendukung. Sebagai diaspora yang tinggal di Seoul, Korsel, Joseph bercerita bahwa sejumlah drama Korea yang naik daun terinspirasi dari kisah-kisah webtoon. Versi live action ini kemudian berhasil menggaet lebih banyak audiens.
Tren pasar kartun digital terus meningkat dari tahun ke tahun secara global, bahkan angkanya melejit sejak pandemi Covid-19 seiring transformasi digital. Dalam penelitian Jihye Park (2022), sejak 2016 hingga 2020, pasar kartun digital global tumbuh 4,1 % secara tahunan, menyentuh 4,1 miliar USD atau Rp 66,4 triliun dengan kurs Rp 16.183 per USD. Komik digital tumbuh 15,2 % antara 2016 dan 2020 dengan total pangsa pasar 20 % dari keseluruhan pasar kartun. Komik cetak masih menguasai pangsa pasar, tapi transformasi digital industri kartun diperkirakan mengubah tren masa mendatang dengan perubahan pola distribusi dan konsumsi. Webtoon turut menjual suvenir atau merchandise. Total pendapatan kotor dari penjualan cendera mata ini 900 juta USD atau Rp 14,6 triliun pada 2021. Besarnya potensi ini mendorong perusahaan untuk memperluas pasarnya secara global. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023