Ekonomi
( 40498 )VISI-MISI CAPRES-CAWAPRES : BERADU STRATEGI BARU
Komisi Pemilihan Umum menutup masa pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilihan Presiden 2024 pada Rabu (25/10). Dokumen tiga kandidat pasangan yang telah terdaftar dilakukan verifi kasi sebelum diumumkan resmi sebagai peserta pada 13 November 2023. Tepat pada Jumat (27/10), Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon presiden dan calon presiden (capres-cawapres) dari tim dokter pemeriksa RSPAD Gatot Soebroto.Tiga pasangan capres-cawapres yang telah menjalani tes kesehatan yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, lalu pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md, dan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.Pemeriksaan kesehatan merupakan rangkaian dari prosesi pendaftaran capres-cawapres sebelum ditetapkan resmi sebagai peserta. Setelah itu, perang gagasan antara ketiga capres-cawapres akan mulai mewarnai diskursus publik. Ide-ide baru yang akan dibawa menuju perbaikan dan peningkatan skala ekonomi di Tanah Air, bakal banyak ditawarkan dan ditunggu para pemilih dan pelaku ekonomi.Jika melihat agenda besar yang disiapkan oleh ketiga pasangan capres-cawapres sejauh ini, mereka bertumpu pada program-program yang relatif sama seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, perluasan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur, dan perbaikan berbagai aspek regulasi.Juru bicara Bidang Ekonomi dan Luar Negeri untuk Anies Baswedan, Thomas Trikasih Lembong mengatakan bahwa program ekonomi yang ditawarkan oleh pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di antaranya reindustrialisasi dan urbanisasi. Dalam perspektif pasangan Anies-Muhaimin, fokus pemerintah saat ini lebih besar ke sektor padat modal seperti pembangunan smelter untuk penghiliran maupun pengembangan industri kendaraan listrik. Oleh sebab itu, dia menuturkan pengembangan industri tradisional padat karya seperti tekstil, alas kaki, sepatu, mebel, hingga elektronik, perlu menjadi perhatian utama.“Kami melihat sektor tradisional hampir terbengkalai karena dianggap tidak seksi dan tidak hi-tech.
Padahal lapangan kerja di situ besar,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (27/10).
Dengan demikian, kehadiran kota-kota besar yang memiliki infrastruktur, teknologi, hingga modernitas yang mengimbangi Jakarta, akan mampu meningkatkan ketersediaan lapangan kerja serta mendongkrak pendapatan masyarakat.Terkait dengan program pemerintahan sebelumnya yang layak dilanjutkan, Tom melihat pembangunan infrastruktur, perbaikan iklim usaha, dan berbagai upaya dalam penyederhanaan izin, menjadi perhatian yang perlu dilanjutkan.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Arsjad Rasjid menyatakan ada tiga aspek yang menjadi perhatian utama dalam program yang ditawarkan pasangan itu yakni lapangan kerja, stabilitas harga, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Guna mengejar pencapaian program itu, upaya yang perlu dilakukan yakni memastikan investasi terus mengalir ke dalam negeri dan membuka peluang kerja yang besar.Kesempatan kerja itu juga perlu diimbangi dengan kapasitas tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, populasi penduduk besar, bahkan bonus demografi yang akan diraih dalam kurun beberapa waktu ke depan, serta lokasi yang strategis, Indonesia harus mampu mencapai keunggulan dibandingkan dengan negara-negara lain.Dari aspek program yang dilanjutkan dari pemerintahan sebelumnya, Arsjad menyatakan pembangunan Ibu Kota negara (IKN) Nusantara akan dilanjutkan dan dilakukan percepatan.
Adapun Cawapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan kelanjutan program pemerintahan Presiden Jokowi.“Saya di awal pidato sudah bilang, yang kami fokuskan adalah keberlanjutan dan penyempurnaan. Kuncinya adalah konsistensi,” kata Gibran ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Jumat (27/10) seperti dikutip dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).Gibran bicara tentang program-program yang ditawarkan seperti dana abadi pesantren, kredit untuk startupmilenial, Kartu Indonesia Sehat (KIS) lansia, dan Kartu Anak Sehat.
KEGIATAN INVESTASI : TUAH ‘CANTIK’ TAHUN POLITIK
Pelaku usaha acapkali menahan diri untuk menanamkam modal di tengah berlangsungnya momentum Pemilihan Umum (Pemilu). Apalagi, pesta demokrasi pada tahun depan tidak hanya di level pusat, tetapi juga melibatkan pemilihan kepala daerah. Indonesia akan memasuki momentum pesta demokrasi pada 2024, saat pemilihan anggota DPR, DPRD, DPD, hingga Presiden dan Wakil Presiden akan digelar bersamaan pada 14 Februari 2024. Jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 berlangsung dua putaran, prosesnya masih akan berlangsung pada 26 Juni 2024. Setelah dinamika Pemilihan Legislatif dan Pilpres rampung, pesta demokrasi bergeser ke daerah dengan perhelatan Pilkada Serentak pada November 2024 atau 1 bulan setelah pemerintahan baru hasil Pemilu 2024 terbentuk. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan bahwa pihaknya akan menjaga daya tarik investasi yang masuk ke kota itu dengan penyediaan fasilitas dan infrastruktur yang baik. Investasi yang sudah berjalan, perlu dilanjutkan. Demikian halnya kegiatan investasi baru. “Khususnya saat transisi pemerintahan, mungkin akan bergantung pada situasi politik. Tapi kami yakin pemerintah pusat akan bijaksana dalam mengelola investasi, karena mereka juga berkepentingan menarik investasi ke sini,” ujarnya. Dia mengatakan bahwa sekitar 95% pembangunan IKN bergantung pada jalur laut, sehingga dibutuhkan kolaborasi dalam logistik, perkapalan, dan penyediaan berbagai bahan pokok. Situasi ini menjadi kesempatan bagi pengusaha lokal, terutama generasi muda, untuk menjadi pengusaha di berbagai bidang, termasuk logistik, penyediaan bahan pokok, serta fasilitas angkutan laut. “Kami ingin pengusaha lokal bisa bersaing dengan pengusaha dari luar daerah maupun luar negeri. Kami ingin pengusaha lokal memberikan kontribusi positif bagi pembangunan IKN dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Keyakinan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati. Sebagai salah satu pusat industri utama di Tanah Air, investasi di Jatim saat tahun politik bakal tetap terjaga. Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyebut pemerintah daerah fokus menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) jelang tahun politik. Menurutnya, strategi itu bakal menjamin stabilitas sosial dan politik yang secara tidak langsung bakal mendukung iklim investasi di periode transisi. Sementara itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono berharap progres pembangunan IKN tak terhambat di tengah tahun politik. Bambang mendorong para investor menyelesaikan proyek tepat waktu, mengingat situasi dan kondisi global yang penuh ketidakpastian. Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menilai sejauh ini langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah, selaras dengan tujuan awal pembangunan ekonomi lewat pengembangan infrastruktur dan reformasi perizinan. Saat ini, katanya pemerintah telah membuat kerangka awal, sehingga pemerintahan selanjutnya bisa menjabarkan lebih lanjut. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menyatakan secara historis risiko terbesar yang dihadapi selama masa pemilu berlangsung adalah perlambatan konsumsi pasar, perlambatan pertumbuhan kinerja usaha, perlambatan arus investasi dan realisasi karena peningkatan persepsi ketidakpastian di mata investor dan calon investor.
Beban Ganda Industrialisasi
Indonesia butuh industri
manufaktur yang tangguh untuk naik kelas menjadi negara maju. Namun, tantangan
untuk menghidupkan sektor pengolahan semakin berat di tengah gejala
deindustrialisasi dini dan ketidakpastian ekonomi dunia yang menjadi-jadi.
Pelaku industri dan pemerintah harus sama-sama memutar otak untuk menjaga
momentum pertumbuhan. Gejala deindustrialisasi dini, yang bisa dilihat lewat
menurunnya kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional,
mulai terlihat sejak tahun 2002 dan semakin signifikan sejak 2009. Sebagai
perbandingan, pada 2008 porsi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB nasional
masih 27,8 %. Sejak tahun 2010, kontribusinya turun ke 22 %, dan selama lima
tahun terakhir selalu bertengger di bawah 20 %. Terakhir, pada triwulan II-2023,
industri manufaktur hanya mampu menyumbang 18,25 % dari total perekonomian
nasional. Di luar persoalan struktural yang terjadi, perekonomian dunia juga
semakin tidak pasti. Akibat berbagai
faktor global, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah hingga nyaris
menyentuh Rp 16.000 per dollar AS, berdampak pada kenaikan beban biaya produksi
bagi industri.
Melemahnya ekonomi
sejumlah negara maju juga membuat lesu ekspor manufaktur. Menurut Ketua Umum
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, di tengah iklim
perekonomian global dan domestik yang sama-sama tidak kondusif itu, tidak heran
apabila ekspansi industri manufaktur nasionnasional cenderung jalan di tempat. Meskipun
kinerja sektor pengolahan masih di zona ekspansif, seperti ditunjukkan data
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan Purchasing Managers’ Index (PMI)
Manufaktur Indonesia. ”Masih ada ekspansi dunia usaha, tetapi ekspansinya lebih
moderat, tidak eksponensial (konsisten tumbuh semakin tinggi),” kata Shinta,
Kamis (26/10). Dari dalam negeri, problem inefisiensi iklim usaha yang tak
kunjung diatasi membuat kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB terus
menurun. Investasi di sektor manufaktur menurun akibat iklim investasi yang
kurang bersahabat sehingga memperburuk gejala deindustrialisasi dini. (Yoga)
Industrialisasi untuk Generasi Indonesia Maju
Rangkaian kegiatan Kompas100 CEO Forum Powered by PLN tahun ini mengusung tema ”Melaju Menuju Indonesia Emas”. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pecan ketiga Oktober 2023 dan akan berlangsung hingga November 2023. Puncaknya adalah diskusi panel di Kota Balikpapan, Kaltim, pada Rabu (1/11) dan kegiatan para CEO dan Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara, Kaltim, Kamis (2/11), dimana Presiden akan memberikan informasi mutakhir seputar pembangunan Ibu Kota Nusantara. Presiden juga akan berdialog dengan sekitar 100 CEO yang hadir di acara tersebut. Sehari sebelumnya, Kompas100 CEO Forum akan menggelar diskusi panel menghadirkan Menkeu Sri Mulyani, Kepala Bapanas Suharso Monoarfa, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Menteri PAN dan RB Abdullah Azwar Anas. Diskusi akan disiarkan secara langsung melalui akun harian Kompas di kanal Youtube mulai pukul 16.00 WITA atau 15.00 WIB.
Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta Agustinus Prasetyantoko akan memandu diskusi dengan tema ”Industrialisasi Berkelanjutan Berbasis Manufaktur untuk Generasi Indonesia Maju”. Tema diambil karena Indonesia, seperti semua bangsa di dunia, ingin menjadi negara maju alias berpendapatan atas. Namun, saat ini, hanya 83 dari 193 negara anggota PBB yang dalam kategori Bank Dunia masuk ke kasta itu. Selebihnya, masih di level pendapatan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Prasetyantoko menekankan, mau tidak mau memperkuat industri manufaktur supaya terjadi peningkatan pendapatan secara luas. Kenaikan pendapatan per kapita dengan sendirinya akan menciptakan permintaan di sektor jasa. ”Industrialisasi berbasis manufaktur yang menyerap banyak tenaga kerja harus menjadi backbone (tulang punggung) pembangunan menuju high income country,” katanya. (Yoga)
Potensi Pasar Digital Terbesar di ASEAN
Harga Peranti Elektronik Impor Terdampak Rupiah
Harga barang impor berupa
barang elektronik dan telekomunikasi, seperti laptop, naik sebagai imbas melemahnya
nilaitukar rupiah terhadap dollar AS dalam enam bulan terakhir. Jumat (27/10)
mata uang rupiah ditutup melemah 19 poin ke posisi Rp 15.938. Persaingan pedagang
ritel di toko luring kian ketat dengan pedagang daring dan adanya lonjakan
impor produk murah asal China. Toko penjualan laptop Gamer.id di Pusat Grosir
Cililitan, Jaktim, misalnya, telah menyesuaikan harga sejak Oktober. Rizky,
salah satu pramuniaga di toko itu, mengatakan, kenaikan harga itu lebih meluas
daripada kenaikan harga sebagai dampak pandemi Covid-19, karena depresiasi
rupiah juga membuat harga barang-barang aksesori laptop meningkat.
”Harga laptop bisa naik
ratusan ribu rupiah. Itu lumayan juga. Kebanyakan pembeli juga cari laptop di
bawahRp 10 juta,” ujar Rizky, yang ditemui pada Sabtu (28/10). Selain itu,
angka penjualan di toko laptop baru berbagai merek rendah karena sepinya
pengunjung pusat perbelanjaan. Pedagang laptop dan aksesori lainnya di mal yang
sama, Hendro, juga mengakui kesulitan menggerakkan penjualan karena makin
mahalnya barang elektronik baru dan bekas serta rendahnya kunjungan pembeli.
”Dua bulan lalu sudah menaikkan harga beberapa barang. Sebenarnya tergantung
supplier, kamiikut doang,” ujar pria yang sudah enam tahun membuka toko itu. Layar
laptop, misalnya, naik Rp 50.000 sampai dengan Rp 100.000 per buah. Laptop
bekas dari pasar gelap, seperti dari Batam, Kepri, yang ia jual lagi, juga ikut
naik 10-15 %. Padahal, laptop bekas itu kalau dijual kembali jatuh harganya. (Yoga)
Menakar Masa Depan Bitung
Sepanjang Januari-September tahun ini produksi perikanan tangkap di 13 kabupaten/kota bahari di Sulut sudah 272.691 ton, melampaui 258.976 ton yang tercatat pada 2019 sebelum pandemi Covid-19. Selama semester I-2023, sekitar 21.100 ton ikan yang didominasi cakalang dan tuna sirip kuning alias madidihang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung oleh 935 kapal. Jumlah itu kurang dari setengah total tangkapan 2022 yang mencapai 57.900 ton, tetapi Julius yakin produksi terus naik sampai akhir tahun ini. ”Masa panen biasanya Maret-Juni, kemudian Juli-Agustus tangkapan sedikit karena musim ombak. Saya duga, panen sudah dimulai sekarang,” tutur Julius, ketika ditemui di sebuah warung di PPS Bitung, Jumat siang.
Namun, ada satu hal yang bikin Julius khawatir akan masa depan nelayan Bitung, yaitu kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) yang diwacanakan KKP sejak 2022. Para nelayan di Bitung menolak keras kebijakan itu, tetapi pemerintah meresmikannya dengan PP No 11 Tahun 2023. Julius setuju dengan filosofi PIT untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan negeri dengan sistem kuota. Namun, menurut dia, pemerintah bertindak kontradiktif dengan membuka pintu investasi bagi kapal perikanan asing dengan skema yang berlaku paling cepat awal 2024. ”Kapal-kapal lokal enggak mungkin saingan sama asing. Kapal lokal paling tinggi 300-an GT (gros ton), di Jawa pun enggak lebih dari itu. Kalau kapal asing, misal purse seine (pukat cincin), bisa ribuan ton!” ujar Julius, mewakili 57 pemilik kapal dalam Gerakan Nelayan Perkasa Indonesia (GNPI). Ia curiga, PIT jadi akal-akalan pemerintah untuk membisniskan sumber daya perikanan negeri kepada pemodal asing. Dari empat zona yang dikhususkan untuk industri, ditawarkan kuota sebesar 4,89 juta ton ikan per tahun dengan nilai Rp 120,6 triliun. (Yoga)
Melemahnya Rupiah
Melemahnya rupiah
akhir-akhir ini sudah berdampak pada transaksi perdagangan, terutama
barang-barang impor dan sangat berdampak terhadap berbagai lini usaha. “Awal
bulan, komputer dan perantinya mengalami kenaikan harga. Harga laptop naik ratusan
ribu rupiah. Kenaikan harga juga di aksesori, seperti mouse dan lainnya. Kenaikan
bisa Rp 50.000-Rp 100.000 per item. Saat depresiasi rupiah, kenaikan harga
bercabang ke aksesori. Ini membuat berkurang penjualan. Jualnya susah, orang
malas datang (ke toko offline), jadinya lari ke online,” kata Rizky (28),
Penjual Toko Laptop Gamer.id.
Timoti Tirta (32), Pelaku
Usaha Ascenta Tour, Jakarta, mengatakan, “Menjelang akhir tahun, memang
biasanya rupiah melemah. Jadi, kebiasaan pelanggan kalau mau ke luar negeri
pada akhir tahun, dia sudah menukarkan uangnya sebelum Desember. Cuma ketika ada
pembayaran yang belum lunas, seperti maskapai atau hotel, kami memang pasti
akan kurangi keuntungan. Jadi, ketika membuat paket perjalanan di awal,
biasanya ada spare untuk perubahan kurs. Pengeluaran perjalanan ke negara Asia enggak
terlalu terasa ketika dollar AS melemah dibandingkan ke negara Barat”.
Unit usaha wisata agak
terpengaruh depresiasi rupiah karena harga kebutuhan sehari-hari makin mahal
sehingga cadangan rekreasi berkurang. Akibatnya, beberapa program yang sudah terencana
menjadi tertunda. Kebanyakan (klien) memilih memakai uang mereka untuk keperluan
sehari-hari dulu dan menunda perjalanan rekreasi mereka, ujar Budi
Kusumaningsih (50), Pelaku Usaha Wisata, Yogyakarta. (Yoga)
93 UMKM Binaan Bank Mandiri Unjuk Gigi di Bazaar UMKM Sarinah
Indonesia Terus Akselerasi Kenaggotaan Penuh di OECD
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









