;
Kategori

Ekonomi

( 40498 )

Kinerja Emiten Asuransi Naik

31 Oct 2023
Emiten asuransi mulai merilis laporan keuangan untuk sembilan bulan pertama tahun 2023. Dari 10 emiten yang sudah merilis kinerja, sebagian besar masih mencetak pertumbuhan pendapatan premi dan laba bersih. Hanya ada dua perusahaan yang tidak mencatatkan kenaikan premi bruto, yakni PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) dan PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI). Berdasarkan data OJK, industri asuransi mencatatkan total pendapatan premi Rp 228,51 triliun atau turun 1,57% year on year (YoY). Emiten asuransi juga terlihat mampu mencetak kenaikan laba bersih. Hanya ada tiga emiten yang mencatat penurunan kinerja di laba bersih. Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan anak perusahaan PT Pertamina ini berkat membaiknya ekonomi Indonesia dan penerapan prinsip kehati-hatian baik dari aspek underwriting maupun dalam pengelolaan investasi. Adapun pendapatan premi tumbuh 15,36% menjadi Rp 5,45 triliun. Kata Tatang,  pertumbuhan pendapatan premi ini ditopang lini bisnis fire, engineering, marine hull dan offshore. Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance Emil Hakim menambahkan, pencapaian TUGU telah sesuai target. "Dengan ekuitas ini, tingkat kesehatan Tugu semakin membaik, dengan perolehan RBC 569,8%, jauh di atas ketentuan OJK. 

UPAYA EKSTRA DULANG LABA

31 Oct 2023

Mata investor saham sedang tertuju pada rapor keuangan emiten-emiten per 9 bulan 2023. Apalagi, korporasi tengah berjibaku mencetak pertumbuhan laba di tengah berbagai tantangan ekonomi seperti kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, maupun krisis geopolitik. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 79 dan 162 emiten membukukan pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang Januari-September 2023. Adapun, 9 emiten berbalik mendulang laba, 54 emiten mengalami penurunan laba bersih, 9 emiten membukukan penurunan rugi bersih, dan 3 emiten ruginya meningkat secara tahunan per 30 September 2023. Laba bersih yang lebih tebal a.l. dibukukan oleh emiten di sektor perbankan, properti, transportasi, komponen otomotif, pengelola rumah sakit, rokok, dan barang konsumsi. Di sektor perbankan, laba bersih BMRI tumbuh 27,36% year-on-year (YoY) menjadi Rp39,1 triliun sepanjang 9 bulan 2023. Adapun, GGRM membukukan lompatan laba bersih 197,62% secara tahunan menjadi Rp4,45 triliun pada periode tersebut. Kontras, emiten teknologi GOTO dan BUKA masih bergelut dengan rugi bersih per 30 September 2023 berturut-turut Rp9,54 triliun dan Rp776,22 miliar. Namun, kerugian GOTO menyusut 53% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp20,32 triliun. Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan sinergi ekosistem yang makin kuat menjadi keunggulan perusahaan di tengah kompetisi yang kian ketat.

Terpisah, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi mengatakan perseroan terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menambahkan kinerja laba bersih bank juga terdorong oleh kinerja pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 10,8% yoy menjadi Rp24,55 triliun pada kuartal III/2023. Adapun, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Syarif Faisal Alkadrie melaporkan produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam dengan proporsi 62% atau Rp19,29 triliun. Faktanya, dalam sebulan terakhir, IHSG tercatat merosot 3,24% dan parkir di level 6.735,89 pada akhir perdagangan kemarin, Senin (30/10). Hal itu sejalan dengan arus modal keluar asing yang mencatat net sell Rp11,97 triliun secara year-to-date. Presiden Direktur Kiwoom Sekuritas Indonesia Changkun Shin menilai kinerja emiten per kuartal III/2023 bervariasi, tetapi rapor emiten blue chips mayoritas tumbuh positif. Meski demikian, daya dorong sentimen positif itu disebut tidak begitu kuat terhadap IHSG mengingat pasar cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga The Fed dalam FOMC 31 Oktober-1 November 2023.

Fenomenal ! Bank Mandiri Cetak Rekor Bank Pertama dengan Aset Tembus Rp2.007 Triliun

31 Oct 2023

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja keuangan impresif pada kuartal III/2023. Emiten berkode BMRI ini berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi menembus Rp2.007 triliun per September 2023 atau tumbuh 9,11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa kenaikan total aset turut didorong oleh laju pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga (DPK). Bank Mandiri berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi senilai Rp1.315,92 triliun per September 2023 dari posisi setahun sebelumnya senilai Rp1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% secara YoY. Selaras dengan pertumbuhan kedua segmen tersebut, kredit Bank Mandiri di segmen mikro turut mencatatkan realisasi positif dengan pertumbuhan 10,09% YoY dari Rp146,6 triliun pada September 2022 menjadi Rp161,4 triliun pada akhir September 2023. Di samping itu, daya beli masyarakat yang masih solid turut mendukung pertumbuhan kredit konsumer Bank Mandiri sebesar 12,04% YoY menjadi Rp109,3 triliun di kuartal III/2023. Kredit korporasi Bank Mandiri tetap menjadi penyumbang portofolio kredit terbesar perseroan dengan realisasi mencapai Rp449 triliun atau tumbuh 9,55% secara YoY. Pertumbuhan kredit ini beriringan dengan kinerja keuangan perseroan yang makin solid, tecermin dari laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi yang melesat 27,4% YoY menjadi Rp39,1 triliun hingga September 2023.

TATA KELOLA PERTAMBANGAN : ARAL MENGGANJAL DIVESTASI INCO

31 Oct 2023

Pemerintah belum juga bisa memberikan kepastian mengenai keputusan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sebagai salah satu syarat perpanjangan kontrak, meski Presiden Joko Widodo telah berpesan untuk diselesaikan secepatnya dengan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak. Hingga kini, proses pembahasan divestasi saham INCO masih berjalan di internal pemerintah dengan melibatkan perseroan dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID yang bakal melaksanakan proses tersebut. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, negosiasi sisa kewajiban divestasi saham INCO masih berlangsung alot, meski Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui rencana pengembangan seluruh wilayah atau RPSW perusahaan. “Sedang diskusi terus. alot,” katanya saat ditemui, Senin (30/10). Pada kesempatan berbeda, Erick juga mengaku bahwa pihaknya masih terus mempelajari untung-rugi dari rencana divestasi saham INCO. Dirinya tidak ingin Indonesia mendapatkan manfaat yang kurang optimal dari proses yang menjadi salah satu syarat perpanjangan kontrak tersebut.Hal tersebut menjadi salah satu landasan bagi pemerintah agar proses divestasi INCO dilakukan dengan setengah hati. Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, proses pelepasan saham INCO kepada pihak Indonesia sebagai syarat peralihan status izin tambang kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sudah masuk tahap finalisasi di Kementerian BUMN. Hal-hal terkait dengan perpanjangan izin konsesi tambang INCO yang menjadi kewenangan Kementerian ESDM pun diklaim telah diselesaikan. Arifin menyebut, perpanjangan kontrak INCO bakal diberikan setelah proses divestasi sahamnya rampung. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia juga memastikan pemerintah bakal memperpanjang kontrak tambang INCO dengan menyetujui konversi kontrak lama menjadi IUPK. Beberapa persyaratan yang dimaksud oleh Bahlil di antaranya adalah kewajiban sisa divestasi kepada MIND ID, serta penciutan lahan atau relinquishment sebagian blok konsesi yang dianggap tidak dikembangkan oleh INCO selama masa konsesi.

Merger & Akuisisi Injak Rem Menjelang Pemilu

30 Oct 2023
Memasuki tahun politik, aksi merger dan akuisisi (M&A) mulai injak rem  dan melambat. Banyak perusahaan menepi dan tak melanjutkan aksi itu sembari menanti nahkoda baru Indonesia hasil pemilihan umum (Pemilu) 2024. Sikap menahan diri melakukan merger dan akuisisi ini setidaknya terlihat dari pemberitahuan merger dan akuisisi yang didaftarkan di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Sampai kuartal III-2023, hanya ada 106 M&A, turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak lebih dari 300 notifikasi. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur menyatakan, aksi merger dan akuisisi berpeluang naik lagi di akhir tahun ini, meski pemilu mulai berjalan. "Pemilu tidak menjadi penghalang aksi merger dan akuisisi, terutama sektor yang teregulasi." ungkap Deswin, akhir pekan lalu. Namun bagi Nailul Huda, Peneliti Ekonomi Digital Institue for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, agenda Pemilu 2024 menjadi pertimbangan pebisnis melakukan aksi merger dan akuisisi. Mereka cenderung wait and see, termasuk menunggu kebijakan pemerintahan baru usai pemilu. "Sektor yang mungkin sering terlibat aksi merger dan akuisisi adalah sektor yang di-endorse  pemerintah," kata Huda ke KONTAN, akhir pekan lalu.

Emiten Sektor Kesehatan Semakin Bugar

30 Oct 2023
Di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sektor kesehatan justru menjadi salah satu sektor yang bisa melaju di zona hijau. Sepekan terakhir ini indeks tepangkas sekitar 1,32%. Pada perdagangan bursa saham Jumat (27/10), indeks sektor saham kesehatan ditutup  menguat 16,85 poin atau 1,13% menjadi 1.504,83. Kondisi ini melanjutkan penguatan di hari sebelumnya. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, penguatan sektor kesehatan ini salah satunya karena kenaikan suku bunga. Sektor kesehatan menjadi salah satu sektor yang defensif terhadap kondisi tersebut. Tapi Nico menegaskan, sektor kesehatan hanya menjadi alternatif  berinvestasi, Jadi bukanlah menjadi sektor prioritas. Maka ia menyarankan investor  tetap memilih emiten kesehatan yang tidak memiliki komponen impor yang besar. Lantaran pada saat ini kondisi rupiah masih terus mengalami tekanan. Meski begitu, analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei menambahkan, sektor kesehatan biasanya mengalami peningkatan kinerja pada semester kedua, termasuk pada periode saat ini. Jono memproyeksi, kinerja sektor kesehatan akan terus tumbuh. Salah satu emiten kesehatan yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) sebelumnya juga sudah merilis kinerja keuangan kuartal III-2023. Hasilnya adalah, salah satu emiten dari Grup Lippo mencatatkan kenaikan laba 91,2% di periode tersebut menjadi Rp 858,90 miliar, dari periode serupa tahun lalu sebesar Rp 449,21 miliar.

Safe Haven dan Minyak Menjadi Andalan

30 Oct 2023
Kondisi geopolitik dan suku bunga tinggi menyebabkan aset safe haven dan komoditas yang meningkat tahun ini diprediksi bertahan pada level tinggi di 2024. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin menilai, emas masih menjadi favorit ketika prospek suku bunga Amerika Serikat (AS) mulai meredup di tahun 2024. Penurunan prospek suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed) ini seiring dengan potensi penurunan laju inflasi AS. Selain itu, kondisi global yang tengah diwarnai sejumlah konflik turut mempengaruhi harga emas. Harga emas berjangka pada Jumat (26/10) di level US$ 1.998,5 atau naik 0,2% dalam sepekan. Kenaikan harga emas juga akan memberi dorongan bagi perak menguji area atas, yakni US$ 24.200-US$ 25.000 per ons troi. Akhir pekan lalu perak tutup di US$ 22.887 per ons troi. "Kedua logam mulia ini sangat menarik menjadi alat instrumen investasi dengan kondisi saat ini dan ke depan," kata dia. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo memprediksi, harga emas akan diperdagangkan pada level US$ 2.004,22 per ons troi pada akhir 2023. Di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah, Sutopo melihat dolar AS juga ikut menguat sebagai aset lindung nilai untuk mengurangi risiko. Namun, Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani justru melihat harga-harga komoditas di tahun 2024 akan terkoreksi karena masih dalam proses normalisasi harga. Ia memprediksi, batubara, minyak, crude palm oil (CPO), dan emas akan menuju ke harga fundamentalnya.

Bunga Naik, Pedang Mata Dua

30 Oct 2023
Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6% pada 19 Oktober 2023 lalu. Analis memandang keputusan bank sentral itu akan menjadi pedang bermata dua, terutama bagi emiten sektor perbankan dengan produk yang sensitif terhadap kenaikan bunga. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus mengatakan, pada dasarnya kenaikan bunga acuan BI akan meningkatkan net interest margin (NIM) perbankan. Namun, di sisi lain, kenaikan bunga acuan juga berpotensi membuat penyaluran kredit berkurang akibat tingginya bunga pinjaman. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta bilang, akan ada potensi kenaikan non performing loan (NPL) di tengah tingginya suku bunga. Karenanya, kedua analis sepakat bahwa kinerja emiten perbankan masih cukup baik di di kuartal IV ini. Nafan bilang, katalis pendorongnya adalah stabilitas perekonomian domestik yang bisa mendorong pertumbuhan konsumsi. Menurut Nafan, meski ekonomi global masih diselimuti ketidakpastian, tetapi fokus ekspor dari Indonesia ke negara-negara yang memiliki fundamental makro ekonomi yang relatif solid dan menunjukan pemulihan, seperti India, China, dan AS. Menilik hasil survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan yang dirilis BI, saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada September 2023 mencapai 92,6%. Angka itu lebih tinggi dari SBT Agustus di 2023 sebesar 86,2%. Adapun kenaikan berasal berasal dari kredit investasi dan kredit konsumsi. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano mencatat total kredit secara agregat untuk bank saja tumbuh 11% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 3.502 triliun di  bulan Agustus. Secara bulanan, hanya Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melaporkan pertumbuhan kredit yang sedikit lebih lambat yaitu 10,1% yoy dari bulan sebelumnya 10,4%. "Sementara itu, bank-bank BUMN melaporkan pertumbuhan kredit yang lebih cepat, seperti Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dari 11,2% ke 11,9%. Lalu, Bank Mandiri Tbk (BMRI) dari 10,2% ke 12,3%, dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dari 6,9% menjadi 8,5%," terang Victor dalam riset yang dirilis Senin (2/10).

DENDANG GAGASAN PARA BINTANG

30 Oct 2023

Tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Februari 2024, resmi terdaftar di Komisi Pemilihan Umum. Tahapan selanjutnya yang akan dilalui yakni proses penetapan dan pengundian nomor urut peserta Pilpres. Layaknya pesta, sorot panggung akan tertuju pada para bintang yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md, dan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Visi dan misi ketiga pasangan itu telah disusun. Gagasan baru pun siap dilontarkan untuk memupuk keyakinan calon pemilih, sekaligus menjemput impian membangun Indonesia ke depan.

BSI Terus Bersinergi untuk Kuatkan Inklusi

30 Oct 2023

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. mengambil langkah nyata untuk mendukung inklusi perbankan syariah di dalam negeri dengan menjalin sinergi dan kolaborasi strategis bersama 15 lembaga keuangan di Tanah Air.Kerja sama dengan lembaga keuangan itu merupakan wujud komitmen Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam meningkatkan penetrasi keuangan syariah sekaligus memperingati Bulan Pembiayaan Syariah. Direktur Utama BSI yang juga Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi mengatakan bahwa inisiatif bersama itu sebagai bentuk nyata dukungan konstruktif dari BSI beserta Asbisindo yang mewadahi berkumpulnya bank-bank syariah, terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat sektor keuangan syariah di Indonesia. “Saya berharap kolaborasi antara BI dan pelaku industri perbank an syariah makin erat. Baik dalam lingkup penciptaan produk juga mekanisme baru lainnya seperti pengembangan instrumen pasar uang syariah valas [valuta asing], pengembangan produk lindung nilai syariah, serta pasar uang syariah melalui mekanisme bursa komoditi,” ujar Hery. Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Wahyu Purnama menyatakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, terus berupaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Wahyu menyebutkan ki nerja keuangan syariah terus menunjukkan tren menguat setiap tahun. Hal ini tidak terlepas dari stabilnya kondisi perekonomian makro Indonesia di tengah berbagai dinamika dan ketidakpastian global.