Segera Benahi Karut Marut Pupuk
JAKARTA,ID-Masalah pupuk di Indonesia, khususnya pupuk bersubsidi dinilai sangat rumit, mulai hulu hingga hilir, yakni pasokan serta harga gas untuk pabrik pupuk, ketersedian yang belum memadai untuk petani, hingga masalah distribusi. Pemerintah masih melakukan terobosan untuk membenahi karut marut pupuk ini, yang dinilai dengan audit khusus dalam rangka mengevaluasi secara menyeluruh, selain audit yang dilakukan secara rutin yang dilakukan oleh inspektorat dan BPK. Anggaran yang terbatas dari pemerintah sangat memengaruhi jumlah pupuk yang bisa disubsidi bagi 50% kebutuhan pupuk petani. Untuk tahun ini, besaran alokasi subsidi yang dianggarkan pemerintah pada 2023 mencapai Rp 24 triliun, padahal kebutuhannya mencapai Rp24 triliun, padahal kebutuhannya mencapai Rp 70 triliun. "Petani memang selalu bermasalah dengan pupuk. Ketika petani butuh, pupuknya belum ada, sedang tidak butuh malah ada. Bagi petani, kondisi ini akhirnya dianggap sebagai hal yang wajar (masalah pupuk)," kata Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa, yang juga Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan teknologi Tani Indonesia, kepada Investor Daily. (Yetede)
Tags :
#PupukPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023