Kategori
Ekonomi
( 40487 )Pertumbuhan Laba Perbankan Melambat
09 Nov 2023
JAKARTA,ID-Industri perbankan terus mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melambat hingga posisi Agustus 2023. Laba bersih yang dikantongi perbankan tembus Rp 160,7 triliun, tumbuh 19,21% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 134,8 triliun. Dari data yang dihimpun Investor Daily, jika dibandingkan bulan sebelumnya, laba bersih per Juli 2023 tumbuh 20,42% secara year on year (yoy). Ini menunjukkan adanya perlambatan dari sisi profitabilitas perbankan. Bahkan, pada Juni 2023 perbankan mencatatkan pertumbuhan cuan 23,42% (yoy). Lebih jauh lagi apabila dibandingkan posisi Maret 2023, pertumbuhan laba bersih mencapai 33,68% (yoy). Perlambatan ini diprediksi terus terjadi hingga akhir tahun. Ini lantaran basis kinerja pada 2021 yang rendah akibat dampak Covid-19, sehingga terlihat pertumbuhan tinggi pada realisasi kinerja perbankan 2022. Dengan basis 2022 yang tinggi, sulit untuk bisa mencetak pertumbuhan setinggi itu dalam kondisi yang menantang saat ini. (Yetede)
Pasar Modal Indonesia Ukir Sejarah, Jumlah Emiten Tembus 900
09 Nov 2023
JAKARTA,ID-Pasar Modal Indonesia mengukir sejarah baru dengan jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus 900 emiten, setelah PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS), PT Mastersystem Indonesia Tbk (MSTI), dan PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) resmi melantai di bursa pada 8 November 2023. Jumlah ini diyakini terus bertambah sampai akhir tahun, menyusul masih ada 27 calon emiten yang telah masuk pipeline pencatatan saham perdana di BEI. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan, total perusahaan tersebut menjadi sejarah baru sekaligus membawa BEI masuk lima besar global dari segi perusahaan tercatat, dan ketujuh global dari segi fundraising yakni Rp54 triliun. "Ini menunjukkan pasar modal kita dapat diandalkan dan dipercaya sebagai sumber modal alternatif untuk bertumbuh besar," kata Iman di BEI, Jakarta, Rabu (8/11/2023). (Yetede)
2025, Nilai Ekonomi Digital Indonesia Tembus US$ 100 Miliar
08 Nov 2023
JAKARTA,ID-Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 100 miliar di Asia Tenggara, menurut laporan e-Commerce SEA terbaru yang diterbitkan oleh Google, Temasek dan Bain & Company 2023. Namun, nilai tersebut telah direvisi oleh proyeksi tahun lalu yang masih US$ 130 miliar. Selama beberapa tahun terakhir, nilai ekonomi digital Indonesia bertumbuh stabil dan diperkirakan mencapai gross menchandise value (GMV) US$ 82 miliar tahun 2023, atau tumbuh 8% year-on-year (yoy) dari tahun lalu US$ 77 miliar. Sebagai perbandingan, dari proyeksi total nilai ekonomi digital Asia Tenggara US$ 295 miliar tahun 2025. Thailand baru membukukan nilai ekonomi digital US$ 49 miliar, Vietnam US$ 43 miliar, Filipina US$ 35 miliar, Malaysia 30 miliar, dan Singapura US$ 29 miliar. Sedangkan, pada akhir 2023 ini, dari prediksi total nilai ekonomi digital Asia Tenggara US$ 218 miliar, nilai ekonomi digital Thailand US$ 36 miliar, Vietnam US$ 30 miliar, dan Singapura US$ 22 miliar. (Yetede)
Cadev Menurun Demi Jaga Stabilitas Tukar Rupiah
08 Nov 2023
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Oktober 2023 senilai US$ 133,1 miliar atau menurun dari posisi pada akhir September 2023 US$ 134,9 miliar. Penurunan cadev tidak terlepas dari kondisi nilai tukar yang melemah sehingga BI harus melakukan upaya intervensi untuk menjaga rupiah agar tetap selaras dengan nilai fundamental. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto memastikan bahwa meskipun terjadi penurunan, posisi cadangan cadev masih dalam posisi aman. Penurunan posisi cadev tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai, langkah antisipasi dampak rambatan sehubungan dengan semakin meningkatnya ketidakpastian pusat keuangan global. "Salah satu faktor penurunan cadev adalah upaya BI menjaga kesimbangan supply /demand valuta asing di market. Hal tersebut sangat diperlukan dalam kondisi yang memang tukar rupiah sempat mengalami tekanan yang sangat tinggi," jelas Edi kepada Investor Daily, Selasa (7/11/2023). (Yetede)
Emiten Prajogo Pangestu Kuasai Petrosea
08 Nov 2023
JAKARTA,ID-Konglomerat Prajogo Pengestu melalui PT Perindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kembali memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi 34% saham perusahaan kontraktor pertambangan, PT Petrosa Tbk (PTRO). Akuisisi saham PTRO milik PT Caraka Reksa Optima yang merupakan perusahaan kepunyaan konglomerat Haji Romo Nitiyudo Wachijo atau kerap disapa Haji Robert itu, dilakukan CUAN melalui anak usahanya yakni PT Kreasi Jasa Persada (KJP). Setelah akuisisi rampung, KJP akan menjadi pengendali baru Petrosa. "Salah satu entitas anak yang dimiliki secara langsung dan dikendalikan oleh perseroan, yaitu PT Kreasi Jasa Persada (KJP) tengah dalam tahap negoisasi serta telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat (PPSB) sehubungan dengan rencana pembelian 342.925.700 saham, yang merupakan 34% dari total modal ditempatkan dan disetor didalam PT Petrosa Tbk (PRTO) yang dimiliki oleh PT Caraka Reksa Optima (CRO)," kata Direktur Utama dan Sekretaris Perusahaan Petrindo Jaya Kreasi Michael dalam keterangan resminya, Selasa (7/11/2023). (Yetede)
Rendah Kepatuhan Aturan Parkir Devisa Ekspor
08 Nov 2023
JAKARTA - Upaya pemerintah memperbanyak cadangan dolar Amerika Serikat melalui kebijakan penahanan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) belum membuahkan hasil optimal. Tingkat kepatuhan pelaku usaha masih tergolong rendah karena kebijakan ini dianggap cukup menyulitkan untuk dipenuhi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 tentang DHE dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam, eksportir diwajibkan menyimpan 30 persen devisanya minimal selama tiga bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Eksportir pun memiliki waktu tiga bulan untuk menempatkan DHE sejak penerbitan pemberitahuan pabean ekspor (PPE) jika nilainya di atas US$ 250 ribu.
Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Toto Dirgantoro mengungkapkan bahwa pelaku usaha memiliki sejumlah pertimbangan yang menentukan kemampuannya dalam memenuhi kebijakan devisa hasil ekspor. “Pertama, perusahaan sering kali punya kredit atau utang di luar negeri, sehingga ada kebutuhan membayar dan harus menyimpan dolarnya di luar (negeri),” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 7 November 2023. Adapun pertimbangan kedua para pengusaha adalah perihal keterikatan perusahaan yang terafiliasi dengan pemegang saham atau kantor pusat di luar negeri. “Mereka memang ekspor dari Indonesia, tapi ternyata kantor pusatnya di negara lain sehingga ada kebijakan penempatan (devisa) yang berbeda.” (Yetede)
Hati-hati Swasta Berinvestasi di Nusantara
08 Nov 2023
JAKARTA – Peletakan batu pertama alias groundbreaking sejumlah infrastruktur baru di area Ibu Kota Nusantara (IKN) selama beberapa bulan terakhir dinilai belum mencerminkan minat calon investor swasta. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan beberapa inisiator proyek swasta di ibu kota baru sudah mengantongi kajian bisnis tersendiri. Namun, secara umum, para investor masih berhati-hati. “Buktinya masih ada yang membentuk konsorsium untuk meredam risiko (dari proyek di IKN),” katanya kepada Tempo, kemarin.
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akhir-akhir ini diisi dengan seremonial groundbreaking proyek baru, baik yang didanai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun yang diusulkan swasta. Pada 21-23 September lalu, misalnya, Kepala Negara meresmikan pembangunan sejumlah proyek yang nilai investasi totalnya diklaim mencapai Rp 23 triliun. Pada 1-3 November lalu—diistilahkan sebagai gelombang groundbreaking kedua—Jokowi kembali meresmikan konstruksi 10 proyek senilai Rp 12,5 triliun. Pemerintah digadang-gadang masih menyiapkan groundbreaking sekelompok proyek lain yang nilainya menembus Rp 10 triliun pada Desember 2023. (Yetede)
Taipan Menjaring Cuan Jumbo dari Perbankan
08 Nov 2023
Sinyal kenaikan suku bunga tidak berlanjut cukup kuat. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (Fed) pada bulan ini kembali mempertahankan suku bunga. Bank Indonesia juga diprediksikan ikut menahan suku bunga, setelah mengerek naik suku bunga ke 6%. Suku bunga yang stabil, kendati masih tinggi, akan berdampak positif bagi kinerja bank. Ini akan menguntungkan investor pemegang saham emiten bank, termasuk para konglomerat pemilik bank. Berdasarkan catatan KONTAN, dari 12 bank milik konglomerat yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), 11 di antaranya telah merilis laporan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir 30 September 2023. Dari jumlah tersebut, sembilan bank di antaranya sukses mencetak kenaikan laba dua digit. Pertumbuhan laba Bank Ina sejalan dengan laju sahamnya. Pada penutupan pasar saham Selasa (7/11), saham BINA sudah bertengger di posisi Rp 4.150 per saham, naik 4,01% sejak awal tahun. Melesatnya harga saham BINA, tentu saja, bakal mengerek nilai kepemilikan Salim di bank ini. Anthony Salim menjadi pemegang saham pengendali Bank Ina melalui PT Indolife Pensiontama dengan jumlah kepemilikan 1,4 miliar saham, setara 22,83%. Grup Salim juga mengempit saham Bank Ina lewat PT Samudera Biru dan PT Gaya Hidup Masa Kini, dengan porsi masing-masing 18,16% dan 11,84%. Salim juga menguasai saham BINA lewat fund DBS Bank, sebesar 9,67%. Dus, total kepemilikan grup Salim di Bank Ina mencapai 62,50%. Konglomerat lain yang mengalap cuan dari pertumbuhan kinerja bank adalah Hartono bersaudara, yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Duo Hartono ini menjadi pemegang saham pengendali di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui entitas PT Dwimuria Investama Andaln dengan porsi 54,92%. Di bawah Hartono bersaudara, konglomerat Chairul Tanjung juga mencatat nilai kepemilikan besar di Bank Mega Tbk (MEGA). Di posisi berikutnya ada pengusaha Mu'min Ali Gunawan, pemegang pengendali Bank Panin Tbk. Senada, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani juga merekomendasi beli BBCA dengan target harga Rp 9.400. "Pertumbuhan labanya konsisten. Valuasinya masih menarik. Jadi ada potensi kenaikan lebih lanjut," kata Arjun. Sisanya Arjun merekomendasikan jual, terutama saham bank digital yang mengalami downtrend.
Utak-Atik Gerojokan Dana Tambahan Bantuan Sosial
08 Nov 2023
Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berniat menggerojok sejumlah tambahan bantuan sosial (bansos) dan beragam insentif di tahun politik 2024. Meski begitu, bujet untuk tambahan bansos tersebut belum dimasukkan dalam pagu anggaran pada tahun depan. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyatakan, pembahasan anggaran terkait tambahan bansos memang belum dibahas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. "Rencana spesifik (tambahan bansos) belum ada saat pembahasan APBN 2024, namun ada (anggaran) cadangan untuk ketahanan pangan," ungkap Isa kepada KONTAN Selasa (7/11). Sebelumnya Presiden Jokowi menyetujui rencana pemerintah menambah bansos. Penebalan bansos tersebut, pertama, pemerintah akan memperpanjang bantuan beras sebesar 10 kilogram per keluarga penerima manfaat yang berlaku sejak Januari hingga Juni 2024. Bantuan pangan ini akan diberikan kepada 22.004.077 keluarga. Kedua, pemerintah juga memperpanjang bantuan pangan untuk keluarga rawan stunting (KRS) yang akan dikucurkan pada Januari hingga Juni 2024. Bantuan berupa daging ayam dan telur ayam ini untuk 1,4 juta penerima manfaat di tujuh provinsi. Khusus bantuan pangan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 892 miliar atau Rp 446,24 miliar per kuartal. Ketiga, pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) perumahan dengan harga di bawah Rp 5 miliar, namun harga rumah yang PPN-nya ditanggung oleh pemerintah hanya sampai Rp 2 miliar. Terakhir, pemerintah akan memberikan insentif sebagai dukungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni dengan menanggung biaya administrasi pembelian rumah Rp 4 juta.
Jalan Panjang GOTO Membidik Profit
08 Nov 2023
Perjalanan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengejar target adjusted EBITDA positif masih menantang. Tapi, GOTO belum mengubah target ini karena ada sejumlah strategi yang tengah digeber. Direktur Utama GOTO Patrick Walujo mengatakan, unit bisnis on demand services yaitu Gojek dan bisnis e-commerce Tokopedia bisa mencetak keuntungan pada akhir kuartal IV-2023 nanti. Jika adjusted EBITDA di kuartal keempat nanti bisa positif, total EBITDA yang disesuaikan sepanjang tahun 2023 bisa berada di antara level negatif Rp 4,5 triliun hingga negatif Rp 3,8 triliun. Dus, berkaca dari pencapaian itu, ada potensi EBITDA GOTO berbalik menjadi positif. Namun GOTO juga tampak was-was target tersebut tidak terpenuhi. Patrick memang menegaskan GOTO tak akan mengubah target ini. Tapi dia juga tak menampik kalau ada peningkatan risiko dalam mencapai target tersebut. Di sisi lain, GOTO akan terus menggenjot efisiensi demi mencapai ambisi profit tadi. GOTO akan menekan angka cash burn (penggunaan kas). GOTO memiliki kas dan neraca yang solid. Ini tercermin dari posisi kas, setara kas dan deposito jangka pendek GOTO yang mencapai Rp 25,2 triliun per 30 September 2023. Pada periode itu, tingkat penggunaan bersih kas atau net cash burn GOTO telah berkurang 76% secara tahunan. Head of Investor Relations GOTO Reggy Sutanto mengatakan, hingga saat ini, cash brun GOTO tiap bulannya berada di kisaran US$ 15 juta hingga US$ 20 juta atau sekitar Rp 320 miliar. Research Analyst MNC Sekuritas Alif Ihsanario mengatakan, era suku bunga tinggi juga masih bisa menekan kinerja GOTO. MNC Sekuritas pun memangkas target harga GOTO dari Rp 135 menjadi Rp 120. Tapi, saham GOTO masih direkomendasikan beli. Selasa (7/11), GOTO naik 1,32% ke harga Rp 77 per saham.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









