Ekonomi
( 40487 )Kenaikan UMP Ciptakan Dilema
Kenaikan upah minimum provinsi atau UMP tahun 2024
menciptakan dilema bagi sektor usaha padat karya, seperti industri alas kaki
dan tekstil. Kenaikan upah berarti akan menaikkan biaya operasi di tengah
penurunan pasar ekspor akibat gempuran barang impor dan perlambatan ekonomi
dunia. Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy
Widjanarko, Kamis (23/11) upah pekerja
di industri alas kaki dan sepatu menyumbang 11 % dari total biaya produksi.
Apabila kapasitas produksi dapat maksimal, porsi upah pekerja bisa turun
menjadi 6-8 % dari keseluruhan biaya produksi. ”Ini memberatkan kami di tengah
posisi kami yang sedang berjuang untuk sekadar bertahan hidup,” ujar Eddy.
Menurut dia, kapasitas produksi industri alas kaki dan sepatu
saat ini hanya 50-60 % dari kapasitas terpasang. Pelaku industri alas kaki saat
ini sedang kesulitan untuk mendapatkan pembeli. Perlambatan ekonomi dunia
termasuk di negara-negara mitra dagang, seperti AS dan Eropa, membuat kinerja
ekspor industri alas kaki merosot. Mengutip data BPS, nilai ekspor produk alas
kaki pada periode Januari-Oktober 2023 merosot 18,86 % secara tahunan. Pada
periode Januari-Oktober 2022, nilai ekspor produk alas kaki Indonesia sebesar
6,57 miliar USD. Angka itu merosot menjadi 5,33 miliar USD untuk periode
Januari-Oktober 2023. Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan
SDM Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Nurdin Setiawan menambahkan, setiap
kali ada kenaikan upah berarti ada kenaikan biaya tenaga kerja. Kenaikan upah
ini turut menaikkan pembayaran iuran jaminan sosial untuk ketenagakerjaan dan
kesehatan. (Yoga)
Rumah Modern Berukuran Kecil Lebih Diminati
Muncul perbincangan viral di jagat maya terkait rumah mewah
yang sulit dijual. Meski sudah dipasang
tanda dijual, rumah-rumah berukuran besar itu tidak juga laku. Muncul anggapan,
rumah besar tidak dilirik generasi Z dan milenial yang mendominasi pasar
perumahan. Mediana dan Lukita Grahadyarini Pemilik akun @MerrMagda, misalnya,
dalam cuitan di X (Twitter) pada 15 November 2023, menceritakan, di perumahan
mewah Cinere, banyak rumah dengan tanda dijual, tetapi tidak laku-laku. Dia
menduga rumah seperti itu dimiliki generasi baby boomers yang menimbun real
estat. Anak-anak-nya dari generasi X menjual karena butuh uang, tetapi generasi
Z tidak sanggup membelinya lantaran harganya belasan hingga puluhan miliar rupiah.
Cuitan ini disukai 18.700 kali dan mendapat repost 4.948 kali. Warganet lain
yang ikut mengomentari cuitan itu adalah @edwintprast. Dia menyebutkan, di area
Ciledug, pada tahun 1990-2000-an terdapat beberapa rumah dibangun seperti istana,
sekarang sepi dan kusam, serta tidak ditempati. Dia juga menyebut, ada juga
rumah yang dulunya berukuran besar, lalu dibeli pengembang, kemudian dipecah
menjadi rumah kecil dalam kluster.
Generasi milenial dan generasi Z cenderung lebih menyukai
hunian ukuran kecil-sedang dan minimalis ketimbang rumah mewah berukuran luas. Head
of Research 99 Group Indonesia Marisa Jaya mengungkapkan, pilihan hunian sangat
bergantung pada gaya hidup yang membuat konsumen menyesuaikan kebutuhan rumah dengan
kemampuan finansial. Apalagi, kenaikan harga rumah cenderung lebih tinggi dibandingkan
dengan pertumbuhan penghasilan mereka. ”Generasi milenial dan generasi Z lebih memilih hunian berukuran
kecil-sedang karena mengurusnya tidak terlalu sulit, tidak memakan waktu
ataupun biaya perawatan yang besar,” ujarnya, Sabtu (18/11), di Jakarta. Rumah
kecil berukuran 30-100 meter persegi (m2) saat ini lebih dibidik mayoritas pasar.
Mereka juga menyukai hunian yang memiliki nilai tambah atau keunikan
tersendiri, seperti hunian dengan fitur smart home, lokasi yang strategis dan
terjangkau, serta kemudahan akses fasilitas publik dan transportasi umum yang
menunjang aktivitas sehari-hari. (Yoga)
Ruang Perubahan Suku Bunga Masih Sempit
Ruang perubahan kebijakan suku bunga Bank Indonesia 7-
Day Reverse Repo Rate
(BI7DRR) tetap ada, meski menyempit. Bank sentral terus memantau data-data yang menjadi pertimbangan kebijakan tersebut.
Bank Indonesia (BI) mempertahankan bunga acuannya di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2023, setelah kenaikan 25 basis poin (bps) pada Oktober 2023. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, penetapan bunga acuan ini seiring upaya mengantisipasi dampak ketidakpastian global.
Dia bilang hal ini merupakan langkah
pre-emptive
dan
forward looking
untuk memitigasi dampak terhadap inflasi barang impor (imported inflation). Terutama karena lonjakan harga energi dan pangan global, juga koreksi nilai tukar rupiah. Alhasil, inflasi akan tetap terkendali di kisaran 3% plus minus 1% pada 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada 2024.
Ia menambahkan, bank sentral turut mencermati kondisi global. Terutama kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan depan, meski probabilitasnya semakin menipis dari sebelumnya 40% menjadi hanya 10%.
Namun, dia memastikan respons kebijakan dari BI terkait suku bunga akan konsisten secara forward looking dan pre-emptive. Juga memastikan untuk menjangkar inflasi ke depan.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, suku bunga acuan saat ini sudah memadai untuk mempertahankan daya tarik aset rupiah sekaligus menarik modal asing untuk mengalir masuk. Dengan demikian, "Suku bunga acuan akan tetap sebesar 6% pada akhir tahun 2023" ungkap dia kepada KONTAN, Kamis (23/11).
Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja juga meyakini tak akan ada lagi kenaikan suku bunga acuan pada tahun 2023. "Secara retorika, nampaknya meyakinkan bahwa tidak ada lagi kenaikan suku bunga setidaknya pada bulan Desember 2023," terang Enrico dalam keterangannya, Kamis (23/11).
Walaupun juga ada pernyataan dari Gubernur BI bahwa langkah BI masih akan sangat bergantung dengan perkembangan data terakhir.
Omzet Bisnis Turun saat Ekonomi Melaju
Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus membaik pasca pandemi Covid-19. Pada 2022, ekonomi tumbuh mencapai 5,3% dan digadang-gadang bisa melampaui 5% pada tahun ini.
Sayangnya, perbaikan angka pertumbuhan ekonomi tersebut tak sejalan dengan omzet yang diraih pengusaha. Omzet mereka justru menurun saat laju ekonomi pulih. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan, hal yang perlu dilihat oleh dunia usaha adalah nominal produk domestik bruto (PDB), bukan PDB secara keseluruhan.
David menyebutkan, ada dua faktor yang mempengaruhi kondisi penurunan nominal PDB Indonesia. Pertama, harga komoditas global yang terus mengalami penurunan. Kedua, produk China yang sudah masuk dan menguasai perdagangan di negara negara emerging market termasuk Indonesia dan ikut mempengaruhi inflasi.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso optimistis, beberapa sektor ekonomi akan menggeliat. Terutama didorong momentum Pemilu 2024.
Beberapa sektor yang dimaksud yakni konveksi, percetakan, periklanan, media, transportasi, makanan dan minuman, juga beberapa jasa hiburan yang biasanya hadir dalam masa kampanye.
Sementara itu, dampak tidak langsungnya akan disumbangkan dari konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT), yang diproyeksikan tumbuh 4,5% hingga 5% pada 2023, kemudian tahun depan akan meningkat lebih tinggi sekitar 6,5% hingga 7%.
Kabar Tiktok Shop Terbangkan GOTO
Wacana Tiktok Shop akan kembali ke Indonesia kian santer terdengar. Perusahaan milik ByteDance Ltd ini dikabarkan tengah menjajaki investasi dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Tiktok tengah dalam penjajakan investasi pada unit bisnis Tokopedia. Menurut sumber
Bloomberg, transaksi investasi ini akan diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Bahkan kabarnya GOTO dan Tiktok berupaya untuk membentuk
joint venture.
Nantinya kedua perusahaan itu akan membangun
platform e-commerce
baru. Hingga berita ini diturunkan, manajemen GOTO dan Tiktok belum memberikan tanggapan atas pertanyaan KONTAN.
Head of Investor Relations
GOTO, Reggy Susanto cuma bilang, tim komunikasi GOTO akan menyampaikan keterangan mengenai kabar tersebut. "Nanti tim kami akan menghubungi," kata Reggy kepada KONTAN, Kamis (23/11).
Di sisi lain, kabar ini direspons positif oleh pelaku pasar. Kamis (23/11), saham GOTO melesat 11,90% ke 94 per saham. Di saat bersamaan, tiga saham emiten terafifliasi GOTO juga ikut melejit. Misalnya, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang menyentuh
auto rejection atas
(ARA). Saham ARTO meroket hingga 24,89% ke level Rp 2.860 per saham.
GOTO dan ASSA beserta sejumlah investor lain memiliki kongsi strategis di PT Tri Adi Bersama, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan ekspedisi Anteraja. Saham terafiliasi GOTO lain yang juga menghijau adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang naik 13,56% ke level Rp 67 per saham.
Sejak Oktober 2023, analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra sudah memprediksi Tiktok Shop akan kembali hadir di Indonesia. Dia menilai, GOTO akan menjadi mitra yang ideal bagi Tiktok Shop untuk kembali beroperasi. Menurutnya berkongsi dengan GOTO merupakan jalan yang tercepat.
Di sisi lain, kehadiran Tiktok Shop akan memberikan warna bagi industri
e-commerce
karena keberhasilannya dalam mendisrupsi pasar dengan teknologi teranyar. Maximilianus Nico Demus,
Associate Director of Research and Investment.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, kehadiran Tiktok Shop akan meramaikan pasar. Namun, investor perlu mencermati skenario apa yang akan dilakukan oleh TikTok Shop.
Menimbang Dividen Interim Emiten Bank
Kabar baik bagi investor saham. Sejumlah emiten masih bakal membagi kado Natal berupa dividen interim. Dari emiten bank, Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah mengumumkan akan membagi dividen interim senilai Rp 5,2 triliun dari buku 2023, atau setara Rp 42,5 per saham.
Bila dihitung berdasarkan harga penutupan BBCA kemarin,
yield
dividen mencapai 0,48%. Kalau ingin kebagian kado BBCA ini, investor harus sudah tercatat di daftar pemegang saham paling lambat 5 Desember. Pembayaran dividen interim tunai akan dilakukan pada 20 Desember 2023.
Secara historis, BBCA tercatat rajin bagi dividen interim. Dibanding tahun lalu, nilai yang dibagikan tahun ini meningkat 21,4%. Laba BBCA di sembilan bulan tahun ini tercatat naik 25,8%.
EVP
Corporate Communication
BCA Hera F. Haryn mengatakan, penetapan dividen interim ini sudah mempertimbangan kinerja dan kebutuhan pencadangan bank. "Perhitungannya juga menggunakan kajian terkait kondisi ekonomi ke depan. Sehingga, tak akan berpengaruh besar pada bisnis di tahun mendatang," kata dia, Kamis (23/11).
Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menilai dividen interim BBCA kurang menarik bagi para pemburu dividen. Sebab,
yield
dividen hanya sekitar 0,4%. Angkanya jauh di bawah bunga deposito yang dijamin LPS, yakni 4,25%.
Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto juga menilai dividen interim BBCA kurang menarik diburu bila investor belum memiliki saham BBCA. Menurut dia, dividen BBCA biasanya baru menarik saat dividen final.
Dana Kelolaan Dapen Melejit
Dana kelolaan atau aset industri dana pensiun (Dapen) tumbuh di sepanjang sembilan bulan tahun 2023. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai akhir September 2023, total dana kelolaan industri dana pensiun secara gabungan tumbuh 6,85% secara tahunan jadi Rp 360,62 triliun dari Rp 337,50 triliun per September 2022.
Tapi, secara bulanan, aset kelolaan industri dana pensiun per September 2023 turun dibandingkan Agustus 2023 sebesar Rp 361,01 triliun. Dari data OJK, kontribusi terbesar dana kelolaan per Agustus 2023 dari aset dana pensiun pemberi kerja (DPPK) jenis program pensiun manfaat pasti atau PPMP.
Data OJK selaras dengan pertumbuhan dana kelolaan yang dibukukan sejumlah perusahaan dana pensiun. Contohnya dana kelolaan PT Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM). Hingga akhir September 2023, DPBM membukukan dana kelolaan
netto
Rp 10,08 triliun atau tumbuh 8,56% secara tahunan. "Pertumbuhan aset DPBM berasal dari iuran pensiun dan hasil usaha bersih sekitar Rp 524 miliar," ujar Ali Farmadi, Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri kepada KONTAN, Kamis (23/11).
Sementara itu, lanjut Ali, aset investasi DPBM hingga September 2023 mencapai Rp 9,85 triliun. Dana kelolaan DPBM ini diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi.
Plt Pengurus 2 DPLK PertaLife, Deny Kurniawan menuturkan, tumbuhnya aset kelolaan didorong pendapatan investasi yang mencapai Rp 227 miliar di September 2023. Ini tumbuh 42% secara tahunan dibanding September 2022 sebesar Rp 160 miliar. "Pertumbuhan ini dari hasil investasi dan penambahan iuran yang kami investasikan kembali sesuai penempatan investasi yang dipilih oleh masing-masing peserta," terangnya.
Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Bambang Sri Mulyadi mengestimasi, pertumbuhan aset industri dapen pada 20024 tidak jauh dari realisasi tahun ini. "Pertumbuhan aset secara prosentase pada tahun depan, deviasi sedikit plus atau minus dibanding 2023," katanya.
BEKAL FISKAL ARUNGI 2024
Tekanan ekonomi global direspons cepat oleh pemerintah agar produk domestik bruto (PDB) pada tahun depan bisa melaju di lintasan target, yakni sebesar 5,2%. Postur fiskal pun didesain adaptif dengan berfokus pada dua sektor utama untuk mengamankan pertumbuhan PDB, yakni konsumsi dan investasi, mesin utama penggerak roda ekonomi. Adapun ekspor yang pada tahun ini cukup keteteran, pada 2024 diestimasi masih mendapat tekanan lantaran perlambatan ekonomi dunia terutama China yang menjadi mitra dagang utama. Lesatan inflasi global pun diestimasi kian membatasi sisi permintaan. Inilah kemudian yang mendorong pemerintah untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebagai alat untuk menguatkan daya beli masyarakat agar konsumsi domestik tetap menggeliat, sehingga mampu mengompensasi penggerusan ekspor. Apalagi, 2024 akan digelar Pemilihan Umum (Pemilu) yang secara historis memacu konsumsi masyarakat terutama terhadap komponen konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT). Di sisi lain, reformasi birokrasi dan regulasi investasi terus dipacu dalam rangka menguatkan magnet bagi investor. Pada saat bersamaan, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pun menahan suku bunga acuan di level 6% sehingga menambah tenaga pebisnis untuk terus berekspansi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat menjadi pembicara dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges (BIBC) 2024 kemarin, Kamis (23/11), mengatakan ada beberapa fokus belanja dalam APBN 2024 yang diyakini memberikan daya gedor maksimal ke perekonomian. Dari sisi momentum, ajang Pemilu 2024 diyakini menjadi stimulus yang bakal memacu konsumsi sehingga laju PDB bisa lebih maksimal. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, yang juga menjadi pembicara dalam BIBC 2024 mengatakan pesta demokrasi itu akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 0,2% dan pada 2024 sebesar 0,25%. Konsumsi LNPRT pun ditaksir akan melesat hingga 6,5%—7% pada tahun depan yang juga bakal memberikan tenaga untuk pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Dalam kesempatan terpisah, Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan ada tiga komponen yang bakal mendorong ekonomi pada tahun depan. Pertama, tetap baiknya keyakinan konsumen. Kedua, efek positif dari pelaksanaan Pemilu 2024 yang turut memacu konsumsi. Ketiga, berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan menarik investasi. Adapun, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, saat menjadi pembicara dalam diskusi BIBC 2024, mengatakan fundamental ekonomi nasional cukup tangguh untuk menangkal tekanan eksternal pada tahun depan.
Stimulus Pajak Tahun Politik
Gerakan dan aktivitas politik akan memuncak pada 2024 karena pada tahun tersebut, masyarakat Indonesia yang mempunyai hak pilihnya dalam pemilihan umum (pemilu) dan tahun itu menjadi tahun politik. Rakyat akan memilih partai, anggota legislatif, presiden, dan wakil presiden. Kegaduhan tampak terlihat di ruang publik saat ini, terjadi pro dan kontra terhadap calon presiden dan wakil presiden, baik di media sosial maupun ruang publik lainnya, akan makin kencang, dengan mengusung kalimat lanjutkan program pemerintah saat ini atau mengusung program perubahan pada masing masing kandidat presiden dan wakil presiden. Situasi politik yang kian memanas ini tidak sejalan dengan iklim investasi 2024.Tahun politik akan menjadi jalan yang sunyi bagi para investor karena mereka akan menunggu siapa yang akan mengambil tongkat kekuasaan dan pemerintahan baru akan melakukan kebijakan apa dalam bidang ekonomi yang berdampak buat investasi mereka di Indonesia. Adapun, menurut Black Law Dictionary, insentif pajak merupakan sebuah penawaran dari pemerintah melalui manfaat pajak, dalam suatu aktivitas tertentu, seperti bantuan uang atau harta untuk kegiatan yang bermutu. Saat ini insentif perpajakan tersebut tecermin dari perkiraan belanja pajak pada 2024 yang diperkirakan mencapai Rp374,5 triliun, tertinggi sejak 2019. Stimulus perpajakan pada 2024 akan diwujudkan dalam bentuk tax holiday, tax allowance, super tax deduction, dan fasilitas pajak penghasilan badan. Dalam dunia usaha, tahun politik ini diprediksi akan berdampak buruk bagi perekonomian.
Selama beberapa tahun terakhir, perekonomian Indonesia terus tumbuh berkat kebijakan ekonomi pemerintah yang komprehensif, termasuk insentif perpajakan. Peningkatan perekonomian melalui insentif pajak sebenarnya didukung oleh teori insentif pajak yang dikembangkan oleh Profesor Gunadi dari Universitas Indonesia. Dalam bukunya, Comprehensive Guide to Income Taxes, ia menjelaskan bahwa insentif pajak menghasilkan beban pajak yang lebih rendah dibandingkan negara lain di kawasan. Oleh karena itu, stimulus pajak berdampak meningkatkan produksi pada sektor bisnis, memberikan pendapatan bagi masyarakat lokal, dan pada akhirnya meningkatkan produk domestik bruto dan kesejahteraan nasional. Secara tidak langsung, insentif pajak akan mendukung perekonomian masyarakat kecil, meskipun kelompok sasaran utamanya adalah investor. Beberapa pakar ekonomi makro memperkirakan pemilu 2024 akan menyebabkan perlambatan ekonomi sebesar 0,27% terhadap produk domestik bruto (PDB). Perlambatan perekonomian ini akan berdampak pada kondisi rakyat kecil. Pemerintah mengantisipasi dampak yang akan dihadapi masyarakat pada tahun politik, misalnya terhadap program perlindungan sosial berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2024 yang akan meningkat sebesar Rp14,89 triliun dibandingkan dengan 2023. Anggaran ini digunakan untuk berbagai kebutuhan penyaluran bantuan sosial, antara lain program keluarga harapan, bantuan gizi dasar, bantuan pendidikan, dan bantuan kesehatan.
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Indonesia Ajak Australia Amankan Rantai Pasok EV
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Australia Ed Husic terkait dengan pembentukan mekanisme kerja sama bilateral untuk memajukan kolaborasi kendaraan listrik. Erick Thohir mengatakan, Indonesia dan Australia memiliki sumber daya mineral yang melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Kedua negara diketahui memiliki potensi untuk mengembangkan nikel dan litium sebagai mineral utama dalam baterai electric vehicle (EV). “Indonesia telah mengembangkan industri penghiliran nikel menuju ekosistem kendaraan listrik dalam 5 tahun terakhir. Telah ada 3 pabrik di Indonesia yang beroperasi untuk memproduksi mixed hydroxide precipitate, bahan dasar prekursor baterai,” katanya, Kamis (23/11). Sementara itu, Australia memiliki 24% cadangan litium dunia, dan menyumbang 43% dari ekstraksi litium global pada 2022.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









