;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Hingga September 2023, EXCL Mencetak Laba Bersih Rp 1,01 T

23 Nov 2023

Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih mengalami pertumbuhan. Sepanjang Januari hingga September 2023, pendapatan EXCL naik 10,19% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 23,87 triliun. Sejalan dengan pendapatan, laba bersih EXCL naik 2,99% menjadi Rp 1,01 triliun. Kenaikan laba itu di tengah beban EXCL yang meningkat 9,6% secara tahunan menjadi Rp 20,39 triliun. "Kompetisi terus berlangsung ketat hingga saat ini, tapi EXCL mampu mencetak tingkat profitabilitas yang tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Presiden Direktur & CEO EXCL, Dian Siswarini, Rabu (22/11). Karena itu, EXCL terus berupaya membesarkan layanan fixed broadband (FBB) dan fixed mobile convergence (FMC) untuk menghadapi tantangan industri ke depan. "Kedua segmen ini terus menunjukkan potensi sangat menggembirakan," jelas Dian. Sementara itu, penetrasi layanan konvergensi XL Axiata mencapai 69% dari pelanggan layanan XL Home. Artinya, 69% dari pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL Satu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Adityo Nugroho mengatakan, kinerja EXCL per kuartal III-2023 masih cukup solid. Di sisi lain, bisnis utama telekomunikasi mulai berkontraksi, tapi EXCL terus mencari peluang yang baru. Namun, hal ini membutuhkan dana investasi yang besar.

SIASAT PENGAMAN EKONOMI

23 Nov 2023

Kondisi ekonomi pada 2024 masih penuh dengan bayang-bayang ketidakpastian global. Beberapa di antaranya bersumber dari ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah, kenaikan inflasi dunia, hingga ekspektasi perubahan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat (AS).Masing-masing faktor itu pun berisiko menghambat mesin penggerak ekonomi. Ketegangan politik, misalnya yang berimbas pada terhambatnya aliran investasi, serta infl asi yang memengaruhi prospek ekspor.Tak hanya itu, arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang masih penuh teka-teki pun memiliki efek yang tak bisa diremehkan terhadap guncangan stabilitas pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan salah satu usaha untuk menjaga perekonomian Indonesia dari berbagai guncangan yakni menggunakan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD)."Kita menggunakan berbagai instrumen di dalam APBN karena kebutuhan ekonomi bermacam-macam. APBN dan APBD itu adalah instrumen fiskal yang sangat penting," katanya, Rabu (22/11).Sejalan dengan itu, harmonisasi belanja pun akan dipacu untuk menangkal serangan global pada tahun depan, melalui optimalisasi UU No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah atau HKPD.Terpisah, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, optimistis aneka trik itu mampu menguatkan fondasi ekonomi pada tahun depan sehingga produk domestik bruto (PDB) mampu tumbuh sesuai target, yakni 5,2%. Buktinya, pada lelang perdana Sekuritas Valas BI (SVBI) 21 November lalu terserap hingga US$236,5 juta, jauh di atas ekspektasi yang senilai US$200 juta. Terlepas dari adanya kekhawatiran tersebut, Febrio menegaskan bahwa ekonomi nasional pada tahun depan masih cukup tangguh yang tecermin dari realisasi pertumbuhan ekonomi dan infl asi yang stabil. Optimisme pemangku kebijakan itu merambat ke pelaku usaha, yang meyakini prospek pertumbuhan ekonomi masih tetap resilien pada 2024, meski memanasnya kondisi geopolitik global memengaruhi perlambatan ekonomi global.Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kadin Shinta W. Kamdani, mengatakan geopolitik membawa ketidakpastian supply chaindan value chain global pada aktivitas ekonomi. Namun, Indonesia masih dapat bertumpu pada perekonomian domestik. Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri, mengatakan ada beberapa tantangan yang mengadang pada tahun depan, yakni perlambatan ekonomi China dan pengetatan suku bunga di AS dan Eropa. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, melihat sektor jasa masih melanjutkan tren positif pada 2024 di tengah bayang-bayang ketidakpastian global.

Reorientasi Arah Perekonomian Nasional

23 Nov 2023

Dalam Undang-Undang Dasar 1945, disebutkan bahwa perekonomian nasional harus diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan ekonomi. Selain itu, pemanfaatan sumber daya alam juga harus ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ironisnya, bukti empiris yang terjadi di lapangan justru menunjukan perekonomian nasional yang seolah-olah didesain untuk mencapai kemajuan ekonomi tanpa mempertimbangkan prinsip kebersamaan, keberlanjutan lingkungan, serta kemandirian. Misalnya saja, Indonesia kembali berstatus sebagai negara kelas menengah atas (upper-middle-income) pada 2022, setelah sebelumnya turun menjadi negara kelas menengah bawah (lower-middle income) akibat hantaman pandemi Covid-19. Perolehan status ini disebabkan karena meningkatnya pendapatan per kapita Indonesia menjadi US$4.783, dari yang sebelumnya sebesar US$4.349 pada tahun 2021. Selain itu, tingkat pengangguran pada 2022 masih relatif tinggi, yaitu sebesar 5,86%. Meskipun tingkat pengangguran telah menurun menjadi 5,32% pada awal 2023, tetapi ini masih lebih tinggi dibandingkan 2019 yang hanya sebesar 5,23%. Sektor ketenagakerjaan pun belum mengalami perbaikan. Hal ini terlihat dari proporsi tenaga kerja informal yang makin tinggi dan pertumbuhan upah yang lebih rendah dari inflasi. Dari beberapa indikator di atas, kita dapat melihat bahwa pertumbuhan perekonomian yang tinggi rupanya tidak disertai dengan penurunan tingkat kesenjangan dan pengangguran. Kondisi ini tentu tidak sejalan dengan prinsip kebersamaan dalam konstitusi Indonesia. Selain indikator sosial ekonomi yang masih belum menunjukkan perbaikan, sisi lingkungan pun masih belum sepenuhnya diperhatikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Mengacu pada data European Commission, emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia pada 2022 meningkat 10% secara tahunan, menjadi 1.240 Mton CO2eq. Angka ini bahkan lebih tinggi dari emisi GRK 2019 yang hanya mencapai 1.160 Mton CO2eq. Di sisi lain, perekonomian nasional juga belum menerapkan prinsip kemandirian. Dalam konteks pangan misalnya, ketergantungan kebutuhan konsumsi gandum Indonesia terhadap impor sangatlah tinggi. Ini dapat dilihat melalui indikator import dependency ratio (IDR) komoditas gandum hingga sebesar 100% pada 2022. Artinya, 100% kebutuhan konsumsi gandum Indonesia dipenuhi melalui impor. Padahal, kebutuhan konsumsi gandum di Indonesia tergolong tinggi. Pada 2022 misalnya, konsumsi gandum mencapai 1/4 dari konsumsi beras. Selain gandum, IDR komoditas gula di Indonesia juga sangat tinggi, yaitu mencapai 82,16% pada tahun 2022. Padahal, kebutuhan konsumsi gula Indonesia pada tahun 2022 juga termasuk tinggi, yaitu mencapai 1/3 dari konsumsi beras.

Para Pengincar Proyek IKN

22 Nov 2023

Jumlah investor luar negeri yang berpotensi menanamkan modal mereka di Ibu Kota Nusantara, Kaltim, terus bertambah. Beberapa di antaranya tidak sekadar menyatakan minat, tetapi juga telah sampai pada tahap penyelesaian studi kelayakan. Hingga Senin (20/11) malam terdapat 305 surat pernyataan minat (letter of intent/LoI) yang diterima Otorita IKN. Dari 305 LoI tersebut, 172 LOI berasal dari investor domestik dan 133 LoI berasal dari pihak asing. Singapura menjadi negara dengan minat tertinggi dengan 27 LoI. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono mengatakan, saat ini ada dua perusahaan asal Malaysia dan satu perusahaan asal China yang beberapa langkah lagi akan mengerjakan proyek di IKN menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Satu perusahaan asal China adalah CITIC Construction, anak usaha konglomerasi investasi Citic Group di sektor konstruksi. Perusahaan ini akan membangun 60 menara hunian dinas untuk aparat pertahanan dan keamanan serta untuk ASN Kemenhan. Selain CITIC Construction, terdapat dua perusahaan asal Malaysia, yakni IJM Construction dan Maxim, masing-masing akan membangun 20 menara dan 10 menara hunian dinas untuk ASN. ”Jadi, ketiga investor asing yang sudah masuk di sektor hunian bahkan sebagian mereka sudah menyelesaikan studi kelayakan,” kata Agung. (Yoga)

HARI OTONOMI KHUSUS PAPUA, JALAN PANJANG MENCAPAI SEJAHTERA

22 Nov 2023

Setelah berlangsung 22 tahun, pelaksanaan otonomi khusus (otsus) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua masih menemukan sejumlah tantangan. Sejumlah sektor krusial, seperti bidang pendidikan dan kesehatan, perlu mendapat penekanan prioritas untuk meningkatkan capaian hasilnya. Berlakunya otsus untuk Papua mengacu pada ketentuan UU No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. UU ini disempurnakan dan diubah melalui UU No 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas UU No 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. UU tersebut menjadi payung hukum yang kuat untuk mengimplementasikan sejumlah program guna membantu masyarakat Papua, khusunya orang asli Papua, demi mencapai taraf kesejahteraan yang lebih baik. Dengan demikian, secara bertahap masyarakat Papua akan sejajar dengan warga wilayah lain di Indonesia.

Hanya saja, kebijakan otonomi khusus yang sudah bergulir lebih dari 20 tahun itu masih memerlukan sejumlah perbaikan. Satu indikasinya terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) wilayah Papua, dimana semakin tinggi angka IPM, kualitas kehidupan suatu masyarakat kian bermutu baik. Pada tahun 2004, IPM di Provinsi Papua mencapai 60,9 dan Provinsi Papua Barat 63,7, di bawah IPM rata-rata nasional yang kala itu mencapai 68,7. Berselang 19 tahun kemudian pola ini masih sama. Data BPS tahun 2023 menunjukkan rata-rata IPM nasional sudah meningkat mencapai 74,39. IPM Papua meningkat menjadi 63,01 dan Papua Barat 67,47 yang menunjukkan kualitas kehidupan di Papua meningkat. Namun, kenaikan IPM wilayah Papua ini masih di bawah akselerasi peningkatan IPM nasional.

Dengan melihat indikator pembentuk IPM, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak, beberapa poin yang harus ditingkatkan sebagai perhatian penting melalui kebijakan otsus ialah alokasi program terkait sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pembenahan sektor-sektor tersebut menjadi harapan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Hal ini tidak terlepas dari pentingnya pembangunan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi di mata publik Papua, terutama bagi generasi muda Papua. Pada otsus jilid kedua ini, diharapkan segala rencana yang diskenariokan bagi kemajuan Papua dapat direalisasikan. Harapannya, masyarakat Papua, khususnya orang asli Papua, dapat terus meningkat kualitas hidupnya sehingga sejajar dengan masyarakat Indonesia lainnya. (Yoga)

IKN Beri Keuntungan bagi Industri Keramik

22 Nov 2023
JAKARTA,ID-Proyek ibu kota Indonesia baru yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN) telah memberi dampak positif bagi industri keramik. Pemerintah pun getol menarik dukungan investasi baik dari dalam maupun luar negeri untuk proyek tersebut. Ketua Umum Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangkan, kehadiran proyek  IKN mulai memberikan dampak positif terhadap industri keramik nasional, ditengah melemahnya daya beli masyarakat. Dia mengungkapkan, penjualan di pulau Kalimantan Timur dari Januari sampai dengan Oktober 2023 ini, khususnya kalimantan Timur, mencatat angka pertumbuhan yang cukup baik dengan mendekati doule digit. "Asaki juga terus melanjutkan proyek ekspansi terutama produk Homogenues Tiles/Granit Tiles yang memang ditujukan sebagai substitusi impor untuk mengisi kebutuhan proyek IKN," ucap Edy kepada Investor Daily. (Yetede)

EMPAT RESEP SUKSES BISNIS COLDPLAY

22 Nov 2023

Pada usianya yang sudah 25 tahun, alih-alih menua dan pudar, Coldplay terus berpendar. Saat band sepantarannya sudah mulai sepi penggemar baru dan sibuk menjaga basis penggemar lama yang itu-itu saja, Coldplay terus ekspansif dan merangkul penggemar baru yang lebih muda dan segar. Saat mendengar Coldplay akan manggung di Jakarta, bukan cuma Anisa yang bergembira, melainkan juga Wawan, sang ayah. Soalnya, keduanya sama-sama menggemari musik kuartet asal London itu. Padahal, keduanya terpaut usia 23 tahun. Wawan yang merupakan karyawan swasta berusia 42 tahun sama gandrungnya dengan Anisa, mahasiswi yang kini berusia 19 tahun. Bedanya, Wawan lebih suka lagu-lagu jadul dari album-album awal Coldplay macam ”Yellow” dan ”In My Place” yang keluar di awal decade 2000. Sementara Anisa lebih suka lagu-lagu kekinian macam ”My Universe” dan ”A Sky Full of Stars”.

Menurut Wawan, lagu-lagu Coldplay saat ini sudah jauh berbeda dengan lagu yang dibawakan Chris Martin dan kawan-kawan saat awal kemunculannya. Dulu, lagu-lagu Coldplay sangat kental dengan nuansa genre Brit-pop (British-popular) yang dibalut dengan nuansa rock. Musik dihasilkan dari permainan band dengan instrumen musik analog. Sementara lagu-lagu Coldplay yang belakangan ini lebih kental nuansa genre pop dibalut electronic dance music (EDM). Terlepas dari berbagai konsepnya, nyatanya transformasi musik itu berjalan mulus. Walau punya pasar berbeda, lagu baru dan lagu lama sama-sama banyak peminatnya. Di aplikasi pemutar lagu Spotify. Sampai 20 November 2023, hit pertama Coldplay, yakni ”Yellow”, sudah diputar 1,93 miliar kali. Sementara hit teranyar Coldplay, yakni ”My Universe”, sudah diputar 1,14 miliar kali. Perubahan musik ini juga berkaca dari selera musik dunia yang lebih banyak menggemari pop-EDM ketimbang rock.

Coldplay terus memperluas pasar pendengarnya dengan menggandeng berbagai musisi top dunia yang tengah naik daun. Contohnya, lagu ”My Universe” dinyanyikan bareng grup bintang pop Korsel, BTS. Coldplay juga mengubah konsep citra mereka menjadi brand yang lebih segar dengan pakaian yang lebih berwarna-warni dan sepatu sneakers dengan warna mencolok. Coldplay juga memproklamasikan diri sebagai band yang ramah lingkungan, selain kerap menyuarakan isu-isu sosial. Billboard menobatkan tur konser Music of the Spheres World Tour (2022-2024) sebagai tur musik terlaris keempat sepanjang sejarah musik dunia. Total pendapatannya 617,8 juta USD. Jumlah ini datang dari 6,3 juta penonton yang tersebar di 107 pertunjukan per Juli 2023. (Yoga)

Bisnis Server Synology Naik 2 kali Lipat di RI

22 Nov 2023
JAKARTA,ID-Synology Inc, perusahaan penyedia solusi network attached storage (NAS) untuk penyimpanan, manajemen, perlindungan data, serta surveillance, mencatat peningkatan bisnis server dua kali lipat di pasar Indonesia setiap tahun. Peningkatan tersebut seiring dengan kepercayaan pelaku bisnis terhadap produk dan Synology. "Jadi, pertumbuhan dua kali lipat. Ini include semua  produk dari yang   model desktop kecil-kecil untuk home user atau kantor kecil sampai enterprise. Itu pertumbuhannya hampir semua rata, yaitu dua kali lipat. Jadi itu kita lihat dari sisi  sales/revenue Synology di Indonesia," kata Regional Managers Synology Indonesia Clara Hsu di Jakarta, Selasa (21/11/2023). Syanology juga  menyediakan solusi yang sangat beragam, mulai untuk bisnis kecil, menengah, sampe enterprise. Sedangkan solusi yang ditawarkan dalam bentuk layanan data management, on premise, hingga cloud. (Yetede)

Masalah Subsidi Bunga Hambat Penyaluran KUR

22 Nov 2023
JAKARTA,ID-Langkah pemerintah melakukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap pelaku UMKM dinilai belum berjalan optimal, karena terhambat oleh permasalahan teknis terkait subsidi bunga. Bila kinerja penyaluran KUR berjalan tidak sesuai ekspektasi, dikhawatirkan turut mempengaruhi geliat pertumbuhan UMKM. "Tidak tercapainya target KUR di 2023 ini karena ada persoalan administrasi yang cukup panjang. Masalahnya adalah saat kami mendiskusikan subsidi bunga," ucap Deputi Mendag Usaha Mikro Kementerian Koperasi UKM  Yulius. Adapun suku bunga/margin KUR skema Super Mikro (platform maksimal Rp 10 juta-Rp 100 juta) ditetapkan sebesar 7%-8%, dan 9% untuk debitur  KUR berulang. (Yetede)

Seruan Perbaikan Total

22 Nov 2023
Anggota Dewan Pertimbangan Serikat Pekerja PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka, Apolius Karokaro, meminta pelebaran rel tetap dijadikan solusi agar kecepatan LRT lebih optimal di tikungan pendek. Sebagai manufaktur lokal, Inka dianggap sudah memenuhi kebutuhan rolling stock LRT Jabodebek secara maksimal. Tapi isu aus roda malah sempat menyudutkan perseroan. Hal ini membuat gerah organisasi yang menaungi lebih dari seribu karyawan tetap Inka, belum termasuk tenaga kontrak.

“Kalau penyesuaiannya hanya dari sisi sarana dan sedikit di prasarana, bisa jadi beban operasi dan biaya bagi kami,” ujarnya, kemarin. Masukan pekerja ini pun digaungkan Federasi Serikat  Pekerja Perkeretaapian (FSPP) yang beranggotakan 100 ribu pegawai dari lingkaran badan usaha bidang sepur. Selain SP Inka, terdapat Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA), lalu forum pekerja dari dua anak usaha PT KAI.

Presiden FSPP sekaligus Ketua Umum SPKA Edi Suryanto sebelumnya risau akan masalah beruntun LRT Jabodebek, yang berpotensi membebani arus kas PT KAI di masa depan. Biaya investasi kereta ringan ini tercatat membengkak Rp 2,6 triliun, dari Rp 29,9 triliun menjadi Rp 32,5 triliun. Molornya target peluncuran LRT juga sempat menghanguskan potensi pendapatan hingga Rp 587,7 miliar yang seharusnya bisa didapat KAI sejak pertengahan 2022. (Yetede)