Ekonomi
( 40487 )Ekonomi dan Krisis Demokrasi
Tahun depan, sekitar 2 miliar orang atau hampir separuh
penghuni dunia akan mengikuti proses pemilihan umum (pemilu) yang tersebar di
76 negara. Momen ini seharusnya menjadi pesta demokrasi terbesar dalam sejarah
manusia. Namun, faktanya, banyak cacat dalam pelaksanaannya. Meski prosedur
dijalankan, terjadi berbagai manipulasi dan tekanan sehingga kualitas demokrasi
tak terjaga (flawed democracy). Begitu prediksi The World Ahead 2024 terbitan
majalah The Economist. Indonesia, bersama AS dan India, akan menjadi negara
dengan peserta pemilu terbesar di dunia. Penduduk India 1,4 miliar jiwa, AS 342
juta jiwa, dan Indonesia 280 juta jiwa. Di Indonesia, Presiden Jokowi dengan
tingkat kepuasan rakyat 80 % menjadi faktor yang bisa ikut menentukan presiden
berikutnya: siapa pun yang didukungnya punya peluang menang. Sementara itu, berbagai
kelompok masyarakat sipil dan pencinta demokrasi tengah menyuarakan gerakan
pemilu jujur dan adil agar demokrasi tidak cacat.
Pemilu 2024 menjadi salah satu pertaruhan besar bagi masa
depan bangsa, termasuk kelangsungan proyek pembangunan yang sudah dilaksanakan
sepanjang sembilan tahun terakhir. Martin Wolf, kolumnis terkemuka Financial
Times, menulis buku berjudul The Crisis of Democratic Capitalism (2023) yang menggambarkan
kemunduran demokrasi seiring meredupnya kapitalisme. Masa jaya demokrasi di
tengah kebebasan berekspresi dan sistem ekonomi terbuka tengah surut, diikuti meningkatnya
pemerintahan otoriter di banyak negara di dunia. China telah berhasil
mengembangkan perekonomian berbasis pasar bebas tanpa menerapkan demokrasi.
Ketika perekonomian mengalami stagnasi pascapandemi Covid-19, peran pengusaha
sangat terbatas dalam menggerakkan ekonomi.
AS sebagai salah satu penganjur utama rezim pasar bebas telah
berputar haluan sejak pemerintahan Trump. Mereka mendahulukan kepentingan
domestik dan menarik diri dari percaturan global. Sejak pandemi Covid-19,
kebijakan industrinya banyak dimotori pemerintah, tak lagi mengandalkan
kekuatan sektor swasta (pasar). Di Indonesia, sejak Presiden Jokowi dilantik
pada 2014, pembangunan infrastruktur dibangun secara progresif dengan
mengandalkan perusahaan BUMN sebagai pelaksana proyek. Anggaran infrastruktur naik
drastis, dari Rp 154 triliun pada 2014 menjadi Rp 256 triliun pada 2015.
Alokasinya terus naik hingga mencapai puncaknya pada 2020 senilai Rp 420
triliun. Bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki presiden yang visioner dan
berani mengambil risiko melakukan pembangunan (infrastruktur) yang mendukung
proses hilirisasi serta pembangunan ekosistem industri mobil listrik. Meski mendapat
tentangan dari banyak negara maju dan lembaga multilateral, kebijakan ini tetap
dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menjadi negara maju pada
Indonesia Emas 2045. Meski demikian, jika berbagai kebijakan ini kemudian dijadikan
dalih bagi proses politik yang tidak demokratis, justru muncul risiko besar
terhadap keberlangsungan pembangunan itu sendiri. (Yoga)
IKN Kebanjiran Minat Investor
Surplus Neraca Perdagangan Perkuat Rupiah
Persaingan Layanan Digital Perbankan Makin Ketat
JAKARTA,ID-Peta persaingan layanan digital perbankan tampaknya kian ramai di Indonesia. Terbaru, PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab melalu WeLab Sky meluncurkan Bank Saqu, sebuah layanan perbankan digital yang menyasar generasi produktif yang siap memperluas produk pinjaman digital tahun depan. Direktur Astra sekaligus Director in-Charge Astra Financial Suparno Djasmin mengatakan, kehadiran Bank Saqu menjadi wujud aspirasi untuk menyediakan jasa layanan keuangan prima dan terdepan, khususnya bagi segmen ritel dan UMKM turut serta mengingatkan kesejahteraan masyarakat. Bank Saqu akan mendukung, melengkapi dan memperkuat ekosistem jasa keuangan Grup Astra, serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Lebih jauh, Suparno Djasmine menjelaskan bahwa setiap bisnis baru dalam Grup diharapkan memberikan kontibusi terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan. (Yetede)
Mayoritas Karyawan RI Masih Pilih Pekerja Hibrida
Industri Butuh Stimulus
Adaro Energy Ekspansi Bisnis Non-Batu Bara di IKN
Investasi Nusantara Rasa Kecap
Setelah Artileri Beruntun Israel Hantam Rumah Sakit
GAZA – Faried Thalib terus menggenggam dan kerap melihat layar telepon selulernya. Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia ini hingga Senin malam, 20 November 2023, menanti kabar dari sejumlah koleganya perihal kondisi ketiga relawan yang berada Kota Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, Palestina. Agresi yang dilancarkan pasukan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) sejak Ahad, 19 November, hingga Senin kemarin di sekitar area Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Kota Beit Lahiya membuat perasaannya tak karuan. “Kami belum mendapat kabar dari tiga relawan di sana,” ujar Faried kepada Tempo, kemarin.
Ketiga relawan yang dimaksudkan Faried adalah Fikri Rofiul Haq, Reza Aldilla Kurniawan, dan Farid Zanzabil. Ketiga pemuda relawan MER-C Indonesia itu, Faried mengatakan, memutuskan tetap tinggal di Jalur Gaza untuk membantu pelayanan di rumah sakit yang dibangun dari bantuan rakyat Indonesia tersebut. Menurut Faried, MER-C Indonesia memang sempat kehilangan kontak dengan ketiganya. Namun, pada Kamis lalu, seorang jurnalis mengabarkan bahwa kondisi ketiga relawan itu baik-baik saja di basement gedung RSI. “Tapi, sampai RSI kembali diserang, kami belum mendapat kabar lagi dari kolega kami di sana perihal kondisi mereka,” ujar Faried.
Tel Aviv melancarkan agresi militernya ke Palestina sejak 7 Oktober lalu. Eskalasi serangan terus meningkat. Pada Rabu lalu, IDF melancarkan serangannya ke Rumah Sakit Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza. Militer Israel menggeledah kamar dan ruang-ruang bawah tanah untuk mencari serta menyisir keberadaan milisi Hamas setelah menuding rumah sakit itu menjadi markas komando milisi Hamas.
Tank Israel Kepung Rumah Sakit
Meski dikecam sejumlah negara dan lembaga internasional karena menyerang kawasan rumah sakit, pasukan Israel tidak mengendurkan agresinya. Sejak Ahad lalu, batalion kavaleri IDF dengan tank lapis baja mengepung kawasan RSI di Jalur Gaza utara. Serangan terus berlanjut hingga Senin, keesokan harinya. “Artileri Zionis menyasar lantai 3 gedung RSI,” kata Site Manager Pembangunan RSI Gaza, Nur Ikhwan Abadi. Akibat serangan tersebut, 12 orang dinyatakan meninggal, sementara 700 orang lainnya mengalami luka-luka. (Yetede)
Gurih Bisnis Bank Digital
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









