Ekonomi
( 40600 )Upaya Tarik Investasi Rp 23 Triliun dari China
Defisit Neraca Pembayaran Menyusut 79%
Jasa Marga Raih Pendanaan Proyek Tol Probowangi Rp 7,3 Triliun
JAKARTA,ID-PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) selaku operator jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) meraih kredit sindikasi dari perbankan sebesar Rp 7,3 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun Tol Probowangi tahap I segmen Gending-Besuki sepanjang 49,68 km. Pinjaman tersebut diperoleh Jasa Marga dari sindikasi bank-bank BUMN (Himbara) yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), kemudian bank daerah yakni Bank Jatim, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, dan BPD Papua, serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai lembaga penganiayaan infrastruktur. Dalam perjanjian kredit sindikasi ini, BBNI dan BMRI bertindak joint mandated lead arrangers & bookrunner (JMLAB). Sedangkan, bank-bank daerah berperan sebagai anggota sindikasi. Jasa Marga menerima kredit senilai Rp 7,3 triliun dengan tenor 15 tahun, yang akan digunakan untuk membangun Tol Probowangi tahap I, meliputi paket 1 Gending-Kraksaan (12,88 km), paket 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km), dan paket 3 Paiton-Besuki (25,60 km). (Yetede)
Penyaluran KUR 80 Persen dari Target
Jelang Akhir Tahun, Pasar Properti Akan Terkontraksi Ringan
Harga rumah primer dan sekunder alias seken di Indonesia
hingga Oktober 2023 naik. Memasuki tahun politik 2024, kontraksi di pasar
properti diprediksi akan relatif ringan, terutama jika dibandingkan masa
pandemi. Berdasarkan indeks harga rumah seken yang diterbitkan platform
properti 99.co Indonesia dan Rumah123.com, harga rumah seken di 11 kota dari 13
kota naik. Harga rumah seken sejak Oktober 2022 hingga Oktober 2023 rata-rata
naik 2,5 %. Adapun tiga kota mengalami pertumbuhan harga tertinggi di atas
inflasi tahunan, yakni Makassar 7,5 %, Denpasar (6,7 %), dan Medan (5,9 %). Country
Manager 99 Group Indonesia Maria Herawati Manik mengatakan, kenaikan harga
rumah seken menandakan indikasi positif karena peluang nilai investasi properti
di kota-kota tersebut dapat meningkat seiring waktu. ”Ini menjadi peluang bagi
masyarakat maupun investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka atau
mencari investasi jangka panjang yang stabil,” kata Maria dalam keterangan tertulis,
Selasa (21/11).
Kenaikan harga rumah hingga Oktober 2023 juga terlihat pada
pasar primer. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mencatat,
perkembangan harga properti residensial di pasar primer secara tahunan
meningkat pada triwulan III (Juli-Oktober) 2023. Indeks Harga Properti Residensial
(IHPR) triwulan III-2023 tumbuh 1,96 % secara tahunan, lebih tinggi dari
pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,92 %, terutama ditopang oleh
kenaikan harga rumah tipe besar, yaitu 1,7 % secara tahunan, lebih tinggi dari
kenaikan pada triwulan II-2023 sebesar 1,49 %. Watch Ali Tranghanda menilai, kenaikan
harga pasar perumahan terjadi, namun tidak signifikan. Sebagian transaksi
tertahan karena pembeli menunggu realisasi insentif PPN untuk pembelian rumah yang
dijanjikan pemerintah. Pemerintah berencana menanggung 100 % PPN untuk
pembelian rumah di bawah Rp 2 miliar. (Yoga)
Proyek IKN Masih di Bawah Target
Pembiayaan untuk megaproyek pembangunan Ibu Kota Nusantara
(IKN) di Kaltim masih jauh dari target. Bahkan, sampai saat ini, belum ada
investor asing yang secara langsung berinvestasi. ”Tetapi sampai saat ini yang riil
untuk memulai (berinvestasi) memang belum. Namun, dengan tumpukan LoI (letter
of intent) sebesar itu, masak satu saja ndak. Saya kira akan banyak. Hanya kita
dahulukan dulu investor di dalam negeri,” kata Presiden Jokowi menjawab
pertanyaan wartawan ketika melepas bantuan kemanusiaan ke Palestina di Pangkalan
TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (20/11). Di APEC CEO Summit, Presiden
Jokowi menyebut saat ini adalah saat tepat untuk berinvestasi di Indonesia.
Indonesia dinilai menyediakan peluang besar karena pertumbuhan ekonomi yang
terus mencapai 5 % tahun 2023, demikian pula diperkirakan tahun 2024.
Tak hanya itu, ada potensi besar berupa kekayaan sumber daya
alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang
terjaga, dan komitmen kuat untuk memastikan iklim investasi yang kondusif dan
kompetitif. Pemerintah Indonesia pun memprioritaskan pembangunan hilirisasi
industri, transisi energi, dan pembangunan ibu kota baru, yakni IKN. Deputi
Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono dalam sambungan
telekonferensi, Senin (20/11), menyatakan, derasnya aliran masuk dana investasi
untuk memenuhi kebutuhan pembangunan IKN hanyalah soal waktu. Alasannya, minat investor
asing sangat tinggi di proyek pembangunan IKN. Sejauh ini, Otorita IKN telah menerima
305 surat pernyataan minat (letter of intent/LoI). Sebanyak 172 LoI di
antaranya berasal dari investor domestik, sedangkan 133 LoI sisanya berasal
dari investor asing. (Yoga)
Diluncurkan di Jakarta, Bank Saqu Sasar Anak Muda
Bank Indonesia Terbitkan Aturan tentang SVBI dan SUVBI
Dampak Paket Stimulus Tak Signifikan
Dampak paket kebijakan stimulus ekonomi yang dikeluarkan
pemerintah pada akhir tahun dinilai kurang signifikan untuk mengerek
pertumbuhan ekonomi pada 2023. Meski demikian, langkah itu diyakini bisa menopang
daya beli masyarakat. Di tengah melambatnya ekspor dan konsumsi yang lesu,
pertumbuhan ekonomi tahun ini pun diproyeksikan tidak mencapai target. Baru-baru
ini pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi yang diterapkan
mulai November 2023. Paket kebijakan berupa bantuan sosial (bansos) dan insentif
fiskal itu ditujukan bagi kelompok masyarakat berpendapatan menengah dan miskin.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE)
Indonesia Mohammad Faisal menilai kebijakan itu tidak akan signifikan mengerek
angka pertumbuhan ekonomi tahun ini, tetapi dapat menjaga daya beli masyarakat di
tengah efek inflasi pangan. Pasalnya, paket stimulus ekonomi itu lebih
ditujukan untuk kelompok masyarakat
menengah-bawah, yang kontribusinya tidak terlalu besar terhadap PDB. Sumbangan
konsumsi masyarakat 40 % terbawah hanya 17 % terhadap keseluruhan konsumsi dan
pembentukan PDB. ”Jadi, secara angka kuantitatif sebetulnya memang dampaknya
tidak terlalu besar, tetapi itu tetap bermanfaat dalam aspek distribusi
pendapatan dan pengurangan kesenjangan, untuk menjaga daya beli,” kata Faisal,
Senin (20/11). (Yoga)
Ekonomi dan Krisis Demokrasi
Tahun depan, sekitar 2 miliar orang atau hampir separuh
penghuni dunia akan mengikuti proses pemilihan umum (pemilu) yang tersebar di
76 negara. Momen ini seharusnya menjadi pesta demokrasi terbesar dalam sejarah
manusia. Namun, faktanya, banyak cacat dalam pelaksanaannya. Meski prosedur
dijalankan, terjadi berbagai manipulasi dan tekanan sehingga kualitas demokrasi
tak terjaga (flawed democracy). Begitu prediksi The World Ahead 2024 terbitan
majalah The Economist. Indonesia, bersama AS dan India, akan menjadi negara
dengan peserta pemilu terbesar di dunia. Penduduk India 1,4 miliar jiwa, AS 342
juta jiwa, dan Indonesia 280 juta jiwa. Di Indonesia, Presiden Jokowi dengan
tingkat kepuasan rakyat 80 % menjadi faktor yang bisa ikut menentukan presiden
berikutnya: siapa pun yang didukungnya punya peluang menang. Sementara itu, berbagai
kelompok masyarakat sipil dan pencinta demokrasi tengah menyuarakan gerakan
pemilu jujur dan adil agar demokrasi tidak cacat.
Pemilu 2024 menjadi salah satu pertaruhan besar bagi masa
depan bangsa, termasuk kelangsungan proyek pembangunan yang sudah dilaksanakan
sepanjang sembilan tahun terakhir. Martin Wolf, kolumnis terkemuka Financial
Times, menulis buku berjudul The Crisis of Democratic Capitalism (2023) yang menggambarkan
kemunduran demokrasi seiring meredupnya kapitalisme. Masa jaya demokrasi di
tengah kebebasan berekspresi dan sistem ekonomi terbuka tengah surut, diikuti meningkatnya
pemerintahan otoriter di banyak negara di dunia. China telah berhasil
mengembangkan perekonomian berbasis pasar bebas tanpa menerapkan demokrasi.
Ketika perekonomian mengalami stagnasi pascapandemi Covid-19, peran pengusaha
sangat terbatas dalam menggerakkan ekonomi.
AS sebagai salah satu penganjur utama rezim pasar bebas telah
berputar haluan sejak pemerintahan Trump. Mereka mendahulukan kepentingan
domestik dan menarik diri dari percaturan global. Sejak pandemi Covid-19,
kebijakan industrinya banyak dimotori pemerintah, tak lagi mengandalkan
kekuatan sektor swasta (pasar). Di Indonesia, sejak Presiden Jokowi dilantik
pada 2014, pembangunan infrastruktur dibangun secara progresif dengan
mengandalkan perusahaan BUMN sebagai pelaksana proyek. Anggaran infrastruktur naik
drastis, dari Rp 154 triliun pada 2014 menjadi Rp 256 triliun pada 2015.
Alokasinya terus naik hingga mencapai puncaknya pada 2020 senilai Rp 420
triliun. Bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki presiden yang visioner dan
berani mengambil risiko melakukan pembangunan (infrastruktur) yang mendukung
proses hilirisasi serta pembangunan ekosistem industri mobil listrik. Meski mendapat
tentangan dari banyak negara maju dan lembaga multilateral, kebijakan ini tetap
dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menjadi negara maju pada
Indonesia Emas 2045. Meski demikian, jika berbagai kebijakan ini kemudian dijadikan
dalih bagi proses politik yang tidak demokratis, justru muncul risiko besar
terhadap keberlangsungan pembangunan itu sendiri. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









