Dampak Paket Stimulus Tak Signifikan
Dampak paket kebijakan stimulus ekonomi yang dikeluarkan
pemerintah pada akhir tahun dinilai kurang signifikan untuk mengerek
pertumbuhan ekonomi pada 2023. Meski demikian, langkah itu diyakini bisa menopang
daya beli masyarakat. Di tengah melambatnya ekspor dan konsumsi yang lesu,
pertumbuhan ekonomi tahun ini pun diproyeksikan tidak mencapai target. Baru-baru
ini pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi yang diterapkan
mulai November 2023. Paket kebijakan berupa bantuan sosial (bansos) dan insentif
fiskal itu ditujukan bagi kelompok masyarakat berpendapatan menengah dan miskin.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE)
Indonesia Mohammad Faisal menilai kebijakan itu tidak akan signifikan mengerek
angka pertumbuhan ekonomi tahun ini, tetapi dapat menjaga daya beli masyarakat di
tengah efek inflasi pangan. Pasalnya, paket stimulus ekonomi itu lebih
ditujukan untuk kelompok masyarakat
menengah-bawah, yang kontribusinya tidak terlalu besar terhadap PDB. Sumbangan
konsumsi masyarakat 40 % terbawah hanya 17 % terhadap keseluruhan konsumsi dan
pembentukan PDB. ”Jadi, secara angka kuantitatif sebetulnya memang dampaknya
tidak terlalu besar, tetapi itu tetap bermanfaat dalam aspek distribusi
pendapatan dan pengurangan kesenjangan, untuk menjaga daya beli,” kata Faisal,
Senin (20/11). (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023