Ekonomi
( 40600 )PERDAGANGAN INTERNASIONAL : KINERJA EKSPOR DISOROT WAKIL RAKYAT
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat menyoroti efektivitas Satuan Tugas Peningkatan Ekspor Nasional menyusul berlanjutnya penurunan nilai ekspor di Indonesia. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Darmadi Durianto menyatakan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor Nasional justru berbanding terbalik dengan nilai ekspor. Dia juga bingung dengan banyaknya satgas yang dibentuk pemerintah. “Saya bingung dengan Satgas Peningkatan Ekspor ini, tugasnya nanti seperti apa supaya efektif,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Kementerian Perdagangan di DPR, Senin (27/11). Selain Satgas Peningkatan Ekspor Nasional, pemerintah juga membentuk Satgas Penertiban Impor. Darmadi menekankan agar peran satgas tersebut perlu diperjelas kerjanya agar efektif dalam meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sepanjang Januari—Oktober 2023 sebesar US$214,41 miliar atau mengalami penurunan 12% (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$244,06 miliar. (Lihat infografik) Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Harris Turino juga menyoroti masih lemahnya upaya Kementerian Perdagangan menggarap pasar ekspor nontradisional terutama di Eropa. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Nasdem Subardi justru melihat ada tren kenaikan impor bahan pangan dan bahan pokok di tengah penurunan ekspor. Menurutnya, komoditas bahan pangan yang paling banyak impor adalah gula. “Saya melihat kalau ini didiamkan terus bisa taka da perubahan,” kata Subardi. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan penurunan volume dan nilai ekspor sepanjang Januari—Oktober 2023 disebabkan perlambatan ekspor dan penurunan harga komoditas di pasar global. Zulkifli menegaskan perlambatan ekspor juga terjadi lantaran adanya perlambatan ekonomi di negara mitra utama seperti China dan Uni Eropa. Oleh karena itu, Mendag mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan upaya untuk menekan perlambatan ekspor tersebut yakni melalui pembentukan satgas percepatan ekspor melalui Keputusan Presiden No. 24/2023 tentang Satgas Peningkatan Ekspor Nasional pada September 2023. Zulkifli juga mengungkapkan pemerintah tidak mendukung aksi boikot produk diduga pro-Israel secara masif terjadi di masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak pernah membuat daftar produk untuk diboikot oleh masyarakat terkait dengan konflik Israel-Palestina. Namun, Mendag membiarkan sikap masyarakat yang memang ingin menghindari produk-produk yang diduga pro-Israel tersebut.
PERPANJANGAN IUPK : Divestasi Freeport Indonesia Segera Rampung
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah dipastikan bakal mengumumkan divestasi 10% saham Freeport Indonesia dalam 2 pekan ke depan, karena proses yang harus dilewati kali ini tidak serumit sebelumnya. “Freeport Indonesia itu penambahan saham 10%. sekecil itu pasti akan lebih murah, dan angkanya akan saya umumkan 2 pekan lagi,” katanya, Senin (27/11). Pemerintah memang telah memastikan bakal memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia yang akan berakhir pada 2041. Banyaknya cadangan mineral di Grasberg, Papua, menjadi alasan utama pemerintah menyetujui permintaan perusahaan. “Karena mereka sudah sekian puluh tahun , dan dalam persyaratan ini ada cadangan. Masa kami mau putus , nanti mencari investor lagi,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sementara itu, VP Corporate Communication Freeport Indonesia Katri Krisnati memastikan, Freeport Indonesia berkomitmen untuk menjalankan seluruh persyaratan dalam proses perpanjangan izin, termasuk pembangunan smelter di Papua dan divestasi 10% saham perusahaan. “Pembangunan smelter di Papua, serta penambahan saham pemerintah sebesar 10% merupakan bagian dari perpanjangan IUPK Freeport Indonesia.”
Gagasan Ekonomi Paling Ditunggu Calon Pemilih
Menjelang masa kampanye Pemilu 2024 yang akan dimulai pada
Selasa (28/11) selama 75 hari, para kandidat, baik di pemilihan presiden maupun
pemilihan anggota legislatif, berhadapan dengan calon pemilih yang ingin
mendapat informasi soal program ekonomi. Solusi yang ditawarkan masing-masing
kandidat bisa menjadi pertimbangan calon pemilih dalam menentukan pilihan. Jajak
pendapat Litbang Kompas pada 20-23 November melibatkan 506 responden dari 34
provinsi, menunjukkan isu ekonomi masih menjadi materi kampanye yang paling
banyak dinanti pemilih. Program terkait harga bahan pokok terjangkau (22,7 %),
lapangan pekerjaan (21,6), dan pemberantasan kemiskinan (10,2) menjadi tiga
materi teratas yang diharapkan disampaikan capres-cawapres.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi
Nasional Firman Noor, Minggu (26/11), mengatakan, harapan publik kepada capres-cawapres
dan caleg untuk membawa materi ekonomi dalam kampanye mesti dijawab seluruh
kontestan. Solusi yang ditawarkan kandidat bisa menjadi pertimbangan masyarakat
dalam memilih. Terlebih pemilih yang berpendidikan tinggi terus meningkat
sehingga mereka ingin mengetahui terobosan yang ditawarkan kontestan. ”Meskipun
model kampanye konvensional menggunakan
gimik masih akan ada di Pemilu 2024, kampanye dengan membawa gagasan dalam
menyelesaikan masalah rakyat masih dinantikan, terutama bagi pemilih rasional,”
tutur Firman. (Yoga)
Potensi Perikanan di Perairan Obi
Tarif Pajak Normal bagi UMKM Berlaku Mulai 2024
Tarif Pajak Penghasilan final sebesar 0,5 % untuk sebagian
UMKM, yang berlaku sejak 2018, akan selesai masa berlakunya akhir Desember
2023. Pemerintah akan menerapkan tarif normal mulai awal 2024. Dirjen Pajak Suryo
Utomo mengatakan, pemerintah akan menerapkan tarif normal Pajak Penghasilan (PPh)
final bagi sebagian UMKM mulai 2024. Untuk itu, pemerintah mulai melakukan edukasi
dan sosialisasi. ”Kami berusaha konsisten menjalankan yang sudah diatur dalam
PP (peraturan pemerintah). Pada masanya, UMKM harus naik kelas mengikuti model
penghitungan pajak secara normal, dan ini yang sedang terus kami lakukan
edukasi dan penjelasannya,” kata Suryo, Minggu (26/11).
PP Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan
dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran
Bruto Tertentu, serta PP No 55 Tahun 2022, mengatur ketentuan tarif pajak final
terhadap UMKM berikut periodenya. Melalui kebijakan yang berlaku sejak 2018
ini, UMKM mendapat pengurangan tarif PPh final dari sebelumnya 1 % menjadi 0,5
%. Keringanan ini diberikan untuk wajib pajak UMKM yang memiliki omzet usaha di
bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun. Sejak 2022, UMKM yang omzet usahanya di
bawah Rp 500 juta dibebaskan sama sekali dari PPh. Adapun sebagian UMKM akan
kembali dikenai tarif PPh final normal mulai tahun depan, bisa berupa wajib
pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan, seperti koperasi, firma, CV, PT,
dan perseroan perseorangan. (Yoga)
Aksi Boikot Israel Mulai Memukul Ritel Domestik
Perdagangan ritel mulai terdampak oleh gerakan sebagian
masyarakat yang memboikot produk-produk yang dianggap berafiliasi dengan
Israel. Pelaku di sektor ritel meminta pemerintah jangan hanya tinggal diam
atas persoalan ini, tetapi bersikap dengan jelas demi kepentingan perekonomian
dalam negeri. Seruan boikot terhadap produk-produk yang diduga berkaitan dengan
Israel mengemuka sejak eskalasi konflik antara Hamas dan Israel di wilayah Gaza
menjelma menjaditragedi kemanusiaan. Salah satunya adalah gerakan sosial global
bernama Boycott, Divestment, and Sanction (BDS) yang bermakna boikot,
divestasi, dan sanksi. Sebagai bentuk simpati, sebagian masyarakat Indonesia berpartisipasi
dalam gerakan yang didukung Majelis Ulama Indonesia (MUI), dimana pada 8 November
mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap
Perjuangan Palestina, dengan rekomendasi agar umat menghindari transaksi produk
terafiliasi dengan Israel.
Dampak gerakan boikot berimbas pada sektor ritel domestik.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan,
penjualan produk kebutuhan harian turun 15-20 % dalam sebulan terakhir. Data
ini didasarkan atas laporan anggota Aprindo. ”Sejumlah perusahaan ritel telah
mengalami penurunan omzet untuk penjualan produk-produk kebutuhan harian, karena
beredar informasi di media sosial bahwa banyak produk kebutuhan harian yang terafiliasi
dengan Israel,” ujarnya, Minggu (26/11). Kendati tidak menyebut nama
perusahaannya,Roy mengatakan sedikitnya terdapat 10 perusahaan ritel yang
melapor telah mengalami penurunan omzet penjualan produk harian. Adanya
penjualan yang merosot akibat aksi boikot berisiko membuat proyeksi pertumbuhan
kinerja ritel triwulan IV-2023 menjadi lebih rendah dari target sebelumnya. (Yoga)
Menanti Tunas Harapan Pupuk Fakfak
Masih hangat perbincangan masyarakat Distrik Arguni, Papua
Barat, lokasi kawasan industri pupuk yang menjadi proyek investasi dari PT Pupuk
Kalimantan Timur, tentang kedatangan Presiden Jokowi untuk meresmikan
dimulainya pembangunan kawasan industri Fakfak, Kamis (23/11). Proyek Strategis
Nasional yang ditargetkan beroperasi pada 2028 itu diharapkan bisa memberikan
dampak besar bagi masyarakat, daerah, dan negara. Kawasan industri pupuk Fakfak
ini nantinya bisa memproduksi pupuk urea sebanyak 1,15 juta ton per tahun dan amonia
825.000 ton per tahun. Dengan demikian, Pupuk Kaltim, BUMN di bawah PT Pupuk Indonesia
Holding Company (PIHC), akan menopang kebutuhan pupuk urea nasional sekitar 6
juta ton per tahun. Saat ini, Pupuk Kaltim memproduksi 3,2 juta ton urea. Di lokasi
pembangunan, seusai peletakan batu pertama, pembangunan kawasan industri yang
akan mencapai 500 hektar tersebut terus dikebut.
Ke depan, proyek dengan total investasi Rp 30 triliun
tersebut akan melibatkan hingga 10.000 pekerja pada masa puncak konstruksi. Diproyeksikan
ada 400 pekerja saat beroperasi penuh sebagai kawasan industri. Angka ini
diharapkan bisa berkontribusi pada angka kondisi ketenagakerjaan di Fakfak. Masyarakat
banyak memupuk harapan keyakinan positif, tetapi turut diiringi kecemasan dari
”tunas” yang akan muncul dari kehadiran kawasan industri tersebut. Masyarakat
lima kampung di distrik tersebut, yakni Arguni, Tafer, Andamata, Fior, dan
Furir, ingin kehadiran kawasan ini harus bisa tetap menjaga laut dan darat yang telah dijaga
masyarakat secara turun temurun. Kawasan industri yang terletak di antara
Kampung Fior dan Andamata tersebut diharapkan akan sejalan dengan berbagai
kesepakatan yang telah dilakukan pemerintah dan investor.
Jafar Gwasgwas (41), warga Kampung Andamata, berharap anak
dan cucunya di masa depan tidak hanya menjadi penonton ketika industri tersebut
beroperasi penuh. ”Ada ketakutan seperti di tempat (kawasan industri) lain,
anak-anaknya tidak punya keterampilan. Kami butuh pendampingan. Nanti ketika perusahaan
sudah beroperasi di sana 4-5 tahun lagi, anak-anak kami sudah siap,” ucap
Jafar. Akademisi Universitas Papua, Agus Sumule, mengatakan, kehadiran industri
pupuk yang baru akan meningkatkan nilai tambah potensi sumber daya alam
Indonesia. Di sisi lain, berbagai upaya perlu dipersiapkan untuk memanfaatkan
peluang tersebut. Kesempatan kerja bisa menjadi peluang besar, khususnya bagi
orang asli Papua di Fakfak dan sekitarnya, seperti Kaimana, Teluk Bintuni, dan
Teluk Wondama. (Yoga)
Puluhan Pensiunan Guru di Jakarta Teperdaya Investasi Bodong
Emiten Mengalap Berkah dari IKN
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergulir. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan per 1 November 2023 progres pembangunan fisik IKN telah mencapai 22,1%.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Daniel A. Widjaja menilai, sejumlah emiten akan diuntungkan dari berlanjutnya proyek IKN Nusantara ini. Salah satunya sektor semen, karena akan ada kenaikan permintaan semen untuk keperluan pembangunan.
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah menyuplai 71% dari total kebutuhan semen di IKN. Sebagai BUMN, posisi SMGR lebih diuntungkan. "Sehingga diprioritaskan dibanding swasta, kata Daniel kepada KONTAN, kemarin.
Selain sektor semen, pembangunan IKN juga akan menjadi katalis bagi sektor konstruksi. Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya mengatakan, pencapaian kontrak baru dari IKN akan berdampak positif bagi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), keduanya mempunyai permasalahan
leverage
. Sehingga, memenangkan kontrak baru akan meningkatkan arus kas WIKA dan WSKT.
Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya bilang, proyek-proyek di IKN garapan WIKA masih berlangsung dengan baik di tengah upaya penyehatan keuangan WIKA.
Emiten properti juga banyak yang terlibat di proyek IKN. Namun, RHB Sekuritas menilai, dampak IKN terhadap sektor properti masih netral.
Berkah Emiten Ritel di Akhir Tahun
Musim perayaan Natal dan tahun baru merupakan momentum besar bagi emiten sektor ritel. Khususnya, emiten ritel yang memiliki fokus bisnis pada penjualan perlengkapan rumah tangga dan produk gaya hidup.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pergerakan emiten ritel pada libur Natal dan Tahun Baru berpotensi positif di akhir tahun 2023 ini seiring peningkatan daya beli masyarakat.
Belum lagi pemilihan umum (pemilu) diproyeksi bakal mendorong tingkat konsumsi masyarakat di akhir tahun 2023 hingga pemilu dilangsungkan. Ini sejalan dengan potensi perputaran uang yang lebih besar di masyarakat selama masa kampanye pemilihan umum. “Kinerja emiten ritel fesyen dan emiten ritel kebutuhan sehari-hari berpotensi meningkat,” jelas Azis ke KONTAN, Sabtu (25/11).
Meski Azis tak menampik penjualan ritel saat ini memang masih cenderung flat atau datar. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa penjualan eceran yang tercermin dari Indeks Penjualan Rill (IPR) mengalami kontraksi 1,5% secara bulanan pada September 2023.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menjagokan sektor ritel bersama sektor lain seperti konsumer, telekomunikasi, minyak & gas, serta batubara untuk mencari kantong pertumbuhan di akhir tahun.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak menyoroti, emiten sektor ritel juga disokong insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk sektor perumahan dapat memacu penjualan ritel, khususnya bagi perusahaan menjual produk perbaikan rumah seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Dia merekomendasikan trading buy ACES dengan target harga Rp 950 per saham.
Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi pada kuartal IV-2023 karena faktor musiman yang biasanya mendorong pertumbuhan pada periode tersebut, yaitu memasuki musim liburan pada bulan Desember. Namun, penting untuk dicatat bahwa situasi ekonomi global masih belum menentu dan dapat menimbulkan risiko yang signifikan menjelang tahun 2024.
Sementara Azis memilih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) dengan rekomendasi buy masing-masing target harga sebesar Rp 3.250 per saham dan Rp 2.030 per saham.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









