;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Ekonomi Hancur, Pembangunan Mundur

25 Nov 2023
SINGAPURA,ID-Perekonomian di Gaza yang sudah porak-poranda akibat perang, kini dilaporkan makin parah dan berada dalam kehancuran  seperti hal nya yang dialami bangunan-bangunan di wilayah tersebut. Berdasarakan penilaian indikator ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, United Nations Development Programme (UNDP) memprediksi pembangunan di Gaza mundur 16 hingga 19 tahun. Situasi tersebut disebabkan oleh pengeboman Israel selama lebih dari satu bulan untuk membalas serangan kelompok Hamas ke Israel Selatan pada 7 Oktober 2023. Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP), yang juga badan dibawah PBB mengungkapkan, sebelum perang baru  pecah pada 7 Oktober 2023, sebagian besar penduduk Gaza sudah mengalami keterbatasan akses terhadap makanan bergizi yang terjangkau dan dianggap rawan pangan.(Yetede)

Ketum INSA Ditetapkan sebagai Ketua FASA 2024-2026

25 Nov 2023
Dalam The 59th FASA Executive Committee Meeting di Brunei Darussalam pada 22-23 November 2023, DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) aktif berpartisipasi dengan delegasi yang dipimpin oleh Ketua Umum Carmelita Hartoto. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu krusial terkait pelayaran regional, seperti keamanan maritim di Asia, dekarbonisasi/zero emisi, dan digitalisasi kegiatan maritim di negara-negara ASEAN. Carmelita Hartoto menyatakan pentingnya pertemuan ini sebagai wadah untuk berkomunikasi, bertukar pandangan, dan berbagi ide terkait pelayaran di kawasan ASEAN. DPP INSA aktif memberikan pandangan tentang pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi dinamika industri pelayaran di ASEAN. Budhi Halim, Sekretaris Umum DPP INSA, menegaskan komitmen INSA untuk memberikan kontribusi positif bagi pelayaran di kawasan ASEAN. Pada akhir pertemuan, Ketua Umum DPP INSA dipilih sebagai Chairman FASA periode 2024-2026, menandai kepercayaan dan dukungan dari anggota FASA, dengan Carmelita Hartoto memulai tugasnya pada Januari 2024, yang diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia dalam pelayaran regional ASEAN. (Yetede)

PINJAMAN DARING, Kredit Macet Tertinggi di Lima Provinsi

24 Nov 2023

Data Statistik Tekfin Pendanaan dari OJK mengungkap, pertumbuhan penyaluran pinjaman daring atau pinjol meningkat selama beberapa tahun terakhir. Angkanya lebih tinggi disbanding lembaga pendanaan konvensional. Pertumbuhan penyaluran kredit pinjol yang tajam sejalan dengan kenaikan kredit macet. Jumlah kredit macet pinjol yang dikenal dengan istilah TWP 90 atau tingkat wanprestasilebih dari 90 hari ini hampir berlipat ganda sejak Januari 2021. Di tingkat provinsi, TWP 90 tertinggi ditemukan di NTB yang mencapai 6,7 % per Juli 2023, disusul Banten 4,9 %, Jabar 4,1 %, Jatim 3,7 %, dan Jateng 3,3 %. Hal serupa terlihat di periode Januari 2021 dan Juni 2023.

Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Ahmad Masyhuri mengakui, pinjol menjadi salah satu persoalan di daerahnya. ”Tidak ada yang bisa mengatakan telah tuntas kita perangi, kami mengharapkan pinjol tidak menjalar ke mana-mana,” kata Masyhuri. Infrastruktur telekomunikasi menjadi faktor pendorong warga mengenal keuangan digital. ”Untuk memasarkan pinjol atau digitalisasi keuangan secara umum tidak menjadi soal. Tinggal konsumen yang memilih,” kata Masyhuri. Sejalan dengan peningkatan kredit macet, angka penambahan utang berjalan di lima provinsi itu juga meningkat. Utang berjalan di Jabar, per Januari 2021-Juli 2023, meningkat 268 %, disusul Jatim 254 %, Jateng 238 %, Banten 221 %, dan NTB 168 %. Total nilai utang berjalan secara nasional mencapai Rp 56 triliun. (Yoga)

Mereka yang Menikmati Manisnya Dana Pinjol untuk Pengembangan Usaha

24 Nov 2023

Jasuta (55) dan Suryanah (53), menjalankan usaha membuat tempe yang dirintis pada 2005 di Kelurahan Curug Manis, Serang, Banten. ”Orang-orang bilang, tempe saya ini lebih awet, 3-4 hari, setelah dibeli, Jadi ya mungkin di cari orang,” kata Suryanah tersenyum, Jumat (10/11).  Suryanah berkeinginan mengembangkan usahanya. Pada 2015 ia mengajukan kredit usaha ke bank konvensional. Dua kali ia meminjam dana Rp 10 juta dengan tenor masing-masing 1,5 tahun. Seingatnya, cicilannya Rp 700.000 per bulan. Tahun 2018, kampungnya dikunjungi Amartha yang kemudian menawarkan pinjaman daring untuk kalangan UMKM. Suryanah pun tertarik. Berbekal persetujuan keluarga, ia mengambil pinjaman pertama dari Amartha sebesar Rp 2 juta.

Sekarang ia tengah menyelesaikan pinjaman kelimanya dalam lima tahun terakhir, senilai Rp 12 juta. Skema cicilan per minggu membuatnya merasa nyaman. Siklus produksi dan penjualan tempenya yang harian membuat ia lebih mudah menyisihkan dana untuk membayar cicilan mingguan ketimbang bulanan. Suryanah mengakui penghasilan hariannya tak menentu. Jika target omzetnya per hari Rp 1,5 juta-Rp 2 juta meleset, ia kekurangan modal untuk berproduksi kembali. Harga kedelai berkisar Rp 13.000 per kg. Rata-rata ia butuh 40-80 kg kedelai per hari sehingga setiap hari ia butuh Rp 500.000 sampaiRp 1 juta untuk modal membuat tempe. ”Kalau ada duit pinjaman, saya bisa beli kedelai untuk modal bikin tempe,” katanya. Suryanah tak berhenti memikirkan cara untuk mengembangkan usahanya. Ia belajar cara pembuatan tahu. ”Kalau saya berhasil mencoba bikin tahu, ya saya akan ngambil pinjaman lagi,” ujarnya semringah. (Yoga)

Iklan Pinjol Harus Dikendalikan

24 Nov 2023

Orang mudah tergiur untuk meminjam uang dari platform pinjaman daring atau pinjol. Mereka melakukan itu karena melihat tawaran kemudahan dari iklan. Penerima pinjaman daring selama dua tahun terakhir didominasi kelompok usia kurang dari 35 tahun. Mereka menggunakan dana pinjaman untuk hal-hal konsumtif. Meski bergaji rendah, sifat konsumtif generasi muda menjadikan mereka  sasaran utama penyaluran pinjol. Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan, ada peningkatan 5,3 % jumlah peminjam pinjol yang tidak lancar dan macet di atas 30 hari pada kelompok usia 17 hingga 34 tahun ini (Kompas, 22/11). Otoritas tentu sudah melakukan berbagai cara agar keberadaan platform memberi kemudahan dan  sekaligus memberi pelindungan kepada nasabah pinjaman daring. Mereka juga memberi rambu-rambu soal keamanan dalam bertransaksi di berbagai platform teknologi finansial (tekfin). Akan tetapi, berbagai upaya itu sepertinya belum mencukupi.

Berbagai kasus memperlihatkan bahwa orang dengan  dengan hasilan rendah, yang kemudian berhadapan dengan sejumlah masalah finansial, langsung tertarik dengan pinjaman daring karena melihat iklan-iklannya di berbagai kanal. Sebagian besar iklan pinjaman daring menawarkan banyak kemudahan dan menggiurkan. Beberapa isi iklan itu antara lain kemudahan untuk meminjam, kemudahan mendapatkan pinjaman, dan suku bunga yang disebut lebih rendah (dibandingkan dengan platform lain). Dengan cara pemasaran digital yang bisa menyasar target dengan lebih akurat, iklan-iklan pinjaman daring berdampak signifikan terhadap kinerja bisnis mereka. Tidak mengherankan, mereka jorjoran mengeluarkan belanja pemasaran. Selama periode Januari- Agustus 2023, rata-rata porsi dana iklan dan pemasaran dari 101 perusahaan fintech lending yang terdaftar di OJK mencapai 34,7 %, dengan nilai Rp 1,3 triliun atau Rp 13,2 miliar per perusahaan, meningkat 6 % dibandingkan periode yang sama pada 2022 di 28,7 % atau Rp 8,6 miliar per perusahaan. Mereka tentu berharap mendapatkan peminjam dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. (Yoga)

Incar Pasar RI, Tiktok Ingin Investasi di Tokopedia

24 Nov 2023

Tiktok, aplikasi media sosial yang tengah berekspansi ke bisnis e-dagang, tengah menjajaki investasi ke Tokopedia melalui GoTo Group. Langkah korporasi milik raksasa teknologi asal China, ByteDance Ltd, ini antara lain untuk mengembangkan bisnis e-dagang di pasar Indonesia yang diperkirakan menguasai 40 % pasar e-dagang Asia Pasifik dalam beberapa tahun mendatang. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, seusai konferensi pers Cerita Nusantara, Kamis (23/11) di Jakarta, menyatakan, Tiktok Shop, yang tutup pada 4 Oktober 2023, berpotensi akan kembali buka di Indonesia, baik buka sendiri maupun kerja sama investasi. Sejauh ini, menurut Teten, Tiktok sudah menjajaki investasi di tiga perusahaan. Ketiganya meliputi Tokopedia, Bukalapak, dan CT Corp. Untuk detailnya, dia mengaku belum tahu.

Bloomberg pada Rabu (22/11) mengabarkan Tiktok sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi ke salah satu unit GoTo Group di Indonesia. Salah satu poin pembicaraan adalah bahwa Tiktok ingin mencoba memulai kembali toko daringnya di Indonesia. Sumber Bloomberg mengatakan, perusahaan Itu sedang mengerjakan potensi berinvestasi pada unit e-dagang GoTo, yaitu Tokopedia, yang dapat di- selesaikan dalam beberapa minggu mendatang. Daripada melakukan investasi langsung, kesepakatan kedua perusahaan dapat berbentuk usaha patungan. Diskusi juga membahas langkah bersama Membangun platform e-dagang baru. Rencana ini diduga dirancang untuk mengatasi hambatan peraturan dan memungkinkan Tiktok menghidupkan kembali layanan belanja daring di Indonesia, pasar e-dagang terbesar di Asia Tenggara. (Yoga)

Industri Tekstil Makin Tertekan Geopolitik dan Impor Ilegal

24 Nov 2023

Beberapa perusahaan tekstil dalam negeri yang terdaftar di pasar modal kritis. Kondisi keuangan membuat mereka tersegel, bahkan nyaris didepak dari daftar perusahaan terbuka. Fundamental industri tekstil tertekan ketidakpastian global dan banjirnya produk impor ilegal. Menjelang akhir 2023, beberapa perusahaan tekstil masuk dalam papan pemantauan khusus. Salah satunya PT Sri Rejeki Isman Tbk. Emiten berkode SRIL itu masuk dalam kategori ekuitas negatif dan likuiditas rendah. Efek SRIL sudah disuspensi atau tidak diperdagangkan selama 30 bulan sejak 18 Mei 2021. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangannya yang dikutip Kamis (23/11) mengatakan, dalam melakukan pemantauan atas perusahaan tercatat, bursa melakukan beberapa upaya perlindungan investor ritel, salah satunya melalui pengenaan notasi khusus dan penempatan pada papan pemantauan khusus.

Dalam laporan keuangan SRIL periode sembilan bulan pada 2023, penjualan neto perusahaan merosot 47,6 % dibandingkan penjualan per September 2022, dari angka 474,17 juta USD menjadi 248,50 juta USD. Perusahaan itu menanggung rugi operasional senilai 105,14 juta USD. Kerugian itu menurun 27,39 % dari kerugian tahun lalu 144,80 juta USD. PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) juga masuk pemantauan khusus karena tidak ada pendapatan usaha dalam laporan keuangan terakhir. Efek SBAT tidak lagi ditransak- sikan sejak pertengahan 2021. Melihat laporan keuangan terakhir mereka di semester I-2023, keuntungan anjlok 82,25 % secara tahunan menjadi Rp 11,09 miliar. Penurunan kinerja juga dialami PT Asia Pacific Fibers Tbk. Emiten berkode POLY itu kini dipantau khusus karena laporan keuangan terakhirnya menunjukkan ekuitas negatif.

Sampai 30 September 2023, pendapatan POLY turun 27,72 % secara tahunan ke angka 228,49 juta USD, dibandingkan dengan 316,14 juta USD pada tahun lalu. Mereka juga mengalami kerugian komprehensif tahun berjalan sebesar 16,05 juta USD dan defisiensi modal sebesar 960,49 juta USD. ”Industri poliester terus menghadapi ketidakpastian dan volatilitas selama Januari hing ga 23 September karena ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, perang Rusia dan Ukraina, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, inflasi yang tinggi, dan kenaikan biaya bunga,” kata perusahaan dalam laporan keuangannya. Seluruh rantai poliester berada di bawah tekanan berat dengan permintaan yang lesu dan tantangan pasokan yang berlebihan. Banyak produsen yang mengurangi produksi dan beberapa di antaranya tutup karena tren penurunan ini. (Yoga)

Diversifikasi Pasar Stagnan, Ekspor RI Bakal Melambat

24 Nov 2023

Kinerja ekspor Indonesia pada 2024 diperkirakan akan melambat seiring dengan perlambatan ekonomi AS dan China. Hal itu terjadi di tengah stagnasi diversifikasi pasar ekspor Indonesia dalam 12 tahun terakhir ini. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Kamis (23/11) mengatakan, tahun depan ekonomi global diperkirakan tumbuh lambat dibandingkan   tahun ini. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi global pada 2024 tumbuh 2,9 % atau lebih rendah dari 2023 yang sebesar 3 %. Hal itu terutama dipengaruhi perlambatan ekonomi di AS dan China yang pada 2024 diperkirakan tumbuh 1,4 % dan 4,2 %. Angka itu lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi AS dan China pada 2023 yang diperkirakan masing-masing 2,1 % dan 5 %.

Menurut Faisal, konsumsi rumah tangga di kedua negara tersebut diproyeksikan masih lemah sehingga berpengaruh terhadap permintaan domestik. Di AS, pendapatan masyarakat masih stagnan dan simpanan bantuan pandemi mereka semakin menipis. Adapun di China, pemulihan pascapandemi Covid-19 tertekan krisis bisnis properti yang berkontribusi 25-30 % terhadap perekonomian negara tersebut. Utang pengusaha juga menumpuk karena Pemerintah China membatasi kredit. ”AS dan China merupakan pangsa pasar utama ekspor Indonesia. Jika konsumsi kedua negara itu melemah, maka permintaan ekspor akan turut melemah. Kondisi itu akan berpengaruh besar terhadap kinerja ekspor Indonesia,” ujarnya dalam acara Gambir Trade Talk #12: ”Outlook Perdagangan Luar Negeri Indonesia Tahun 2024” yang digelar secara hibrida. (Yoga)

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan

24 Nov 2023
Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 6 %, dalam rangkaian Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 November 2023. Hasil RDG itu menetapkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6 %, suku bunga deposit facility 5,25 %, dan suku bunga lending 6,75 %. Gubernur BI, Perry Warjiyo, Kamis (23/11), mengatakan, kebijakan BI tetap konsisten menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah dalam menghadapi tingginya dampak ketidakpastian global. Karena itu, pihaknya mengambil kebijakan secara preemptive (penangkalan) dan forward looking (proyeksi ke depan) sebagai mitigasi dampak inflasi barang impor (imported inflation). Harapannya, besaran inflasi sesuai target BI, yakni di kisaran 2-4 % pada 2023 dan 1,5-2,5 % pada 2024. (Yoga)

Diferensiasi Produk Wisata Mandalika Diperlukan

24 Nov 2023

Indonesia Tourism Development Corp atau ITDC berupaya mengembangkan kawasan Mandalika di Lombok, NTB, agar tak hanya dikenal karena sirkuit balapnya. Skema besar telah dirancang untuk memopulerkan kawasan ini sehingga tak hanya menarik investor, tetapi juga wisatawan. President Director ITDC atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Ari Respati menilai, kesan yang melekat pada Mandalika adalah sirkuit atau balapan MotoGP. Padahal, proporsi sirkuit hanya 38 hektar dari total kawasan seluas 1.200 hektar. Sebagai upaya memperkenalkan Mandalika dan sekitarnya untuk meyakinkan investor, ITDC telah mengajak sejumlah investor ke beberapa lokasi di kawasan Mandalika.

Pembangunan sejumlah arena olahraga lain untuk memasarkan wisata Mandalika sedang dilakukan ITDC. Salah satunya membangun pacuan kuda bertaraf internasional. Rencananya, pacuan ini akan diluncurkan pada triwulan III-2024. Arena ini murni digarap investor. ITDC, ujar Ari, telah menandatangani kesepakatan dengan PT Indonesian Paradise Property Tbk. Perusahaan yang menaungi sejumlah hotel berbintang, antara lain Grand Hyatt Jakarta dan Harris Hotel Tuban Bali, ini berinvestasi membangun stadion paddle. ”Kami rasa akan jadi sebuah titik balik bahwa daerah Mandalika itu memang cocok sebagai pusat sport tourism,” ujar Ari di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (23/11). (Yoga)