;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Segmen Korporasi Dongkrak Kredit Perbankan Akhir 2023

22 Jan 2024
Penyaluran kredit baru pada Desember 2023 terindikasi meningkat dibandingkan November 2023. Salah satunya didorong oleh permintaan kredit dari segmen korporasi yang menanjak di akhir tahun. Hasil survei kepada perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Desember 2023 sebesar 73,3%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 70,4%. dari jenis penggunaannya, penyaluran kredit meningkat pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit konsumsi lainnya yang stabil dengan SBT 66,9%. Kebijakan penyaluran kredit pada Desember 2023 sedikit lebih ketat. Hal tersebut tercermin dari SBT perubahan lending standard yang positif jadi 0,4%. kebijakan penyaluran kredit  yang ketat terjadi  pada hampir seluruh jenis kecuali kredit konsumsi lainnya yang lebih longgar. (Yetede)

Kunjungan Wisman China Ditargetkan Tembus 1 Juta

22 Jan 2024
Kementerian Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menargetkan kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara (Wisman) dari China pada tahun ini. Kehadiran wisman tersebut dapat memberikan pemerataraan pariwisata di Indonesia. Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I (Kemenparekraf) Wisnu Sindhutrisno mengatakan, pada tahun lalu pihaknya menargetkan  361 ribu wisman China dan tercapai 707 ribu wisman. Untuk itu, pada tahu ini dinaikkan target menjadi 1 juta- 1,5 juta dan akan dibawa oleh 13 penerbangan, dengan sejauh ini kapasitas kursi dihitung samapai 1,1 juta. "Pemerataan itu yang kami dorong, makanya dalam semua program promosi ke Tiongkok di tahun ini adalah desa wisata, homestay dan beberapa destinasi yang kembali ke komunitas di desa-desa. Seperti di Yogyakarta bikin coklat dan mandikan  kerbau, pengalaman itu yang ingin kami dorong untuk mereka rasakan,"

Pertumbuhan Properti Tahun 2024 Diwarnai Tren-Tren Baru

22 Jan 2024
Konsultan properti Knight Frank Indonesia menilai bahwa pertumbuhan properti tahun 2024 akan diwarnai tren-tren baru. Subsektor properti yang diprediksi meningkat pada tahun ini adalah rumah tapak, Kawasan industri, dan pergudangan. "Pertumbuhan properti tahun 2024 akan diwarnai dengan tumbuhnya tren-tren baru yang menyesuaikan dengan dinamika pasar properti, seperti kehadiran green building dan digitalisasi pemasaran yang semakin marak untuk menangkap konsumen milenial," ujar Country Head Knight Frank Indonesia, WIlson Kalip dalam keterangan tertulisnya kepada Investor Daily. Risiko geopolitik dari kondisi global terus membayangi terakumulasi dengan berbagai tantangan domestik, kondisi ini berdampak pada pergerakan  investor, baik untuk properti komersial maupun properti residensial, yang cenderung wait and see hingga ada kepastian hasil penyelenggaraan pemilu. (Yetede)

Mudarat Dominasi Investasi Swasta di IKN

22 Jan 2024
Kebutuhan pendanaan jumbo pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menitikberatkan pada partisipasi sektor swasta. Pemerintah menetapkan pendanaan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara maksimal 20 persen. Sedangkan sisanya diharapkan berasal dari investor privat. 
Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, disebutkan bahwa indikasi kebutuhan pendanaan IKN sebesar Rp 466 triliun yang dibagi menjadi tiga indikasi pendanaan. Pertama APBN sebesar Rp 90,4 triliun, badan usaha/swasta sebesar Rp 123,2 triliun, serta kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sebesar Rp 252,5 triliun.
Sejumlah pengamat urban dan ekonom mengungkapkan perencanaan ini menimbulkan kekhawatiran yang berpotensi berdampak negatif terhadap ekonomi dan lingkungan di masa depan. Professor dari ETH Zurich, Stephen Cairns, mengungkapkan ketergantungan pada pendanaan swasta seperti yang terjadi di IKN berpotensi menggerus kontrol pemerintah. “Tidak ada jaminan komitmen keberlanjutan atau sustainability yang digaungkan itu akan dilaksanakan karena secara natural sektor privat cenderung berorientasi pada untung-rugi ekonomi,” ujarnya kepada Tempo, Jumat pekan lalu. (Yetede)

Blusuk-blusuk Memburu Uduk

21 Jan 2024

Meski bertempat di jalan sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor, Nasi Uduk Bu Amah yang buka mulai pukul 15.30 di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakbar, Jalan Pengukiran II, mampu melintas zaman hingga nyaris enam dekade. Pelanggan tidak hanya berblusuk-blusuk untuk memboyong sajian utama yang tandas dalam puluhan menit, tetapi juga terpikat bawang goreng hingga sambal kacangnya. Wiwin (47) sibuk melayani pengunjung sembari mencatat pesanan yang sudah diambil, didampingi Yeny Lestari (43) yang membungkus nasi dan lauk-pauk. Di gang sebelah warung itu, Murdjaiti (67) alias Ijah menggoreng ayam dengan minyak menggelegak dan lidah api menari-nari menjilati wajan.

Baru pukul 16.10, ia berseru memberi tahu Wiwin dan Yeny lauk mulai habis, 20 menit berselang, 150 porsi sudah ludes. Hingga pukul 17.00, pelanggan masih saja berdatangan yang terpaksa gigit jari. Kalaupun masih tersedia, nasi uduk dan lauk-pauknya hanya bisa dibungkus. Tak terlihat pengunjung yang mengeluhkan ketiadaan meja dan kursi untuk bersantap. Pembelipun mafhum, mengingat mereka tak segan berburu Nasi Uduk Bu Amah sampai blusukan, memang menggamblangkan kelezatannya yang bikin lidah bergoyang. Bulir-bulir nasi sungguh kaya santan dengan aromanya yang sudah merebak sebelum dikunyah. Ayam goreng pun terkunyah gurih dilumuri aneka bumbu yang amat meresap. Tahu, hati, ampela,tempe, sampai-sampai sambal kacang dan bawang goreng yang begitu krispi pun tak kalah sedap.

Bukan hari itu saja Nasi Uduk Bu Amah tandas kurang dari satu jam. Paling lambat, Ijah sudah menutup warungnya pada pukul 18.00. ”Sudah biasa konsumen tanya atau pesan lewat telepon. Hari ini, order yang paling banyak 70 porsi,” ujar Ijah. Jika pesanan sudah sangat banyak, ia malah tak menerimanya lagi sejak pukul 13.00. Mereka yang langsung datang pada sore hari tak kebagian. Ijah menyebut beberapa pesohor yang kerap mengecap masakannya. Seporsi nasi uduk dibanderol Rp 10.000, ayam Rp 30.000, tahu Rp 5.000, hati atau ampela Rp 2.500, dan tempeRp 2.500. Jika dihendaki, pesanan bisa saja diambil pada pagi atau siang hari. Nasi Uduk Bu Amah tutup setiap hari Minggu. (Yoga)

Kini, Siapa Saja Bisa ke Stasiun Luar Angkasa

20 Jan 2024

Sebanyak empat astronot, tiga di antaranya berasal dari Turki, Swedia, dan Italia, meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dari pangkalan Kennedy Space Center Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) di Cape Canaveral, Florida, AS, Kamis (18/1) sore waktu setempat. Mereka melesat dengan penerbangan komersial Axiom Space, menggunakan pesawat luar angkasa SpaceX, Crew Dragon, milik Elon Musk. Empat astronot itu berlatar belakang pilot militer. Mereka akan berada di luar angkasa selama 14 hari untuk melakukan 30 eksperimen dengan fokus pada dampak penerbangan luar angkasa terhadap kesehatan dan penyakit manusia. Perjalanan antariksa mereka merupakan misi penerbangan komersial kolaboratif untuk ketiga kalinya antara Axiom Space, NASA, dan SpaceX selama dua tahun terakhir.

Yang berbeda kali ini, penumpangnya bukan orang kaya raya, seperti pada penerbangan sebelumnya. Tiga dari empat astronot kali ini dibiayai pemerintah masing-masing dengan harga tiket 55 juta USD atau Rp 860 miliar. Pesawat Crew Dragon yang membawa empat astronot tersebut akan menempuh perjalanan 36 jam dan diperkirakan tiba di stasiun luar angkasa Sabtu (20/1). Crew Dragon akan berlabuh di pos terdepan yang mengorbit 400 km di atas Bumi. Saat ini, stasiun luar angkasa internasional dihuni oleh tujuh awak tetap. Mereka terdiri dari dua warga AS dari NASA, satu astronot dari Jepang, satu astronot dari Denmark, dan tiga kosmonot Rusia. Axiom Space yang berbasis di Houston, AS, menjalankan bisnis komersial mengirimkan astronot ke orbit Bumi dengan disponsori pemerintah asing atau perusahaan swasta.

Misi Axiom dirancang untuk menawarkan penerbangan ke ISS kepada siapa pun yang mampu membeli tiket. Dua misi Axiom sebelumnya diterbangkan pada 2022 dan 2023, membawa penumpang campuran antara pebisnis kaya dan astronot yang dibiayai pemerintahnya. Penerbangan kali ini menjadi misi Axiom pertama yang semua tiket kursinya dibeli pemerintah atau NASA. Harian The New York Times, Kamis (18/1), menyebut penerbangan ini merupakan bagian dari era baru di mana negara-negara tak lagi harus membuat roket dan pesawat ruang angkasa sendiri untuk menjalankan program penerbangan luar angkasa berawak. Kini, mereka cukup membeli tiket dari perusahaan penerbangan luar angkasa komersial, hampir sama seperti membeli tiket pesawat biasa. (Yoga)

Pengusaha Hiburan Butuh Hiburan

20 Jan 2024

Pebisnis hiburan agaknya perlu hiburan. Betapa tidak, baru sejenak bisa bernafas lega setelah kena hantam pandemi Covid-19, industi hiburan di Tanah Air harus kembali menerima pukulan berat, yakni pajak tinggi. Mulai tahun ini, pajak hiburan melonjak dari 25% menjadi 40% hingga 75%. Biangnya adalah Undang-Undang Nomor 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) yang mulai berlaku Januari 2024. Merujuk Pasal 58 ayat (2), tarif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa hiburan pada diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap atau spa paling rendah 40% dan paling tinggi 75%.  Sejumlah daerah pun mematok tarif pajak hiburan dengan angka maksimal 75%. Toh, pemerintah berkelit. 

Bagi pemerintah, tarif pajak hiburan  hingga 75% sudah ada sejak lama.  "Ini sama pada saat mereka mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 28/2009, mereka sudah memberikan tarif 75%," kata Lydia Kurniawati Christyana, Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Selasa (16/1). Yang terang, berdasarkan reportase KONTAN ke sejumlah tempat hiburan di Jakarta, pengusaha hiburan menolak tegas kenaikan pajak hiburan. "Tarif pajak 40% hingga 75% akan menambah beban usaha.

Selama ini, pengusaha hiburan harus menyetorkan pajak yang cukup besar ke kantong negara," ungkap Alexander Nayoan, Ketua Bidang Pelatihan dan Pendidikan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kepada KONTAN, Jumat (19/1). Apalagi, Ketua Wellness Healthcare Entrepreneur Association (WHEA) Agnes Lourda Hutagulung mengungkapkan, selain harus membayar pajak, pengusaha hiburan kudu setor duit keamanan ke sejumlah oknum. Setali tiga uang, pebisnis bar juga teriak. "Banyak pengunjung yang tadinya menghabiskan waktu di bar, jadi lebih memilih minum di rumah atau beli online ketimbang harus minum di tempat yang pajaknya besar dan harganya tidak masuk akal," sebut Bhian, Board of Directors Odin Senopati. 

Merespons protes yang marak dari pelaku usaha hiburan,  pemerintah pun angkat bicara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah akan mengeluarkan surat edaran mengenai aturan pajak hiburan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat edaran tersebut kelak memuat mengenai insentif fiskal serta keringanan dalam penerapan tarif pajak hiburan khusus sebesar 40%-75%. "Pemerintah akan keluarkan surat edaran terkait dengan Pasal 101," ungkapnya, Jumat (19/1).

Inilah Presiden Idaman Pilihan Dunia Usaha

20 Jan 2024

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 semakin dekat. Masing-masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) terus berlomba menyampaikan visi misi hingga program kerja yang mereka usung saat terpilih kelak. Banyak pihak berharap, presiden terpilih nanti bisa membawa perubahan dan kemajuan bagi negeri ini. Lalu, mampu mengatasi berbagai masalah dan siap menghadapi tantangan di berbagai sektor, termasuk dinamika global. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan, harapan sektor usaha, pemimpin masa depan Indonesia memenuhi sejumlah kriteria. Pertama, memiliki komitmen pada transparansi dan membuka ruang luas bagi  seluruh pemangku kepentingan ekonomi Indonesia, baik nasional ataupun asing. Kedua, merupakan seorang yang bijaksana, transparan, dan rasional dalam pengambilan keputusan. Ketiga, harus bisa mengambil keputusan secara holistik, yang mempertimbangkan dampak internal dan eksternal serta kepentingan ekonomi lintas sektor, bisnis lintas skala, masyarakat, pasar, pekerja, juga dunia usaha. Keempat, pemimpin mendatang juga perlu cermat mempertimbangkan fakta dan konsekuensi ekonomi yang mungkin timbul dari kebijakan yang mereka ambil.

Dari industri perkebunan kelapa sawit, pelaku usaha mengharapkan, presiden terpilih nanti bisa memberikan perhatian serius, mengingat konstribusi sektor tersebut cukup signifikan terhadap pendapatan negara. "Kepemimpinan mendatang bisa menyelesaikan permasalah sektor sawit yang masih terjadi," pinta Eddy Martono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), kemarin (19/1). Masalah pangan juga kudu mendapat penangan serius pemerintahan anyar. "Selama ini, persoalan harga pangan sebenarnya seperti fenomena gunung es. Harga pangan menjadi puncak yang terlihat dari permasalahan tata kelola lapangan di Indonesia," kata Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Tambah lagi, "Kurangnya penelitian dan pengembangan untuk penerapan teknologi yang dapat menggenjot jumlah produksi dan menekan biaya produksi di sektor pertanian," imbuh Yusuf. Selain itu, pemimpin baru negeri ini mesti memikirkan sektor energi. Isu utama yang perlu menjadi perhatian adalah mendorong penggunaan energi baru terbarukan. Sebab, dia bilang, Indonesia relatif masih tergantung pada penggunaan energi fosil.

Pilih Saham Sebagai Investasi Utama

20 Jan 2024

Investasi membawa Lie Kurniawan mengenal dan memasuki dunia ekonomi. Ia bercerita, awal mula mengenal dunia investasi melalui kakaknya pada tahun 2000. Pada saat itu, dirinya masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). "Kakak saya lima tahun lebih tua dan saya diperkenalkan dengan saham," ceritanya kepada KONTAN, Jumat (19/1). Perkenalan itu memunculkan kesan bagi Kurniawan muda. Sehingga, akhirnya ia memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai dunia investasi, khususnya saham. Apalagi Kurniawan menilai bahwa investasi sebagai sebuah industri yang memiliki masa depan cerah. Lie kemudian memutuskan memperdalam ilmu finansial dengan memasuki kuliah jurusan keuangan perbankan. Karena saat itu, hanya jurusan itu yang paling dekat dengan dunia investasi. Tak berhenti di saham, ia juga sempat mencoba beberapa instrumen lain. Dirinya pernah mencoba produk derivatif seperti kontrak opsi saham, futures,foreign exchange (forex), hingga aset kripto. Hanya saja, ia merasa instrumen-instrumen tersebut tidak cocok dengan dirinya yang cenderung tipe konservatif. Menurutnya, instrumen-instrumen tersebut membutuhkan kecekatan dan cenderung spekulatif.

Sementara investasi di saham, sudah ada teori yang jelas, setidaknya dengan melihat aspek fundamental keuangan perusahaan. Selain memperhatikan fundamental, momentum untuk masuk pada suatu saham juga di nilainya penting diperhatikan. Ia mencontohkan, tahun 2002, saat peristiwa bom Bali, harga saham turun 7%-10%. Ia sampai harus izin keluar kelas untuk cek saham miliknya. Kala itu ia memilih membeli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Pada akhir 2003, dirinya melepas saham itu dengan keuntungan lima kali lipat. Contoh lainnya saat booming saham batubara pada tahun 2022 lalu. Menurutnya, apabila mengikuti tren dengan memutuskan untuk ikut membeli maka bisa berpotensi mendapatkan kenaikan yang banyak. Sementara apabila memilih sektor lain, kemungkinan besar return-nya akan lebih kecil. Karena berbagai hal itu, pria asal Jakarta ini memantapkan menaruh seluruh investasinya pada instrumen saham. Hanya saja, belakangan ini sedikit bergeser. "Saat ini alokasi ke saham menjadi 80% dan 20% cash," sebutnya. Ia mencontohkan lagi, saat Covid-19, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 20%. Hal itu dinilai sebagai sebuah peluang, tetapi kondisi krisis tersebut berbeda dengan saat krisis ekonomi sebelumnya lantaran kondisi ekonomi Indonesia yang lebih baik. Sementara saat Covid-19 seluruh negara mengalami krisis, sehingga investor harus cermat karena perusahaan bisa terancam bangkrut.

Cukai Minuman Juga Beri Manfaat Ekonomi

20 Jan 2024

Penerapan cukai bagi minuman berpemanis di Indonesia dapat memberikan manfaat kesehatan dan ekonomi. Pemberlakuan cukai sehingga menaikkan harga minuman berpemanis menjadi 20 % lebih mahal akan menurunkan konsumsi sampai 17,5 % dan menghasilkan tambahan pendapatan negara sebesar Rp 3.628,3 miliar per tahun. Manfaat dari penerapan cukai minuman berpemanis ini dilaporkan para peneliti Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) di jurnal ilmiah Plos One pada 29 Desember 2023. Agus Widarjono menjadi penulis pertama laporan yang ditulis bersama Rifai Afin, Gita Kusnadi, Muhammad Zulfikar Firdaus, dan Olivia Herlinda itu.

”Mengingat terus meningkatnya penyakit tidak menular di  Indonesia dalam skala yang mengkhawatirkan dan di tengah terbatasnya kebijakan yang mengatur produk berisiko kesehatan di masyarakat, studi ini menjadi temuan penting untuk mendorong cukai minuman berpemanis dalam kemasan agar segera diterapkan,” tutur Diah Saminarsih, pendiri CISDI. Merespons publikasi ini, Jumat (19/1/2024). Agus dan tim menyebutkan, konsumsi minuman berpemanis telah banyak dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas dan penyakit tidak menular, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, serta kematian dini. Namun, konsumsi minuman berpemanis di Indonesia cenderung meningkat.

Laporan Benny Gunawan Ardiansyah dari Politeknik Keuangan Negara STAN dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan (2017), konsumsi minuman berpemanis di Indonesia meningkat 15 kali lipat dalam dua dekade terakhir. Tinjauan sistematis yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 menunjukkan, pengenaan pajak terhadap minuman bermanis efektif dalam mengurangi konsumsi minuman berpemanis. Menurut Agus dan tim, hingga saat ini, lebih dari 50 negara secara global, termasuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, telah menerapkan kebijakan ini. Di Indonesia, pembahasan pajak minuman berpemanis telah dimulai pada 2016 oleh Kemenkeu. Namun, hingga saat ini kebijakan tersebut belum diterapkan. (Yoga)