;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Pelaku Bisnia Terapkan Sharing Economy

13 May 2025
Saat ini mulai banyak pelaku bisnis yang menerapkan sharing economy. Hal ini merupakan sebuah distorsi bagi keberlangsungan industri pariwisata secara luas. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menerangkan, dahulu sharing economy hanya berlaku pada rumah-rumah atau villa. Tetapi sekarang bisnis dengan konsep Sharing Economy ini sudah merambah ke aparteman, membuat pengaruh yang besar. "Sharing Economy ini memang mengerus ya, khususnya di Bali. Tapi ini fenomena sharing economy hampir menyeluruh. Kita juga berharap bahwa regulasi tentang sharing economy ini juga perlu diperhatikan," ucap dia. Sharing economy merupakan model bisnis yang dilakukan dengan cara yang lebih efisien, karena saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources. Hariyadi menjelaskan, saat ini ada beberapa  negara yang meninjau terkait aturan mengenai sharing economy contohnya Singapura dan Jepang, yang akan melakukan pengetatan regulasi tentang sharing economy. Dia menganggap trend sharing economy ternyara berdampak besar kepada pendapatan asli daerah tertentu dan juga berkurangnyu pedapatan pemerintah. (Yetede)

Panasonic, Mengumukan Rencana PHK Terhadap 10.000 Karyawan Global

13 May 2025
Raksasa elektronik asal jepang, Panasonic, mengumukan rencana PHK terhadap 10.000 karyawan global. Menanggapi itu, Juru Bicara Kementerian perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief menerangkan, bahwa PHK tersebut tidak terjadi di Indonesia. "PHK yang terjadi di Panasonic Holsings tidak berdampak pada operasi Panasonic di Indonesia. Pabrik di Indonesia justru menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara yang mencerminkan daya saing industri elektronik nasional yang sangat kuat," ujar dia. Febri mengakui bahwa utilitass industri elektronik saat ini sedang berada pada level yang rendah, yakni 50,64% pada kuartal 1-2025. Sedangkan, sebelum masa pandemi Covid-19, utilitas  sektor ini mencapai 75,6%. Kondisi ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri dan para karyawan untuk terus beradaptasi dan melakukan transformasi agar tetap kompeititif. "Persaingan global di sektor elektronok semakin ketat. Ini adalah peringatan bahwa transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional adalah kunci untuk bertahan hidup," ucap dia. Lebih lanjut, Febri menegaskan, Indonesia memiliki keunggulan besar sebagai pasar domestik yang kuat. Pasar dalam negeri Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, dan pemerintah mendukung penuh penguatan industri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri. (Yetede)

Kadin Menangkap Banyak Peluang Dagang Antara Indonesia dan Amerika Serikat

13 May 2025
Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menangkap banyak peluang dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) saat melakukan kunjungan ke Negeri Paman Sam dan bertemu dengan banyak pengusaha di sana. Dengan peluang  yang ada, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia -AS dapat menembus angka US$ 80 miliatr atau dua kali lipat setelah proses negosiasi tarif resiprokal. "Prediksi kami di Kadin, kalau antara ekspor dan impor (Indonesia-AS) itu US$ 39-40 miliar kurang lebih. Dalam waktu 2-3 tahun, bisa menjadi US$ 120 miliar. Kalau misalnya kita menyiasati benar," kata dia. Pria yang akrab dipanggil Anin ini merinci Presiden AS Donald Trump memegang data yang mencatatkan nilai ekspor Indonesia ke AS sekitar US$ 25 miliar dan impor US$ 13 miliar. Dengan demikian, total nilai perdagangan  kedua negara saat ini sekitar US$ 40 miliar. Dia menerangkan, surplus perdagangan Indonesia terhadap AS yang sekitar US$ 18 miliar dolar AS rencananya akan diseimbangkan. Hal ini terkait negosiasi tarif yang dibuka oleh AS dengan permintaan nilai ekspor-impor Indonesia-AS menjadi setara. Sehingga, total perdagangan kedua negara diprediksi naik menjadi US$ 58 miliar atau hampir US$ 60 miliar. (Yetede)

Status Bandara Internasional Dievaluasi Dua Tahun

13 May 2025
Kementrian Perhubungan (Kemenhub) akan  mengevaluasi setiap bandara yang memiliki status internasional selama dua tahun. Untuk itu pemerintah daerah (Pemda) dipacu untuk memperkuat potensi wilayahnya sehingga mampu mendatangkan wisatawan mancanegara. Menteri Perhubungan (Kemenhub) Dudy Purwagandhi mengatakan status bandara internasional diberikan dalam rangka  memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Selanjutnya, status bandara internasional akan ditinjau ulang selama dua tahun jika tidak ada penerbangan internasional di wilayah atau daerah tersebut. "Pada dasarnya kami memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk mengembangkan wilayahnya dengan status bandara internasional," kata Menhub. Menhub Dudy menjelaskan, bahwa keputusan mengembalikan status internasional itu setelah mempertimbangkan bahwa sebelumnya bandara tersebut memang pernah menyandang status yang sama sebelum akhirnya dicabut akibat pandemi Covid-19. Selain itu, koordinasi bersama kementerian lain menghasilkan kesimpulan membuka kembali status internasional  bandara dengan mempertimbangkan kebutuhan ekonomi dan potensi pengembangan pariwisata daerah. (Yetede)

Perbankan Hadapi Volatilitas Likuiditas

13 May 2025

Polemik kondisi likuiditas perbankan Indonesia saat ini menampilkan dua sisi pandang yang kontras. Di satu sisi, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ruang likuiditas longgar, terlihat dari kepatuhan mayoritas bank terhadap rasio Pemenuhan Kewajiban Likuiditas Makroprudensial (PLM), terutama kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) yang melebihi ketentuan minimum 5%. Namun, di sisi lain, para bankir justru mengeluhkan ketatnya likuiditas akibat persaingan antar lembaga keuangan dalam mencari dana di pasar uang, yang dibuktikan oleh penyusutan kepemilikan SRBI ke titik terendah dalam sembilan bulan terakhir.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan tidak sinkronnya indikator-indikator makro dan mikro dalam menggambarkan realitas likuiditas perbankan. Rasio loan to deposit (LDR) yang masih di bawah 90% dan pertumbuhan kredit yang stagnan (9,16% pada Maret 2025) menunjukkan bahwa dana pihak ketiga belum optimal disalurkan menjadi kredit produktif.

Divergensi struktur bank besar dan kecil turut memperparah kondisi, terlebih karena kebijakan makro seperti suku bunga acuan dan Giro Wajib Minimum (GWM) masih bersifat seragam atau "gelondongan", tanpa mempertimbangkan kapasitas masing-masing bank. Dalam konteks ini, BI disarankan lebih selektif dan strategis, misalnya dengan pelonggaran GWM yang diarahkan ke sektor-sektor prioritas seperti UMKM, ekonomi hijau, dan pariwisata.

Bank sendiri pun, menurut artikel ini, perlu lebih adaptif dan inovatif. Alih-alih meminta dispensasi, bank harus bisa menata ulang portofolio mereka dan mulai menyiapkan sumber dana murah alternatif di luar dana pihak ketiga. Dengan demikian, siklus naik-turun likuiditas tidak akan mengguncang stabilitas, dan industri perbankan tetap bisa menjalankan peran kuncinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045, sebagaimana yang diharapkan oleh BI dan para pemangku kepentingan.


Kaltim Pacu Produksi Padi Demi Swasembada

13 May 2025

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan swasembada beras dalam waktu enam bulan ke depan meskipun saat ini sekitar 60% kebutuhan berasnya masih dipasok dari luar daerah. Dengan populasi sekitar 4,27 juta jiwa dan kebutuhan beras tahunan mencapai 450.000 ton, upaya swasembada ini menjadi prioritas strategis, terutama karena Kaltim merupakan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi, seperti optimalisasi lahan sawah eksisting seluas 46.640 hektare dan pemanfaatan lahan tidur. Ia menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan menyambut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mencetak minimal 20.000 hektare sawah baru yang dekat dengan sumber air.

Guna mendorong produktivitas, intensitas tanam akan ditingkatkan hingga dua bahkan tiga kali panen per tahun, dengan dukungan teknologi pertanian modern. Menteri Amran menyampaikan komitmennya mendukung penuh program ini, termasuk pengadaan alat pertanian senilai Rp10 triliun dan bantuan pompa air. Ia menegaskan pertanian di Kaltim harus sepenuhnya termekanisasi agar lebih efisien dan produktif.

Langkah terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan menjadi katalisator pencapaian swasembada beras dalam waktu dekat.


Lonjakan Likuiditas Bisa Panaskan Harga Saham

13 May 2025

Untuk meredam tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis dengan membuka pendaftaran bagi anggota bursa yang ingin menjadi liquidity provider (LP). Menurut Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, sejauh ini sudah ada sembilan anggota bursa yang siap menjadi LP, termasuk lima dari luar negeri.

Kehadiran LP, yakni institusi yang menyediakan likuiditas dengan memperdagangkan saham-saham tertentu secara aktif, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan volume transaksi saham, khususnya saham-saham dengan likuiditas rendah seperti BDMN, BYAN, dan IMAS. Namun, peran LP ini tetap terbatas, tidak mencakup seluruh saham di pasar modal, melainkan hanya yang memenuhi kriteria tertentu.

Meski kebijakan ini mendapat dukungan sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga likuiditas, sejumlah pengamat mengingatkan risiko yang muncul. Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, menyatakan bahwa LP dapat membuat harga saham bergerak tidak alami dan tidak mencerminkan fundamental emiten. Menurutnya, dominasi LP bisa menjadikan pasar seperti "mainan bandar" dan kurang berpihak pada investor ritel.

Sejalan dengan itu, Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, menilai kebijakan ini bisa membuka ruang manipulasi harga oleh pihak-pihak tertentu. Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menambahkan bahwa kehadiran LP bisa menimbulkan tiga risiko: distorsi harga, ketergantungan pasar pada LP, dan kegagalan LP berfungsi optimal pada emiten dengan free float rendah dan potensi konflik kepentingan dengan pemegang saham pengendali.

Meskipun langkah BEI menunjukan upaya aktif untuk meningkatkan likuiditas dan stabilitas IHSG, implementasi liquidity provider harus diawasi ketat agar tidak menimbulkan distorsi harga dan mengabaikan kepentingan investor ritel.

Prospek Cerah tapi Penuh Tantangan untuk Telkom Group

13 May 2025

Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada kuartal I 2025 menunjukkan pertumbuhan yang moderat, bahkan mengalami penurunan pendapatan sebesar 2,1% year-on-year akibat melemahnya segmen layanan data. Meskipun IndiHome mencatat pertumbuhan pelanggan, kontribusinya belum mampu mengimbangi penurunan tersebut. EBITDA juga turun 6,1% yoy, namun perbaikan terjadi secara kuartalan.

Steven Gunawan, analis dari KB Valbury Sekuritas, menyatakan bahwa pencapaian TLKM masih berada di bawah ekspektasi pasar, dengan laba bersih yang juga menurun, meski margin laba bersih membaik berkat penurunan beban bunga.

Ranjan Sharma, analis J.P. Morgan, menilai awal tahun yang lemah bisa menjadi katalis negatif bagi TLKM sepanjang 2025. Namun, ia tetap optimistis terhadap potensi perbaikan melalui efisiensi biaya dan restrukturisasi IndiHome, terutama dengan dukungan infrastruktur jaringan TLKM yang kuat.

Di sisi lain, Hans Kwee, Co-Founder Pasar Dana, menyoroti bahwa layanan fixed broadband (FBB) seperti IndiHome bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan TLKM, seiring meningkatnya permintaan di sektor tersebut.

Namun, TLKM juga menghadapi tantangan non-operasional, seperti kasus hukum yang melibatkan anak dan cucu usaha, termasuk investasi kontroversial melalui MDI Ventures di TaniHub. Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah, mengakui adanya masalah substansi dan menegaskan komitmen perusahaan untuk memperbaiki tata kelola ke depan.

Rumor terkait divestasi saham Telkomsel di GOTO juga menambah ketidakpastian. Namun, Oky Prakarsa, VP Investor Relation TLKM, membantah adanya rencana perubahan kepemilikan dalam waktu dekat.

Meskipun kinerja keuangan TLKM pada awal 2025 melemah dan dibayangi berbagai isu hukum serta persaingan di sektor mobile dan fixed broadband, para analis seperti Steven, Ranjan, dan Hans masih melihat potensi positif, terutama dari lini IndiHome. Perlu adanya efisiensi dan restrukturisasi agar TLKM tetap kompetitif di tengah dinamika industri dan tekanan eksternal.

Pertumbuhan Kredit Valas Mulai Tertahan

13 May 2025

Pertumbuhan kredit valuta asing (valas) perbankan Indonesia masih mencatatkan angka dua digit hingga Maret 2025, yakni 13,3% year-on-year (yoy). Namun, laju pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, mencerminkan sikap hati-hati pelaku usaha dan perbankan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta volatilitas nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp 17.052 per dolar AS pada April.

Sejumlah bank besar seperti Bank Mandiri, CIMB Niaga, dan BCA tetap menyalurkan kredit valas, namun dengan pendekatan kehati-hatian.

M. Ashidiq Iswara, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, menyatakan bahwa mereka menyalurkan kredit valas secara selektif, terutama ke sektor ekspor-impor yang dianggap prospektif dan tangguh. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas aset di tengah volatilitas pasar.

Rusly Johannes, Direktur Business Banking CIMB Niaga, menambahkan bahwa CIMB juga berhati-hati dengan risiko valas yang semuanya di-hedging. Kredit valas mereka stabil dan banyak disalurkan ke sektor pertanian dan tambang.

Sementara itu, Hera F. Haryn, EVP Komunikasi Korporat BCA, mengatakan bahwa BCA menjaga pertumbuhan kredit valas secara terukur, dengan nilai mencapai US$ 3 miliar (sekitar 5% dari total kredit). Mereka juga melakukan stress test secara konsisten dan menjaga likuiditas serta modal yang kuat.

Meskipun menghadapi tantangan global dan depresiasi rupiah, bank-bank besar tetap menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan kredit valas, asalkan disertai mitigasi risiko yang disiplin dan penyaluran ke sektor yang resilien.

Besarnya Minat untuk Rumah Murah di Jakarta

10 May 2025

Kuota calon penghuni Rusun Jagakarsa di Jaksel langsung penuh setelah dibuka 10 April lalu. Bahkan, jumlah pendaftar sampai dua kali lipat kuota yang tersedia. Saat itu, dibuka kuota untuk 200 orang. Namun, pendaftar melalui Sistem Informasi Perumahan dan Permukiman (Sirukim) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta mencapai 410 orang. Mereka seakan berlomba untuk bisa tinggal di unit hunian tipe 36 meter persegi itu. Unit tersebut terdiri dari dua kamar tidur, ruang tengah, wastafel, kamar mandi, dan balkon sekaligus tempat jemuran. Pendaftaran tahap pertama ditutup untuk verifikasi.

Hasilnya, 321 orang tak memenuhi syarat atau gugur dan 51 orang membatalkan permohonannya. Syarat yang tak terpenuhi yaitu kepala keluarga berusia maksimal 55 tahun, ber-KTP Jakarta, mengantongi bukti dari kelurahan bahwa belum punya rumah, slip gaji atau surat keterangan penghasilan rumah tangga Rp 2,6 juta-Rp 7,4 juta, punya rekening Bank DKI, dan bersedia memberikan jaminan tiga kali biaya sewa bulanan. Tarif sewa Rusun Jagakarsa mengacu Perda DKI Jakarta No 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, mulai dari Rp 865.000 sampai Rp 1,8 juta per bulan.

Verifikasi langsung kepada 38 orang yang lolos pendaftaran. Lima orang tak memenuhi syarat dan tiga orang lainnya mengundurkan diri. Akhirnya terpilih 30 warga untuk pengundian kunci unit pada Kamis (8/5). Pengundian dilakukan setelah peresmian oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Wagub Rano Karno. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta akan membuka pendaftaran tahap kedua setelah 30 warga masuk ke rusun. Secara keseluruhan tersedia 723 unit hunian dengan tiga di antaranya khusus warga disabilitas. (Yoga)