;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

UMKM didorong Naik Kelas oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra

10 May 2025

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus berkomitmen mendorong pelaku UMKM naik kelas. Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-45, YDBA telah membina 13.633 UMKM yang menyerap 75.541 tenaga kerja. Salah satunya, para pelaku usaha dibimbing untuk mengubah dari sentra industri tradisional menjadi sentra industri modern. YDBA merupakan salah satu pelaksana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) PT Astra International Tbk yang memberikan pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan kepada UMKM. YDBA menggelar seremoni kolaborasi dengan Kemperin serta Kementerian UMKM di YDBA Gallery, Sunter, Jakut, Jumat (9/5). Dalam acara tersebut, yayasanjuga memberikan penghargaan bagi UMKM binaan Astra.

Ketua Pembina YDBA yang juga Direktur PT Astra International, Gita Tiffany Boer menegaskan, YDBA terus fokus untuk menjalin kolaborasi dalam pemberdayaan UMKM. Untuk itu YDBA menerapkan filosofi untuk memberi bantuan berupa kail, bukan ikan, sehingga bisa mendorong UMKM naik kelas, mandiri, dan memiliki bisnis berkelanjutan. Selama ini, YDBA telah memfasilitasi 1.425 UMKM untuk naik kelas dan 384 UMKM untuk mandiri dari berbagai sektor, antara lain manufaktur, bengkel, kerajinan, dan kuliner. ”Perjalanan 45 tahun adalah perjalanan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Gita. Menurut Gita, YDBA memiliki misi, visi, dan tujuan yang sejalan dengan pemerintah, yaitu membangun kemandirian UMKM. Berkolaborasi dengan Kementerian UMKM, YDBA juga menyelenggarakan program training of trainers (ToT) bagi para pendamping di lembaga inkubator bisnis. (Yoga)


Mobil China Kini Dominasi dan Mengguncang Penjualan Jepang

10 May 2025
Mobil China menggoyang dominasi pabrikan Jepang di pasar Indonesia. Ini terlihat jelas pada lonjakan penjualan dan pangsa pasar di mobil China, sedangkan Jepang turun dalam. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah Investor Daily. Per Maret 2025, penjualan mobil China melonjak 153% menjadi 20.672 nit, dibandingkan periode sama tahun lalu 8.148 unit, di tengah penurunan pasar mobil sebesar 4,75% menjadi 205.160 unit dari 215.160 unit dari 215.250 unit. Tak ayal lagi, pangsa pasar pemain China melesat dari 10%. Sebaliknya, pangsa pasar mobil Jepang turun cukup dalam dari 91,7% menjadi 85,6% menjadi 10%. . Mayoritas pemain Jepang, kecuali Toyota, mencetak penurunan penjualan per Maret 2025. Daihatsu mencetak penurunan penjualan terdalam, mencapai 23,9% menjadi 34.999 unit, Suzuki 20,4% menjadi 14.174 unit, Mitsubishi 15,6% menjadi 21.692 unit, dan Izusu 13,7% menjadi 5.911 unit. Hanya Toyota yang mampu membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 5% menjadi 68.955 unit. Toyota sejauh ini masih merajai pasar mobil domestik dengan pangsa pasar 33,6%. Namun, pemain Jepang lainnya mencetak penurunan pangsa pasar yang dalam akibat melorotnya penjualan. (Yetede)

IKK pada April 2025 Berada pada Level Pptimis

10 May 2025
BI melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2025 berada pada level optimis yaitu sebesar 121,7. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 121,1. Dengan kata lain, IKK mengakhiri penurunan selama tiga bulan sebelumnya. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Parkoso mengatakan optimisme konsumen yang meningkat pada April 2025 terjadi karena ada kenaikan keyakinan konsumen terhadao kondisi ekonimi saat ini dan terjaganya keyakinan konseumen terhadao kondisi ekonomi ke depan. "Survei konsumen BI pada Pril 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tergaja," ucap Ramdan. Berdasarkan kelompk pengeluaran responeden, keyakinan konsumen pada April 2025 meningkat untuk sebagian kelompok, dengan IKK tertingi tercatat responden pengeluaran >Rp 5 juta (127,9) dan Rp 4,1 juta (125,2). Meski demikian, perkembangan optimisme pada kelompk pengeluaran Rp 1-2 juta menurun dibandingkan kondisi bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompok usia, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (126,4), 31-4- tahun (123,0), dan 41-50 tahun (120,9). (Yetede)

Antam Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

10 May 2025

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berencana menambah lini usaha  baru di bidang industri barang perhiasan, custom product, dan barang lainnya dari logam mulia, untuk mengoptimalkan peluang dari segmen emas. Dari bisnis baru ini, perseroan menargetkan tambahan omzet penjualan hingga Rp 1 triliun dalam lima tahun ke depan. Menejemen Antam mengungkapkan bahwa penambahan kegiatan usaha komoditas logam mulia ini, akan dapat meningkatkan segmen emas dan pemurnian perseroan. "Selain  itu pengembangan kegiatan usaha komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja perusahaan dalam jangka panjang," ujar manajemen Antam.  Dalam penjelasannya, manajemen Antam menyebut bahwa sejalan dengan rancana jangka panjang perusahaan (RPJJ) tahun 2025-2029, komoditas emas memiliki peluang optimasi penjualan emas dengan verifikasi produk, pasar, dan ekspansi jaringan ritel distribusi.

Terkait hal itu, salah satu tema strategis dalam jangka panjang adalah penguatan fungsi emas, termasuk penetrasi ke lini pasar baru melalui kolaborasi, akuisisi, maupun kegiatan lainnya. "Untuk mendukung pencapaian target penjualan komoditas emas, perseroan melalui unit bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia (UBPPLM) memiliki strategi yang berfokus   pada kualitas dan penyediaan produk, pengembangan produk  dan keunggulan daya saing, serta pemasaran. Perseroan telah merencanakan berbagai program kerja, diantaranya pengembangan produk berupa produk perhiasan dan costum product termasuk product  termasuk produk industri untuk keperluan teknik dan atau laboratorium yang terbuat dari logam mulia," papar manajemen Antam. (Yetede)

BI Memutuskan untuk Mempertahankan BI-Rate Sebesar 5,75%

10 May 2025
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 April 2025, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility 5,00%, dan suku bunga Lending Facility 6,50%. Di sisi lain, Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku  juga acuan sebesar 4,25%-4,50% dalam federal Open market Committe atau FOMC periode Mei 2025. The Fed  memeprtahankan suku bunga acuan seiring meluaskany kekhawatiran  atas tarif yang diberlakukan terhadap mitra dagang utama AS. Hal ini berartu Bank Sentral AS tersebut sejak mempertahankan suku bunga sejak pertemuan pada Januari dan Maret tahun ini. "Waktu yang realistis untuk penuruan suku bunga acuan lebih lanjut adalah pada semester II tahun 2025, dengan catat bawa kondisi global mulai membaik dan tekanan inflasi tetap rendah," kata pakar ekonomi Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Arilangga Tika Widiastuti kepada Investor Daily. Dia mengatakan, indikator domestik seperti pertumbuhan ekonomi yang melambat dan permintaan kredit yang lemah juga menjadi pertimbangan yang penting. (Yetede)

Pemegang Polis Jiwasraya Nasibnya Masih Belum Jelas

10 May 2025
Meski proses restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah berlangsung bertahun-tahun, namun nasib pemagang saham polis masih terkatung-katung. Banyak dari mereka yang  mengadu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mendapatkan haknya. Dalam hal ini OJK mendorong tim likuidasi Jiwasraya untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis yang menolak restrukturisasi dan jua kepada peserta Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Kepala Eksekutif Pengawas Asuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun(PPDP) Ogi Prastomiyono menjelaskan, pemerintah sebagai pemegang saham Jiwasraya telah memutuskan untuk melakukan penyelamatan pemegang polis Jiwasraya melalui restrukturisasi atas kewajiban dan pengalihan pertanggungan kepada IFG Life yang berada di bawah holding IFG. Kedua, pembubaran Jiwasraya setelah program pengalihan diselesaikan Pemerintah telah memberikan total Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan total Rp16,56 triliun melalui BPUI sebagai holding. Selain itu, BPUI juga melakukan fundrising mencapai Rp 34,75 triliun. Dan tersebut yang digunakan untuk pengalihan polis Jiwasraya ke IFG Life. Selanjutnya dana tersebut disertakan modal untuk pengalihan polis. Sampai dengan 31 Desember 2024, jumlah restrukturisasi polis yang dialihkan mencapai 99,9% polis yaitu 314.060 polis, dengan kewajiban Rp38,09 triliun  lebih  dari 2 juta orang peserta. (Yetede)

PT Sumber Global Energy Teken Kontak Batu Bara US$ 10 Juta

10 May 2025

Emiten perdagangan komoditas, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menandatangani kontrak ekspor batu bara bernilai US$ 10 juta atau setara Rp165,25 miliarm bersama COALIMEX, perusahaan di bawah Kementerian Listrik dan Batu Bara Vietnam. Kontrak tersebut diteken pada Senin (5.5.2025 oleh konsorsium TGS  yang dipimpin oleh SGER. Adapaun jenis batu bara yang dikapalkan merupakan antrasit berkualitas tinggi sesuai paket pengadaan No 01/2024/TNK-CLM. "Kontrak ini merupakan hasil proses pengadaan yang telah melalui evaluasi dan disetujui Keputusan No 30T tertanggal 23 Januari 2025," kata Direktur Utama SGER Welly Thomas. Welly menjelaskan, nilai kontrak sebesar US$ 10 juta tersebut berpotensi terus bertambah seiring permintaan energi yang tinggi dari Vietnam. Dia juga menyebutkan  bahwa kontrak ini adalah bagian dari upaya memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Vietnam. COALIMEX sendiri merupakan pemain lama dalam batu bara dunia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Sejak didirikan pada 1982, perusahaan ini telah mengalami transformasi kelembagaan dan kini berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam. (Yetede)

Peluang Bank Indonesia untuk Menurunkan Suku Bunga Acuan

10 May 2025
Peluang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) diperkirakan  pada semester II-2025. Hal ini dapat dilakukan jika RI memiliki ruang pelonggaran  moneter yang menandai, tingkat inflasi sesuai target, dan nilai tukar rupiah yang stabil. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 22-23 April 2025, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Falicity 5,00%, dan suku bunga Lending Falicity 6,50%. Di sisi lain, Bank Sentral Amerika Serikat The Fed mempertahankan  suku bunga Deposit Facility 5,00%, dan suku bunga Lending Falicity 6,50%. Di sisi lain Bank Sentra AS Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,25%-4,50% dalam Federal Open Market Committe atau FOMC periode Mei 2025. The Fed mempertahankan suku bunga acuannya seiring meluasnya kekhawatiran atas tarif yang diberlakukan terhadap mitra dagang utama AS. Hal ini berarti Bank Sentral AS tersebut telah memeprtahankan suku bunga sejak pertama pada Januari dan Maret tahun ini. "Waktu yang realistis untuk penurunan suku bunga acuan lebih lanjut adalah pada semester II tahun 2025, dengan catatan bahwa kondisi global mulai membaik dan tekanan inflasi tetap rendah," kata Pakar Ekonomi Fakultas Bisnis Universitas Airlangga Tika Widiastuti. (Yetede)

Ekspor China Melampaui Proyeksi April 2025

10 May 2025
Ekspor China melampaui proyeksi April 2025, yang didorong oleh lonjakan permintaan bahan baku dari para produsen luar negeri, yang bergerak cepat mengirimi barang selama masa jeda pengenaan tarif selama 90 hari, yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Data bea cukai yang dirilis pada Jumat (09/05/2025) menunjukkan pengiriman barang keluar China naik 8,1% year on year (yoy) untuk April 2025. Angka ini melampaui prediksi kenaikan 1,9% dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, tetapi melambat dari lonjakan 12,4% pada Maret. Pabrikan di China berlomba melakukan ekspor untuk menantisipasi bea masuk  lebih tinggi, tetapi sekarang menunggu hasil negosiasi awal tarif antara tin negosiator AS dan China, yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss pada Sabtu (10/05/2025). Data tersebut juga menunjukkan, impor turun 0,2%. Dibandingkan ekspektasi penurunan 5,9%, data terbaru ini meunjukkan bahwa permintaan domestik China tahan banting daripada perkiraan. Tapi pemerintah China juga terus mengambil langkah-langkah untuk menyokong ekonomi negara yang bernilai US$ 19 triliun. (Yetede)

Ambisi Asus Jadi Penguasa Segmen Komputer RI

10 May 2025
Asus, produsen perangkat komputer, yang terdiri dari laptop, notebook, personal computer (PC) hingga desktops menargetkan untuk menjadi penguasa, alias raja produk komputer di pasar Indonesia. Upaya ini seiring dengan posisinya yang sudah menguasai segmen consumer dengan 30-35% pangsa pasar selama 5-10 tahun terakhir, serta menargetkan untuk menguasai segmen komersial dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. "Untuk consumer, selama 10 tahun terakhir ini kami posisi pertama di Indonesia dengan pangsa pasar saat ini sekitar 30-35%. Sedangkan untuk segmen komersial, targetnya dalam waktu 1-3 tahun ke depan menjadi nomor satu di Indonesia," kata Director of Commercial Products Asus Indonesia Yulianto Hasan di Batam. Penguatan di lini komersial ini, juga akan menjadi fokus utama Asus ke depannya. Karena permintaan perangkat bisnis ini terutama didukung oleh segmen pemerintah dan korporasi yang gencar melakukan digitalisasi, dan peremajaan perangkat seiring dengan rencana Microsoft yang akan mematikan sistem operasi Windows 10, dan beralih ke Windows 11 pada tahun ini. (Yetede)