;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Rupiah Tertekan, Bank Sentral Bergerak Cepat

09 May 2025

Strategi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tengah diuji oleh sejumlah tekanan eksternal, terutama penurunan cadangan devisa dan peningkatan permintaan valuta asing akibat repatriasi dividen pada Mei serta pembayaran utang luar negeri korporasi pada Juni. Data menunjukkan cadangan devisa Indonesia menurun dari US$157,1 miliar (Maret) menjadi US$152,5 miliar (April), di tengah arus keluar modal portofolio (net outflow) dan intervensi aktif BI di pasar valas.

Josua Pardede, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk., memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.400—Rp16.600 per dolar AS pada akhir semester I/2025, dan menekankan bahwa ruang intervensi BI bisa semakin terbatas jika cadangan terus menyusut. Oleh karena itu, menurutnya, BI perlu mengombinasikan intervensi pasar dengan kebijakan struktural, termasuk mendorong ekspor dan investasi langsung.

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menyatakan komitmen BI untuk terus hadir di pasar dan menjaga kecukupan likuiditas guna mengakomodasi kebutuhan valuta asing dari investor dan korporasi.

Sementara itu, David Sumual, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk., menilai sentimen terhadap rupiah mulai membaik seiring tertundanya kebijakan tarif dari Presiden Trump dan mulai masuknya aliran dana ke instrumen domestik seperti SRBI, SBN, dan saham. Namun, ia tetap mengingatkan adanya risiko global, terutama dari ketidakpastian perang tarif.

Volatilitas rupiah yang mencapai 6,69% (year-to-date per 5 Mei) turut menciptakan dinamika di dunia usaha. Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kemenko Perekonomian, menggambarkan situasi ini sebagai "dua sisi mata pedang": di satu sisi dapat meningkatkan biaya produksi dan pinjaman bagi importir dan perusahaan berutang dalam mata uang asing, namun di sisi lain memberikan keuntungan kompetitif bagi eksportir.

Namun demikian, fluktuasi kurs tetap menjadi tantangan bagi para pelaku usaha, terutama mereka yang bergantung pada bahan baku impor. Toto Dirgantoro, Sekjen Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI), menyatakan bahwa gejolak nilai tukar menyulitkan proses negosiasi harga dengan pembeli luar negeri dan menekankan pentingnya kurs yang stabil.

Secara keseluruhan, kestabilan rupiah memerlukan sinergi antara intervensi moneter jangka pendek oleh BI dan strategi ekonomi jangka panjang oleh pemerintah guna menjaga daya saing, daya beli masyarakat, serta mengendalikan inflasi.



Langkah Baru Dorong Aktivitas Perdagangan

09 May 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tajam sebesar 1,42% ke level 6.827,75 setelah mengalami reli panjang pasca-Lebaran April 2025. Pelemahan ini terjadi meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja mengumumkan pembukaan pendaftaran liquidity provider serta menerbitkan dasar hukum terkait kegiatan tersebut melalui Peraturan Bursa Nomor II-Q dan III-Q yang mulai berlaku sejak 8 Mei 2025.

Para pelaku pasar dan pengamat menilai koreksi IHSG ini wajar dan menandakan tekanan pasar yang belum sepenuhnya reda. Presiden Direktur Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Eric K.H. Nam, menilai kondisi pasar saat ini belum ideal, namun tetap optimistis IHSG tidak akan turun signifikan tahun ini, dengan target kisaran antara akhir 6.000 hingga awal 7.000. Sementara itu, Presiden Direktur Ciptadana Sekuritas, John Herry Teja, juga menyampaikan pandangan optimistis, terutama jika Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin di kuartal II dan III 2025, yang dapat menjadi bantalan bagi IHSG.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memandang koreksi IHSG sebagai sesuatu yang wajar setelah kenaikan yang cukup panjang. Ia mengingatkan bahwa koreksi ideal sebaiknya tidak menembus level 6.700-6.650 agar peluang menembus 7.000 atau lebih tetap terbuka. Nico juga menggarisbawahi risiko global yang masih membayangi, seperti ketegangan antara Pakistan dan India serta eskalasi perang tarif antara AS dan China, yang menjadi faktor penting bagi sentimen pasar.

Di tengah volatilitas global, langkah-langkah strategis BEI seperti pembelian saham kembali (buyback) tanpa RUPS, insentif untuk liquidity provider, dan rencana pembukaan kode domisili investor diniilai dapat membantu memulihkan minat dan partisipasi pasar saham.


Ritel Modern Hadapi Seleksi Alam Bisnis

09 May 2025

Jaringan ritel modern asal Korea Selatan, GS Supermarket, dikabarkan menutup operasinya di Indonesia pada akhir Mei 2025. Penutupan ini telah dibenarkan oleh karyawan GS The Fresh Supermarket Mampang, yang menyatakan bahwa gerai tersebut akan diambil alih oleh peritel lain yang bukan berasal dari Korea Selatan, dengan perubahan merek namun tetap beroperasi seperti biasa selama proses pergantian kepemilikan.

Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, menyebutkan bahwa mahalnya ongkos operasional dan ketidakmampuan bersaing dengan ritel yang memiliki banyak gerai menjadi penyebab penutupan gerai ritel modern. Ia juga mengaitkan tren penutupan ini dengan dampak perang dagang AS-China yang membuat industri ritel berguguran di seluruh dunia. Budihardjo meminta pemerintah untuk mempermudah perizinan usaha, mengurangi pajak, dan memberikan bantuan langsung tunai untuk menyelamatkan industri ritel.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa penutupan gerai ritel modern ini bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga negara lain seperti Singapura, yang disebabkan oleh perubahan pola belanja masyarakat menuju belanja daring (online). Menurut Budi, gerai ritel besar harus beradaptasi dengan perubahan gaya hidup dan memberikan pengalaman baru agar tetap bertahan. Ia juga menegaskan bahwa penurunan daya beli masyarakat bukan penyebab utama, melainkan pergeseran pola konsumsi.

Sementara itu, Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, berpendapat bahwa penurunan daya beli masyarakat tetap menjadi faktor signifikan yang memicu tutupnya sejumlah gerai ritel. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perlambatan konsumsi rumah tangga pada kuartal I/2025, yang turut mempengaruhi penurunan performa ritel.

Secara keseluruhan, penutupan gerai ritel modern di Indonesia merupakan hasil kombinasi dari mahalnya biaya operasional, perubahan pola belanja masyarakat ke digital, serta tekanan ekonomi makro. Pemerintah didorong untuk memberikan stimulus dan kemudahan agar sektor ritel tetap dapat berkembang dan beradaptasi dengan tren baru.



Strategi Pemulihan Ekonomi dari Zona Merah

09 May 2025

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan pertama tahun 2025 mengalami kontraksi sebesar 2,32% dibandingkan triwulan keempat 2024, dan secara tahunan (YoY) juga mengalami kontraksi sebesar 1,47%. Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menyatakan bahwa kontraksi ini disebabkan oleh berkurangnya realisasi anggaran proyek pemerintah daerah dan tidak adanya ekspor tambang yang signifikan pada periode tersebut. Namun, jika sektor tambang dikesampingkan, ekonomi NTB masih menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 0,95% (qtq) dan 5,57% (YoY).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Berry Arifsyah Harahap, menjelaskan bahwa kontraksi ekonomi ini berkaitan dengan melambatnya kinerja ekspor akibat relaksasi ekspor konsentrat yang berakhir, serta kapasitas produksi smelter yang masih rendah. Meski demikian, konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah mengalami akselerasi, didukung momentum Ramadan dan pencairan THR, serta adanya panen padi yang mendukung sektor pertanian.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi, NTB diarahkan memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan bibit unggul, penerapan teknologi, serta penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia petani. Bank Indonesia juga mendorong investasi di sektor pertanian dan industri makanan-minuman dengan mempererat kerjasama antara investor, industri, dan petani. Selain itu, investasi di sektor pariwisata, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, juga didorong dengan insentif dan peningkatan aksesibilitas antarwilayah.

Dukungan pemerintah pusat juga datang dari Kementerian Pertanian melalui program optimalisasi dan ekspansi lahan, termasuk cetak sawah baru untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produksi padi. Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, Andi Herindra Rahmawan, menyatakan bahwa program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan di NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan dukungannya terhadap perluasan lahan pertanian dan penguatan sumber daya air sebagai kunci ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi. Ia berencana mengkoordinasikan berbagai instansi terkait untuk memastikan ketersediaan titik air yang stabil guna mendukung program swasembada pangan.

Secara keseluruhan, peningkatan kinerja sektor pertanian dan pariwisata menjadi harapan utama untuk membalikkan kondisi ekonomi NTB yang kontraksi menjadi ekspansi kembali.



Likuiditas Ketat, Perbankan Perlu Langkah Waspada

08 May 2025
Tantangan pemenuhan likuiditas perbankan Indonesia diperkirakan akan semakin berat di tengah tekanan ekonomi global dan domestik, yang ditandai dengan melambatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama dari nasabah kelas menengah. Bank Indonesia (BI) pun memberikan sinyal untuk mengerem penerbitan SRBI guna meredakan persaingan likuiditas di pasar uang. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk merilis likuiditas ke sistem perbankan.

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner LPS, menilai kondisi likuiditas perbankan kini sudah membaik dibanding akhir 2024, meski kompetisi antarbank dalam menghimpun dana masih berlangsung.

Bank-bank besar seperti Bank Mandiri dan BCA tetap menunjukkan kinerja positif dalam penghimpunan dana murah (CASA) melalui peningkatan layanan transaksi. SVP Bank Mandiri, Evi Dempowati, dan EVP BCA, Hera F. Haryn, menyoroti pertumbuhan tabungan dan transaksi sebagai bukti kepercayaan nasabah.

Sebaliknya, bank kecil menghadapi tekanan likuiditas yang lebih nyata. Efdinal Alamsyah dari Bank Oke Indonesia menyatakan bahwa kondisi ini dapat membatasi ekspansi kredit, dan membuka peluang terjadinya perang bunga simpanan, terutama antarbank di KBMI I. Trioksa Siahaan dari LPPI pun menyebut kehati-hatian dalam ekspansi kredit akan menjadi strategi utama bank jika pengetatan berlanjut.

Chief Economist BCA David Sumual menambahkan bahwa likuiditas bank semakin tertekan karena persaingan dengan instrumen utang negara dan SRBI, yang menyerap dana dari pasar.

Meski kondisi saat ini masih terbilang stabil, perbankan nasional perlu tetap waspada terhadap potensi pengetatan likuiditas. Peran otoritas moneter dan fiskal, serta strategi penghimpunan dana yang efisien, akan menjadi kunci menjaga kelangsungan pertumbuhan kredit dan stabilitas sistem keuangan.

Upaya Menstabilkan Harga di Pasar Domestik

08 May 2025
Industri nikel nasional tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga nikel global, terutama dipicu oleh melemahnya industri stainless steel di Tiongkok, yang selama ini menjadi pasar utama nikel Indonesia. Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), menyatakan bahwa penurunan permintaan ini membuat pelaku industri harus fokus pada efisiensi biaya agar tetap bisa bertahan, meskipun biaya operasional terus meningkat.

Hendra juga mendesak pemerintah untuk meninjau kembali sejumlah regulasi yang dianggap membebani, seperti kewajiban retensi Dana Hasil Ekspor (DHE) dan kenaikan tarif royalti nikel melalui PP No. 19/2025, yang memperbesar beban pelaku usaha ketika harga nikel sedang lemah.

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian ESDM melalui Tri Winarno, Dirjen Mineral dan Batubara, menyatakan bahwa pemerintah telah menyusun strategi stabilisasi harga berdasarkan hasil FGD dengan Universitas Gadjah Mada. Langkah-langkah yang akan ditempuh termasuk perencanaan produksi nasional, evaluasi RKAB, penerapan good mining practice, serta penetapan harga patokan mineral (HPM) sebagai batas bawah penjualan.

Sementara itu, Irwandy Arif, Ketua Indonesia Mining Institute, mengingatkan pentingnya pengendalian produksi nikel untuk menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan. Ia menekankan bahwa evaluasi RKAB dan revisi terhadap tarif royalti harus dilakukan segera agar tidak memperburuk kondisi industri yang sudah tertekan.

Bill Gates Perkuat Komitmen Melawan Wabah Global

08 May 2025


Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Bill Gates, pendiri Microsoft dan tokoh filantropi dunia, di Istana Merdeka pada Rabu, 7 Mei 2025. Pertemuan tersebut membahas kerja sama strategis di bidang kesehatan, khususnya penanggulangan penyakit menular seperti polio, TBC, dan malaria. Prabowo mengapresiasi kontribusi besar Gates Foundation, yang sejak 2009 telah mengucurkan hibah lebih dari US$300 juta kepada Indonesia, terutama di sektor kesehatan.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah menteri dan tokoh bisnis nasional seperti Chairul Tanjung, Boy Thohir, dan Tahir, Presiden menyoroti peran penting Gates Foundation dalam mendukung produksi vaksin polio melalui Bio Farma. Bill Gates mengonfirmasi bahwa Indonesia kini menjadi salah satu lokasi uji coba vaksin TBC dan menyampaikan komitmennya dalam pengembangan vaksin malaria serta penanganan malnutrisi dan anemia, terutama pada perempuan.

Gates juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan Indonesia tidak terbatas pada kesehatan, tetapi juga meluas ke sektor pertanian, termasuk membantu petani mendapatkan akses pupuk yang lebih terjangkau. Kerja sama filantropi dengan tokoh-tokoh Indonesia, seperti melalui Tahir Foundation dan Tanoto Foundation, akan terus dikembangkan. Setelah dari Istana, Bill Gates dan Presiden Prabowo bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melanjutkan kunjungan ke SDN 03 Jati, Jakarta Timur, untuk meninjau program makan bergizi gratis.


Obligasi Negara Laris di Tengah Ketidakpastian

08 May 2025

Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp30 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 6 Mei 2025, dengan total penawaran masuk mencapai Rp80,85 triliun, meningkat dari lelang sebelumnya (Rp77,5 triliun). Penawaran tertinggi tercatat pada SUN seri FR0104 sebesar Rp43,16 triliun, diikuti oleh FR0103 dan seri lainnya. Hal ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen utang pemerintah, meski hanya sebagian yang dimenangkan.

Dari sisi pasar, harga SUN ditutup bervariasi, di mana yield SUN benchmark 5 tahun (FR0104) mengalami penurunan 3 basis poin menjadi 6,58%, sementara yield benchmark 10 tahun (FR0103) naik 1 bps menjadi 6,87%. Menurut Amir Dalimunthe, Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, yield SUN 10 tahun masih berada dalam estimasi yang wajar, yakni kisaran 6,82%–7,02%. Ia juga menilai obligasi seperti FR0094, FR0096, dan FR0103 memiliki potensi menarik bagi investor.

Dukungan eksternal turut menguatkan sentimen positif, dengan penurunan yield US Treasury (UST) yang menandakan adanya potensi aliran dana ke pasar negara berkembang seperti Indonesia. Yield UST 5 tahun turun ke 3,90% dan 10 tahun ke 4,30%, sedangkan Credit Default Swap (CDS) Indonesia tetap stabil di level 97 bps, menunjukkan persepsi risiko yang relatif terkendali.

Secara keseluruhan, pasar obligasi domestik menunjukkan daya tarik kuat di tengah stabilitas makro dan ekspektasi kebijakan The Fed. Namun, BNI Sekuritas memperkirakan pergerakan harga dan yield SBN dalam waktu dekat akan cenderung sideways, sembari menanti kejelasan arah kebijakan suku bunga global dari hasil FOMC Meeting Mei.


BI Bersiap Menghadapi Lonjakan Permintaan USD

08 May 2025

Ditengah ketidakpastian, nilai tukar rupiah berisiko kembali tertekan dalam dua bulan ke depan, akibat lonjakan permintaan USD seiring kebutuhan repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Karena itu, BI berkomitmen untuk menjaga kurs rupiah tetap stabil sesuai dengan nilai fundamentalnya, melalui intervensi valuta asing (valas) di pasar spot, pasar derivative domestik (DNDF) dan luar negeri (NDF), serta pembelian surat berharga negara (SBN). Demikian pokok-pokok yang disampaikan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea dalam taklimat media bertajuk ”Asesmen Perekonomian Terkini dan Efektivitas Kebijakan Moneter Pro-market untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah”, di Jakarta, Rabu (7/5).

Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah pada perdagangan Rabu (7/5) ditutup Rp 16.533 per USD. Meski melemah 0,37 % dibanding hari sebelumnya, rupiah telah berbalik menguat setelah sebulan terakhir tertekan hingga mencapai titik tertingginya di level Rp 16.943 per USD. Erwin mengatakan, nilai tukar rupiah mulai menunjukkan tren positif dengan penguatan hingga ke bawah level Rp 16.500 per USD. Kendati demikian, penguatan itu tertahan atau cenderung sulit menembus level Rp 16.400 per USD. ”Kami akan tetap selalu berada di pasar untuk menjaga agar confidence pelaku pasar karena pada Mei 2025 ini kita masih menghadapi adanya proses repatriasi dividen, yang mulai terjadi April dan puncaknya pada Mei. Kemudian, pada Juni nanti kita akan menghadapi juga siklus pembayaran utang  luar negeri,” katanya. (Yoga)


Filantropi Indonesia Akan Diperkuat Bill Gates

08 May 2025

Pendiri Gates Foundation, Bill Gates, menegaskan komitmennya untuk memperkuat gerakan filantropi di Indonesia. Bantuan pendanaan akan terus diberikan untuk pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Komitmen dan dedikasi Bill Gates membuat Presiden Prabowo berniat memberi tanda kehormatan kepada pendiri raksasa teknologi dunia Microsoft itu. Terlebih, bantuan yang diberikan Gates Foundation kepada Indonesia sejak 2009 mencapai lebih dari 300 juta USD. ”Saya rasa, semua dari kita sepakat bahwa Anda (Bill Gates) memang layak menerima penghargaan ini atas kontribusi Anda (Bill Gates) bagi perjuangan kemanusiaan,” ujar Prabowo dalam pertemuan dengan Bill Gates di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5).

Selain mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Prabowo mengajak Bill Gates meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Jati 03, Pulogadung, Jaktim. Menu MBG saat itu adalah nasi, ayam katsu, sayur labu, tempe orek, dan jeruk. Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi kontribusi besar Gates Foundation terhadap pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dana hibah yang disalurkan yayasan tersebut sebagian besar difokuskan untuk sektor kesehatan. Salah satunya, peran Gates Foundation dalam mendukung produksi vaksin polio melalui Bio Farma. BUMN yang kini menjadi salah satu produsen vaksin terbesar di dunia dengan kapasitas produksi 2 miliar dosis per tahun. Bantuan aksi itu digunakan oleh 902 juta orang di 42 negara. (Yoga)