Ekonomi
( 40814 )Penghentian Penggunaan Limbah B3 pada Industri Tahu Sidoarjo
Pelaku industri kecil dan menengah pembuatan tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Jatim, sepakat menghentikan penggunaan sampah plastik serta bahan berbahaya dan beracun (B3) sebagai bahan bakar produksi, untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan, menaati aturan tak menggunakan bahan bakar sampah plastik serta B3, seperti karet, styrofoam, sol sepatu, sandal, dan kulit sepatu, yang ditandatangani di Balai Desa Tropodo, Rabu (14/5) malam, yang dihadiri puluhan pelaku industri usaha produksi tahu dan penggorengan tahu. ”Pengusaha tahu diberi waktu seminggu untuk berubah, tidak diperbolehkan lagi menggunakan limbah berbahaya sebagai bahan bakar produksi tahu. Pelaku usaha harus menaati aturan perundangan yang berlaku,” kata Sekda Kabupaten Sidoarjo, Feny Apridawati.
Pemkab Sidoarjo telah menyusun strategi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang untuk mengatasi pembakaran sampah plastik dan B3 di Desa Tropodo. Dalam jangka pendek dan menengah akan dilakukan rekayasa teknologi untuk mengurangi bahan berbahaya yang terkandung pada asap hasil pembakaran. Teknologi itu akan diterapkan pada tungku pembakaran dan cerobong asap. Kepulan asap itulah yang mencemari lingkungan, termasuk air, udara, serta tanah. Pembakaran sampah plastik menghasilkan gas CO2, NOX, dan karbon organik yang mencemari udara. Untuk jangka panjang, pemkab berencana membangun jaringan gas ke sentra industri tahu agar pelaku industri bisa beralih ke energi ramah lingkungan. Biaya pembangunan jaringan gas itu diperkirakan lebih dari Rp 20 miliar. (Yoga)
Tingkatkan Stimulus Agar Dongkrak Daya Beli
Regulasi Telko Perlu Diperbaharui agar Tidak Stagnan
Bisnis Kartu Kredit Masih Menjanjikan
Industri perbankan masih mencatatkan kinerja bisnis kartu kredit yan tumbuh positif pada tiga bulan pertama tahun ini, ditengah daya beli masyarakat yang melemah. Meski demikian, perbankan tetao mewaspadai kondisi perekonomian ke depannya. Seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang hingga Maret 2025, kartu kredit masih menjadi salah satu alat pembayaran andalan bagi nasabah BCA. Jumlah kartu kredit yang beredar mencapai 4,91 juta. Nilai transaksi kartu kredit tumbuh 9% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 32 triliun, didukung ativitas masyarakat di berbagai sektor. Totak outstanding pinjaman konsumer lainnya (mayoritas berasak dari kartu kredit) meningkat 13,9% (yoy) menjadi Rpp 23,3 triliun.
"Di di sisi kualitas portfolio, NPL (non performing loan) kartu kredit BCA pada kuartalk pertama 2025 tetap terjaga, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan menejmen resiko yang disiplin. Kami berharap kualitas portfolio kartu kredit BCA tetap terjaga di level yang mana di level yang manageable hingga akhir tahun," tutur Vice President Corporate Communication and Social Responsbility BCA Hera F Haryn kepada Investor Daily. Dari sisi transaksi, penggunaan kartu kredit BCA di merchant semakin mudah dengan hadirnya fitur contactless, sehingga nasabah cukup unutk menyelesaikan transaksi. BCA juga secara konsisten berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra bisnis serta menghadirkan beragam promo menarik di berbagai segmen, untuk mendukung nasabah yang semakin beragam. (Yetede)
Tembus 7.000 IHSG Kembali Masuki Tren Bullish
Kolaborasi Jaga Iklim Investasi tetap Kondusif Bagi Investor
Grab Indonesia Memberikan Tanggapan Soal Isu Merger
Investor Asing ke IKN Terus Bergulir
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di IKN di kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih terus bergulir. Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono mengatakan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ayedh untuk berinvestasi di IKN setelah melalui penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) dengan Otorita IKN. “Kami menyambut baik niat investasi dari Dejem Group yang sejalan dengan visi pembangunan IKN seagai kota berkelanjutam dan saya perlu sampaikan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di IKN,” kata Basuki. Penandatanganan NDA ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala Otorita IKNm Basuki Hadimuljono, dan delegasi Ayedh Dejem Group yang dipimpin oleh Chairman Ayedh Dejem Group. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung WIcaksono, dan CEO Dejem , Zed Ayesh serta turut disaksikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Manurut Basuki, Dejem Group menyatakan minat untuk berinvestasi di atas lahan seluas 10 hektare di wilayah IKN. “Lahan tersebut dirancanakan untuk dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan dan kawasan campuran (mixed-use) yang terletak secara strategis di area tanpa pusat perbelanjaandan kawasan campuran (mixed-use) yang tercetak secara strategis di area tanpa pusat 5 km," papar Basuki. (Yetede)
Kemkomdigi Melakukan Gerakan masif Lawan Judol
Saham Bank Himbara Terus Mencorong
Meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China memicu gelombang optimisme baru di pasar modal global, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat investor asing kembali masuk ke pasar saham domestik, terutama pada saham-saham perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Saham seperti PT Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi penopang utama penguatan IHSG dan IDXBUMN20 dalam dua hari terakhir.
Menurut Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisori, saham bank Himbara yang sebelumnya tertinggal (lagging) kini mengalami pembalikan tren karena valuasinya menarik dan fundamentalnya kuat. Hal ini diperkuat oleh pernyataan M. Adityo Nugroho, Senior Investment Information dari Mirae Asset, yang menyebut investor asing aktif kembali memburu aset-aset berpotensi tinggi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyambut baik apresiasi pasar terhadap saham Himbara dan menyatakan bahwa tren positif ini mencerminkan optimisme terhadap fundamental sektor perbankan nasional. Bank Mandiri sendiri mencatat pertumbuhan kredit 16,5% YoY di kuartal I/2025, menunjukkan performa yang solid.
Sementara itu, Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menegaskan bahwa perseroan terus menjaga kinerja yang positif untuk menjaga kepercayaan investor. Dengan arus masuk dana asing yang sudah mencapai Rp4,51 triliun dalam dua hari, serta meningkatnya minat risiko dan likuiditas pasar, outlook sektor perbankan pelat merah ke depan dinilai sangat menjanjikan dan berpotensi terus menopang kebangkitan IHSG dan indeks BUMN.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









