;

Investor Kembali Memburu Aset Berisiko

Ekonomi Yuniati Turjandini 14 May 2025 Investor Daily (H)
Investor Kembali Memburu Aset Berisiko
Investor kembali memburu aset berisiko  (risk on) seperti saham, seiring kesepakatan penurunan tarif Amerika Serikat (AS) dan China dalam negosiasi yang berlangsung di Jenewa, Swiss, akhir pekan lalu. Ini terlihat pada lonjakan bursa saham dunia, mulai dari Wall Street hingga Hang Seng Hong Kong. Indeks Dow Jones melejit 2,8% Nasdaq 4,3%, dan Hang Seng sekitar 3%, pada awal pekan ini, sedangkan Nikkei 1,4%, kemarin. Pada saat yang sama, investor mengurangi pembelian aset aman (safe haven) emas, selepas negosiasi tersebut. Harga emas di pasar spot sempat rontok 3%, sebelum ditutup di level US$ 3.235 per troy ounce (oz), terpangkas 2,67% pada perdagangan Senin pekan ini. Di pasar Forex, harga emas terhadap dolar AS (XAUUSD) juga sempat terkikis 3%. Namun, kemarin, harga emas perlahan bangkit, didorong kabar AS akan mengadaptasi peraturan perbankan Basel III, yang menetapkan emas sebagai aset tingkat 1. Ini artinya, bank-bank AS dapat menghitung emas fisik sebesar 100% dari nilai pasarnya sebagai bagian dari cadangan modal inti mereka. Dorongan ke pasarr saham bertambah  kuat, menyusul potensi The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan Federal Funds Rate (RRT) pada Juli 2025. Apalagi, tekanan inflasi AS ditaksir berkurang, setelah kesepakatan negara itu dengan China. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :