;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Lesunya Pertumbuhan Kredit

24 May 2025
Lesunya pertumbuhan kredit per April 2025 salah satunya dikontribusi dari kredit modal kerja yang tumbuh melambat. Ini dikarenakan permintaan dari sektor  riil yang juga melemah, sehinga di sisi permintaan kredit modal kerja menurun dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. Berdasarkan data uang beredar yang dirils BI, kredit ya disalurkan perbankan per April 2025 sebesar Rp7.886. 5 triliun, tumbuh 8,5% secara yoy. Dari jenis penggunaannya, kredit modal kerja (KMK) pada empat bulan pertama tahun ini hanya naik 4,4% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 6,2% (yoy). Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan yang meningkat 10,1% (yoy) menjadi Rp544,2 triliun per April 2025. Pertumbuhan kredit ini  (yoy). Selain itu melambat dari posisi Maret 2025 yang sebesar 12,8% (yoy). Selain itu, kredit sektor industri pengolahan juga tumbuh melambat dari 8,3% (yoy). Selain itu, kredit dektor industri pengolahan juga tumbuh melambat dari 8,3% (yoy) per Maret 2025 menjadi naik 5,2,(yoy) per April 2025 dengan nilai kredit Rp842,3 triliun (Yetede)

G7 Janji Mengatasi Ketimpangan Ekonomi Global

24 May 2025
Para menteri keuangan (Menkeu) dan gubernur bank sentral dari kelompok negara G7 mengaku telah menyelesaikan bermacam perbedaan di antara mereka dan berjanji mengatasi ketimpangan  berlebihan dalam ekonomi global. Pertemuan para petinggi keuangan ini menjadi pembuka untuk pertemuan puncak para pemimpin G7 pada 15-17 Juni 2025 di resor pegunungan Kannaskis, Kanada. menurut Gedung Putih pada Kamis (22/5/2025), Presiden Donald Trump dijadwalkan menghadiri KTT G7. Sempat muncul keraguan apakah para petinggi keuangan G7 bakal mengeluarkan komunike final, mengingat perbedaan pendapat mengenai tarif yang dijatuhkan AS dan keengganan AS untuk menyebut perang Rusia di Ujraina sebagai suatu yang ilegal. Namun setelah tiga hari pembicaraan, para peserta menandatangani dokumen panjang, yang sebelumnya tidak menyinggung tentang memerangi perubahan iklim dan meredakan perang Ukraina. "Kami menemukan titik temu dalam isu-isu global yang paling mendesak yang kita hadapi. Saya pikir ini mngirimkan sinyal yang sangat jelas kepada dunia bahwa G7 bersatu dalam tujuan dan tindakan," ujar Menkeu kaada Francois-Philippe Champagne. Para pejabat, yang bertemu di kawasan pegunungan Rocky Kanada, turut menyerukan pemahaman bersama tentang bagaimana kebijakan keamanan ekonomi internasional. (Yetede)

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Harus Mempertimbangkan Banyak Aspek

24 May 2025
Pembangunan Kereta cepat Jakarta-Surabaya harus mempertimbangkan banyak aspek berdasarkan kajian atas potensi sehingga mampu berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal. Ketua Forum Transportasi Jalan dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan, pembangunan proyek ini harus dilihat berdasarkan kondisi makroekonomi dan kebutuhan masyarakat sebagai pembentukan permintaan yang utama. "Rencana ini sebenarnya sudah lama dan masuk dalam rencana induk perkeretapian nasional. tapi pembangunannya harus mempertimbangkan supply and demans, dan kondisi perekonomian kita. karena siapapun investornya mau itu pemerintah atau swasta atau dari China harus melihat pengembalian modalnya berapa lama," ujarnya kepada Investor Daily.  Ia mencontohkan, untuk realisasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bisa mencapai seratus triliun lebih dengan pengembalian modal dalam jangka 40 tahun. hal itu memberikan gambaran setiap tahun jumlah pengembalian keuntungan yang bisa dicapai pengelola KCJB setiap tahunnya harus hati-hati," ucapnya. (Yetede)

Investasi Emas Diuji Momentum

24 May 2025
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik, emas kembali menjadi instrumen investasi yang menarik, baik dalam bentuk fisik maupun melalui saham emiten tambang logam mulia. Harga emas global mencatat kenaikan signifikan, bertahan di atas US$3.300 per troy ounce, dengan kenaikan mingguan sekitar 3%—terbesar dalam lebih dari sebulan.

Miftahul Khaer, analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap defisit fiskal Amerika Serikat dan pencabutan sovereign credit rating oleh Moody’s, menjadikan emas kembali dipandang sebagai safe haven. Hal ini berdampak positif pada saham emiten tambang emas seperti ANTM, BRMS, dan MDKA.

Andy Nugraha dari Dupoin Futures menambahkan bahwa arus modal saat ini mengalir ke aset aman seperti emas, meski ia mengingatkan bahwa data ekonomi AS yang membaik dapat menekan harga emas karena mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Andy juga menyarankan para trader untuk mencermati sinyal teknikal harga emas dalam jangka pendek.

Sementara itu, Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menyebut potensi kenaikan harga emas masih terbuka, didorong oleh kenaikan tarif impor AS dan potensi pelonggaran suku bunga. Ia merekomendasikan strategi beli saat harga koreksi dan tahan untuk jangka panjang.

Dari sisi saham, ANTM mencatat kenaikan harga luar biasa, mencapai 100% sepanjang 2025. Meski demikian, analis Muhammad Farras Farhan dari Mirae Asset Sekuritas menilai valuasi sahamnya mulai terbatas. Namun, Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas tetap optimis terhadap kinerja kuartal II/2025, seiring dengan peningkatan rata-rata harga jual emas.

Dengan kontribusi pendapatan emas mencapai Rp21,61 triliun pada kuartal I/2025, ANTM terus memperkuat bisnis logam mulia melalui kerja sama pembangunan fasilitas di Gresik, Jawa Timur.

Meskipun terdapat potensi tekanan jangka pendek akibat dinamika suku bunga dan ekonomi AS, prospek jangka panjang investasi emas dan saham-saham tambang emas tetap menjanjikan, terutama jika tensi geopolitik dan ketidakpastian fiskal global terus berlangsung.

Sinyal Positif dari Pasar Surat Utang

24 May 2025
Keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5% memberikan dampak positif bagi pasar surat utang. Kebijakan ini berhasil mendorong kenaikan harga surat utang di pasar sekunder serta menurunkan biaya penerbitan obligasi (cost of fund), yang diharapkan mendorong penerbitan obligasi baru, terutama oleh sektor swasta.

Paska pengumuman tersebut, minat investor terhadap surat utang meningkat tajam. Yield obligasi negara tenor 10 tahun tercatat turun menjadi 6,94% dari sebelumnya 7,11%. Bahkan, lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 20 Mei 2025 mencatat penawaran tertinggi sepanjang tahun, mencapai Rp108,33 triliun, sebagai respons atas proyeksi pelaku pasar terhadap keputusan Bank Indonesia.

Menurut catatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), nilai emisi surat utang korporasi pada kuartal I/2025 melonjak 77,4% dibanding periode yang sama tahun lalu, mencapai Rp46,75 triliun, terutama untuk kebutuhan refinancing.

Meski prospek pasar obligasi terlihat menjanjikan, terdapat tantangan eksternal seperti ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed, yang memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah dan aliran dana asing ke Indonesia. Keputusan suku bunga Bank Indonesia ke depan juga akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed dan kondisi ekonomi global.

Penurunan BI rate membawa angin segar bagi pasar keuangan nasional, namun tetap perlu diwaspadai risiko jangka pendek seperti fluktuasi global, serta pengalihan dana dari deposito ke instrumen berimbal hasil lebih tinggi. Stakeholder perlu merespons peluang ini dengan hati-hati dan strategi yang tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

QRIS Buka Akses Internasional, Jajaki Kolaborasi Baru

24 May 2025
Bank Indonesia (BI) tengah memperluas kerja sama internasional untuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di berbagai negara. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa QRIS akan mulai dapat digunakan di Jepang dan China pada 17 Agustus 2025, setelah melalui tahap uji coba atau sandbox sejak 15 Mei 2025.

Selain itu, ekspansi QRIS juga ditargetkan ke India, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Di India, kerja sama masih dalam tahap pembahasan teknis antara ASPI dan NPCI International. Sementara di Korea Selatan, kerja sama sedang difinalisasi antara industri dan otoritas keuangan setempat. Untuk Arab Saudi, BI telah mengadakan diskusi dengan Otoritas Moneter setempat.

Perluasan ini merupakan bagian dari strategi BI untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran lintas negara, setelah sebelumnya QRIS telah digunakan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Inisiatif ini diharapkan memperkuat konektivitas keuangan Indonesia secara global.

Film Animasi Lokal Cetak Sejarah

24 May 2025
Keberhasilan film animasi "Jumbo" yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduksi oleh Visinema, telah mencatat sejarah baru di industri perfilman Indonesia dengan meraih 9,85 juta penonton dalam 53 hari, serta pendapatan lebih dari US$ 20 juta. Kesuksesan ini menjadi fenomena tersendiri karena belum ada film animasi Indonesia yang mencapai capaian serupa.

Menurut Yan Widjaya, pengamat film, Jumbo bukan sekadar keberhasilan, melainkan tonggak baru bagi film animasi lokal. Ia menyebut proses produksinya yang melibatkan lebih dari 400 animator selama lima tahun membuktikan dedikasi tinggi dan menjadi standar baru bagi film animasi Indonesia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa produksi animasi bukanlah hal mudah, dan memprediksi hanya akan ada 2–3 judul baru tiap tahun yang bisa mengikuti jejak Jumbo.

Dampak kesuksesan Jumbo dirasakan luas di industri. Astrid Suryatenggara, Chief Communications Officer MD Entertainment, menyebut keberhasilan ini membangkitkan optimisme rumah produksi lain, termasuk MD yang telah memproduksi serial animasi Adit Sopo Jarwo. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem animasi yang sehat untuk menghadapi tantangan seperti biaya tinggi dan waktu produksi panjang.

Selain itu, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) melaporkan lonjakan jumlah penonton bioskop, dengan lebih dari 14 juta penonton pada April 2025, rekor baru yang turut didorong oleh penayangan Jumbo.

Kesuksesan Jumbo tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga pendorong semangat bagi industri animasi lokal untuk terus berkembang dan menembus pasar global, termasuk rencana penayangan Jumbo di 17 negara.

Fintech Masih Jadi Penopang Kredit Bank

24 May 2025
Di tengah melambatnya permintaan kredit konvensional, sejumlah bank di Indonesia mengandalkan strategi kredit channeling melalui kemitraan dengan fintech lending untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan. Berdasarkan data OJK per Februari 2025, bank telah menyalurkan dana sebesar Rp 49,4 triliun ke fintech lending, atau 61,69% dari total pendanaan yang diterima sektor tersebut — meningkat dari bulan sebelumnya.

PT Bank CTBC Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden Direktur Iwan Satawidinata, baru saja menyalurkan tahap pertama pendanaan senilai Rp 250 miliar ke Easycash. Iwan menegaskan bahwa kolaborasi ini memperluas jangkauan pembiayaan dan menjaga kualitas portofolio pinjaman bank.

Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI), melalui CEO Donny Donosepoetro, menargetkan pembiayaan ke fintech hingga Rp 6,6 triliun pada akhir 2025. Donny menekankan bahwa digital lending menjadi pilar utama untuk mendorong inklusi keuangan, terutama di sektor mikro. SCBI menggandeng delapan fintech, termasuk Amartha, yang telah menerima Rp 700 miliar dan menargetkan total pembiayaan Rp 2 triliun untuk 400.000 womenpreneur.

Bank Oke, melalui Direktur Kepatuhan Efdinal Alamsyah, mencatat outstanding kredit channeling ke fintech sebesar Rp 600 miliar per Mei 2025, naik 11% dari akhir tahun lalu. Efdinal menjelaskan bahwa nilai ini bersifat fluktuatif sesuai dengan pola cicilan pinjaman.

Kemitraan antara perbankan dan fintech lending menunjukkan tren yang positif dan terus berkembang, menjadi solusi strategis bagi industri perbankan dalam memperluas akses keuangan di tengah perlambatan kredit tradisional.

RUU Pajak Bikin Pasar Gelisah

24 May 2025
Rancangan Undang-Undang (RUU) Pajak yang diusung oleh Presiden Donald Trump berhasil disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada 22 Mei, meskipun memicu kekhawatiran luas mengenai prospek fiskal negara. RUU ini memperpanjang pemotongan pajak era Trump dan menambahkan insentif baru, sambil menaikkan pagu utang negara sebesar US$ 4 triliun, langkah yang menurut Departemen Keuangan AS diperlukan untuk menghindari gagal bayar pada Agustus atau September mendatang.

Trump menyambut pengesahan RUU tersebut sebagai pencapaian besar dan mendesak Senat AS untuk segera menyetujuinya tanpa penundaan, menyebutnya sebagai "undang-undang paling penting dalam sejarah negara."

Namun, RUU ini menuai kritik tajam. Investor dan pengamat menilai kebijakan ini semakin memperburuk ketimpangan ekonomi, karena pemotongan pajak terbesar justru menguntungkan kelompok kaya, sementara program bantuan sosial seperti Medicaid dan kupon makanan justru dipangkas.

John Fath, mitra pengelola di BTG Pactual Asset Management US LLC, menyuarakan kekhawatiran pasar dengan menyebut bahwa para pengambil kebijakan di Washington tidak menunjukkan akuntabilitas fiskal. Ketidakpastian ini telah membuat pasar saham AS merosot dan permintaan obligasi pemerintah melemah, terutama setelah lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat kredit AS.

Dengan kebijakan yang berisiko memperbesar utang dan mengurangi keseimbangan sosial, RUU ini menjadi sorotan penting dalam dinamika fiskal dan politik menjelang pemilu AS mendatang.

Kilau Emas di Palembang

23 May 2025

Toko emas hingga pegadaian di Kota Palembang ramai disambangi warga yang berburu emas. Mulai perhiasan emas hingga emas batangan larismanis. Di tengah ketidakpastian ekonomi nasional, perdagangan emas diserbu warga Kota Palembang, Sumsel, demi meraup margin keuntungan jual beli. Pekan-pekan ini, toko emas hingga pegadaian ramai disambangi warga yang berburu emas. Harga emas yang sempat di harga puncak berangsur turun. Momen penurunan harga itulah yang dimanfaatkan warga untuk berinvestasi emas. Mereka berharap harga emas bakal naik kembali sehingga bisa menarik keuntungan. Feri Rusdiansyah (25) langsung memilih tiga jenis perhiasan emas, terdiri dari 2 cincin dan 1 gelang dengan bobot mencapai 3,5 suku atau 23,45 gr (1 suku = 6,7 gr). Harga sesuku emas Rp 10,1 juta. Uang tunai Rp 35,35 juta langsung dikeluarkan untuk melunasi transaksi singkat selama 10 menit tersebut.

”Dapat diskon dari Rp 10,2 juta per suku menjadi Rp 10,1 juta per suku,” ujar Feri yang tampak berseri-seri seusai menyelesaikan transaksi pembelian emas di Toko Emas Lemabang Jaya, kawasan Ilir Timur Dua, Palembang, Rabu (21/5) pagi. Feri mengatakan, perhiasanitu tidak untuk dipakai, tetapi disimpan sebagai investasi. ”Kalau uang yang disimpan, lama-lama nilainya akan turun. Kalau emas, semakin lama, nilainya naik terus,” ujarnya. Fera Susanti (46), warga Sukabangun, Palembang, pegawai di Kes-dam II/Sriwijaya, memilih beli emas logam mulia di Toko Emas Galeri 24 Palembang, Selasa (20/5) sore. Meski hanya 1 gr, ia yakin nilai logam mulia lebih stabil dibanding perhiasan emas. Emas perhiasan biasanya nilai jualnya menyusut karena ada potongan biaya jasa pembuatan Rp 100.000 per gr, yang tidak berlaku pada emas logam mulia.

Kebiasaan berinvestasi emas dilakukan Fera untuk menyiapkan kebutuhan sekolah anaknya. Ia berusaha sebisa mungkin menyisihkan uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok guna membeli emas, terutama saat harga emas turun. Fera percaya, emas adalah aset investasi yang paling ideal. Untuk jangka panjang, harga emas diyakini terus meningkat. Selain itu, emas relatif mudah dicairkan atau dijual kembali. Berbeda dengan aset lain seperti tanah atau rumah. Tumbuhnya minat terhadap investasi emas tak lagi didominasi masyarakat usia matang, tapi sudah timbul di kalangan generasi muda atau generasi Z. Warga kawasan Sako, Palembang, Salsabillah (20), mahasiswa Poltekes Kemenkes Palembang, menyisihkan uang jajannya untuk membeli emas perhiasan. Kini, dia sudah mengumpulkan emas perhiasan 5 gr. Kesadaran berinvestasi emas didapat Salsabillah dari anjuran orangtua dan pengaruh teman-temannya. (Yoga)