;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Menanti Gebrakan BUMN di Bursa

23 May 2025

Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antar-BUMN dan memperjelas arah koordinasi korporasi negara untuk menopang ketahanan ekonomi nasional. Managing Director Danantara, Djamal Attamimi, menekankan bahwa strategi Danantara fokus pada konsolidasi, IPO, dan kemitraan strategis untuk menciptakan BUMN yang mampu bersaing secara global serta tetap menjaga peran layanan publik.

Direktur Utama Grup PTPN, Mohammad Abdul Ghani, menyambut positif kehadiran Danantara karena kini tugas korporasi dan penugasan publik tidak lagi tumpang tindih. Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah tepat dari Presiden Prabowo Subianto.

Senior Executive Vice President BRI, Muhammad Candra Utama, juga menegaskan keberhasilan sinergi Holding Ultramikro antara BRI, Pegadaian, dan PMN dalam menjangkau lebih banyak nasabah dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Meski demikian, Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, mengingatkan bahwa Danantara menghadapi pekerjaan rumah berat, termasuk beban utang BUMN, penugasan yang membebani, lambatnya restrukturisasi, hingga potensi fraud. Ia menyoroti tantangan eksternal seperti turunnya harga komoditas dan pengetatan likuiditas yang bisa menghambat proses holding.

Kesuksesan Danantara dalam menyinergikan BUMN sangat krusial untuk menciptakan model bisnis baru yang relevan, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dan memastikan peran BUMN tetap strategis di masa depan


Duet INA-Danantara: Sinergi Dana dan Proyek Strategis

23 May 2025
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Angkutan Dalam Jaringan guna mengatasi ketidakjelasan regulasi terkait transportasi online di Indonesia. Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menyatakan bahwa pembahasan RUU ini akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga karena isu transportasi daring mencakup lintas sektor, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Ketenagakerjaan.

Lasarus menegaskan bahwa DPR berkomitmen untuk menyusun undang-undang yang adil dan berpihak kepada semua pihak, termasuk pengemudi ojek online. Penyusunan RUU kemungkinan akan dilakukan melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) karena isu ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Komisi V saja.

Di sisi lain, Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mewakili pengemudi ojek online, kembali menuntut penurunan potongan komisi aplikator menjadi 10%, dengan alasan bahwa saat ini potongan komisi yang diterapkan melebihi ketentuan yang dibatasi maksimal 20%, bahkan bisa mencapai 50%.

Igun menilai pertemuan sebelumnya dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi belum menghasilkan solusi konkret. Ia memberi tenggat waktu hingga akhir Mei untuk pemerintah memenuhi tuntutan, atau pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar.

Dengan latar belakang tuntutan keadilan dari pengemudi ojek online dan belum jelasnya payung hukum yang mengatur ekosistem transportasi daring, pembahasan RUU Angkutan Dalam Jaringan menjadi urgensi yang harus segera ditindaklanjuti DPR dan pemerintah.

Pertamina Waspadai Fluktuasi Global

23 May 2025
Rencana peningkatan impor minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat oleh PT Pertamina (Persero) memunculkan sejumlah risiko strategis dan operasional yang perlu diantisipasi oleh pemerintah. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa tantangan utama berasal dari jarak pengiriman yang jauh—sekitar 40 hari—yang berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional, terutama jika terjadi gangguan cuaca seperti badai atau kabut.

Pertamina saat ini sedang melakukan kajian menyeluruh terkait aspek teknis, keekonomian, dan risiko operasional dari rencana impor tersebut. Simon juga menegaskan pentingnya dukungan kebijakan dalam bentuk payung hukum dari pemerintah agar kerja sama energi dengan AS dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan. Ia menyarankan agar ada komitmen antarpemerintah sebagai landasan regulasi yang kemudian bisa diturunkan ke skema kerja sama bisnis antarperusahaan.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa rencana ini tidak akan membebani kas negara karena hanya merupakan pengalihan sumber pasokan dari negara lain ke AS, bukan penambahan volume secara keseluruhan.

Meskipun rencana impor migas dari AS memiliki potensi untuk memperkuat diversifikasi pasokan energi, Simon Aloysius Mantiri menekankan bahwa keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan logistik, dan mitigasi risiko operasional.

Aplikasi Peduli Lindungi Diblokir, Era Baru Komdigi Dimulai

23 May 2025
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutus akses terhadap situs PeduliLindungi.id setelah situs tersebut mengalami peretasan dan dialihkan ke laman judi online. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan bahwa hasil verifikasi menunjukkan adanya tindakan defacement yang menampilkan konten ilegal, melanggar prinsip keamanan informasi di ruang digital nasional.

Sebagai respons, Komdigi melakukan takedown untuk mencegah penyalahgunaan data serta melindungi masyarakat dari paparan konten berbahaya. Perlu diketahui bahwa sejak tahun 2023, situs PeduliLindungi.id tidak lagi berada di bawah kendali Kementerian Kesehatan, karena seluruh fungsinya telah dialihkan ke platform SatuSehat dengan domain resmi satusehat.kemkes.go.id.

Langkah Komdigi melalui Alexander Sabar menunjukkan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap sistem digital, termasuk situs yang sudah tidak aktif namun masih bisa dimanipulasi untuk tujuan ilegal.

Risiko Defisit Transaksi Berjalan Jadi Sorotan

23 May 2025
Ketahanan eksternal Indonesia menunjukkan penguatan di awal tahun 2025, ditandai dengan menyusutnya defisit transaksi berjalan (CAD) menjadi hanya US$ 177 juta atau 0,1% dari PDB pada kuartal I-2025, menurut data Bank Indonesia (BI). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pelemahan ekspor nonmigas akibat perlambatan global diimbangi oleh penurunan impor nonmigas yang lebih dalam, sehingga neraca perdagangan barang tetap surplus.

Namun, neraca pembayaran Indonesia (NPI) justru berbalik defisit US$ 787 juta, terutama karena neraca transaksi modal dan finansial yang menjadi defisit. BI memproyeksikan CAD 2025 tetap terkendali dalam kisaran 0,5%–1,3% dari PDB.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, memperkirakan CAD tahun ini melebar menjadi US$ 12,61 miliar (0,87% dari PDB), namun tetap dalam batas aman. Ia menyoroti tiga faktor utama penyebabnya: pulihnya ekspor secara bertahap, meningkatnya impor barang modal dan konsumsi, serta memburuknya neraca pendapatan primer akibat dominasi investor asing di pasar keuangan domestik.

Sementara itu, Myrdal Gunarto, ekonom dari Maybank Indonesia, memperkirakan tren pelebaran CAD berlanjut hingga 2026, dengan potensi mencapai 1,45% dari PDB. Ia menyebut beban pembayaran kupon obligasi negara (SUN), dividen perusahaan terbuka, serta defisit perdagangan sebagai faktor utama, seiring pulihnya ekonomi dalam negeri.

Meski CAD berpotensi melebar pada akhir 2025, para ekonom menilai posisinya masih tergolong moderat dan dapat dikelola. Bank Indonesia pun terus berkomitmen menjaga stabilitas eksternal melalui pengelolaan yang hati-hati atas transaksi berjalan dan arus modal.

Harga Emas Cemerlang, Komoditas Bersinar Lagi

23 May 2025
Kinerja PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terus menunjukkan pertumbuhan impresif, didorong oleh lonjakan harga emas global dan peningkatan volume produksi. Pada kuartal I-2025, BRMS mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 211,5% yoy menjadi US$ 63,32 juta, serta laba bersih yang melonjak 304% yoy menjadi US$ 14,47 juta. Analis Rizal Rafly dari Ajaib Sekuritas menyebut, lonjakan ini utamanya berasal dari kontribusi anak usaha PT Citra Palu Minerals (CPM) dan harga jual emas yang menguntungkan.

Hasan Barakwan dari Maybank Sekuritas menambahkan bahwa pertumbuhan kinerja juga disokong oleh peningkatan kapasitas pengolahan bijih di tambang Poboya dan pembangunan pabrik ketiga BRMS yang menggunakan metode heap-leach. Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2025, dan bersama dua pabrik sebelumnya akan mendorong total produksi menjadi 75.000 ons di 2025 dan 100.000 ons pada 2026 saat pabrik di Gorontalo beroperasi.

Meski menghadapi tantangan seperti potensi penurunan permintaan emas dari sektor perhiasan dan bank sentral, Rizal tetap optimis terhadap prospek BRMS. Ia merekomendasikan buy saham BRMS dengan target harga Rp 440, menilai fundamental perusahaan tetap solid.

Iqbal Suyudi dari Edvisor Profina Visindo juga melihat prospek positif, meski mengingatkan soal risiko harga komoditas dan beban operasional. Namun, menurutnya, BRMS mampu meningkatkan kinerja melalui optimalisasi bijih berkadar emas rendah.

Melihat kinerja cemerlang kuartal I, Hasan Barakwan merevisi proyeksi pendapatan BRMS 2025 naik menjadi US$ 213,4 juta, dan laba bersih menjadi US$ 51,5 juta, dengan margin laba bersih sebesar 24,1%. Ia pun mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp 480 per saham.

Regulasi Baik Tak Selalu Bisa Dinikmati Rata

23 May 2025
Kondisi likuiditas perbankan Indonesia saat ini sedang tertekan, tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melambat dan bunga kredit yang terus naik. Hingga April 2025, DPK hanya tumbuh 4,55% yoy, sementara bunga kredit baru naik menjadi 9,63%, dipicu oleh suku bunga dasar kredit yang meningkat.

Untuk merespons tekanan tersebut, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan melonggarkan batas Rasio Pendanaan Luar Negeri (RPLN) dari 30% menjadi 35% dari modal bank, efektif per 1 Juni 2025. Kebijakan ini diambil untuk membuka sumber pendanaan baru bagi bank agar tetap dapat menyalurkan kredit.

Deputi Gubernur BI Juda Agung menegaskan bahwa kebijakan ini memberikan ruang lebih bagi bank yang mulai aktif mencari pendanaan dari luar negeri. “Kami melihat sudah ada bank yang mulai aktif mencari sumber pendanaan dari luar negeri. Untuk itu, kami beri ruang lebih dengan menaikkan batas RPLN,” ujar Juda.

Respons perbankan terhadap pelonggaran ini beragam. M. Ashidiq Iswara, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, menyambut baik langkah ini karena memberikan fleksibilitas dalam mengakses dana global, terlebih dalam situasi likuiditas ketat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) industri yang mencapai 88%. Ashidiq menyatakan, Bank Mandiri siap mengoptimalkan berbagai opsi pendanaan.

Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut pihaknya masih lebih mengandalkan pendanaan domestik, meski tak menutup peluang memanfaatkan pendanaan luar negeri jika diperlukan. “Saat ini belum jadi prioritas, tapi kami tetap siaga,” ujarnya.

Direktur Kepatuhan Bank Oke, Efdinal Alamsyah, menilai kebijakan BI ini belum berdampak besar bagi banknya karena seluruh pendanaan masih bersumber dari dalam negeri. Ia mengingatkan bahwa pendanaan luar negeri memang menarik untuk ekspansi cepat, tetapi berisiko tinggi terutama akibat fluktuasi nilai tukar.

Pelonggaran RPLN merupakan langkah strategis dari BI untuk meringankan tekanan likuiditas, namun dampaknya bersifat selektif, tergantung strategi dan profil risiko masing-masing bank.

Bos Sritex Menjadi Tersangka Korupsi

22 May 2025

Kejagung menahan Iwan Setiawan Lukminto yang dulunya Komisaris Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex. Bos perusahaan konfeksi yang pada Oktober lalu dinyatakan pailit itu disangka korupsi terkait pemberian kredit dari Bank Jabar Banten dan Bank DKI. Diperkirakan, kerugian negara akibat korupsi itu Rp 692,9 miliar. Iwan Setiawan ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa di kantor Kejagung, Jakarta, sepanjang Rabu (21/5). Kejagung juga menetapkan dua tersangka lain, yakni Dirut Bank DKI tahun 2020, Zainuddin Mappa dan pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB, Dicky Syahbandinata. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar di Kejagung, Rabu malam, mengatakan, penyidik telah menemukan alat bukti yang menunjukkan adanya tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit dari Bank BJB dan Bank DKI kepada Sritex.

”Penyidik memperoleh alat bukti yang cukup telah terjadi tindak pidana korupsi pemberian kredit beberapa bank pemerintah kepada Sritex dengan total outstanding atau tagihan yang belum dilunasi hingga Oktober 2024 sebesar Rp3,58 triliun,” kata Qohar. Tagihan terhadap Sritex berasal dari sejumlah bank, antara lain Bank Jateng Rp 395,6 miliar, Bank BJB Rp 543,9 miliar dan Bank DKI Rp 149 miliar. Tagihan juga berasal dari bank sindikasi, yakni BNI, BRI, LPEI, serta 20 bank swasta dengan total tagihan Rp 2,5 triliun. Penyidik menemukan pelanggaran hukum karena kredit diberikan tanpa analisis yang memadai, juga tidak sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan. Sritex diduga tidak menggunakan kredit untuk modal kerja sebagaimana tujuan dari pemberian kredit. Pinjaman dari bank itu malah disalahgunakan untuk membayar utang kepada pihak ketiga dan membeli asset nonproduktif, seperti tanah. Iwan Lukminto dijemput penyidik Kejagung di Surakarta, Jateng, Selasa (20/5) malam. (Yoga)


Menteri Mundur Karena Berbicara Tak Pantas

22 May 2025

Mentan Jepang, Taku Eto mengundurkan diri setelah pernya-taannya tentang ”hadiah beras” memicu polemik. ”Saya membuat pernyataan tidak pantas saat rakyat menderita karena harga beras yang melonjak. Tidak pantas bagi saya untuk tetap menjabat,” kata Eto kepada wartawan setelah menyerahkan pengunduran dirinya di Kantor Perdana Menteri di Tokyo, Jepang, Rabu (21/5). Sebelumnya Eto sesumbar, dirinya tidak pernah membeli beras karena ia mendapatkannya gratis dari para pendukungnya sebagai hadiah. PM Jepang, Shigeru Ishiba, Selasa, menegur Eto karena pernyataannya memicu kemarahan rakyat. Saat ini, rakyat Jepang tengah bergulat dengan harga beras yang terus melambung tinggi. Selain membuat rakyat marah, pernyataan Eto juga memicu protes anggota parlemen. Semula Eto tetap dipertahankan sebagai mentan, tetapi ia kemudian mengundurkan diri. Menteri Lingkungan Hidup, Shinjiro Koizumi diberitakan akan menggantikan sementara posisi Eto.

Sejak Maret lalu, pemerintah telah melepaskan sebagian beras yang disimpan sebagai persediaan darurat untuk mengendalikan harga. Namun, belum ada dampaknya. Pemicu lonjakan harga Harga beras, yang menjadi makanan pokok rakyat Jepang, menjadi sangat tinggi karena panen yang buruk akibat cuaca panas pada tahun 2023. Kekurangan stok beras juga dipicu oleh kepanikan warga menyusul peringatan pemerintah akan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Selain itu, permintaan beras tinggi karena lonjakan pariwisata. Harga pupuk pun meningkat. Selama bertahun-tahun rakyat Jepang terbiasa dengan deflasi dan upah rendah akibat penyesuaian inflasi. Namun, harga beras yang naik dua kali lipat tahun lalu menjadi perhatian rakyat Jepang. (Yoga)


Bom Waktu Permasalahan Ojek Daring

22 May 2025

Unjuk rasa ojek daring dengan segala tuntutannya hanyalah satu dari sekian masalah  bisnis berbasis aplikasi. Industri ini bagaikan menyimpan bom waktu. Pemerintah bertemu dengan sejumlah aplikator untukmenyikapi seruan demonstrasi yang akan digelar para pengemudi ojek daring, Selasa (20/5). Mereka memastikan bahwa kebijakan tarif mengikuti regulasi yang berlaku. Tuntutan menjadi pekerja dinilai bertentangan dengan fleksibilitas yang menjadi acuan utama pengemudi ojek daring selama ini. Menhub, Dudy Purwagandhi mempertemukan para aplikator ojek daring guna membahas isu yang menjadi polemik di antara para pengemudi ojek. Salah satunya, problem tarif yang dianggap tak sesuai proporsi. Namun, aplikator memastikan, besaran tarif sudah sesuai proporsi dan mengikuti regulasi (Kompas, 21/5/2025).

Ujung tuntutan dari masalah ini adalah kesejahteraan pengemudi yang kini merasakan tekanan daya beli. Penghasilan yang didapat tak sebanding dengan kerja keras mereka. Masa bakar uang telah berakhir sehingga subsidi bagi pengemudi sudah lama tak ada. Bila semua tuntutan pengemudi dipenuhi, perusahaanaplikasi kemungkinan akan bangkrut. Mereka terbebani dengan berbagai aturan ketenagakerjaan yang akanmemakan biaya. Konsep usaha ini, di mana pengemudi menjadi mitra, menjadi kabur karena pengemudi menjadi karyawan dengan segala hal yang harus dipenuhi. Apalagi jumlah pengemudi yang mencapai 4,7 juta, membebani perusahaan. Perusahaan aplikasi sangat berat untuk menaikkan harga layanan, karena tidak kompetitif melawan pengelola aplikasi lain.

Situasi yang stagnan menyebabkan mereka tak bisa mendapat margin besar, sementara kebutuhan arus kas untuk operasi perusahaan terus ber-tambah. Situasi ini jika terus tanpa solusi, akan memunculkan ledakan masalah bagi perusahaan di kemudian hari. Merger antar mereka agar menjadi kekuatan utama dalam bisnis transportasi daring sepintas akan menjadi solusi. Mereka bisa menaikkan harga layanan begitu mereka menjadi satu sehingga diharapkan aplikasi akan mendapatkan untung karena bisa mengatur harga. Tapi, rencana itu akan dipermasalahkan secara legal karena memunculkan kondisi monopoli. Solusi yang menguntungkan pengemudi dan perusahaan tak mungkin didapat dalam waktu dekat. Industri transportasi daring bagaikan menyimpan bom waktu. (Yoga)