Ekonomi
( 40430 )Dampak Grab Akuisisi GoTo diteliti KPPU
Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU mulai melakukan penelitian mandiri guna mengidentifikasi potensi dampak rencana akuisisi Grab terhadap GoTo. KPPU juga tengah merumuskan opsi penyesuaian kebijakan yang dapat diterapkan apabila aksi merger perusahaan layanan transportasi daring tersebut benar-benar terwujud. Ketua KPPU, M Fanshurullah Asa mengatakan, identifikasi potensi dampak dan kajian opsi kebijakan itu diambil sebagai upaya preventif. Jika, sudah ada notifikasi realisasi akuisisi Grab ke GoTo, KPPU bisa segera melakukan penilaian menyeluruh yang mencakup berbagai analisis, antara lain, isu hambatan masuk pasar, potensi perilaku anti persaingan, aspek efisiensi, kebijakan peningkatan daya saing dan penguatan industri nasional, pengembangan teknologi, serta pelindungan UMKM. KPPU juga mengimbau agar Grab dan GoTo melakukan penilaian mandiri, untuk memastikan agar transaksi mereka tidak menciptakan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
”Jika mereka terbukti melanggar, KPPU berwenang menjatuhkan tindakan administratif hingga pembatalan transaksi merger tersebut,” ujar Asa, Rabu (21/5) malam, di Jakarta. Sistem pengawasan merger-akuisisi di Indonesia bersifat pemberitahuan wajib setelah transaksi, sesuai UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Sistem seperti itu membuat KPPU tidak dapat melakukan penilaian atas transaksi merger dan akuisisi yang akan atau sedang terjadi. Rumor aksi akuisisi Grab ke GoTo sudah ber-kembang di berbagai media dalam dan luar negeri. Namun, Asa menilai, pemberitaan atas aksi merger itu masih bersifat spekulatif lantaran KPPU b-lum menerima notifikasi daripihak terkait. ”Selama transaksi akuisisi Grab ke GoTo masih bersifat spekulatif, KPPU belum dapat memberikan penilaian terhadap nilai konsolidasi yang diestimasikan bernilai Rp 114,8 triliun itu. Namun, konsultasi sukarela tetap dapat diajukanoleh para pihak,” ucapnya. (Yoga)
Bitcoin Tembus 110.000 USD, Kripto Kembali Dilirik
Transaksi di instrumen kripto yang berisiko tinggi kembali dilirik investor dunia. Kondisi ini membuat koin tertua, bitcoin, terus melesat ke harga baru tertingginya, di atas 110.000 USD pada Kamis (22/5). Sentimen pasar terhadap transaksi kripto belakangan terus menguat, tercermin dari indeks Crypto Fear & Greed yang naik ke level 73 yang masuk kategori greed, lawan dari fear atau khawatir. Dominasi pasar bitcoin pun meningkat ke 63,34 %. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, Kamis, menjelaskan, lonjakan imbal hasil obligasi Pemerintah AS 20 tahun ke level 5,04 % mendorong investor mencari alternatif lindung nilai seperti bitcoin. Bitcoin kini tengah mengalami kenaikan harga hingga 3 % dalam 24 jam terakhir hingga menembus rekor harga baru di atas level 110.000 USD, melampaui rekor sebelumnya pada 20 Januari 2025 saat Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS.
Hal ini juga didukung pergeseran modal dari altcoin atau koin-koin alternatif di ekosistem kripto ke mata uang bitcoin yang semakin meningkat. Dari data on-chain, 8.511bitcoin (BTC) yang sebelumnya disimpan oleh investor jangka panjang (3-5 tahun) hanya berpindah dompet, bukan dijual dibursa untuk mengambil keuntungan. Dengan rendahnya tekanan jual, secara teknikal, pergerakan harga bitcoin masih berada di atas semua rata-rata pergerakan utama bursa kripto. Level resistensi atau batas kenaikan harga berikutnya diperkirakan berada di kisaran 113.335 USD dan posisi support atas batas bawah pergerakan harga di atas 109.000 USD. ”Secara keseluruhan, tren naik bitcoin saat ini ditopang kekuatan fundamental dan sentimen positif meskipun risiko konsolidasi tetap ada jika altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan,” kata Fyqieh. (Yoga)
Meski Masih Aman, Defisit MPI Harus Tetap Diwaspadai
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit sebesar US$ 800 juta pada kuartal 1-2025 akibat pengaruh perlambatan perekonomian global. Meski masih dalam kisaran aman, pemerintah dan otoritas moneter tetap perlu menjaga kondisi NPI, karena menjadi salah satu penilaian bagi investor dan pelaku ekonomi terhadap perekonomian suatu negara. Berkaitan itu, BI memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait, guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
Neraca pembayaran Indonesia sepanjang tahun 2025 diperkirakan
tetap sehat ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang
berkelanjutan, dan deficit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran
defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. “Surplus transaksi modal dan
finansial didukung oleh aliran masuk modal asing, sejalan dengan persepsi
positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang tetap baik dan
imbal hasil investasi yang menarik,” jelas Kepala Departemen Komunikasi BI
Ramdan Denny Prakoso. Ramdan menuturkan, transaksi berjalan mengalami defisit
US$ 200 juta atau 0,1% dari PDB pada kuartal 1-2025. Defisit tersebut lebih
rendah dibandingkan dengan posisi kuartal IV-2025 yang sebesar US$ 1,1 miliar
atau 0,3% dari PDB. (Yetede)
Operasional Perdana Smelter
Dua petinggi Freeport McMoran (FCX) melihat langsung dimulainya operasinal smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur. Freeport McMoran merupakan pemegang 49% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sekaligus menjadi operator tambang Grasberg di Papua. Kedua petinggi itu yakni Chairman of the Board FCX Richard C. Adkerson dan Presiden & CEO FCX Kartleen Quirk. Kehadiran kedua petinggi itu seiring rampungnya perbaikan pabrik asam sulfat di kompleks smelter Manyar. Reparasi rampung lebih cepat satu bulan dari rencana kerja yang telah ditetapkan. Kini, smelter Manyar mulai masuk fase berikutnya yakni berproduksi secara bertahap hingga kapasitas maksimum yang direncanakan pada akhir 2025.5.22.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan kehadiran Adkerson dan Quirk guna memastikan kelancaran
beroperasinya smelter Manyar. Ditargetkan produksi smelter menghasilkan katoda
tembaga pada pekan keempat Juni mendatang. “Setelah dimasukkan konsentrat,
diolah oleh furnace menjadi anoda tembaga, kemudian dibawa ke elektroefinery
untuk menjadi ketoda tembaga,” kata Tony. Dia menuturkan beroperasinya kembali
Smelter PTFI pada pekan ketiga Mei ini merupakan sebuah capaian yang sangat
baik dan merupakan bukti nyata resilensi perusahaan dalam mengatasi
melaksanakan komitmen terhadap hilirisasi. “Produksi smelter sebetulnya akan
dimulai pekan ketiga bulan Juni. Namun pada perkembangannya, proses perbaikan
dapat terselesaikan lebih cepat,” kata Toni. (Yetede)
Ambisi Industri Nikel
Indonesia saat ini menghadapi dua pilihan kritis, antara
mengejar ambisi industrialisasi-khususnya sebagai produsen dan pusat manufaktur
baterai kendaraan listrik (lectric vehicle atau EV) di pasar dunia. Sebagai
produsen nikel terbesar dengan cadangan mencapai 55 juta metrik ton, posisi
Indonesia memang sangat strategis dalam rantai pasok baterai EV global.
Pemerintah menargetkan untuk menjadi salah satu dari tiga produsen baterai EV
terbesar di dunia pada tahun 2027, dengan kapasitas produksi mencapai 2030 guna
memenuhi hingga 9% dari permintaan global. Langkah strategis seperti larangan
ekspor bijih nikel sejak 2020 bertujuan untuk mendorong hilirisasi dan menarik
investasi asing guna mewujudkan ambisi ini. Oleh karena itu, pemerintah aktif
mengundang masuknya perusahaan-perusahaan besar seperti Hyundai-LG, CATL,
Faxconn, Ford, BASF, dan LG Solution. Kawasan industri seperti Indonesia Morowali
Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tenggara juga berkembang pesat sebagai pusat
pengolahan nikel. (Yetede)
Menanti Penurunan Suku Bunga Kredit Baru
Emiten Emas Terus Menggeliat
Emiten emas terus bergeliat memperkuat bisnis aset lindungi
nilai (safe haven) tersebut dengan menggenjot produksi dan melipatgandakan nilai tambah dari segmen emas
perhiasan. Daya tarik aset defensif itu dinilai masih akan cukup tinggi apalagi
di tengah ketidakpastian kebijakan fiskal AS dan memanasnya eskalasi geopolitik
Israel dan Iran seperti sekarang. Di pasar spot, harga emas terakhir kali dilihat
mengalami depresiasi sebesar US$ 18,60 (0,56%) ke level US$ 3.296 per troy
ounce. Pelemahan tersebut menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah emas reli
berkali-kali dan sekarang mulai mengarah pada tren konsolidasi. Namun begitu,
potensi emas untuk bullish tetap terbuka
lebar paling tidak dalam jangka pendek bilaman misalnya pelemahan dolar
AS berlanjut dan tensi global tak kunjung mereda. Sementara dalam jangka
panjang, paradigma emas sebagai pilihan intrusmen investasi yang dipandang
stabil belum tergantikan. Trading economics memproyeksikan, harga emas akan
mampu kembali ke level US$ 3.390 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan. Atau
dengan kata lain, mendekati harga historis emas yang sempat menyentuh level US$
3.340 per troy ounce pada April lalu. (Yetede)
Ekonomi Investasi Global
Di tengah kondisi ekonomi dunia yang terus bergejolak, usaha
ultra mikro dan kecil, menjadi sektor yang berpeluang besar untuk menampung masuknya investasi dari
global. Hal ini mengingat sektor ekonomi akar rumput (grassroots), sudah
terbukti lebih resilent dan menyimpan potensi pertumbuhan besar. Ketertarikan
investasi global untuk masuk ke segmen ini juga terus meningkat. Salah satunya
terlihat permodalan yang diberikan sejumlah institusi keuangan global kepada
Amartha, perusahaan teknologi keuangan yang memfokuskan bisnisnya pada
pembiayaan di segmen grassroots. “Amartha memiliki investor dari berbagai
institusi, baik lokal maupun asing. Di antaranya Swedia Soverigne Fund,
Finlandia Sovereigne Fund, dan Belgian Sovereign Fund telah menyuntikkan
investasinya ke Amartha,” kata Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda
Putra. Taufan mengatakan, pembiayaan di sektor akar rumput memiliki potensi
besar untuk bertumbuh, dengan tingkat risiko yang relatif dapat dikendalikan.
Terbukti, hingga saat ini, Amartha telah
menyalurkan pembiayaan hingga lebih dari Rp35 triliun kepada 3,3 juta
UMKM, dengan rasio pinjaman bermasalah di angka 3%. (Yetede)
Kemenhub Evaluasi Harga Tiket Pesawat Domestik
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara berencana mengevaluasi tarif batas atas (TBA) dan
tarif batas bawah (TBB). Evaluasi ini dilakukan untuk mengupayakan penurunan
harga tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. Direktur
Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan pemerintah sedang
mengevaluasi penetapan tarif tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi dengan mempertimbangkan
kenaikan biaya operasional maskapai. “Dengan mempertimbangkan beberapa masukan
di dalam raker dan RDP sebelumnya, kami melaporkan bahwa Ditjen Perhubungan Udara sedang
melakukan evaluasi terhadap penetapan tarif angkutan udara,” kata Lukman.
Evaluasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika industri penerbangan.
Misalnya, kenaikan biaya perawatan pesawat. Hal ini mengakibatkan maskapai
membutuhkan dana lebih besar untuk reaktivitas armada untuk memenuhi lonjakan
permintaan setelah pandemic Covid-19. Menurut Lukman evaluasi ini dilakukan
dengan mempertimbangkan dinamika
industri penerbangan. Ia mencontohkan saat ini diperlukan adanya kenaikan pada
komponen biaya perawatan yang meningkat imbas kebutuhan reaktivitasi pesawat
pasca Covid-19. (Yetede)
Regulasi Adaptif Lindungi Pebisnis di Era Gig Ekonomi
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









