BBRI Konsisten Pulih di Tengah Tantangan
Meskipun PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat penurunan laba bersih pada kuartal I-2025, prospek jangka panjang emiten perbankan pelat merah ini tetap dinilai solid dan menjanjikan. Tiga analis dari sekuritas besar—Miftahul Khaer (Kiwoom Sekuritas), Satria Sambijantoro (Bahana Sekuritas), dan Nurwachidah (Phintraco Sekuritas)—sepakat bahwa strategi konservatif BBRI dalam pembentukan cadangan kerugian kredit dan fokus pada kualitas aset merupakan langkah positif yang menopang ketahanan fundamental bank.
Miftahul memperkirakan BBRI mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih 5–8% yoy pada akhir 2025, ditopang oleh pemulihan segmen mikro dan kontribusi holding ultra mikro (UMi). Satria menilai tekanan laba kuartal I masih sesuai ekspektasi pasar dan memproyeksikan penurunan biaya pencadangan (CoC) ke depan. Ia juga menyoroti pergeseran strategi BBRI yang kini lebih mengedepankan margin dan kualitas kredit alih-alih ekspansi agresif.
Dari sisi makro, Nurwachidah menilai penurunan BI rate sejak akhir 2024 telah membantu optimalisasi margin bunga bersih (NIM), serta memperkuat harga saham BBRI. Ia memperkirakan laba bersih BBRI akan mencapai Rp 62,3 triliun pada akhir 2025, dengan potensi pertumbuhan 3,6% yoy, dan memberi rekomendasi beli dengan target harga Rp 5.325 per saham.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
20 Jun 2025
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023