;

Emiten Konglomerat Pegang Porsi Terbesar di BEI

Ekonomi Hairul Rizal 27 May 2025 Kontan (H)
Emiten Konglomerat Pegang Porsi Terbesar di BEI
Konglomerat Prajogo Pangestu mencatat tonggak bersejarah di pasar modal Indonesia, setelah dua emiten miliknya—PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)—masuk ke jajaran tiga besar kapitalisasi pasar (market cap) tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 26 Mei 2025. BREN menempati posisi kedua dengan nilai Rp 873 triliun, disusul TPIA di posisi ketiga dengan Rp 843 triliun.

Meskipun market cap BREN sempat menjadi yang tertinggi pada akhir 2024, posisinya kini kembali di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang tetap bertahan sebagai pemuncak dengan kapitalisasi Rp 1.175 triliun. Koreksi harga saham menjadi faktor utama penurunan nilai BREN.

Sebaliknya, TPIA menunjukkan performa impresif berkat sejumlah sentimen positif. Menurut Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, penguatan TPIA dipicu oleh akuisisi kilang Shell di Singapura melalui kerja sama dengan Glencore, serta proyek CAP2 senilai US$5 miliar yang meningkatkan prospek pertumbuhan jangka panjang. Tambahan sentimen positif datang dari rencana IPO anak usaha TPIA, PT Chandra Daya Investasi.

Sementara itu, saham milik konglomerat lain seperti Sugianto Kusuma (Aguan) melalui PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) tergeser dari 10 besar market cap BEI, digantikan oleh PT DCI Indonesia (DCII). Saham emiten pelat merah seperti BBRI pun masih tertinggal, berada di posisi lima besar dengan market cap Rp 648 triliun.

Menurut analis Ekky Topan dari Infovesta Kapital Advisory, ada peluang saham dari Grup Salim (DNET) dan Sinarmas (SMMA) menyusul ke 10 besar. Ia juga menyebut saham CUAN dan PANI sebagai kandidat realistis, sementara saham AMMN berpotensi keluar dari 10 besar jika tidak ada katalis baru.

Dengan pencapaian ini, Prajogo Pangestu semakin memperkuat pengaruhnya di pasar modal Indonesia, menandai kebangkitan Grup Barito sebagai pemain utama dalam sektor energi terbarukan dan petrokimia regional.
Download Aplikasi Labirin :