;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Pembayaran Nirsentuh Jalan Tol Ditargetkan Mulai Oktober 2024

29 May 2024

Penerapan sistem nirsentuh untuk pembayaran jalan tol ditargetkan akan diterapkan secara bertahap mulai Oktober 2024, untuk menggantikan sistem pembayaran tap kartu elektronik di gerbang tol. ”Insya Allah (Oktober 2024 dimulai),” kata Dirut PT Roatex Indonesia Toll System Atilla Keszeg di sela-sela acara Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum 2024, Jakarta, Selasa (28/5). PT Roatex Indonesia Toll System adalah penyedia jasa teknologi sistem nirsentuh untuk pembayaran jalan tol.

Perusahaan asal Hongaria ini memenangi tender proyek tersebut pada 2021. Nilai investasi kerja sama ini mencapai 300 juta USD (Rp 4,5 triliun). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, sistem ini akan diterapkan secara bertahap untuk perlahan menggantikan sistem pembayaran tap kartu elektronik di gerbang tol. Pada tahapan awal, hanya akan ada satu lajur gerbang tol yang akan menggunakan sistem pembayaran nirsentuh ini atau disebut juga single lane free flow (SLFF).

Lajur lainnya masih akan melayani pembayaran tap kartu elektronik. Namun, secara bertahap, jumlah lajur dan gerbang tol yang menggunakan sistem pembayaran nirsentuh ini akan ditambah. Jumlah lajur yang lebih banyak dalam melayani sistem pembayaran nirsentuh ini disebut juga multilane free flow (MLFF). ”Kalau ini sudah diterapkan, harapannya tidak akan ada lagi penumpukan antrean kendaraan di gerbang tol. Waktu tempuh kendaraan berkurang. Efisiensi bertambah karena kendaraan tak perlu lagi berhenti untuk tap kartu,” ujar Basuki. (Yoga)


Harapan Pupuk Subsidi Menjangkau Ujung Negeri

29 May 2024

Kasmini (54), petani di Desa Modosinal, Kabupaten Rote Ndao, NTT menjumput pupuk padat campuran lalu menabur ke sekeliling tanaman kol bunga berumur 18 hari, Sabtu (11/5) petang. Tanaman hortikultura itu tumbuh subur, berdaun lebat, dan bisa dipanen 27 hari ke depan. Berkat rutin dipupuk, tanaman petani subur. Inilah tahap akhir pemberian pupuk setelah dua tahap dilalui. Tahap pertama, pupuk kandang dari kotoran kambing terlebih dahulu ditabur ke bedeng yang disiapkan untuk penanaman. Satu minggu setelah anakan ditanam, giliran pupuk cair diguyur. Kasmini membayangkan penghasilan kotor Rp 3 juta bakal ada di tangannya. Pedagang sayur akan datang membeli langsung di kebunnya.

Kasmini yakin bunga kol yang dihasilkan nanti bakal laku keras di pasaran mengingat belum terlalu banyak komoditas jenis itu yang beredar. Otomatis, harga jualnya menjanjikan. Dua bunga Rp 10.000 sebelum jatuh hingga Rp 1.000 per bunga ketika puncak panen. Lebih dari 20 tahun bercocok tanam hortikultura, ia punya kesimpulan bahwa hasil panen maksimal ditentukan oleh benih serta kondisi tanah, air, dan pupuk. ”Pupuk subsidi ini di luar kuasa kami petani,” ujarnya.15 tahun terakhir, ia bersama suaminya, Marten Elimanafe (60), mulai menerima pupuk bersubsidi yang kini disalurkan PT Pupuk Indonesia (Persero), induk BUMN produsen pupuk dbawah Kementerian BUMN, yang ditugaskan mengadakan dan mendistribusi pupuk.

Pupuk digunakan untuk tanaman padi dan selebihnya untuk hortikultura. Ketika stok pupuk habis, Marten datang ke kios pengecer, 5 km dari kebun mereka. Dengan menunjukkan KTP, aplikasi daring I-Pubers di kios pengecer langsung menampilkan informasi kuota atas namanya. Aplikasi yang dikembangkan Pupuk Indonesia itu merupakan sistem digital penyaluran pupuk. Sabtu petang itu, sisa kuota pupuk bersubsidi milik Marten tahun 2024 untuk jenis urea dan NPK Phonska masing-masing 165 kg. Untuk tahun 2025 akan diusulkan untuk mendapat alokasi sesuai perkiraan kebutuhan selama satu tahun. Usulan kebutuhan melalui dinas pertanian setempat lalu diputuskan Kementan. Menurut Marten, pupuk bersubsidi sangat membantu. Untuk urea harganya Rp 112.500 per karung seberat 50 kg dan jenis NPK Phonska Rp 115.000 per karung ukuran 50 kg. 

Sebagai perbandingan, harga komersial untuk urea Rp 350.000 per karung seberat 50 kg dan NPK Phonska Rp 500.000 per karung ukuran 50 kg. ”Kalau tidak ada pupuk subsidi, pasti kami tidak akan menanam sayur-sayuran. Biayanya membengkak sehingga kami akan rugi. Hadirnya pupuk bersubsidi sangat menolong kami petani kecil, apalagi di pulau terluar ini,” katanya. Berkat pupuk bersubsidi, Marten menambah beberapa jenis tanaman hortikultura, seperti tomat, cabai, bawang merah, dan melon. Tomat termasuk yang cukup menjanjikan ketika harga sedang tinggi. Dengan modal sekitar Rp 2 juta, ia bisa meraup penghasilan Rp 15 juta saat panen untuk satu kali musim tanam. Ia berharap agar kuota pupuk bersubsidi bisa ditambah. Ia pernah mendapat kuota pupuk urea hingga 400 kg dan NPK Phonska hingga 600 kg setahun. Belakangan ini, kuota pupuk bersubsidi Marten dikurangi masing-masing jenis menjadi di bawah 200 kg per tahun. (Yoga)


Ezed Qyoko Wahyuni Pratiwi Merawat Asa Penganyam ”Tikew”

29 May 2024

Ezed Qyoko Wahyuni Pratiwi (32) membuka jalan pemberdayaan bagi para perajin tikew. Melalui usaha kerajinannya, ia meningkatkan kualitas kerajinan warga di Tulang Bawang Udik, Lampung. Selum pandemi Covid-19, Qyoko menjalani usaha bisnis travel wisata. Namun, bisnisnya terpaksa ditutup tiga tahun karena terdampak pandemi. Sejak itu, ia memilih kembali ke desanya, memulai usaha kerajinan pada 2020 lantaran melihat kerabatnya memakai topi anyaman yang dibeli dari perajin di Desa Karta, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Qyoko mencari tahu perajin yang membuat topi anyaman itu, hingga bertemu beberapa ibu rumah tangga yang sedang menganyam purun atau tikew oleh masyarakat setempat. Di Desa Karta memang terdapat banyak kawasan belukar dan rawa yang ditumbuhi tanaman purun. Untuk mendapatkannya, warga harus berjalan kaki 1 km untuk mencabut dan mengumpulkan batangan purun. Sayangnya, tradisi menganyam di kalangan masyarakat desa itu nyaris tergerus perkembangan zaman. 

Tak banyak ibu-ibu yang menjadi perajin karena pekerjaannya sering dipandang sebelah mata oleh tetangga. ”Saat saya mau mendokumentasikan lewat foto dan video, mereka malu. Ibu-ibu itu tidak ingin dikenal sebagai perajin tikew. Ada anggapan menganyam hanyalah pekerjaan pengangguran yang sudah tak punya pilihan lain,” kata Qyoko saat ditemui di Bandar Lampung, Selasa (14/5). Padahal, tikew sangat lekat dengan kebudayaan masyarakat Tubaba. Saat seorang anak lahir, keluarga biasanya mengadakan acara doa bersama dan menjamu para tamu dengan menggelar apai atau tikar yang terbuat dari anyaman purun. Apai juga digunakan pada prosesi pemakaman. Motif anyaman untuk pemakaman pun berbeda dengan motif anyaman untuk tikar biasa. ”Kalau tikar untuk orang meninggal itu motif anyamannya lurus. Maknanya, supaya perjalanan lurus. Jadi, ternyata sesakral itu kerajinan tikew bagi masyarakat Tubaba,” katanya.

Setelah bekerja sama dengan beberapa mitra, ia mulai membuat berbagai macam produk, seperti topi dan berbagai macam bentuk tas. Ia juga membuat tas untuk komputer jinjing dan dompet gawai. Berbagai produk kerajinan diperkenalkan dengan jenama Atuqu. Kata ”Atuqu” merupakan panggilan untuk kakak perempuan tertua dalam keluarganya. Qyoko memanfaatkan media sosial, terutama Whatsapp dan Instagram, untuk memasarkan produknya. Ia memperkenalkan topi tikew berbentuk segi empat sebagai produk unggulan kerajinannya, yang melambangkan kerukunan masyarakat empat marga yang hidup berdampingan di Tubaba. Produknya mendapat respons yang baik dari pasar. Ia mendapat banyak pesanan, baik dari dalam kota maupun luar kota. ”Saya pernah mendapat sampai 1.000 pesanan topi tikew.Ini membuat para perajin sangat senang,” ucapnya. Kini, produk kerajinan tersebut telah terjual ke sejumlah daerah di Indonesia. Produk itu juga telah dibeli oleh beberapa kenalannya dari luar negeri. Kelak, ia berharap bisa mengenalkan berbagai produknya ke sejumlah negara. (Yoga)


Investasi Pendidikan Tinggi Perlu Ditingkatkan

29 May 2024

Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari total APBN dinilai tak mencukupi untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggulan di Indonesia. Padahal, SDM unggulan menjadi kunci bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan penghasilan menengah atau middle income trap (MIT) dan selanjutnya menggapai status sebagai negara maju pada 2045 atau Indonesia Emas 2045. Alih-alih menyediakan pembiayaan yang memadai  bagi pendidikan tinggi, anggaran pendidikan 20% dari APBN itu pun dirasa masih kurang untuk pendidikan  di Indonesia mengalami penurunan tajam dari 16% pada 2015 (Bank Dunia), menjadi hanya 5,8% pada 2024 (Kemenkeu). Porsi anggaran pendidikan tinggi terhadap total anggaran pendidikan di Indonesia itu kalah jauh dibandingkan Singapura yang pada tahun 2013 sudah mencapai 35%, Malaysia 21% (2018), dan Brunei Darussalam 19% (2016). (Yetede)

Tapera Bukan Uang Hilang

29 May 2024
Rencana pemungutan iuran tabungan perumahan rakyat (tapera) bagi pekerja swasta memantik kontroversi di publik. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) lantang bersuara menolak kebijakan itu karena  memberatkan pengusaha hingga pekerja. Akan tetapi, pemerintah memastikan dana pekerja yang disetor ke tabungan perumahan rakyat (tapera) tidak hilang, melainkan bisa ditarik saat pensiun atau keluar kerja. Lebih dari itu, dana peserta bukan sekedar ditabung, melainkan dipupuk oleh Badan Pengelola Tapera (BP Tapera), dengan imbal hasil (Yield) menarik di atas deposito. Per akhir 2023, BP Tapera bekerja sama dengan tujuh manajer investasi (MI) papan atas nasional untuk mengelola dana penumpukan. Mereka adalah, Bahana, Manulife, Batavia Prosperindo Aset Manajemen, BRI Manajemen Investasi, BNI Asset Manajemen, Mandiri Sekuritas, dan Schoroders. Ketujuh MI ini menguasai sektor 70% pasar reksa dana domestik. (Yetede)

Rebound, IHSG Kembali Mengarah ke 7.300

29 May 2024
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil rebound +1,08% ke level 7.253 pada perdagangan Selasa (12/6/2024). Langkah positif IHSG diyakini masih bisa berlanjut  dan mengarah kembali ke 7.300-an hingga akhir semester satu mendatang. "Potensi penguatan masih ada, tergantung pada data ekonomi yang keluar. Isu penurunan suku bunga makin kuat, dan ini bisa menjadi katalis positif untuk IHSG," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Daily, Selasa (28/5/2024). Nico mengungkapkan, pihaknya melihat pelang IHSG untuk kembali ke 7.300 masih cukup terbuka di penutupan  paruh pertama tahun ini. Sementara hingga akhir 2024, langkah IHSG berpotensi mengarah ke 7.350-7.460. (Yetede)

Revisi Naik, LPS Prediksi DPK Tumbuh 9%

29 May 2024
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kondisi likuiditas perbankan saat ini dalam kondisi sangat memadai,  terlihat dari dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh meningkat pada April 2024. Melihat kondisi tersebut, LPS meyakini pertumbuhan  DPK tahun ini bisa tumbuh sekitar 9% tahunan (year on year/yoy). "Setahun ini awalnya kami pikir DPK tumbuh normal balik lagi ke 6%, tapi sekarang sudah 8%. Jadi ada kemungkinan prediksi pertama kami salah, jadi sepanjang 2024 ini (bisa tumbuh) sekitar 9%, untuk kami, ini bagus, artinya income kami bertambah dan ekonomi lebih baik," ungkap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa. Di sisi lain, tabungan masyarakat yang tumbuh melambat pada April disebabkan karena momentum Idulfitri, sehingga dana ditarik untuk memenuhi kebutuhan lebaran. (Yetede)

Pragmatisme antara Target dan Realitas

28 May 2024

Tugas bank sentral diantaranya mengendalikan inflasi. Untuk bank sentral AS (The Fed), target inflasi adalah 2 %. Kompleksitasnya, selain dari sisi permintaan, sumber tekanan inflasi juga bersumber dari fragmentasi globalisasi akibat ketegangan geopolitik. Apakah target inflasi The Fed masih realistis? Sebab, fungsi reaksi atau ekspektasi dari para pelaku ekonomi sangat mungkin sudah berubah sesuai perkembangan dunia saat ini. The Fed berhasil menurunkan inflasi dari tingkatnya yang tertinggi di 9,1 % per Juni 2022 ke 3,4 % per April 2024, melalui 11 kali kenaikan suku bunga sejak Maret 2022, dimulai dari 0,5 % sampai 5,25 % saat ini. Tapi, inflasi tidak kunjung turun sampai kisaran 2 % hingga suku bunga acuan tetap dipertahankan tinggi. Inflasi AS sempat turun mencapai 3,1 % pada Januari 2024, tetapi naik lagi mencapai 3,5 % pada Maret 2024, baru turun kembali ke 3,4 % pada April 2024.

Ini menimbulkan wacana bahwa The Fed perlu lebih pragmatis mengingat target 2 % mungkin tidak lagi sesuai dengan kondisi perekonomian. Dari tren 5 tahunan, keseimbangan baru inflasi tampaknya terjadi di kisaran 3 % sejak Juni 2023. Pada saat yang sama, pertumbuhan AS triwulan I-2024 turun drastis ke 1,6 %, dari 3,4 % pada triwulan sebelumnya. Situasi ini, oleh sebagian ekonom, juga diterjemahkan sebagai tanda-tanda stagflasi, situasi terburuk untuk perekonomian di mana inflasi dibarengi oleh kontraksi pertumbuhan. Timbul wacana agar The Fed lebih pragmatis, merevisi target ”inflasi ideal” ke kisaran 3 % sampai 3,5 %. Permasalahannya, guna menjaga kredibilitas dan reputasinya, The Fed harus konservatif, menunggu data inflasi, pertumbuhan, dan pengangguran yang akan datang.

Dengan kata lain, perancangan kebijakan bergeser ke ex-post information dibandingkan dengan melihat ke depan (ahead of the curve). Persistensi inflasi di AS terjadi dewasa ini bersumber pada ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran di sektor perumahan. Imbas dari dollar yang terlalu kuat terlihat pada pergeseran konsumsi masyarakat AS, dari berwisata di dalam negeri ke luar negeri, yang berdampak pada penurunan pertumbuhan. Ini justru merupakan berkah bagi sektor jasa negara-negara lain seperti zona euro. Kombinasi dari berbagai hal di atas menimbulkan ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada triwulan III-2024 (Goodkind, Mei 2024). Ini untuk mencegah agar trade-off antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak menjadi semakin buruk di mana inflasi tetap tinggi, tetapi pertumbuhan ekonomi semakin rendah. (Yoga)


Berdaya Saing atau Tertinggal

28 May 2024

PHK menempatkan pekerja dalam risiko ketidakpastian dan kemiskinan. Daya saing pekerja dan usaha mutlak ditingkatkan. Judul berita tentang ketenagakerjaan ini mendebarkan hati: ”Fenomena Pemutusan Hubungan Kerja Masih Marak” (Kompas, 27/5/2024). Berita itu disertai data PHK terhadap 25.114 orang pada 2022, 359.858 orang pada 2023, dan 23.421 orang pada Januari-Maret 2024. Orang-orang yang di PHK kehilangan sumber pendapatan utama. Akibatnya, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga. Tak mudah untuk mencari pekerjaan di sektor formal. Pilihan lain adalah menjadi pekerja informal atau pekerja migran.

Pada 2023, realisasi investasi di Indonesia Rp 1.418,9 triliun dengan serapan tenaga kerja 1,823 juta orang. Angka serapan tenaga kerja per investasi Rp1triliun berkurang dari tahun ke tahun. Industri bergeser dari padat karya ke padat modal. Di tengah perkembangan teknologi yang membawa konsekuensi berupa industri padat modal, Indonesia masih memerlukan investasi padat karya. Hal ini terkait dengan kondisi Indonesia pada Februari 2024 yang memiliki 7,02 juta orang penganggur. Adapun dari 142,18 juta orang bekerja, lebih dari setengahnya atau 59,17 % merupakan pekerja informal.

Pekerja berdaya saing rendah menjadi rentan tergantikan. Faktanya, pada bulan Februari 2024, sebanyak 36,54 % dari 142,18 juta penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah. Sementara lulusan diploma IV, S-1, S-2, dan S-3 hanya 10,28 %. Perbaikan daya saing pekerja tentu tak bisa dituntaskan dalam semalam. Perlu niat baik dan semangat untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi pekerja, yang diawali dari pendidikan mudah, murah, dan merata. Jika perlu pendidikan vokasi, susun peta jalan lebih dahulu agar kemampuan lulusannya sesuai kebutuhan industri sekian tahun mendatang. (Yoga)


Harga Saham Bank Besar Turun

28 May 2024

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun, Senin (27/5) seusai libur panjang pekan lalu. Pelemahan diikuti jatuhnya harga saham beberapa bank berkapitalisasi besar. IHSG yang dibuka di level 7.222 terus turun sampai akhir perdagangan, Senin, IHSG melemah 0,64 % ke posisi 7.176. Sebagian besar indeks saham juga mengalami penurunan. Indeks LQ45 melemah 0,68 %, Kompas100 turun 2,02 %, Srikehati turun 2,2 %, dan IDXBUMN20 anjlok 2,93 %. Tim Analis Pilarmas Investindo dalam rilisnya, Senin siang, menyampaikan, sentimen eksternal berupa pelemahan bursa regional Asia akibat berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, setelah risalah pertemuan bank sentral itu pekan lalu, mendukung pelemahan tersebut.

Pertemuan itu mengungkapkan kekhawatiran inflasi yang sedang berlangsung dengan beberapa pejabat cenderung menaikkan suku bunga karena tidak banyak bukti bahwa inflasi berada pada jalur yang berkelanjutan menuju target 2 % sebagaimana ditetapkan The Fed untuk bisa memangkas suku bunga acuan. Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan ekonomi China. Laba perusahaan industri China naik 4,3 % secara tahunan jadi 2.094,69 miliar yuan China pada periode Januari-April 2024, seperti periode sebelumnya

Pada perdagangan Senin, saham PT Bank Sentral Asia Tbk turun 1,33 % ke harga Rp 9.300 per lembar dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk turun 3,6 % ke harga Rp 4.550 per lembar. Saham PT Bank Mandiri Persero Tbk turun 3,72 % ke Rp 5.825 per lembar dan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk turun 1,89 % ke Rp 4.670 per lembar saham. Turunnya harga saham perbankan besar saat ini, menurut Nafan, justru menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham secara bertahap. Apalagi IHSG diprediksi cenderung tumbuh positif tiga bulan ke depan, yakni hingga Agustus. (Yoga)