;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Penerbangan Domestik

30 Jul 2024

Siluet para penumpang nampak saat meninggalkan terminal kedatangan di Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (29/7/2024). Tiket penerbangan domestik untuk beberapa kota tujuan di Indonesia masih dikeluhkan masyarakat karena harganya relatif tinggi. Pemerintah saat ini berupaya melakukan efisiensi biaya penerbangan. Antara lain dengan membentuk Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional. Salah satu faktor penyebab biaya penerbangan melonjak adalah biaya operasional bandara serta biaya operasional dan non-operasional yang ditanggung  maskapai seperti avtur. Transportasi udara menjadi pilihan utama bagi masyarakat karena lebih menghemat waktu. (Yoga)

PENGELOLAAN TAMBANG, Haedar: Kami Tak Mengejar Untung

29 Jul 2024

Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan menerima tawaran pemerintah untuk mengelola tambang. Langkah serupa telah diambil Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, pengelolaan tambang oleh Muhammadiyah ini demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial. ”Kami tidak mengejar keuntungan. Karena kalau mikir diri sendiri, insya Allah Muhammadiyah sudah cukup,” kata Haedar dalam konferensi pers seusai Konsolidasi Nasional Muhammadiyah, Minggu (28/7) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Universitas Aisyiyah Yogyakarta, DI Yogyakarta. Melalui PP No 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP No 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Batubara, ormas keagamaan dapat diprioritaskan sebagai penerima penawaran izin usaha pertambangan.

KH Ulil Abshar-Abdalla mengatakan, posisi PBNU adalah menerima kebijakan pemerintah itu. NU akan mengelola tambang secara profesional (Kompas, 27/6/2024). Haedar menyatakan, Muhammadiyah ingin mewujudkan pengelolaan tambang yang tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan konflik serta disparitas sosial. Namun, ia mengakui, tidak mudah mengelola tambang yang bisa menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat dan tidak merusak lingkungan, tapi, selama ini Muhammadiyah memiliki pengalaman mengelola unit usaha di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga perhotelan. ”Maka, menjadi tantangan bagi kami jika IUP (izin usaha pertambangan) ini kami manfaatkan melalui badan usaha kami. Kami akan mengelolanya dengan cara saksama dan mengeliminasi hal-hal problematik,” ucap Haedar. (Yoga)


Festival Suara Memperkuat Pariwisata Bali

29 Jul 2024

Pergelaran Festival Suara berhasil mendatangkan ribuan turis mancanegara ke Tabanan, Bali. Tidak hanya mendatangkan musisi lokal dan internasional, festival ini juga mengajak para turis untuk mengenal sejumlah budaya Bali dengan menampilkan pertunjukan tari kecak, joged bumbung, hingga pertunjukan barong. Pengunjung dapat ikut kelas tari Bali dibimbing praktisi setempat. Tarian para penari kecak membius ratusan pengunjung yang didominasi turis mancanegara di Festival Suara, di Nuanu, Tabanan. Bali, Sabtu (27/7) sore. Warga Australia, Carlotte (28) terkesan melihat tari kecak. Suara kerincingan di kaki para penari, dinilai Carlotte, membuat tarian ini seperti diiringi musik alami.

”Saya senang. Selain melihat pertunjukan musik, saya juga belajar budaya Bali di sini. Ini ketiga kalinya saya ke Bali. Orang-orang di sini sangat ramah,” ujarnya.Festival Suara di Nuanu menampilkan pertunjukan musik dan banyak spot yang bisa dikunjungi, seperti Aurora Park, Magic Garden, dan Luna Beach Club. Warga asal Jakarta, Eka (29), sangat menikmati Festival Suara di Nuanu. Ia mengatakan tertarik dengan festival ini karena banyak disc jockey (DJ) yang tampil. ”Selain menikmati musik dan seni, saya penasaran dengan Luna Beach Club di Nuanu. Saya tahu Festival Suara dari media sosial dan teman,” kata Eka, yang membeli tiket untuk tiga hari berturut-turut.

Nuanu merupakan kota kreatif di Tabanan, Bali, dimana seni, teknologi, dan alam berpadu memberi inspirasi bagi para pengunjung. Nuanu bertujuan untuk menjadikan Bali sebagai pusat gaya hidup berkelanjutan yang menghormati nilai-nilai lokal. Founder Nuanu dan Co-founder Festival Suara, Sergey Solonin, mengatakan, melalui Festival Suara yang penuh warna dan beragam, Nuanu ingin merayakan semangat artistik dan inovasi yang diusungnya. Ia berharap, Nuanu dapat memperkuat posisi Bali sebagai destinasi kreativitas dan budaya yang menarik pengunjung dari seluruh dunia. ”Festival ini bertujuan untuk mendorong pariwisa internasional, pertumbuhan ekonomi lokal, dan inisiatif keberlanjutan,” katanya. Pengunjung Festival Suara diharapkan bisa lebih dari 4.000 orang.

Dalam festival ini ada penampilan sejumlah warisan budaya Bali, seperti pertunjukan tradisional tari kecak, joged bumbung, pertunjukan barong, serta rangda. Ada pertunjukan sejumlah artis yang berjalan dengan tiang tinggi dari Bali Circus Academy. Ada pula pemain api ”Fiery Pixie”, serta pertunjukan dari artis akrobatik dengan simpai dan kain sutra dari Moving Stars Bali. Festival Suara juga menyajikan jajaran makanan yang menawarkan berbagai macam kuliner enak, baik lokal maupun internasional, mulai dari nasi goreng, tongseng daging, siomai, hingga pho thin to dari Vietnam. Ada pasar yang menyajikan sejumlah produk hasil kerajinan tangan dan benda yang unik, mulai dari baju, kain, hingga tas. Pengunjung dapat membeli berbagai macam barang itu. Festival Suara digelar pada 26-28 Juli 2024 pada pukul 14.00 hingga pukul 00.00. (Yoga)


”Drone” di Lumbung Pangan

29 Jul 2024

Lumbung pangan Merauke, Papua Selatan, digadang-gadang mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan energi nasional. Kini, lumbung pangan itu tengah menjadi ladang uji pengembangan pertanian modern beserta varietas unggul padi dan tebu. Pemupukan menggunakan pesawat nirawak (drone) hingga budidaya tanaman pangan dengan internet untuk segala (IoT) diterapkan. Berbagai varietas padi nasional, termasuk yang tahan perubahan cuaca, ditanam. Bahkan, bibit tebu impor dari Australia turut dibudidayakan. Pada 23 Juli 2024, Kementan serta Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi menunjukkan perkembangan lumbung pangan padi dan tebu di Merauke kepada Presiden Jokowi.

Dua lokasi lumbung pangan disambangi, yakni Rice Estate Desa Telaga Sari di Distrik Kurik dan Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) tebu di Kampung Sermayam, Distrik Tanah Miring. Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah akan mengembangkan pertanian di Merauke secara bertahap. Pada tahap awal, lahan yang akan dikembangkan seluas 63.000 hektar (ha). Sekitar 40.000 ha telah dikerjakan. Pada tahap berikutnya, pemerintah menargetkan dapat menggarap 1 juta ha lahan. ”Pengembangan pertanian itu mengadopsi teknologi pertanian dan hasil  teknologi tersebut, seperti benih varietas unggul, sensor kelembaban tanah dan cuaca, drone, dan sistem pengairan otomatis,” ujarnya melalui siaran pers.

Benih padi varietas unggul yang diuji dan dikembangkan di Merauke adalah Cakrabuana Agritan. Varietas itu adaptif terhadap perubahan iklim dan memiliki produktivitas tinggi, yakni berkisar 9-10 ton per ha. Ke depan, varietas itu akan dikembangkan di sawah seluas 1 juta ha. Sekretaris Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan Haris Syahbuddin menambahkan, kementan juga menerapkan teknologi IoT, mulai dari penggunaan drone untuk memupuk tanaman padi seluas 40.000 ha serta penerapan alat pengamatan kelembaban tanah dan sistem otomatis pengairan tanaman. (Yoga)


Kinerja Ekspor Perikanan Indonesia Stagnan

29 Jul 2024

Kinerja ekspor produk perikanan Indonesia stagnan di tengah berbagai tantangan global yang terjadi sampai paruh pertama 2024. Nilai ekspor produk perikanan selama Januari sampai dengan Juni tahun ini 2,71 miliar USD atau Rp 44,3 triliun. Data Kinerja Ekspor Semester I yang dirilis KKP, Jumat (26/7) mencatat, capaian tersebut hampir sama atau stagnan dibandingkan semester I-2023, yang sebesar 2,69 miliar USD. Negara tujuan ekspor berdasarkan nilai ekspor terbesar, antara lain, AS, China, kawasan ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa. Adapun komoditas perikanan ekspor unggulan berdasarkan nilai ekspor terbesar adalah udang; kelompok tongkol, tuna, dan cakalang; kelompok cumi, sotong, dan gurita; rajungan kepiting; dan rumput laut.

Nilai ekspor tersebut masih jauh dari target ekspor 7,2 miliar USD di tahun 2024. Adapun nilai impor perikanan pada semester I-2024 turun 35 % menjadi 219,54 juta USD dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. ”Indonesia merupakan negara net eksportir produk perikanan,” ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Budi Sulistyo dalam konferensi pers secara hibrida akhir pekan lalu. Perusahaan pengolah dan pengekspor beragam produk perikanan yang terdaftar di pasar modal, seperti PT Era Mandiri Cemerlang Tbk, berharap ekspor dapat tumbuh tahun ini.

Sampai triwulan I-2024, Era Mandiri Cemerlang membukukan pertumbuhan pendapatan 15,8 % menjadi Rp 32,87 miliar, dari aktivitas ekspor yang mencapai lebih dari 95 %. Ini berdampak pada kenaikan laba 20,67 % menjadi Rp 201,89 juta dari Rp 167,30 juta pada periode sama tahun 2023. Johan Rose, direktur utama perusahaan yang tercatat di bursa dengan kode IKAN ini, menyampaikan bahwa kinerja ekspor tersebut tetap bertumbuh meskipun terjadi banyak gangguan, antara lain, konflik di Timur Tengah sejak akhir 2023, yang mengganggu jalur distribusi kapal menuju Eropa melalui Terusan Suez di Mesir. (Yoga)


Anggaran Jumbo dan Dampak Ekonomi yang Minim

29 Jul 2024

Anggaran penyelenggaraan Olimpiade Paris 2024, menurut laman resmi olympics.com mencapai 4,38 miliar USD atau Rp 71,21 triliun. Besaran anggaran penyelenggaraan Olimpiade sangat bergantung pada kesiapan fasilitas dasar dan pendukung, seperti hotel, rumah sakit, layanan transportasi, dan sebagainya, yang sudah tersedia di kota calon tuan rumah Olimpiade. Rio de Janeiro di Brasil, saat menjadi tuan rumah Olimpiade 2016 menghabiskan anggaran 23,6 miliar USD (Rp 384,77 triliun), terbesar dalam penyelenggaraan Olimpiade musim panas. Namun, anggaran pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar bukanlah satu-satunya yang perlu disiapkan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade.

The Council on Foreign Relations (CFR), mencatat banyak kota metropolitan dunia menginvestasikan jutaan USD hanya untuk mengevaluasi, mempersiapkan, dan mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Olimpiade ke IOC. Biaya perencanaan, perekrutan konsultan, pengorganisasian acara, dan perjalanan berada di kisaran 150 juta USD hingga 200 juta USD. Tokyo, Jepang, menghabiskan 225 juta USD dalam proses bidding (penawaran) untuk menjadi tuan rumah Olimpiade. Meski gagal ditunjuk sebagai tuan rumah Olimpiade 2016, Tokyo akhirnya ditunjuk dan mampu menjalani peran sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 dengan baik.

Ironisnya, delapan tahun usai penyelenggaraan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang menghabiskan miliaran USD, tingkat pemerataan ekonomi di kota ini masih rendah akibat puluhan tahun dilanda inflasi, tingginya pengangguran, kepemilikan tanah yang tidak merata, dan lemahnya sistem pendidikan. Berdasarkan kajian CFR, meroketnya biaya penyelenggaraan Olimpiade tidak berbanding lurus dengan pendapatan. Olimpiade Beijing 2008 menghasilkan pendapatan 3,6 miliar USD, padahal anggaran penyelenggaraannya berdasarkan catatan IOC mencapai 40 miliar USD.

Dalam laporan berjudul ”The Economics of Hosting the Olympic Games” yang salah satu penulisnya dari CFR, Noah Berman, dikatakan bahwa sebagian besar pendapatan penyelenggaraan Olimpiade tidak masuk ke tuan rumah. IOC sebagai komite tertinggi yang menaungi olahraga dunia menyimpan lebih dari setengah pendapatan televisi, yang biasanya merupakan bagian terbesar dari uang yang dihasilkan pertandingan.Di balik biaya penyelenggaraan Olimpiade yang meroket, ada kenyataan yang menunjukkan manfaat ekonomi dan sosial dari penyelenggaraan Olimpiade masih jauh dari setimpal dengan biaya modal yang dikeluarkan. (Yoga)


Pengembangan Industri Manufaktur Jadi Tantangan Pemerintahan Baru

29 Jul 2024

Pengembangan industri manufaktur menjadi faktor utama bagi suatu negara untuk naik kelas menjadi negara maju. Pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan menjadi presiden dan wapres Indonesia pada 20 Oktober 2024 punya PR besar mendorong industrialisasi. Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Fahmi Wibawa mengatakan, berkaca dari sejumlah negara maju, seperti Jepang dan Taiwan, mereka menjadikan negaranya sebagai produsen produk manufaktur bukan tujuan pasar.

”Dengan menjadi negara produsen, akan banyak tenaga kerja yang terserap dan alih teknologi terus berlangsung. Roda perekonomian pun berputar sehingga pertumbuhan ekonomi kian terakselerasi,” ujar Fahmi dalamdiskusi bertajuk ”Tantangan Ekonomi Politik Pemerintah Baru: Menyambut Kabinet Prabowo-Gibran” yang diselenggarakan Forum Jurnalis dan Akademisi akhir pekan lalu. Di negara maju, unsur pembentuk produk domestik bruto (PDB) ditopang oleh investasi.

Berbeda dengan Indonesia yang PDB-nya hingga kini masih disokong konsumsi rumah tangga dalam negeri. Mengutip data BPS, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan PDB triwulan pertama 2024 mencapai 54,9 %. Dari sisi produksi, menurut Fahmi, Indonesia saat ini justru sedang menunjukkan gejala deindustrialisasi, terlihat dengan pembiaran Tanah Air jadi destinasi produk impor akibat berbagai kebijakan yang kontraproduktif dengan pertumbuhan industri. (Yoga)


Anda Tertarik Membeli Mobil Listrik?

29 Jul 2024

Mobil listrik dikampanyekan sebagai kendaraan masa depan yang ramah lingkungan. Untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik, pemerintah telah mengeluarkan berbagai insentif. Reaksi masyarakat pun beragam. “Saya tertarik membeli mobil listrik karena desain interiornya. Bahkan ketertarikan saya membeli mobil listrik bertambah pada alasan lingkungan karena minim polusi, baik polusi suara maupun udara. Pajak kendaraannya terbilang lebih murah dibandingkan mobil biasa. Dengan banyaknya charging station sekarang, setidaknya di sekitar lokasi tempat tinggal, menurut saya, mobil listrik bisa diandalkan untuk pemakaian sehari-hari,” ujar Noya Zakiya (32), karyawan swasta, tinggal di Jakarta

Menurut Rizki Adam Abdullah (33) karyawan swasta, Bogor, Jabar, “Mobil listrik saat ini menarik kalau melihat price to value dengan masuknya brand China ternama dan melihat kebutuhan yang lebih sering hanya di dalam kota. Tapi berkaca dari negara maju, belum adanya kepastian soal nasib ekosistem mobil listrik ke depannya. Apa lagi, harga baterai dan inverter yang tidak murah membuat pemakaian di atas tahun kelima jadi berisiko”. ”Belum berminat beli mobil listrik sekarang, karena, fasilitas pengisian daya di luar Jabodetabek masih sedikit. Saya khawatir kalau dipakai jarak jauh karena jarak tempuh baterainya terbatas. Mobil listrik dibuat natural saja pasokan-permintaannya agar investor yang sudah berinvestasi senang, tetapi harganya juga sesuai dengan pendapatan per kapita Indonesia,” kata M Syakur Usman, pekerja media. (Yoga)


Tragedi Impor

29 Jul 2024
Diskursus tentang membanjirnya produk impor selalu menarik perhatian publik meskipun pemerintah dibawah kepemimpinan yang berbeda telah mencoba mengatasinya melalui berbagai cara. Sejak bertahun lalu, pemerintah menerapkan kebijakan larangan dan pembatasan (Lartas) impor untuk sejumlah produk yang sudah dapat diproduksi  sendiri di Tanah Air. Namun sejak bertahun lalu isu ini mengemuka kembali. Kali ini ada dua hal yang akan dikupas dalam kaitannya dengan masalah impor ini. Pertama. produk impor dituding sebagai penyebab utama industri nasional "mati suri". Bila komposisi ekspor Indonesia dari tahun ke tahun dapat dijadikan indikator, maka data dari BPS maupun data yang diolah Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa ekspor Indonesia ke dunia di dominasi oleh produk yang termasuk dalam katagori "industry". Dalam situs "Satu Data perdagangan"  yang dikelola oleh Kemendag. (Yetede)

Musim Laporan Keuangan Bakal Bawa IHSG Menguat

29 Jul 2024
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguat, yang akan ditopang kian banyaknya rilis laporan kinerja emiten untuk semester I-2024. Secara teknikal, langkah IHSG bakal menguji level resistance 7.350 setelah pada pekan lalu melemah tipis ke posisi 7.288. "Kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas, yang dipengaruhi beberapa hal seperti rilis data kinerja emiten, data ekonomi global, dan pergerakan nilai tukar rupiah," kata Senior Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily. Dengan berbagai sentimen yang ada, Didit memproyeksikan, rilis keuangan global yang akan rilis di pekan ini adalah data pekerjaan dan NFP AS, data manufaktur China. Selain itu, pelaku pasar juga akan  menanti kebijakan the Fed dalam Rapat Komite Pasar Terbuka Federal yang digelar pada 10-31 Juli nanti. (Yetede)