Ekonomi
( 40447 )Memacu Pertumbuhan dengan hilirisasi tambang
Pemerintah menjadikan hilirisasi sebagai bagian dari strategi memacu pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, pemerintah menyiapkan kebijakan guna meningkatkan kemudahan berusaha, termasuk pemangkasan perizinan pertambangan. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada pidato kunci Indonesia Mining Summit 2024, di Jakarta, Rabu (4/12) menyatakan, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah regulasi yang bakal meningkatkan investasi. Pemerintah juga sedang menyiapkan pembentukan Satgas Hilirisasi, untuk menghadirkan fleksibilitas bagi dunia usaha sehingga meningkatkan daya tarik investasi. Menteri ESDM akan menjadi ketua satgas itu. Hilirisasi, menurut Bahlil, menjadi hal penting dalam mendorong penciptaan nilai tambah komoditas.
”Tidak ada cara lain untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 %, bahkan bisa sampai 7-8 %. Salah satu mesin pertumbuhannya ialah hilirisasi,” katanya. Hilirisasi, tidak akan terbatas pada mineral dan batubara, serta minyak dan gas bumi. Namun, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan turut menjadi cakupan. Total investasi yang dibutuhkan untuk hilirisasi hingga tahun 2040 ditaksir 618 miliar USD. Sebanyak 91,7 % atau 566,7 miliar USD di antaranya di sektor minerba dan migas. Melalui Satgas Hilirisasi, hilirisasi ke depan bakal terintegrasi. ”Ini supaya izin-izinnya bisa cepat diselesaikan. Kalau tunggu amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) satu tahun, RKAB (rencana kerja dan anggaran biaya) dua tahun dan lainnya, akan sulit kita menyelesaikan penciptaan nilai tambah,” katanya.
Dorongan hilirisasi di Indonesia tidak lepas dari peningkatan nilai tambah yang didapat pada nikel. Hilirisasi berdampak besar terhadap perkembangan ekspor produk turunan nikel Indonesia. Pada 2017, ekspor produk nikel hanya 4,3 miliar USD. Setelah pemerintah menerapkan larangan ekspor bijih nikel pada 2020, ekspor produk nikel meningkat, pada 2023, angkanya melonjak menjadi 34,4 miliar USD. Bahlil menuturkan, produk nickel pig iron diarahkan untuk tidak lagi diberi tax holiday. ”Sebab, produk itu bukan lagi menjadi pionir. Jadi, kita dorong pada hilirisasi yang lebih tinggi lagi,” ujarnya. (Yoga)
China Larang Ekspor Mineral Penting ke AS
Beijing segera membatasi ekspor mineral yang vital untuk produksi semikonduktor dan peralatan militer ke AS. Pembatasan ini diumumkan sehari setelah Washington mengumumkan pembatasan ekspor semikonduktor canggih ke perusahaan China. Langkah China dinilai sebagai balasan telak atas kebijakan AS. ”Untuk menjaga kepentingan keamanan nasional dan memenuhi kewajiban internasional, seperti nonproliferasi, China memutuskan untuk memperkuat kontrol ekspor pada barang-barang penggunaan ganda yang relevan ke AS,” kata pernyataan Kemendag China yang diumumkan di Beijing, China, Selasa (3/12). Bahan-bahan yang dilarang untuk diekspor, antara lain logam galium, antimon, dan germanium. Untuk ekspor grafit, pembatasan ekspor akan dilakukan dengan peninjauan lebih ketat terkait siapa pengguna dan penggunaan akhirnya.
Grafit termasuk komponen utama untuk pembuatan semikonduktor dan kendaraan listrik. Kemendag China juga menegaskan, setiap organisasi atau individu di negara atau wilayah mana pun yang melanggar peraturan yang relevan akan dimintai pertanggungjawaban menurut hukum. Sebelumnya, Washington mengumumkan pembatasan penjualan semikonduktor canggih kepada 140 perusahaan China, di antaranya perusahaan cip China Piotech dan SiCarrier. Pembatasan itu semakin mengekang kemampuan China untuk memproduksi cip yang merupakan komponen utama pembuatan sistem persenjataan canggih dan akal imitasi (AI) atau kecerdasan buatan. Pernyataan Kemendag China menambahkan, AS telah memolitisasi dan menggunakan isu-isu ekonomi, perdagangan, dan teknologi sebagai senjata dalam pembatasan ekspor mereka.
Selama ini, China menguasai pasokan mineral penting. Menurut laporan dari Uni Eropa yang diterbitkan tahun 2024, China menyumbang 94 % produksi galium dunia pada 2023. Logam ini vital dalam pembuatan sirkuit terpadu, LED, dan panel fotovoltaik yang digunakan dalam panel surya. Tahun lalu, China menyumbang 83 % produksi germanium dunia. Logam Germanium sangat penting untuk pembuatan serat optik, teknologi inframerah, dan panel surya. China juga menyumbang 48 % suplai antimon dunia pada 2023. Antimon digunakan dalam pembuatan peluru, senjata nuklir, misil berpemandu inframerah, baterai, dan fotovoltaik atau teknologi yang mengubah sinar matahari menjadi listrik. (Yoga)
Pendanaan Konservasi butuh alternatif
Pendanaan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya konservasi sumber daya alam dan ekosistem di Indonesia. Sementara itu, anggaran yang disiapkan pemerintah dalam upaya konservasi terus menurun. Inovasi dalam pendanaan dibutuhkan untuk mengatasi tantangan tersebut. Sekretaris Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Ammy Nurwati mengatakan, pendanaan yang disiapkan oleh pemerintah melalui APBN cukup terbatas. Anggaran yang disiapkan juga menurun akibat belanja pegawai yang bertambah secara signifikan. Dari total anggaran, sebanyak 70 % digunakan untuk belanja pegawai.
”Kalau kita bicara dari besaran (anggaran) konservasi per hektar itu tidak sampai Rp 50.000 per hektar. Namun, kita tidak boleh berkecil hati karena ada alternatif pendanaan lain yang kita upayakan sebagai strategi,” katanya di sela-sela acara media gathering perayaan 10 tahun Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di Jakarta, Rabu (4/12). Saat ini, luasan kawasan konservasi di Indonesia mencapai 27 juta hektar yang terbagi atas 573 unit kawasan, termasuk cagar alam, suaka margasatwa, dan kawasan suaka alam. Adapun anggaran pemerintah melalui APBN untuk pendanaan konservasi pada 2024 sebesar Rp 1,8 triliun. Jumlah itu menurun untuk pendanaan yang direncanakan di tahun 2025 menjadi sekitar Rp 1,5 triliun. Untuk itulah, Ammy menyampaikan, adanya sumber alternatif pendanaan terus didorong agar upaya konservasi tetap berjalan dengan optimal.
Selain dari APBN, alternatif pendanaan tersebut, antara lain, melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam penggunaan APBD, kerja sama dengan mitra, serta pendanaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Kemenkeu. Ammy menambahkan, tantangan yang juga dihadapi dalam upaya konservasi, seperti pencemaran lingkungan termasuk pencemaran akibat sampah laut, aktivitas di kawasan konservasi seperti pembalakan liar (illegal logging) dan penambangan ilegal, serta persinggungan antara masyarakat dan kawasan konservasi. ”Untuk itulah, kita harus terus meningkatkan kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk menjawab berbagai tantangan yang ada, termasuk untuk meningkatkan kualitas masyarakat dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi,” tutur Ammy. (Yoga)
Investasi masih mengandalkan sektor tambang
Pemerintah menargetkan kenaikan investasi dari target Rp 1.900 triliun pada 2024 menjadi Rp 2.100 triliun pada tahun depan. Pemerintah optimistis kenaikan itu bisa dicapai dari kinerja program hilirisasi yang mayoritas disumbang sektor mineral dan batubara. Hal ini diungkapkan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidatonya di akhir acara Indonesia Mineral Summit 2024, di Jakarta, Rabu (4/12). Pertumbuhan nilai investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi karena menyumbang 18 % PDB setelah konsumsi masyarakat yang berandil lebih dari 50 %.
”Salah satu yang tentu terus dikembangkan adalah hilirisasi dan pendalaman struktur dari supply chain, mulai dari upstream, downstream, dan midstream-nya juga didorong,” tuturnya. Hilirisasi yang menjadi fokus pemerintah ada di sektor mineral dan batubara (minerba), selain minyak dan gas bumi, serta kehutanan dan kelautan. Dalam proyeksi jangka panjang Kementerian ESDM di 2040, sekitar 91 % nilai investasi hilirisasi ada di sektor minerba dengan besaran 566,7 miliar USD. Kementerian ESDM mencatat, nilai investasi sektor minerba sejak 2015 sampai 2024 sudah mencapai 56 miliar USD. Investasi tersebut juga turut mendukung produksi minerba sebagai komoditas penghasil penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terbesar senilai Rp 173 triliun hingga 2023. (Yoga)
Pemerintah Terus Mencari Cara untuk Mewujudkan Program 3 Juta Rumah Per Tahun
Prabowo Dipastikan Tarik Utang Baru Rp 775,8 Triliun Tahun Depan
Adhi Karya Buka Tol Solo-Yogya Ruas Klaten-Prambanan Dibuka untuk Nataru
Rekam Jejak Blackrock
Cari Sumber Pemasukan Lain dengan Mengesahkan RUU Perampasan Aset
Derasnya Arus Asing Masuk Pasar Saham
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









