;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Bank Pelat Merah Kuasai Pasar KPR

09 Dec 2024
Bank pelat merah terus menunjukkan dominasinya dalam penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Hingga Oktober 2024, BUMN menguasai 59,16% pasar KPR nasional dengan nilai mencapai Rp423,48 triliun. Berdasarkan data BI, penyaluran KPR industri perbankan per Oktober sebesar Rp715,82 triliun, tumbuh 10,38% dibandingkan Oktober 2023 yang senilai Rp648,47 triliun. Nilai tersebut di luar kredit pemilikan aparteman (KPA) maupun rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan) Dari realisasi tersebut, KPR yang telah dikucurkan bank persero mencapai Rp423,48 triliun, tumbuh 12,11% secara tahunan (year on year). Pertumbuhan ini juga menjadi yang terbesar dibandingkan dengan kelompok bank lainnya. Kemudian, KPR yang disalurkan bank swasta nasional (BSN) sebesar Rp 261,1 triliun, naik 8,695 (yoy) per Oktober 2024. Untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencatatkan pertumbuhan KPR 5,4% (yoy) menjadi Rp 30,67 triliun pada 10 bulan tahun ini.  Sementara itu, kantor cabang bank asing (KCBA) mencatatkan penyaluran KPR senilai Rp571 mliar, anjlok 59,76% dibandingkan periode Oktober 2023 senilai Rp1,42 triliun. (Yetede)

Hero Supermarket Resmi Ganti Nama Jadi DFI Retail Nusantara

09 Dec 2024
Pemegang saham PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) sepakat mengubah nama perseroan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk. Keputusan ini jadi salah satu langkah lanjutan dari Hero untuk fokus di unit usaha IKEA dan Guardian. Kesepakatan untuk mengubah nama perseroan diambil pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu, 4 Desember 2024 lalu. “Menyetujui pengubahan Pasal 1 Ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Nama Perseroan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 9 Desember 2024. Selain itu, pada RUPSLB tersebut, Hero resmi mengangkat Anna Hull sebagai direktur baru di perseroan. Sebelumnya, Anna Hull berkiprah di lini usaha Guardian.

Sebagai informasi, pada 19 April 2024 lalu Hero mengumumkan telah menandatangani conditional sale and purchase agreement untuk mengalihkan bisnis retail Hero Supermarket kepada PT Hero Retail Nusantara. Pengalihan bisnis Hero Supermarket bernilai Rp135 miliar sebelum pajak.Selain itu, PT Hero Retail Nusantara juga terbilang perusahaan baru. Perusahaan tersebut berdiri berdasarkan Akta Pendirian No. 31 tanggal 20 Februari 2024. Perseroan mengonfirmasi bahwa langkah yang diambil menjadi upaya untuk fokus pada bisnis Guardian Health & Beauty dan waralaba IKEA di Indonesia. “Perseroan memutuskan untuk menyempurnakan fokus bisnisnya secara eksklusif pada optimalisasi dan pertumbuhan segmen bisnis Guardian dan IKEA serta menyelesaikan peralihan dari ritel makanan,” tulis manajemen. (Yetede)

3 Contoh Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Negara Lain

09 Dec 2024
Kerjasama bilateral adalah salah satu kerjasama ekonomi internasional yang kerap dilakukan oleh Indonesia. Menjadi bagian dari masyarakat dunia, bangsa Indonesia selalu menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai negara lain, untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti diketahui, setiap negara mempunyai kondisi geografis dan sumber daya manusia yang berbeda-beda. Hal ini membuat negara tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tanpa bantuan negara lain. Faktor ini kemudian menjadi pendorong utama bagi negara-negara untuk saling bekerjasama dalam hal ekonomi secara internasional.

Mengutip dari buku Modul Pembelajaran SMA Ekonomi Kelas XI oleh Sri Nur Mulyati, terdapat beberapa jenis kerjasama ekonomi internasional. Mulai dari kerjasama ekonomi regional, multilateral, antar regional, hingga kerjasama bilateral. Lantas apa contoh kerjasama bilateral? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini. Dilansir dari laman Kementerian Perhubungan, kerjasama bilateral adalah hubungan antara dua negara yang bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Saat ini, Indonesia telah menjalin hubungan bilateral dengan 162 negara serta satu wilayah khusus non-self governing territory. Sejak memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia telah membangun hubungan luar negeri dengan berbagai negara. Selain itu, Indonesia juga telah menginisiasi berbagai forum kerja sama, baik bilateral, regional, maupun multilateral, bersama negara-negara mitra. (Yetede)


Airlangga Usulkan BRI dan BSI Jadi Bank Emas

09 Dec 2024
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI untuk menjadi bullion bank atau bank emas. Usulan itu ia sampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bullion bank merupakan bank yang menjadi tempat penyimpanan emas dan menyediakan layanan perbankan menggunakan instrumen logam mulia. Istilah bullion biasanya mengacu pada logam curah yang digunakan dalam produksi koin, dan khususnya pada logam mulia, seperti emas dan perak.
 
“Saya mengusulkan kepada OJK, setidaknya BRI yang merupakan holding Pegadaian, begitu juga BSI, bisa menjadi tuan rumah sebagai bullion bank di Indonesia,” kata Airlangga di acara SEZ Business Forum yang diadakan di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Desember 2024. Airlangga menyampaikan saat ini OJK sedang mengupayakan pembentukan bullion bank, supaya Indonesia memiliki tempat penyimpanan yang dapat mencatat nilai stok emas dan memasukkan emas ke neraca keuangan. Praktik ini, katanya, telah dilakukan di bank negara tetangga, yakni Singapura.
 
“Dulu, stok emas hanya kita taruh di gudang. Dan kita hanya mencatat tonase, bukan nilainya. Bank-bank lain, termasuk di Singapura, sudah memasukkan emasnya ke neraca mereka,” ujar Airlangga. Ini merupakan sebab Indonesia tidak mendapatkan nilai penuh dari emas yang dihasilkan dari industri manufaktur dalam negeri. Airlangga menjelaskan, industri perhiasan biasanya hanya mendapatkan biaya manufaktur, sementara proses kredensial Chartered Market Technician (CMT) dan tolling atau pemurnian emas dilakukan di Singapura.  “Jadi, kita tidak mendapatkan nilai penuh dari emas yang dihasilkan di industri manufaktur Indonesia,” ujarnya. “Saya kira ini awal mula beberapa bank akan menjadi bullion bank.” (Yetede)
 

PT Integra Indocabinet Tbk Bareng Grup Ciputra Menandatangani Perjanjian Pengembangan Tanah

09 Dec 2024
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) resmi bermitra dengan PT Ciputra Cipta Cemerlang, cucu usaha dari PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Keduanya menandatangi perjanjian mengembangkan tanah milik WOOD di Lingkar Timur, Wedoro Klurak, Sidoarjo, untuk menjadi kawasan perumahan. Direktur WOOD Wang Sutrisno mengatakan proyek ini merupakan salah satu kerja sama perusahaannya dengan Ciputra yang telah ditandatangani pada 6 Desember kemarin. Dia menyebut proyek ini akan berwujud perumahan hijau. “Ini akan menjadi salah satu proyek dengan konsep perumahan hijau dan modern yang strategis,” kata Sutrisno dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 9 Desember 2024.  Sutrisno mengatakan proyek ini juga akan mengisi kekosongan pasar kelas menengah yang mencari konsep perumahan modern dengan rentang harga yang terjangkau.

“Perumahan modern dengan rentan harga yang relatif tidak mahal,” kata dia. Dari kerja sama ini, Sutrisno mengatakan perusahannya akan mendapat potensi pendapatan maupun laba dari penjualan perumahan.  Alasan Hashim Djojohadikusumo Minta Grup Ciputra dan Lainnya Tak Ikut dalam Proyek Rumah Desa di Era Prabowo. WOOD merupakan perusahaan manufaktur furnitur dan produk kayu yang didirikan pada 1989. WOOD juga memiliki beberapa kegiatan utama yang meliputi pembuatan furnitur kayu dan produk lainnya, konsesi perhutanan, ritel, dan distribusi furnitur. Produk-produk WOOD pun telah dijual secara domestik dan diekspor ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara di Eropa. Saat ini, 85,5 persen produk WOOD diekspor, sementara hanya 14,5 persen yang dijual di pasar dalam negeri. (Yetede)

Polemik Logistik yang Mempersulit Distribusi

09 Dec 2024

Pemerintah disarankan untuk mempertimbangkan dengan cermat berbagai konsekuensi yang timbul akibat pelarangan truk dengan tiga sumbu melintas di jalur-jalur strategis selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Meskipun kebijakan ini rutin diterapkan setiap tahun, langkah tersebut dapat memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian, terutama dalam sektor ekspor dan pasokan barang, yang pada gilirannya dapat memengaruhi inflasi domestik. Mengingat kondisi ekonomi nasional yang masih dalam fase konsolidasi setelah tekanan inflasi tinggi dan tantangan perdagangan, kebijakan transportasi dan logistik yang tepat menjadi sangat penting. Pemerintah perlu memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak memperburuk situasi ekonomi dan dapat menjaga kelancaran distribusi barang serta stabilitas pasar.

Strategi Menyeimbangkan Ekspor dan Impor

09 Dec 2024

Kementerian Perhubungan dan Polri, sedang mematangkan kebijakan pembatasan operasional truk dengan tiga sumbu selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 di beberapa jalur strategis. Meskipun kebijakan ini bertujuan mengurangi kemacetan, sejumlah kalangan dunia usaha, terutama eksportir dan importir, mengkhawatirkan dampak negatifnya. Mereka menyatakan bahwa pembatasan truk sumbu tiga akan meningkatkan biaya logistik dan mengganggu aktivitas perdagangan, termasuk ekspor-impor, dengan potensi penundaan pengiriman barang dan meningkatnya biaya distribusi.

Benny Soetrisno, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), berharap pemerintah tidak melarang truk sumbu tiga, melainkan memberikan izin dengan ketentuan tertentu. Subandi, Ketua Umum GINSI, juga menyarankan agar penanganan lalu lintas selama Nataru dibedakan dari Idulfitri, karena lalu lintas cenderung lebih sepi. Iman Gandi, Sekjen ALFI, menekankan bahwa pembatasan ini dapat menaikkan biaya logistik hingga lebih dari 30%, dan mengganggu aktivitas manufaktur dan distribusi barang. Pemerintah juga sedang melakukan evaluasi untuk mengantisipasi masalah transportasi terkait pelarangan truk, meskipun fokus evaluasi saat ini lebih kepada angkutan manusia, bukan barang.

Para pelaku industri berharap agar pemerintah melakukan pengelolaan lalu lintas secara lebih efektif dan mempertimbangkan kebutuhan ekspor-impor dalam kebijakan ini.


Saham RI Masih Jadi Incaran Investor Asing

09 Dec 2024

Pasar modal Indonesia diproyeksi masih jadi salah satu emerging market yang menarik bagi investor asing dalam menempatkan portofolio investasinya di tahun depan. Ini tecermin dari optimisme sejumlah sekuritas yang memasang target tinggi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2025. Contohnya Mirae Asset Sekuritas yang memasang target IHSG pada 2025 di level 8.000. Membaiknya sejumlah indikator ekonomi domestik akan menopang IHSG. "Inflasi stabil dan daya beli masyarakat tetap kuat," kata Rully Ary Wisnubroto, Head of Research and Economist Mirae Asset Sekuritas dalam acara Investor Network Summit 2024, Kamis pekan lalu (5/12). Sebagai gambaran, Per November 2024, misalnya, inflasi Indonesia 1,55% secara tahunan, melambat dari bulan sebelumnya 1,71%. Artinya, inflasi tahunan mendekati ambang batas bawah target pemerintah, yaitu 1,5%-3,5%. Pada tahun depan, inflasi diproyeksi 2,8% dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5%. Optimisme senada juga digaungkan JPMorgan, perusahaan sekuritas asal Amerika Serikat (AS). Sekuritas ini memasang target IHSG pada level 7.900 untuk 2025. VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menambahkan, target Prabowo Subianto mendorong PDB Indonesia hingga 8% jadi daya tarik investor asing. 

"Dengan asumsi tercapainya target jangka panjang pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, maka IHSG masih memiliki peluang yang jauh lebih tinggi," ucap dia. Di sepanjang tahun 2024 berjalan, aliran dana asing ke pasar keuangan Indonesia masih deras. Hingga Jumat pekan lalu (6/12), investor asing masih melakukan aksi beli bersih alias net buy di pasar saham Indonesia sebesar US$ 1,53 miliar. Di periode sama, net buy asing US$ 2,94 miliar di pasar obligasi. Pencapaian ini mengungguli arus dana asing di pasar keuangan sejumlah negara di kawasan. Pengelola dana investasi kelas kakap asal AS ini, juga mengempit kepemilikan Chandra Asri Pacific (TPIA) sebanyak 228 juta saham atau setara 0,26%, senilai sekitar Rp 1,89 triliun. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, penurunan indeks di pasar China membuat valuasi saham di Negeri Tirai Bambu itu kian murah. Stimulus ekonomi juga jadi katalis positif bagi inflow asing ke China.

AI dan Digitalisasi Jadi Pendorong Pertumbuhan

09 Dec 2024

Sektor telekomunikasi diproyeksi bisa memulihkan pertumbuhan kinerja pada tahun depan dengan sejumlah strategi bisnis. Ini termasuk fokus ke pita lebar tetap atau kerap dikenal dengan fixed broadband (BB). Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margonis dalam riset 2 Desember 2024 mengatakan, para emiten telekomunikasi seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT) dapat memanfaatkan pasar captive dan infrastruktur yang ada untuk mengamankan trafik pengguna. Dengan strategi ini Niko bilang para emiten tersebut dapat menghasilkan pendapatan tambahan, dan memperoleh kenaikan pendapatan hingga 6% secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara terkait penggabungan EXCL dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) diharapkan menciptakan situasi oligopoli yang dapat mendukung pertumbuhan ARPU seluler yang lebih baik. Sebab persaingan di sektor seluler menjadi lebih sempit. Niko memperkirakan penggunaan artificial intelligence (AI) juga akan semakin signifikan, sehingga memicu efek berantai seiring meningkatnya kesadaran terhadap produktivitas software as a service (SaaS) dari tahun anggaran 2024 hingga 2025. Saat ini ISAT mengambil posisi terdepan dalam teknologi AI. Emiten ini juga berkomitmen mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 2 miliar- US$ 3 miliar melalui kemitraan dengan BDx. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, tren kenaikan produk fixed broadband dan margin yang tinggi menjadi katalis pendorong kinerja di sektor ini. Analis Ciptadana Sekuritas, Gani, dalam riset 19 November 2024 menjelaskan, sektor ini telah menghadapi tahun yang penuh tantangan pada 2024 dengan tren pendapatan seluler yang lemah di seluruh industri. "Karena daya beli yang lemah, dan persaingan yang lebih ketat," jelas Gani. Namun tahun depan diperkirakan sektor ini bakal pulih dengan sejumlah strategi. TLKM misalnya, menaikkan tarif Telkomsel di T-Lite dengan peningkatan tarif rata-rata 5%-6%. EXCL dan ISAT juga telah menaikkan harga di awal September sekitar 5%. Gani, Sukarno, dan Niko kompak mempertahankan peringkat overweight untuk sektor ini. Gani merekomendasikan ISAT sebagai pilihan utama dengan target harga Rp 2.240 per saham. Ia juga merekomendasikan EXCL dengan target harga Rp 2.150.

Bank-Bank Kecil Berhati-Hati Merancang Ekspansi

09 Dec 2024

Tantangan perbankan dalam menyalurkan kredit di 2025 cukup berat. Tekanan likuiditas yang masih ketat hingga saat ini diprediksi bisa berlanjut ke tahun depan dan bisa membuat ekspansi kredit tersendat. Di sisi lain, laju pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) kian seret. Persaingan perebutan dana masyarakat dengan pemerintah juga kemungkinan bakal sengit. Tantangan dalam penyaluran kredit akan lebih dirasakan bank-bank kecil. Bank kecil harus menawarkan bunga lebih tinggi untuk bisa bersaing dengan bank-bank yang lebih besar. Akibatnya, biaya dana bakal meningkat. Sejumlah bank kecil mengakui tantangan tersebut. Oleh karena itu, target pertumbuhan yang mereka pasang tahun depan berada di bawah proyeksi Bank Indonesia (BI). Bank Oke Indonesia misalnya, hanya menargetkan kredit tumbuh sebesar 10% tahun depan. Bank ini melihat peluang permintaan kredit bakal besar. Namun bank dihadapkan dengan tantangan likuiditas untuk memenuhi permintaan. 

"Tantangan likuiditas bisa saja terjadi, terutama jika dipengaruhi kondisi global," kata Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke, Jumat (6/12). Kendati begitu, para bankir menilai bukan berarti ruang pertumbuhan kredit bagi bank kecil sama sekali tertutup. Efdinal menilai, pertumbuhan permintaan kredit tahun depan terutama akan datang dari sektor infrastruktur, energi baru dan terbarukan, manufakturdan pariwisata. Untuk menghadapi tantangan penyaluran kredit, Bank Oke akan melakukan diversifikasi produk dan portofolio. Bank dengan kode saham DNAR ini juga akan lebih fokus ke sektor yang memiliki risiko lebih rendah agar kualitas aset tetap terjaga, serta fokus memperkuat penyaluran kredit ke UMKM. Bank BJB juga melihat potensi permintaan kredit tahun depan masih besar. Kendati begitu, bank daerah ini memilih memasang target ekspansi konservatif di tengah tantangan likuiditas. Bank ini menargetkan penyaluran kredit tumbuh 7%-8%. Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi yakin Bank BJB bisa menjaga pertumbuhan kinerja. Alasannya, bank ini memiliki captive market yang kuat, yakni ekosistem keuangan daerah.