;
Kategori

Ekonomi

( 40447 )

Ketatnya Likuiditas Membayangi Ekspansi Bisnis

07 Dec 2024
Tantangan likuiditas perbankan di tahun 2025 diperkirakan meningkat seiring dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel hingga 42,2% dari tahun sebelumnya, dengan target penerbitan mencapai Rp 140 triliun–Rp 180 triliun. Kondisi ini berpotensi membuat pemerintah dan perbankan bersaing dalam menarik dana masyarakat, yang dapat memperlambat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, mengakui bahwa peningkatan penyerapan dana masyarakat ke instrumen SBN dan Bank Indonesia (BI) dapat menyulitkan bank untuk melakukan ekspansi kredit. Ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam ekspansi agar sejalan dengan pertumbuhan DPK.

Ita Tetralastwati, SEVP Tresuri BNI, menambahkan bahwa BNI akan menggenjot dana murah melalui layanan digital, optimalisasi produk tabungan, serta memanfaatkan instrumen surat berharga likuid sebagai cadangan likuiditas.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, menekankan pentingnya kreativitas perbankan dalam mencari sumber likuiditas alternatif. Ia juga melihat bahwa insentif likuiditas makroprudensial dari BI dapat membantu perbankan menjaga stabilitas likuiditas.

Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan OK Bank, mengungkapkan bahwa imbal hasil SBN yang tinggi akan menarik banyak dana masyarakat, sehingga bank perlu mengerem ekspansi kredit jika likuiditas tetap ketat. Hal ini bisa memengaruhi kinerja bank secara keseluruhan. Perbankan disarankan untuk mengupayakan berbagai alternatif pendanaan guna mengatasi tantangan tersebut.

Kerugian Asuransi Melonjak akibat Bencana Alam

07 Dec 2024

Perusahaan asuransi global diperkirakan akan membayarkan klaim senilai lebih dari US$ 135 miliar atau setara Rp 2,13 kuadriliun sepanjang tahun 2024 akibat bencana alam. Menurut laporan Swiss Re Institut, bencana alam seperti banjir, badai, dan angin topan diperkirakan akan menyebabkan peningkatan kerugian bagi industri asuransi tahun ini sebesar 17% dari tahun sebelumnya. Kerugian yang harus ditanggung perusahaan asuransi itu sekitar 43,5% dari total perkiraan kerugian ekonomi global tahun ini yang disebabkan oleh bencana alam, yakni sebesar US$ 310 miliar. Swiss Re Institute mengatakan, total kerugian ekonomi global itu diprediksi meningkat sebesar 6% dibandingkan tahun lalu karena semakin banyaknya korban perubahan iklim. Selain karena meningkatnya risiko bencana alam, kenaikan kerugian perusahaan asuransi juga didorong kenaikan inflasi hingga kenaikan biaya pembangunan kembali properti. Musibah banjir besar di Eropa dan Timur Tengah mengakibatkan nilai kerugian yang diasuransikan di kawasan itu mendekati US$ 13 miliar. Dari jumlah itu, US$ 10 miliar diatribusi ke Eropa. Dengan meningkatnya risiko bencana alam dan tingkat inflasi, Swiss Re Institute melihat kerugian yang diasuransikan akan terus naik 5%-7% per tahun. Pemanasan global mengakibatkan cuaca ekstrem lebih sering terjadi. Kondisi itu buntut dari suhu tinggi dan efek dari panas ekstra di atmosfer dan laut.

Menukar Utang Indonesia dengan ”Pensiunkan” PLTU Batubara

07 Dec 2024

Utang Indonesia Rp 94,8 triliun bakal jatuh tempo pada 2025 dan diperkirakan mencapai 45 % total APBN. Indonesia bisa memanfaatkan bantuan pendanaan iklim baru melalui debt swap atau pertukaran utang dengan syarat mau memensiunkan pembangkit listrik batubara. Dalam rangka memberikan solusi percepatan penutupan PLTU batubara tanpa mengganggu APBN, Center of Economic and Law Studies (Celios) menerbitkan kertas kebijakan berjudul ”Pertukaran Utang dengan Pemensiunan PLTU Batubara: Manuver Fiskal dalam Mendukung Ambisi Transisi Energi”. Laporan ini menawarkan solusi inovatif berupa skema debt swap untuk ”memensiunkan” PLTU batubara secara bertahap. Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara, Jumat (6/12) mengatakan, skenario debt swap merupakan cara negara maju membayar utang iklimnya kepada negara berkembang seperti Indonesia.

”Indonesia, punya Rp 94,8 triliun utang berbentuk pinjaman (loan) yang akan jatuh tempo pada 2025, dan utang ini kepada negara maju dan lembaga multilateral. Jadi, Menkeua dan Menteri ESDM bisa buka ruang negosiasi utang untuk ditukar menjadi dana 'pensiun' PLTU batubara,” kata Bhima. Konferensi Perubahan Iklim (COP29) di Baku, Azerbaijan, bulan lalu telah menyepakati skema pendanaan baru New Collective Quantified Goals (NCQG). Dengan skema ini, negara maju wajib membantu pendanaan 300 miliar USD atau Rp 4.800 triliun per tahun kepada negara berkembang. Bantuan pendanaan ini diharapkan berbentuk skema di luar pinjaman baru, salah satunya pertukaran utang. Skema pendanaan ini, menurut Celios, dapat membantu mempercepat transisi energi di Indonesia. (Yoga)


Pemerintah meminta Apple Inc berinvestasi 1 miliar USD

07 Dec 2024

Sebagai korporasi global, Apple Inc ingin memasarkan ponsel cerdas terbarunya, iPhone 16, sebanyak-banyaknya termasuk ke Indonesia. Sementara Pemerintah Indonesia melarang pemasaran ponsel pintar itu di Tanah Air. Alasannya, Apple Inc belum memenuhi kewajiban tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Sebagai kompromi, Apple Inc semula menawarkan investasi 100 juta USD di Indonesia. Namun, tawaran ini dianggap terlalu kecil sebagai ”barter” kewajiban TKDN yang tak terpenuhi. Sebagai gantinya, Pemerintah Indonesia baru-baru ini meminta Apple Inc berinvestasi 1 miliar USD. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani bahkan dikabarkan telah mengingatkan Apple Inc agar segera merespons permintaan investasi dari Pemerintah Indonesia itu.

Dia memberikan tenggat satu minggu bagi Apple untuk memberikan tanggapan. Rosan memberikan pernyataan pada 3 Desember 2024. Artinya, tenggat itu akan jatuh pada 10 Desember 2024. Dalam situasi itu, permintaan ponsel iPhone 16 tetap tinggi. Keran impor masih tertutup, barang masuk secara ilegal. Akhir November 2024, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu mengungkap penyelundupan 102 ponsel iPhone, termasuk dalam barang bukti adalah iPhone 16. Barang tersebut dibawa dari Batam ke Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Fenomena ini lantas menimbulkan perdebatan publik mengenai seberapa urgen pemberlakuan TKDN ponsel untuk industri manufaktur dalam negeri. (Yoga)


NATAL DAN TAHUN BARU Penerbangan Domestik Turun, Penerbangan Internasional Naik

07 Dec 2024

Jumlah penerbangan domestik pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025 di 37 bandara yang di kelola InJourney diperkirakan turun dibandingkan periode yang sama pada 2023/2024. Sebaliknya, jumlah penerbangan internasional naik. Dirut PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Maya Watono dalam konferensi di Jakarta, Jumat (6/12) mengatakan, rata-rata 157 juta penumpang tercatat di seluruh bandara di Indonesia dalam setahun. Natal danTahun Baru menjadi puncak pergerakan masyarakat di bandara. Ia mengestimasi kenaikan pergerakan penumpang 4,5-5 % pada masa tersebut ketimbang periode reguler. Pada periode sama, jumlah pergerakan penumpang internasional sekitar 2,2 juta penumpang dengan peningkatan 23 %.

Sebaliknya, pergerakan domestik pada masa itu mencapai 6 juta penumpang. ”Kami juga mempersiapkan bandara kami, 37 bandara kami akan beroperasi selama 24 jam. Pengaturan selama 24 jam ini mulai selama 18 hari, dari 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025,” ujar Maya. Meski demikian, Maya memberikan catatan, jumlah pergerakan pesawat domestic di bandara yang dikelola InJourney selama Natal dan Tahun Baru 2024/2025 diproyeksikan turun 2,84% dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya. Sebaliknya, jumlah pergerakan pesawat internasional diproyeksi naik 15,4 % dibandingkan periode tahun sebelumnya. (Yoga)


Kesejahteraan Finansial sebagai Pegawai

07 Dec 2024

Berdasarkan laporan PwC Employee Wellness Survey pada tahun 2023 silam, pegawai yang mengalami kondisi stres akibat masalah finansial umumnya akan mengalami gejala seperti kesulitan tidur, gangguan kesehatan mental, gangguan rasa percaya diri, penurunan kesehatan fisik terutama terkait masalah pencernaan, dan memburuknya hubungan keluarga. Padahal, seorang pegawai bekerja utamannya karena ingin mencapai kesejahteraan finansial,dimana seseorang merasa aman secara finansial dan mental. Pegawai memiliki keamanan finansial dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan, mencakup faktor-faktor seperti tersedianya dana darurat dan tabungan pensiun, rasio utang terhadap pendapatan yang terkendali, serta kemampuan berinvestasi untuk masa depan finansial.

Ada empat tingkatan kesejahteraan finansial. Pertama, financial survival, yaitu bagaimana seseorang memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan minimum, seperti biaya hidup dasar, makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Kondisi ini umum dialami oleh pekerja yang memiliki penghasilan UMR atau pekerja yang baru bekerja.  Oleh sebab itu, memiliki anggaran bulanan dan kemampuan untuk mengendalikan diri adalah hal penting. Kedua, financial security, yaitu kondisi saat seorang pegawai mampu untuk menutupi biaya hidup dasar bulanan ataupun tahunan. Pegawai me miliki simpanan uang untuk keadaan darurat dan mulai dapat menabung untuk membuat tujuan keuangan masa depan. Ketiga, financial flexibility, yaitu kondisi yang memungkinkan seorang pegawai berbuat lebih banyak dengan uang yang dimiliki.

Keempat, financial freedom, yaitu kondisi saat pegawai memiliki level kesejahteraan finansial tertinggi. Bila pegawai telah mencapai tingkatan ini, mereka memiliki cukup tabungan, investasi, dan uang tunai untuk menjalani kehidupan yang lebih dari layak. Sumber daya keuangan juga cukup untuk melakukan apa yang diinginkan dengan keluarga, karier, dan masa depan. Untuk dapat menaiki tangga kesejahteraan finansial, penting untuk memiliki pola pikir dan gaya hidup yang sederhana. Dengan kesederhanaan, seorang pegawai akan tidak boros dalam pengeluaran, tetapi juga tidak pelit dalam mengatur penghasilan. Keseimbangan antara pengeluaran masa kini, masa depan, dan masa sulit merupakan kondisi yang senantiasa akan menjadi prioritas. Oleh sebab itu, menjauhkan diri dari pola hidup konsumtif, bahkan menghindari pinjaman daring untuk menaikkan taraf hidup, adalah salah satu kuncinya. (Yoga)


Peningkatan Peran Investasi dalam Perekonomian

06 Dec 2024

Struktur ekonomi Indonesia bergantung pada empat komponen utama: konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan impor. Hingga kuartal III/2024, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi, dengan kontribusi mencapai 53,08%. Namun, tekanan terhadap konsumsi rumah tangga meningkat akibat menurunnya daya beli masyarakat, penurunan kelas menengah, serta perubahan dari sektor formal ke informal. Untuk mengatasi hal ini, sektor investasi menjadi komponen penting yang dapat diandalkan. Kontribusi investasi terhadap PDB sedikit meningkat pada kuartal III/2024, mencapai 29,75%. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama bagi investor asing, dengan potensi investasi yang luas di sektor mineral, perkebunan, perikanan, dan kelautan, yang dapat dimaksimalkan melalui hilirisasi. Namun, tantangan bagi pemerintah adalah mengatasi hambatan yang dapat mengurangi minat investor. Upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Mobilitas Nasional Diprediksi Capai 110 Juta Orang

06 Dec 2024

Periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), pergerakan masyarakat diproyeksikan mencapai 110,67 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 2,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan, menyebutkan bahwa pergerakan ini terbagi menjadi perjalanan antar-provinsi sebanyak 55,86 juta orang dan dalam provinsi sebanyak 54,81 juta orang. Daerah dengan pergerakan masyarakat tertinggi adalah Jawa Timur, diikuti oleh Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, dan Sumatra Utara. Mobil menjadi moda transportasi yang paling banyak dipilih, diikuti sepeda motor, bus, kereta api, dan pesawat terbang. Korlantas Polri akan fokus pada pengelolaan arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan serta memastikan keamanan masyarakat selama perjalanan.


Ekonomi Indonesia Masih Tertinggal dari Vietnam

06 Dec 2024
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diproyeksikan berada di kisaran 5%-5,3%, meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan eksternal seperti perlambatan permintaan global, penurunan harga komoditas, dan ketidakpastian geopolitik. Menurut Enrico Tanuwidjaja, ASEAN Economist UOB Indonesia, perekonomian Indonesia akan tetap bertumbuh positif dengan proyeksi 5,3%, didukung pemulihan perdagangan elektronik, arus investasi asing, dan sektor pariwisata. Namun, pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan Vietnam (6,6%) dan Filipina (6,5%).

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menyoroti risiko eksternal seperti kebijakan proteksionis AS dan penurunan harga komoditas utama Indonesia, seperti minyak mentah, batubara, dan CPO. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,15% pada 2025, yang masih akan didorong konsumsi rumah tangga dan investasi.

Kedua ekonom sepakat bahwa pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor. Hal ini bisa dilakukan melalui kebijakan fiskal yang proaktif, penguatan diversifikasi ekspor, serta upaya menarik investasi asing demi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Anak Usaha Jadi Penopang Utama Kinerja Induk

06 Dec 2024
Mayoritas anak usaha emiten tambang dan energi mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III-2024, yang turut menopang performa induk usahanya. Misalnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 231,30% (yoy) menjadi US$ 108,47 juta, didukung kenaikan produksi dan harga jual emas. Menurut Agus Projosasmito, Direktur Utama BRMS, peningkatan kinerja ini juga membantu menjaga pendapatan konsolidasi induknya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang menghadapi penurunan penjualan batubara.

Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 1.044,26% (yoy) menjadi US$ 717,11 juta, dengan kontribusi signifikan terhadap induknya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Laba bersih dari AMMN ke MEDC mencapai US$ 129 juta.

Menurut Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas, solidnya kinerja anak usaha didukung diversifikasi dan ekspansi induk usaha. Analis Arinda Izzaty Hafiya dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kenaikan harga komoditas, terutama emas, juga menjadi katalis utama. Contohnya, PT Petrosea Tbk (PTRO), yang walaupun labanya menyusut, tetap agresif memperluas kontrak baru.

Dalam hal rekomendasi saham, Muhamad Heru Mustofa dari Phintraco Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk AMMN dengan target Rp 9.950–Rp 10.200 dan buy on support untuk BRMS pada Rp 446–Rp 450. Selain itu, Rizal Nur Rafly dari Panin Sekuritas menjagokan ADMR dengan target harga Rp 1.800.

Kinerja gemilang anak usaha ini mencerminkan strategi diversifikasi dan optimalisasi segmen non-inti yang berhasil dilakukan emiten induk di tengah volatilitas industri tambang dan energi.