Adaptasi Pekerja di Industri Teknologi yang Terus Terdisrupsi
Berdasarkan pengalaman Tiktok GM Content Operation Southeast Asia, Angga Anugerah Putra, bekerja di mana pun, apalagi di industri teknologi yang perubahannya cepat, sikap dan mentalitas utama yang harus dimiliki oleh pekerja adalah always day one. Ini adalah kemampuan untuk selalu siap menyesuaikan dan bergerak lincah. ”(Perubahan) industri berjalan cepat. Cepat sekali. Kalau tidak agile akan ketinggalan,” ucapnya, Selasa, di Jakarta. Tren konten dan produk budaya apa pun yang terjadi bulan sekarang mungkin tidak pernah ada pada bulan berikutnya. Ketika mendapatkan tantangan baru, ada kemungkinan membuka sesuatu penemuan baru.
Sebelum menjabat GM Content Operation Southeast Asia, Angga mengawali kariernya di bidang penjualan di majalah milik salah satu grup perusahaan media nasional di Jakarta, dia sempat bergeser mengerjakan urusan komunikasi marketing. Di tempat kerja itu, dia bekerja dari 2009 hingga 2017. Selama periode dia bekerja di sana, adopsi media sosial mulai booming di Indonesia. Konten media sosial yang berbentuk video pun mulai memikat masyarakat sehingga lahirlah generasi kreator video awal, seperti SkinnyIndonesia24, Fathia Izzati, Reza Arap, dan Eka Gustiwana. Kala itu, dia melihat berbagai platform tersebut saling melengkapi.
Majalah yang berbasis teks memberikan kedalaman, sedangkan media sosial menyediakan kebaruan informasi. Dari terpapar dunia video media sosial, Angga menemukan perjalanan kariernya sampai sekarang. Setelah memutuskan mengundurkan diri dari grup perusahaan media nasional itu, pijakan pertama yang dia pilih langsung berkarier di industri yang tidak jauh dari konten kreatif, seperti video. Selama setahun dia bekerja di FamousID Network (MCN), perusahaan memberdayakan kreator, menciptakan koneksi, dan membantu merek untuk membuat kampanye video yang sukses.
Periode 2017-an, ekosistem media sosial beserta pendukungnya mulai terbentuk. Saat itulah dia langsung berpikir sepertinya video akan menjadi industri masa depan. ”Konsisten untuk selalu memberikan kerja terbaik (trying out my best) dan konsisten untuk selalu mau bertumbuh. Kalau saya refleksi ke diri saya mengapa sampai Tiktok memercayakan posisi ini, mungkin karena saya dan tim di Indonesia melakukan pekerjaan dengan usaha terbaik,” katanya. Konsistensi mengusahakan yang terbaik dalam pekerjaan, meski di tengah perusahaan industri yang cepat, pada akhirnya akan membuka peluang baru bagi pekerja. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023