Ekonomi
( 40733 )Akankah emas tergantikan oleh bitcoin
Begitu harga bitcoin mencapai 100.000 USD atau Rp 1,6 miliar, berbagai media mencatatnya sebagai sejarah. Mereka kemudian membahas masa depan aset kripto ini. Salah satu yang muncul adalah apakah kelak bitcoin bisa menggantikan emas sebagai store of value? Bitcoin yang baru saja untuk pertama kalinya mencapai nilai sebesar itu merupakan tonggak bagi sejarah aset kripto. Lembaga riset Bernstein menyebutkan, capaian ini menempatkannya di jalur untuk menggantikan emas sebagai penyimpan nilai teratas dalam ekonomi dunia, kata Bernstein. ”Keyakinan kami pada bitcoin melampaui sebuah siklus yang tidak menentu,” kata Managing Director and Senior Analyst, Global Digital Assets di Bernstein, Gautam Chhugani seperti dikutip laman Business Insider. Ia memperkirakan bitcoin terus naik setidaknya hingga akhir 2025.
Menurut Investopedia, store of value pada dasarnya adalah aset, komoditas, atau mata uang yang dapat disimpan, diambil kembali, dan dipertukarkan di masa mendatang tanpa mengalami penurunan nilai. Dengan kata lain, untuk masuk ke dalam kategori ini, barang yang diperoleh harus, seiring berjalannya waktu, bernilai sama atau lebih tinggi. Emas dan logam lainnya adalah contoh komoditas store of value karena masa simpannya pada dasarnya bersifat abadi. Bagi investor, aset berbunga seperti obligasi Treasury AS (T-bond) juga memenuhi syarat karena mempertahankan nilainya sambil menghasilkan pendapatan. Intinya, orang yang memegang aset tersebut tidak akan cemas karena tidak terjadi penurunan nilai. Apakah kemudian bitcoin benar-benar bisa menggantikan emas. Aset kripto memang telah melonjak sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden di AS. Berbagai pengakuan dan penerimaan dari institusi finansial turut menyebabkan aset kripto makin mendapat tempat. (Yoga)
Angkat Potensi Ekonomi Lokal dengan Festifal Pesona Minangkabau
Festival Pesona Minangkabau yang dihelat pada 5-8 Desember 2024 di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, tidak hanya menampilkan pergelaran seni dan budaya, tetapi juga mengangkat potensi ekonomi lokal. Bazar dalam festival menjadi etalase memperkenalkan produk-produk lokal. Festival Pesona Minangkabau 2024 yang masuk daftar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipusatkan di IstanoBasa Pagaruyung. Selain itu, sejumlah kegiatan juga diadakan di Lapangan Cindua Mato dan nagari-nagari sekitar. Di Istano Basa Pagaruyung, festival dihadiri ratusan pengunjung yang datang silih berganti. Selain pergelaran seni dan budaya, festival juga menghadirkan bazar kuliner dan kerajinan lokal, termasuk produk potensial dari setiap kecamatan di Tanah Datar. Stan Kecamatan Rambatan, Sabtu (7/12) misalnya, menghadirkan produk-produk potensial dari nagari-nagari, seperti kuliner pongek Simawang dan palai bilih Singkarak serta kerajinan ”baju milik” dari Nagari Padang Magek.
”Kehadiran stan kami di sini diharapkan membuat orang lebih mengenal produk lokal unggulan dari Kecamatan Rambatan. Kalaupun festival usai, peminat bisa mencarinya di pasar-pasar sekitar Tanah Datar,” kata koordinator stan Kecamatan Rambatan, Dayantos, Sabtu siang. Di stan Kecamatan Sungayang, sejumlah produk lokal yang dijual, antara lain, gula merah enau, buah tab/kolang-kaling, keripik singkong, dan nasi boka/bekal. Produk-produk tersebut dijual dengan rentang harga Rp 10.000-Rp 20.000. ”Nasi boka itu nasi bekal yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk pergi ke sawah atau berburu. Isinya khas, ada telur, ikan sapek (sepat), jengkol, tempe dengan lado (cabai) merah. Biasanya dijual di Banda Gadang,” kata petugas stan Kecamatan Sungayang, Lia Pramita Indah Tiara (37). (Yoga)
Arus Deras Modal ke Pasar Saham
Arus modal ke pasar saham yang deras membuat IHSG BEI menguat tajam hingga 3,78, dari 7.114 ke 7.383 pada pekan pertama Desember 2024. Kondisi ini diyakini bakal berlanjut di tiga minggu tersisa 2024, seiring banyaknya sentimen positif yang masuk ke pasar, mulai dari window dressing, stabilitas ekonomi dalam negeri, arah kebijakan The Fed. hingga santa claus rally. "Aksi borong sama oleh investor diprediksi makin deras di tiga minggu terakhir tahun 2024. Hal ini di dorong oleh meningkatnya minat (investor) pada saham-saham unggulan, seiring dengan momentum window dressing dan santa claus rally," kata FOunder Stocknow.id Hendra Wardana. Hendra mengungkapkan, fundamental ekonomi Indonesia yang stabil dan prospek pertumbuhan positif di tahun depan, memberikan landasan kuat bagi investor asing untuk kembali masuk pasar di penghujung tahun ini. (Yetede)
Bank Pelat Merah Kuasai Pasar KPR
Hero Supermarket Resmi Ganti Nama Jadi DFI Retail Nusantara
3 Contoh Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Negara Lain
Airlangga Usulkan BRI dan BSI Jadi Bank Emas
PT Integra Indocabinet Tbk Bareng Grup Ciputra Menandatangani Perjanjian Pengembangan Tanah
Polemik Logistik yang Mempersulit Distribusi
Pemerintah disarankan untuk mempertimbangkan dengan cermat berbagai konsekuensi yang timbul akibat pelarangan truk dengan tiga sumbu melintas di jalur-jalur strategis selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Meskipun kebijakan ini rutin diterapkan setiap tahun, langkah tersebut dapat memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian, terutama dalam sektor ekspor dan pasokan barang, yang pada gilirannya dapat memengaruhi inflasi domestik. Mengingat kondisi ekonomi nasional yang masih dalam fase konsolidasi setelah tekanan inflasi tinggi dan tantangan perdagangan, kebijakan transportasi dan logistik yang tepat menjadi sangat penting. Pemerintah perlu memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak memperburuk situasi ekonomi dan dapat menjaga kelancaran distribusi barang serta stabilitas pasar.
Strategi Menyeimbangkan Ekspor dan Impor
Kementerian Perhubungan dan Polri, sedang mematangkan kebijakan pembatasan operasional truk dengan tiga sumbu selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 di beberapa jalur strategis. Meskipun kebijakan ini bertujuan mengurangi kemacetan, sejumlah kalangan dunia usaha, terutama eksportir dan importir, mengkhawatirkan dampak negatifnya. Mereka menyatakan bahwa pembatasan truk sumbu tiga akan meningkatkan biaya logistik dan mengganggu aktivitas perdagangan, termasuk ekspor-impor, dengan potensi penundaan pengiriman barang dan meningkatnya biaya distribusi.
Benny Soetrisno, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), berharap pemerintah tidak melarang truk sumbu tiga, melainkan memberikan izin dengan ketentuan tertentu. Subandi, Ketua Umum GINSI, juga menyarankan agar penanganan lalu lintas selama Nataru dibedakan dari Idulfitri, karena lalu lintas cenderung lebih sepi. Iman Gandi, Sekjen ALFI, menekankan bahwa pembatasan ini dapat menaikkan biaya logistik hingga lebih dari 30%, dan mengganggu aktivitas manufaktur dan distribusi barang. Pemerintah juga sedang melakukan evaluasi untuk mengantisipasi masalah transportasi terkait pelarangan truk, meskipun fokus evaluasi saat ini lebih kepada angkutan manusia, bukan barang.
Para pelaku industri berharap agar pemerintah melakukan pengelolaan lalu lintas secara lebih efektif dan mempertimbangkan kebutuhan ekspor-impor dalam kebijakan ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









