;

Efisiensi Distribusi Jadi Andalan Pertumbuhan

Ekonomi Hairul Rizal 03 Dec 2024 Kontan
Efisiensi Distribusi Jadi Andalan Pertumbuhan
Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan didorong oleh peningkatan impor liquefied natural gas (LNG) untuk mengimbangi penurunan produksi gas pipa domestik. PGAS berencana mengimpor sekitar 40-50 kargo LNG pada 2025, yang akan berkontribusi pada defisit perdagangan gas yang diperkirakan mencapai US$ 2 miliar. Peningkatan biaya distribusi LNG ini memungkinkan PGAS mengenakan biaya yang lebih tinggi, meskipun ada potensi risiko intervensi pemerintah.

Ryan Winipta, analis Indo Premier Sekuritas, menyoroti potensi pendapatan dan volume distribusi yang kuat dari PGAS, berkat tambahan kargo LNG pada kuartal IV-2024, yang dapat mengimbangi penurunan dari gas pipa. Namun, risiko tetap ada pada penurunan pendapatan dari bisnis transmisi dan Saka Energi.

Rizal Rafly, analis Panin Sekuritas, mengungkapkan bahwa PGAS juga berperan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendukung transisi energi menuju target net zero emission 2060. Analis memberikan rekomendasi berbeda untuk PGAS, dengan Arnanto Januri dari JP Morgan Sekuritas mempertahankan peringkat netral dan target harga Rp 1.370 per saham, Ryan menyarankan hold dengan target harga Rp 1.500 per saham, sementara Rizal Rafly merekomendasikan beli dengan target harga Rp 1.900 per saham.
Download Aplikasi Labirin :