;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Lemahnya Daya Beli Ancam Sektor Retail

14 Jun 2025
Kinerja penjualan eceran Indonesia pada April 2025 mengalami kontraksi sebesar 5,1% secara tahunan, meski Bank Indonesia (BI) memproyeksikan akan tumbuh 2,6% pada Mei 2025, didorong oleh momentum libur panjang dan peningkatan penjualan di sektor makanan, rekreasi, serta perlengkapan rumah tangga.

Namun demikian, penurunan optimisme konsumen menjadi sinyal peringatan. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dari 121,7 di April menjadi 117,5 di Mei, mencerminkan kekhawatiran masyarakat, khususnya kelompok usia di atas 30 tahun dan kelas menengah bawah, terhadap kondisi ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan bahwa tren konsumsi masyarakat menunjukkan kehati-hatian, tercermin dari rasio konsumsi terhadap pendapatan yang menurun menjadi 74,3%, menandakan meningkatnya preferensi menabung. Ia memprediksi perbaikan penjualan eceran akan terjadi pada semester II 2025 karena adanya faktor musiman seperti libur sekolah dan strategi diskon ritel, namun tetap bersifat moderat dan hati-hati.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menekankan bahwa pemulihan ini belum agresif dan harus dibaca secara hati-hati karena kontraksi April juga dipengaruhi oleh anomali statistik dari basis perbandingan tinggi tahun lalu (karena Idulfitri jatuh di April 2024). Rizal juga mengingatkan bahwa penurunan IKK adalah sinyal kehati-hatian masyarakat dalam membelanjakan uangnya karena risiko ekonomi yang meningkat.

Rizal menyarankan agar pemerintah memberi perhatian khusus kepada kelompok menengah bawah melalui stimulus konsumsi yang terarah, insentif fiskal berbasis kebutuhan, serta program bantuan sosial langsung. Selain itu, pelaku ritel diminta untuk mengadaptasi strategi dengan fokus pada produk kebutuhan pokok yang relevan dengan kondisi ekonomi konsumen.

Kecurangan Jadi Ancaman Serius Bagi Asuransi Kesehatan

14 Jun 2025
Ekosistem asuransi kesehatan di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat fraud yang diperkirakan mencapai 5% dari total klaim, atau setara Rp 1,5 triliun dari klaim Rp 28,6 triliun pada tahun 2024. Kepala Eksekutif Pengawas OJK, Ogi Prastomiyono, menyebut bahwa praktik kecurangan ini dilakukan melalui penyalahgunaan tindakan medis atau penggunaan dokumen palsu.

Sebagai langkah penanggulangan, OJK telah merilis Surat Edaran OJK No. 7 Tahun 2025, yang mewajibkan perusahaan asuransi kesehatan meningkatkan kapabilitas medis, termasuk mempekerjakan dokter dan membentuk Dewan Penasihat Medis, serta memperkuat akses digital untuk mendeteksi indikasi fraud lebih dini.

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, menyarankan agar seleksi risiko dilakukan lebih ketat, misalnya melalui medical check-up yang lebih menyeluruh dan pemanfaatan teknologi digital saat proses verifikasi klaim. Hal ini sejalan dengan pandangan Wayan Pariama dari AAUI, yang mendorong penggunaan jasa pihak ketiga untuk membantu identifikasi klaim mencurigakan.

Namun demikian, pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai pendekatan OJK belum cukup menyeluruh. Ia mengingatkan bahwa fraud sering kali merupakan kolaborasi antara banyak pihak dalam ekosistem, bukan hanya nasabah. Ia meminta OJK dan industri asuransi tidak hanya menyasar nasabah, melainkan juga memperketat pengawasan internal perusahaan asuransi.

Irvan juga menyoroti bahwa narasi inflasi medis yang mendorong kenaikan premi seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan ke nasabah, apalagi jika sebagian disebabkan oleh praktik di internal perusahaan asuransi itu sendiri.

Efektivitas kebijakan penanggulangan fraud ini sangat bergantung pada pendekatan holistik, yang tidak hanya membebankan tanggung jawab pada nasabah, tetapi juga mengoreksi tata kelola internal perusahaan dan peran regulator secara menyeluruh.

Di Tengah Ketidakpastian, Analisis Manual Kembali Dilirik

14 Jun 2025
Kinerja hedge fund sepanjang tahun 2025 menunjukkan kontras tajam antara strategi berbasis algoritma dan strategi makro berbasis penilaian manusia. Hedge fund algoritmik dan trend-following mengalami tekanan signifikan akibat gejolak pasar yang tidak menentu, terutama disebabkan kebijakan ekonomi agresif Presiden AS Donald Trump, termasuk kebijakan tarif yang mendadak.

Menurut laporan Societe Generale yang dilansir Reuters, hedge fund seperti Systematica, Transtrend, dan Aspect Capital, yang mengandalkan algoritma dan strategi mengikuti tren pasar, mengalami kerugian besar hingga akhir Mei 2025, masing-masing turun sekitar 18,5%, 16,3%, dan 15%. Gwyn Roberts, Head of Manager Relations di PivotalPath, menjelaskan bahwa volatilitas ekstrem membuat algoritma gagal mengikuti tren pasar yang cepat berubah, sehingga tidak dapat mengambil posisi yang tepat waktu.

Sebaliknya, hedge fund dengan strategi makro diskresioner (discretionary macro)—yang mengandalkan analisis manusia—justru mencatat kinerja positif. Rokos Capital Management menghasilkan return 9,5%, EDL Capital mencatatkan keuntungan impresif sebesar 24%, dan Alpha Strategies milik Brevan Howard naik 4,32% di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Rata-rata, hedge fund makro berbasis manusia membukukan keuntungan tahunan sebesar 9,6% sejak 2001, lebih tinggi dibandingkan fund berbasis tren. Hal ini menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas dan penilaian manusia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan kebijakan yang dinamis.

Dengan demikian, peran tokoh seperti Donald Trump menjadi katalis utama pergerakan pasar yang sulit ditebak, di mana hedge fund yang adaptif dan berbasis manusia berhasil merespons dengan lebih baik dibandingkan sistem algoritmik yang rigid.

Agar Ekosistem Kuat dan Premi Kian Terjangkau

14 Jun 2025
Implementasi skema pembagian risiko (co-payment) untuk produk asuransi kesehatan komersial mulai awal tahun depan dimaksudkan sebagai salah satu upaya otoritas dalam menekan inflasi medis di Indonesia yang dinilai bisa menjadi ancaman bagi keberlangsungan industri. Pasalnya, tingkat inflasi medis di Indonesia saat ini tercatat hampir dua kali lebih besar dibandingkan dengan inflasi medis global. Inflasi medis di Indonesia pada 2024 tercatat 10,1%, jauh di atas inflasi medis global yang hanya 6,5%. Bahkan, inflasi medis di Indonesia tahun ini diprediksi melonjak menjadi 13,6%, sedangkan global hanya naik menjadi 7,2%. Inflasi medis Indonesia 2024 memang lebih rendah dari Malaysia dan Filipina yang masing-masing sebesar 11,9% dan 10,8%, tapi di atas Singapura (9,5%), Thailand  (7,1%), dan Vietnam (2,4%). Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan, akibat tren peningkatan inflasi medis, biaya/premi kesehatan pun ikut terdorong naik. Untuk itu, dibutuhkan langkah strategis bagi penguatan ekosistem asuransi kesehatan di Indonesia agar gap perlindungan terhadap risiko kesehatan tidak kian menganga. (Yetede)

Harga Minyak Melonjak, Emas Diburu

14 Jun 2025
Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Jumat (13/06/2025) menyusul para investor yang berbondong-bondong beralih ke aset-aset safe haven, pascarentetan serangan udara Israel ke Iran. Pada saat yang sama, harga minyak melonjak bersamaan dengan emas, yang diburu investor demi mengamankan aset. Jumat malam (13/06/2025), harga emas di pasar spot naik 1,46% menjadi US$ 3.433 per oz, sedangkan harga emas kontrak berjangka di Comex naik 1,58% menjadi US$ 3.456 per oz. Besarnya skala serangan di wilayah tersebut mengejutkan pasar sehingga mendorong harga dolar dan aset-aset lain, yang dianggap menawarkan perlindungan pada saat volatilitas meningkat. Indeks dolar terakhir terlihat naik 0,5% pada Jumat pagi menjadi 98,41. Peran dolar AS sebagai aset safe haven ditegaskan kembali oleh kenaikannya terhadap mata uang franc Swiss dan  yen Jepang. Masing-masing 0,33% dan 05,% pada Jumat pagi menjadi 98,41. Peran dolar AS sebagai aset safe haven ditegaskan kembali oleh kenaikannya terhadap mata uang franc swiss dan yen Jepang.  Para investor dikabarkan beralih ke aset-aset safe haven selama masa ketidakpastian demi melindungi uang mereka dari volatilitas dan mengupayakan stabilitas di saat aset-aset berisiko jatuh. (Yetede)                                                                                                

Peluang baru Chandra Asri

14 Jun 2025
Konglomerasi asal Thailand, Siam Cement Public Company Limited (SCC) berencana melepas kepemilikan 10,57% saham di PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan menyisakan  20% saham di emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu. Keputusan Siam Cement Group  tersebut dinilai dapat membuka ruang baru  bagi  investor strategis  untuk masuk ke emiten yang tengah ekspansi besar-besaran ini. "SCG Chemicals Company Limited (SCGC), anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh SCC, akan mengklarifikasikan ulang TPIA sebagai investasi lainnya dari perusahaan asosiasi yang ada, di mana SCGC memegang saham TPIA sebesar 30,57%. SCC sedang dalam persiapan untuk mengurangi kepemilikannya di CAP seebsar 10,57% dan keterlibatannya dalam manajemen CAP," kata President & CEO SCC Thammasak Sethaudom. Thammasak mengungkapkan, langkah penjualan 8,65 miliar saham TPIA tersebut sejalan dengan  penekanan SCGS untuk mengurangi utang, dan mengalokasikan kembali modal untuk peluang bisnis di masa mendatang. Setelah transaksi penjualan, kepemilikan SCC akan berkurang menjadi 17,79 miliar saham TPIA atau 20%  dari total saham yang tercatat sebanyak 73,73 miliar saham Chandra Asri. (Yetede)

Uni Eropa Berkomitmen Memberikan Akses Pasar Optimal untuk Produk Prioritas Indonesia

14 Jun 2025
Indonesia -European Union  Comprehensive Economics Partnerts Agreement (IEU-CEPA) diharapkan ekspor Indonesia sebesar 5,4%. Adapun Uni Eropa berkomitmen memberikan akses pasar optimal untuk produk prioritas Indonesia antara lain minyak sawit, tekstil, alas kaki, dan perikanan. Indonesia juga berkomitmen meningkatkan akses pasar produk pertanian dan manufaktur untuk Uni Eropa. Hubungan ekonomi antar Indonesia dan Uni Eropa terus menunjukkan tren positif dengan nilai perdagangan mencapai US$ 30,1 miliar pada 2024. Neraca perdagangan antara kedua pihak tetap surplus bagi Indonesia, dengan peningkatan signifikan dari US$ 2,5 miliar pada 2023 menjadi US$ 4,5 miliar pada 2024. Populasi Uni Eropa  yang sebanyak 450 juta jiwa dengan PDB mencapai US$ 19,5 triliun. Sementara itu, jumlah warga di Indonesia sebanyak 282 juta  dengan PDB US$ 1,4 triliun. Pada 2024, Uni Eropa menyumbang 6,5% atau sekitar US$ 17,35 miliar dari total ekspor Indonesui yang sebesar US$ 264,70 miliar. Dalam kurun waktu  2021 hingga 2024, kinerja ekspor Indonesia ke Uni Eruoa menunjukkan tren dinamis. (Yetede)

Trump Desak Iran Membuat Kesepakatan Nuklir

14 Jun 2025
Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadao Iran pada Jumat (13/06/2025) pada waktu setempat dengan menargetkan fasilitas-fasilitas nuklir dan pabrik-pabrik rudal. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah komandan militer Iran dan ilmuwan nuklirnya. Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku tidak terlibat dalam operasi ini. Presiden Donald Trump menuding Iran telah memicu serangan itu dengan menolak tuntutan AS dalam negosiasi untuk membatasi program nuklirnya. Trump mendesak Iran untuk membuat kesepakatan dengan ancaman rencana serang-serangan berikut yang lebih brutal. "Menurut saya (serangan itu) sangat bagus. Kami memberi mereka kesempatan dan mereka tidak memanfaatkannya. Mereka memberi serangan keras. Dua bulan lalu saya memberi Iran ultimatum 60 hari untuk membuat  kesepakatan. Mereka seharusnya melakukannya! Hari ini adalah hari ke-61. Sekarang mereka mungkin punya kesempatan kedua!" tutur Trump. Iran pun menjanjikan respons keras atas rentetan serangan yang menewaskan kepala angkatan bersenjata dan Garda Resolusi. Israel menyatakan  berusaha mencegat sekitar 100 pesawat tak berawak (drone) yang diluncurkan ke wilayahnya sebagai pembalasan dari Iran. (Yetede)

Pemerintah Buka Selebar-lebarnya Keran Investasi Sektor Transportasi

14 Jun 2025

Pemerintah membuka selebar-lebarnya keran investasi di sektor transportasi mengingat besarnya kebutuhan sektor tersebut dalam jangka panjang. Meski demikian pelibatan pihak swasta harus bisa menjamin keberlangsungan proyek hingga selesai beroperasi. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Republik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ernita Titis Dewi mengatakan melalui ajang Internatioal Conference on Infrastructure (ICI) bisa menjadi wadah bersama sekaligus acuan kolaborasi membangun sektor infrastruktur transportasi berkelanjutan. "Kemenhub menyambut baik ajang ICI ini, selain berdiskusi  dan dialog dengan stakeholder, forum ini juga menjadi ajang bagi Kemenhub untuk bertemu dengan para calon investor yang tertarik untuk berinvestasi pada sektor transportasi Indonesia," ungkap Titis.

Pada forum International Conference on Infrastructure 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Jakarta, 11-12 Juni 2025, Kemenhub menyampaikan sejumlah gagasan pembangunan infrastruktur transportasi masa depan. Adapun, Kemenhub mengusung tema 'Satu Bangsa Terubung: Mengintegrasikan infrastruktur di Darat, Laut, dan Udara'. Tema ini merefleksikan infrastruktur transportasi yang lebih dari sekedar sektor, tetapi merupakan tulang punggung persatuan, pemerataan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. (Yetede)

Pemerintah Instruksikan Opsel Disediakan Akses Internet 100 Mbps Untuk Daerah Pelosok

14 Jun 2025
Pemerintah menginstruktsikan operator seluler (opsel), yatu PT Telkomsel, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, PT Indosat Tbk, dan XLSmart Telecom Sejahtera Tbk menyediakan akses internet tetap hingga 100 Mbps di wilayah tanpa jaringan serat optik, termasuk sekolah puskesmas, dan kantor desa. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, kebijakan ini akan difasilitadi melalui alokasi spektrum baru dan skema jaringan terbuka (open acces) yang mendrong keterlibatan banyak pihak dan harga layanan terjangkau. Langkah ini merupkan bagian dari percepatan pemerataan digital nasional sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pelantikannya. Konektivitas digital dinilai fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi rakyat. "Sebagainmana kita ketahui bersama, dalam pidato pelantikannya, Presiden menyampaikan secara berulang  pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat," kata Meutya. Upaya ini diharapkan akan membuka jalan bagi penyedia layanan internet tetap berkecepatan tinggi di area yang belum terjangkau jaringan serat optik, khususnya untuk fasilitas publik seperti sekolah, pusat layanan kesehatan, kantor desa, dan rumah tangga. (Yetede)